Di lain tempat dan waktu, Golden Pack disibukkan dengan beberapa tugas dari sang Alpha, segala persiapan untuk pertarungan di buat. Pada akhirnya pagi ini Rey berhasil membawa seorang yang Alpha mereka inginkan.
"Arghhhh! Hentikan! Lepaskan aku!" teriak salah satu wanita yakni seorang Penyihir gelap hasil dari buruan Rey. Cukup sulit saat membawanya kemari penyihir ini memiliki kemampuan memanipulasi pikiran lawannya, mereka bahkan nyaris kehilangan buruan satu ini jika lengah sedetik saja.
"Ku… kumohon Lucas… sakit sekali hentikan kumohon lepaskan aku." Lagi, penyihir satu ini menggunakan tipuannya lagi. Kali ini di depan mata Lucas terbayang sosok gadis yang baru menginjak masa remajanya, dengan rambut coklat panjangnya tergerai lurus, mata gadis itu manatap nanar mata Lucas sarat akan penderitaan. Sosok itu memiliki kemiripan paras dan fisik dengan Lucas.
"Hentikan. Rebeca sudah lama tiada. Adikku sudah lama tiada jangan menghinanya dengan menirunya dasar penyihir sialan!" Bentak Lucas lekas mengambil sebatang besi panas yang telah dibakar sedari tadi dalam bara api lalu menghantamkannya ke wajah penyihir tersebut untuk kesekian kalinya. Dan kesekian kalinya juga mantra itu buyar, penyihir itu kembali berteriak dan meraung. Lucas tak bisa ia kecoh dengan trik sihir kecilnya, pria dihadapannya memiliki fikiran yang kuat.
"Katakan, dimana para bedebah yang kau sebut Raja itu bersembunyi sekarang? Dan apa yang kau lakukan di perbatasan Klan Walcott? Siapa yang mengirimu?" Tanya Lucas. Namun penyihir ini cukup gigih dia membuang muka. Bibirnya bergetar menahan perih luka bakar di sekujur tubuhnya juga wajahnya namun ia tetap bungkam ia tak ingin membicarakan apapun tentang rahasianya.
"Teruslah mencoba pria tampan." Jawab penyihir wanita itu seraya mengeluarkan tawa menjijikkannya.
"Hah… kau benar-benar menguji kesabaran ku." Kali ini Lucas menyambar obor api hendak menghujamkan obor dengan api membara itu ke tubuh penyihir tersebut karena sepertinya ancaman dan pukulan dengan besi panas tidak membuatnya takut namun Ethan tiba tepat waktu di sana.
"Hentikan Lucas." Seketika Lucas terdiam dia sangat mengenal suara berat yang mengintimidasi itu. Dia menoleh kearah sumber suara, menundukkan kepalanya tanda hormatnya.
"Alpha."
"Dia masih tak mengatakan apapun?" Tanya Ethan melalui Mindlink ia tak ingin penyihir ini mengetahui percakapan apapun diantara Ethan dengan Betanya.
"Tidak Alpha dia terus saja menggunakan trik sihir untuk mengecoh kami dan tetap bungkam. Kami merantai nya dengan rantai perak itu dan sesekali membakar tubuhnya untuk menyiksanya namun sepertinya ia masih tidak bergeming. Maaf seharusnya aku cepat menyelesaikan hal ini.”
Ethan mengangguk menanggapi penjelasan dari Lucas. Penyihir ini ditemukan di dekat perbatasan Klan Walcott jelas sekali tujuan nya adalah Alona namun tidak tahu apa yang hendak ingin ia lakukan dengan matenya.
"Katakan. Apa mau kalian? Kalian seharusnya tetap diam di selokan dan jangan bertindak konyol jika tidak ingin kaummu di bantai oleh seluruh kaum immortal lain yang muak dengan tingkah kalian.” Ethan menatap penyihir itu tajam dengan aura yang mengintimidasi cukup membuat siapapun yang berada di dekat Ethan sesak dan ciut. Namun Penyihir itu seakan tidak terpengaruh dengan Intimidasi dari Ethan ia bergumam pelan dengan bahasa yang asing di telinga Ethan. Mantera sihir.
"Ethan? Ethan kaukah itu? Ethan tolong aku, kumohon mereka menyakitiku." suara lembut yang Ethan kenal bergetar seakan menahan sakit membuat dada Ethan sesak ia tak tahan mendengar suara itu sarat akan penderitaan.
Degh!
Ethan tercekat dadanya sesak memandang sosok didepannya. Dihadapannya kini Nampak Alona dengan darah dan luka di sekujur tubuhnya, tidak... tidak... dia bukan Alona Ethan menarik nafas dalam dan mencoba mengendalikan dirinya mencoba mengingat lagi wajah Alona dalam kepalanya dimana gadisnya yang saat ini pastinya tengah berada di dalam perlindunggan anggota Klan Nya dengan aman.
"Enchanter heh?" Tegas Ethan. Perlu diketahui Enchanter merupakan jenis penyihir yang bisa memanipulasi pikiran targetnya dan bisa membuat lawannya tunduk pada kemauannya. Mereka juga bisa memberikan nasib baik atau sial kepada orang lain lewat ilusi atau halusinasi.
Penyihir itu sedikit terkejut dan menerka apakah mantra nya gagal? Apakah ia terlalu tergesa-gesa? Belum sempat penyihir itu menerka apa yang terjadi Ethan dengan bengisnya mengambil obor yang tadinya dipegang oleh Lucas dan menyodorkannya tepat ke perut penyihir itu menusuk tubuhnya tanpa ampun dan belas kasihan. Muak akan tipuan sihirnya, meski ada sedikit kegalauan karena apa yang nampak di depannya adalah wajah Alona dalam mantera sihir.
Penyihir itu meronta dan berteriak memohon ampun namun Ethan sama sekali tak menggubrisnya. Seketika sihir itu buyar dalam hitungan detik setelah perutnya dibakar oleh api dari obor yang membara dan kembali yang nampak hanyalah wajah jelek dari seorang jalang yang disebut penyihir.
"Hentikan! Hentikan! Kumohon akan ku beritahu kau sesuatu!" Telinga Ethan menangkap kalimat itu. Kelihatannya penyihir satu ini sudah sampai pada batasnya, Seharian mereka menyiksa penyihir tersebut mood Ethan sudah benar-benar buruk sejak pagi tadi. Ethan tersenyum puas dia mencabut dan menjauhkan . Lucas dengan sigap menyiramkan seember air kearah penyihir tersebut, memadamkan api yang tersisa membakar tubuhnya, menyisakan luka mendalam untuk kesekian kalinya di bagian perut tubuh penyihir tersebut.
"Katakan. Atau aku akan menghabisi mu sekarang juga." Ancam Ethan.
"Sebelum itu ketahuilah, aku tak sudi memberitahumu mengenai Rajaku sedikitpun meski harus mati di tanganmu, tapi... ini mengenai matemu Alpha. Jangan... percaya padanya, setiap kali kau... berada di sampingnya kau semakin dekat dengan kematian mu." Ucapnya terbata-bata, rahang Ethan mengeras nanar matanya mulai berganti beberapa kali menjadi warna emas yang menandakan bahwa Aro berusaha keras untuk mengambil alih tubuh mereka untuk mengoyak tubuh penyihir itu dengan taringnya. Beraninya penyihir brengsek ini mengatakan sesuatu yang buruk mengenai mate mereka. Aro benar-benar tidak menerimanya.
"Brengsek. Sialan. Cari mati kau rupanya." Aro menggeram keras tanda murkanya. Ia berhasil mengambil alih kendali tubuh Ethan.
"Ha..ha.hahaha sungguh kau bahkan tak akan menyadarinya... Dia yang kumaksud bukan dia yang kau pikirkan. Alonamu memiliki dua jiwa. Jiwanya yang lain haus akan kematianmu Alpha." Tangan Ethan yang kini tubuhnya di bawah kendali Aro mengepal erat, mencoba menahan amarahnya tak menggubris maksud dari perkataan penyihir itu. Belum sempat Ethan membalas perkataan penyihir itu, lagi-lagi penyihir itu merapal kan mantranya kali ini keluar darah dari hidungnya, sepertinya penyihir itu memaksakan diri.
Sekitar Ethan seakan berputar tak mengerti apa yang tengah terjadi Ethan berusaha melawan mantera sihir itu namun sepertinya penyihir ini memaksakan diri menggunakan tenaganya untuk terakhir kalinya guna menciptakan ilusi sihir miliknya. Sedetik kemudian jiwa Ethan berhasil terseret ke dalam sihir itu.
...TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments