Di kediaman Horison sudah ada, Laura istri Antonio. Ia juga membawa dua keponakannya yaitu Nasya dan Kevin, mereka berdua akan tinggal dimansion Horison. Karna keduanya akan sekolah dan kuliah di Indonesia.
“Tante, Rhea sama om Antonio kemana? Kok belum pulang juga," tanya Nasya yang duduk sebelah Laura.
“Mungkin mereka lagi jalan-jalan," jawab Laura masih fokus dengan ponselnya mengecek email yang masuk.
“Tan kevin kekamar dulu mau istirahat," pamit Kevin, dianggukan oleh Laura.
Tiba-tiba terdengar suara mesin mobil diluar mansion, Laura tahu itu pasti mobil Antonio. Ia berhenti sejenak melihat email masuk dan tergesa-gesa menuju ke depan menyambut Antonio dan Rhea memberi mereka kejutan, Laura akan memberitahu kalau suami dan anaknya jika ia mengambil libur satu minggu. Sebenarnya itu hanya akal-akalannya saja agar Antonio tidak curiga dengannya.
Sedang diluar mereka bertiga yang didalam mobil pun turun, dan ketika ingin membuka handle pintu. Ternyata dibuka duluan sama Laura yang didalam, Antonio dan Rhea yang melihat Laura terdiam.
“Putri mommy yang cantik, mom kangen kamu nak," setelah mengucapkan itu Laura memeluk anaknya Rhea dengan sayang. Memang Laura sangat menyayangi Rhea tetapi ia selalu tidak ada waktu untuk bersama anaknya.
Laura melihat kearah suaminya.”Daddy ga kangen nih sama mommy," ucapnya.
“Kita bicarakan didalam," tukas Antonio lalu masuk kedalam dan terkejut melihat Nasya keponakan Laura yang sangat tidak ia sukai karna kelakukan seperti wanita murahan.
“Hai om, apa kabar?" sambut Nasya dengan bertanya basa-basi saja.
“Kamu! Ngapain disini.” ketus Antonio, tidak suka melihat Nasya keponakan Laura.
Karna dulu sewaktu Nasya dan Kevin libur panjang, mereka berdua liburan ke Indonesia dan tinggal dimansion Horison. Di saat malam barbeque-an dimana Nasya membantu Antonio membakar sosis disitu Nasya mencari kesempatan menempelkan tubuhnya pada Antonio membuat Antonio saat itu ingin marah tetapi ia tahan karna tidak ingin membuat malam special anaknya Rhea menjadi hancur. Jadi ia menahannya dari itu Antonio selalu bersikap dingin kepada Nasya dan sangat membenci gadis itu.
“Nasya sama Kevin bakal sekolah disini dad, Naya bakal satu sekolah sama Rhea dan mereka juga tinggal di mansion ini. Bolehkan dad?" tanya Laura.
“Kenapa harus tinggal disini, mereka bisa tinggal di apartemen.” ujar Rhea menyahut ucapan mommynya karna daddynya hanya diam saja.
Entah Rhea juga tidak menyukai kedua sepupunya itu.
“Mereka tidak ingin tinggal di apartemen re, disana sepi. Lagian kalau mereka tinggal disini kamu ada temannya dong sayang," kata Laura.
“Betul kata tante re, kalau kami tinggal disinikan. Kami bisa menemani mu kalau om sama tante bekerja diluar,” timpal Nasya.
Perkataan Laura dan ucapan Nasya membuat Rhea kesal, ia tidak butuh itu karna sudah ada Khanza yang menemani dan selalu ada disaat ia butuh.”Tapi Rhea sudah ada Khanza disini yang selalu ada buat re dan menemani re setiap saat," ucapnya merangkul Khanza disebelahnya.
“Siapa dia?" tanya Laura yang baru menyadari kehadiran satu orang disini bukan hanya ada mereka saja.
“Kenalin, saya Khanza tan sahabatnya Rhea," ramah Khanza lalu mengulurkan tangan untuk mengajak berkenalan. Tapi yang dipikiran Khanza tidak sesuai dengan ekspektasinya, Laura tidak membalas uluran tangannya. Khanza menarik tangannya kembali.
“Khanza bakal tinggal disini," ucap Rhea memberitahu Nasya dan mommynya.
Laura memandang Khanza dari bawah sampai
keatas.”Gasalah kamu sayang pilih teman seperti ini. Oh, mom tahu baju-baju yang dikamar sebelah kamu itu milik diakan," Laura berbicara sinis.
“Iya itu baju baju saya tante," Khanza menjawabnya.
“Tapi baju-baju kamu sudah dipindahkan dikamar pembantu," sahut Nasya.”Karna sekarang aku yang bakalan nempatin kamar itu," katanya.
“Siapa yang nyuruh kamu mindahin bajunya Khanza. Hahh? Kamu itu ga berhak seenaknya aja dimansion ini ya," dengan emosi Rhea maju dan menarik rambut Nasya dan menunjuk wajahnya.
“Awhh…” ringis Nasya kesakitan.
“Rhea lepasin nak, tangan kamu dari rambut Nasya.” Laura membujuk anaknya agar melepaskan tarikan tangannya di rambut Nasya.
Tanpa mendengarkan ucapan Laura mommy nya, Rhea masih menarik rambut Nasya bahkan sekarang menjadi semakin tambah kuat.
“Awhh... sakit re. Lepasin, aku mohon.” Nasya memohon agar Rhea melepaskan tarikannya.
Sementara Khanza hanya diam tidak berani untuk ikut campur, memang ini semua juga salahnya karna mengiyakan permintaan Rhea yang memintanya agar tinggal bersamanya. Tapi ia juga tidak punya pilihan untuk menolaknya.
“Re mommy mohon, lepasin Nasya nak,” Laura juga ikutan memohon, karna merasa kasihan melihat keponakannya yang meringis kesakitan akibat tarikan kuat anaknya pada rambutnya.
“RHEA!" bentak Antonio kelepasan.
Tangan Rhea perlahan terlepas dari rambut Nasya, saat mendengar suara keras Antonio daddynya. Lalu ia menoleh kearah daddy nya menatapnya dengan air mata yang siap terjatuh.
“Re bukan mak-…” kalimat Antonio terhenti karna Rhea yang sudah berlari keatas menuju kamarnya.
“Biar Khanza susul Rhea dulu om tante, permisi," pamit Khanza menyusul Rhea kekamarnya, dan diberi anggukan oleh Antonio sedang Laura diam saja.
“Dad!" Laura mendekati Antonio mengelus bahunya untuk menenangkannya.
Tetapi Antonio malah menghempaskan tangan Laura, dan pergi keluar menuju mobilnya. Meninggalkan rumahnya sementara, menenangkan dirinya, nanti dia akan memikirkan caranya meminta maaf pada anaknya. Memang sebelumnya ia tidak pernah sekalipun membentak Rhea, entahlah kenapa bisa kelepasan.
“Dad mau kemana?" panggil Laura meneriakinya. Antonio sama sekali tidak menghentikan langkahnya barang sedetikpun menoleh kebelakang.
“Tante maafin Nasya ya, ini semua gara-gara Nasya sama Kevin yang tinggal disini," Nasya mengajak Laura duduk dan memeluknya sambil berkata maaf. Dibalik pelukkan itu juga Nasya tersenyum jahat.
Laura melepaskan pelukan lalu menangkup wajah Nasya dengan kedua tangannya.”Engga sayang ini semua bukan salah kamu, tapi salah gadis itu," katanya dengan marah.
“Pasti gadis itu sudah meracuni otaknya Rhea, sampai Rhea begitu membelanya," tukas Laura.
“Iya tante pasti Rhea sudah diracuni otaknya sama gadis kampungan itu." kata Nasya yang ikut mengomper-ngomporin.
****
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Anonymous
Jahat bngt lu
2022-10-13
0
Supartini
idih kompor dah mleduk lagj
2021-12-20
0
Armhawati Syaiful
waduh sudah mulai ada konflik nih😅😅
2021-12-10
0