...-Kilas balik-...
...Beberapa hari yang lalu Alona bermimpi ya bermimpi, di mana dia tengah menatap pantulan dirinya sendiri di sebuah cermin besar, namun ada yang berbeda tentang pantulan dirinya di cermin itu. Gadis dihadapannya memiliki warna mata bewarna merah pekat dengan taring di giginya. Pantulan dirinya tersenyum menatap Alona dan seakan memamerkan gigi taringnya pada Alona. Sosok itu seakan memperlihatkan bagaimana sosok ALona jika ia sepenuhnya adalah Vampire. Kuat, cantik, mengintimidasi, dengan mata berwarna merah itu memberikan sebuah tatapan seram khas kaumnya....
..."Siapa kau?" Tanya Alona seraya mengedarkan pandangan kesekitarnya… mereka berada di suatu ruangan tapi ia tak tahu ruangan apa ini....
..."Di mana aku? Dan siapa kau?” Tanya Alona panjang lebar, gadis didepannya hanya tersenyum mendengar pertanyaan Alona tapi senyum itu terlihat mengerikan dengan mata merah itu. Membuat Alona bergidik ngeri....
..."Tempat ini ada dalam dirimu sendiri, jauh… di alam bawah sadarmu.” Sosok itu melangkah mendekatkan dirinya ke cermin yang membuat Alona yakin itu bukan sebuah cermin karena cermin hanya akan memantulkan bayangan dari apa yang ada di hadapannya namun Alona di sini hanya berdiri diam tanpa mengeluarkan ekspresi apapun dan pantulan cermin itu tidak menunjukan apa yang seharusnya di pantulkan....
..."Kau adalah aku dan aku adalah kau Alona." Dahi Alona berkerut, memikirkan apa maksud dari perkataanya....
..."Apa maksudmu?" Tanya Alona. Tapi tak digubris oleh gadis itu....
..."sadarlah, kau tak selemah yang kau pikirkan aku lebih dari yang kau pikirkan. Kau memiliki ku, darah mengalir dalam nadimu menyimpan kekuatan besar. Kekuatanku." Alona menatap heran pantulan wajah di depannya itu, kata-kata gadis ini sangat aneh, tak bisa di mengerti dan terdengar gila....
..."Dengarkan apa yang kukatakan, kau akan segera bertemu dengan seseorang… dan jika kau bertemu dengannya jangan lepaskan dia.” Ucapnya seraya menyunggingkan senyuman mengerikan. Matanya berkilat merah pekat semerah darah. Alona tak berani berkata kata tangannya kuat meremas ujung pakaiannya mencoba mengalihkan rasa takutnya yang besar saat ini....
..."Sampaikan ucapan terimakasihku padanya nanti, selama 25 tahun ini aku berusaha mencari cara untuk lepas dari ikatan ini tapi mantra sihir nya menahanku. Hanya dia yang bisa menolong kita… Bagaimanapun caranya aku akan keluar dari sini jangan khawatir akan ku tunjukan betapa kuatnya kita saat kita Bersatu Alona.” Ucap wanita itu seraya memainkan ujung rambutnya Alona tak pernah memiliki kebiasaan seperti itu. Dan Alona tak mengerti siapa yang tengah dibicarakan oleh gadis menyeramkan itu....
..."Kau gila aku tidak mengenalmu… dan kau bukanlah aku. Keluarkan aku dari sini!" Teriak Alona. Ia hendak berbalik dan meningglakan cermin menyeramkan itu namun tubuhnya seketika merasa kaku ia tak bisa menggerakkan kakinya....
..."Aku belum mengizinkanmu pergi Alona. Diamlah dan sungguh dengarkan aku baik baik." Ucapnya tenang namun sarat akan ancaman....
..."Jangan terlalu percaya dengan kata-kata Elder tua bodoh itu. Kita bahkan lebih kuat dari para Lord itu. Dia menipumu selama ini untuk keuntungannya sendiri bahkan orang tuamu menyembunyikan tentangku darimu. Mereka lah yang memisahkanmu dariku selama ini Alona, aku terus tersiksa di dalam sini tapi tak ada yang mendengarkan teriakanku, mereka mengurungku di dalam sini karena mereka kira aku akan menyakitimu, tapi.. tapi mereka salah, mereka semua adalah penjahatnya di sini Alona. Aku adalah sisi lain dirimu, tidak… aku adalah dirimu yang sebenarnya!" sosok itu tertawa keras Alona panik bukan main dia terus berteriak di dalam pikirannya membantah perkataan gadis didepannya yang mencoba menanamkan keraguan Alona terhadap Anggota Klannya. Namun apa daya dia berada di bawah kendali gadis itu, tak secuil suarapun keluar dari mulutnya tanpa di sadari air mata Alona jatuh di pipinya, dia hanya ingin keluar dari sini....
..."Bertahanlah sedikit lagi, aku akan segera keluar dari kurungan ini secepatnya dan kita akan bersama selamanya." Ujar wanita itu seraya tertawa keras yang terdengar mengerikan dan menusuk di telinga. Lalu tiba-tiba saja kegelapan menelan Alona. Kemudian dia terbangun dia berada di kamar tidurnya dengan peluh membasahi wajahnya....
..."Mimpi.. itu.. itu hanya mimpi."...
...-kilas balik selesai-...
"Alona?" Tanya ibunya lembut seraya menatap khawatir putrinya yang terlihat ketakutan. Apa gerangan yang dipikirkan putrinya? Kekhawatiran Melanie kini membayangi fikirannya ia takut apa yang ia duga menjadi sebuah kenyataan apakah sosok itu kini mulai berbicara pada ALona?
"Alona?" Sekali lagi panggilnya. Dan kali ini putrinya menanggapi panggilannya.
"Aku.. aku baik baik saja, aku hanya tak sengaja mengingat mimpi buruk beberapa waktu lalu tapi itu hanya mimpi. Tak ada hal hal seperti yang ibu khawatirkan." Yakin ALona namun Mel tidak sepenuhnya percaya, barulah hendak mengatakan sesuatu namun Ian tiba-tiba saja masuk ke ruangan Alona.
"Ayo sayang kita harus bergegas, cheese cake ayah dan ibu akan pergi berbulan madu beberapa hari oke?" Canda Ian Melanie melotot kearah suaminya sedangkan Ian hanya mengedipkan sebelah matanya menggoda pasangannya, masih sempat sempatnya dia bercanda di saat seperti ini batin Mel seraya memutar matanya jengah.
"berhenti berbicara omong kosong Ian… Alona disini ada Jack, Rose, dan Lucy kami akan pergi selama beberapa hari sepertinya." belum selesai Mel berbicara Alona memotong ucapan Melanie.
"Berapa hari itu akan berapa lama?"Alona mencoba memperkirakan berapa banyak kesempatan yang bisa ia ambil untuk pergi diam diam keluar dari wilayah Klannya ia sudah merencanakan untuk pergi menyusup ke wilayah Golden Pack untuk menemui Ethan.
"Apa yang kau rencanakan?" Selidik Melanie.
"Tidak ada.” Alona mencoba mengecoh ibu nya. Melanie menghela nafas nya berat ia benar benar paham sekali apa yang di rencanakan putrinya di kepala kecilnya itu.
"Tidak akan lama mungkin lima sampai tujuh hari jika ada kendala, Ethan mungkin akan sering kemari… lagi pula dia pasanganmu diminta atau tidak dia akan selalu mencari cara untuk menyusup kemari. Jadi Tarik lagi rencana licik itu dari kepalamu." Alona menatap ayahnya taj percaya, bagaimana bisa ia tahu apa yang ada dalam fikiran Alona saat ini. Apa ayahnya memiliki kemampuan membaca fikiran selama ini dan tidak mengatakannya pada nya.
"Baiklah ayo pergi Mel kita terlambat. Sammuel sudah lama pergi, Anne dan Jared menunggu kita di bawah." Mel mengangguk lalu berdiri menghampiri Ian hendak pergi namun Alona berteriak mencoba menghentikan keduanya.
"Tunggu! Aku akan ikut kebawah!" Dengan cepat dia berdiri dari kasurnya berlari menyambar cardigannya di atas kursi riasnya lalu mengikuti orang tuanya turun hendak mengantarkan kepergian mereka. Setelah selesai dengan salam perpisahannya Ian melesat pergi diikuti oleh Melanie dan Jared yang sudah berganti Shift guna menyeimbangkan larinya dengan Anne dan yang lain.
"Berhati hatilah dan cepat kembali!!" Teriak Alona seraya melambaikan tangannya memandang sosok orang tua dan bibi serta pamannya yang dalam sepersekian detik telah jauh menghilang melesat bersama angin.
...TBC....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments