-Café-
Sampai di café Khanza langsung masuk lalu berganti pakaian seragam khusus buat perkerja café. Selesai dengan berganti pakaian Khanza keluar untuk mulai bekerja.
“Khanza,” seru seseorang memanggil namanya.
“Iya mba," sahut Khanza menghampiri orang yang memanggilnya tak lain adalah Mila.
“Mba mau minta tolong, anterin pesanan ini ke meja no 7 ya. Mba kebelet, tolongin mba ya,” ucap Mila meminta tolong pada Khanza agar mau mengantar pesanan seseorang.
“Iya mba, sini biar Khanza aja yang nganterin," Mila menyerahkan nampan berisi pesanan orang tersebut pada Khanza.
“Makasih nza.” ucap Mila, lalu pamit menuju ke belakang.
Khanza mengantar makanan pesanan orang tersebut, karna tidak memperhatikan langkahnya hingga kaki seseorang sengaja menghadangnya. Makanan dan minuman yang di bawanya tumpah mengenai kaki seseorang.
“Awhh.. panas," pekik orang tersebut meringis merasakan kepanasan dikakinya.
“Maaf, maaf nyonya saya tidak sengaja." Khanza bersimpuh di bawah kaki orang tersebut sambil mengelap dengan tisu yang ia ambil dimeja.
Orang tersebut menghentakkan tangan Khanza dengan kasar lalu ia berdiri, di ikuti oleh Khanza yang juga ikut berdiri.
PLAK!
Orang tersebut menampar Khanza, dia benar-benar marah. Sedangkan pelayan yang lain hanya menahan nafas melihat rekan mereka ditampar. Dan orang yang menghadang kakinya tersenyum puas.
“Kamu kalo gak bisa kerja, mending tidak usah kerja kalah ga becus kaya gini.” teriak orang tersebut marah-marah. Khanza hanya diam dengan memegangi pipinya yang memerah.
Manajer café yang mendengar suara keributan, langsung menghampiri dari mana asal suara tersebut. Ia melihat salah satu karyawan sepertinya terkena masalah dengan seseorang yang ia kenal.
“Khanza ada apa ini?” tanya pak Beni manajer café. Khanza ingin menjawab tapi sudah didahului oleh Winda.
“Anda kalo pilih karyawan yang benar, jangan asal terima. Jadinya begini, tidak becus sama sekali saya sangat kecewa dengan pelayanan café ini,” ucap Winda dengan nada ketus.
“Maaf bu Winda, apa yang sudah karyawan saya buat sampai membuat ibu kesal?" tanya pak Beni dengan hati-hati.
“Pelayan ini sudah membuat kaki saya kotor,” ujar Winda.
“Saya minta ia dipecat sekarang juga.”
“Pak tolong jangan pecat saya, bu saya mohon maafin saya. Saya benar-benar tidak sengaja," mohon Khanza agar tidak dipecat. Tapi pak Beni menggelang tegas.
“Tidak Khanza, kamu saya pecat,” tegas pak Beni.
“Silahkan pergi tinggalkan café ini," usirnya.
“Tapi pak saya minta gaji saya bulan ini."
“Maaf Khanza, buat karyawan dipecat. Tidak akan mendapatkan gaji nya sepeserpun.”
“Saya mohon pak, tolong berikan gaji saya bulan ini," mohon Khanza sambil berlutut di kaki pak Beni. Karena hanya dengan gaji itu yang menentukan ia masih bisa tinggal di kontrakannya.
Pak Beni menghempaskan tangan Khanza.”Saya sudah bilang tidak ada gajih, cepat pergi!"
Khanza tetap diam, sampai akhirnya pak Beni memanggil satpam. Khanza diseret keluar tanpa diberi gaji sepeserpun. Karyawan yang lain melihatnya dengan rasa iba ingin membantu mereka tidak berani karena pak Beni manajer yang sangat kejam menurut mereka. Pak Beni sebenarnya adalah manajer baru di café karena manajer yang lama sudah resign tidak tahu apa penyebabnya.
Kenapa pak Beni sangat menghormati Winda, karena Winda adalah tunangan pemilik café ini jadi itu membuatnya harus menuruti keinginannya.
Bella yang menyaksikan adegan tersebut sangat sangat puas melihatnya. Ya, orang yang menghadang kakinya Khanza adalah Bella. Yang membuat Khanza dipecat dipekerjaannya.
****
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 253 Episodes
Comments
Kinan Rosa
oh si Bella
2023-02-01
0
Yuni MamaRizky
mk lampirrrr jahat bnget tg aj karmanya
2022-05-19
0
Vera Wilda
pimpinan yg tidak patut d contoh, semoga d dunia nyata gak ada pimpinan seperti ini ..... 😊🤔
2022-04-29
0