Ethan sudah seharian ini meninggalkan tempatnya, bahkan mindlink dari beberapa anggota kawanan yang cemas mencari keberadaannya ia abaikan. Tak berapa lama dia berjalan akhirnya dia sampai di gerbang Pack house, Rey salah satu dari sedikit orang yang berkedudukan sebagai Gamma di kawanan ini segera berlari menghampirinya.
"Alpha dari mana saja anda? Kawanan mencari anda sedari tadi bahkan Lu--” celotehan Rey membuat Ethan semakin pusing.
"Berhenti berbicara Rey, aku hanya sedang menenangkan diri untuk sesaat tak perlu begitu khawatir. Dimana ibu?"
"Luna ada di ruang makan Alpha, dia sudah menunggu untuk makan malam."
Ethan mengangguk dan berlalu meninggalkan Rey, sesampai di ruang makan ibu Ethan langsung berdiri dan menghampiri putranya dengan wajah cemas sekaligus amarah yang tertahan. ‘ck.. dilihat dari ekspresinya ia akan menyerbuku dengan berbagai pertanyaannya.’ Ethan membatin.
"Demi moon goddess dari mana saja kau Ethan!? Kau tahu betapa aku kebingungan melihatmu pergi dari pack begitu saja seperti itu!? Kau bahkan mengabaikan panggilanku? kawanan mu terus memanggilmu melalui Mindlink tapi tak ada jawaban! Terlebih pertarungan mu beberapa hari lalu mereka bisa saja mengepung mu di luar sana saat tahu kau pergi meninggalkan pack seorang diri seperti itu! Tak perduli kau seorang Alpha jika musuh membawa banyak orang dan kau sendirian kau bisa saja dalam bahaya! Ada masalah apa? Kau nampak gelisah sejak hari itu dan Kau-"
"Ibuu hentikan! aku baik-baik saja! aku hanya sedikit bertengkar dengan Aro dan beberapa masalah kecil lainnya aku hanya butuh waktu dan tempat untuk berfikir. ” Sela Ethan. Sang ibu yang sangat paham dengan sifat putranya menatap Ethan tajam. Ia tahu ada sedikit kebohongan di mata nya, ditatap tajam penuh selidik membuat Ethan merasa tak nyaman dan ia pun refleks membuang muka.
"Itu saja?" selidik sang Luna.
"Ya itu saja." Jawab Ethan cepat. Berharap ia tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain lagi.
"Pembohong. Kau sama seperti ayahmu takkan menatap lawan bicara jika berbohong. Jelaskan ada masalah apalagi selain itu? Ibu tahu kau menyembunyikan sesuatu. Jangan sembunyikan apapun Ethan, kenapa dengan Aro? Ibu tahu kalian tak akan bertengkar tanpa alasan."
"Ahhh itu.." Ethan sejenak merasa ragu untuk mengatakan perihal Alona pada ibunya namun Aro mendesak untuk memberitahukannya pada ibu mereka.
"Apa? Katakan atau ibu takkan berbicara denganmu lagi.” Ancam wanita setengah baya itu namun masih terlihat anggun dan cantik di usia senjanya. Ethan menghela nafas.
"Aku… menemukan mateku. Aku ingin menolaknya dan Aro menentang.” Jelas Ethan singkat. Sang Luna menatap putranya tidak percaya apa yang kini ia dengar. Sudah Ethan perkirakan mengenai reaksi ibunya. Ini pasti sulit untuk diterima mengingat banyak hal buruk yang menjadi kenangan pahit bagi kawanan ini tentang para mate Ethan terdahulu namun bisa bisanya Moon Goddess memberinya kejutan seperti ini lagi.
"Mate… Bagaimana… bisa, ah tidak bukan itu… Dari… Pack mana dia berasal?" tanya sang Luna Ragu.
"Bukan Pack tapi Klan." Tegas Ethan, dan kali ini memberikan sedikit Shock Therapy untuk ibunya. Pertama kali dalam sejarah kawanan ini mereka memiliki Mate yang bukan berasal dari kaum mereka.
"hm… baiklah kalau begitu dari Klan mana dia?"
"Walcott. Klan itu berada di bawah kekuasaan Sammuel Walcott." Ethan menunggu rekasi marah atau kaget dari sang ibu namun yang terjadi justru berbanding terbalik dari apa yang Ethan bayangkan. Sang Luna memeluk putranya suka cita kemudian tersenyum penuh arti membuat Ethan heran karenanya.
"Kenalkan pada ibu jika kau dan dia sudah siap. Ibu harap kau bahagia Ethan. Selalu berbahagia." Ethan hanya terdiam dan membalas pelukannya.
"Ibu.."
"Ya?"
"Apa tak apa untukku menerimanya sebagai mate? Maksudku, mengingat semua hal buruk di masa lalu… lagi pula gadis ini berasal dari klan vampire. Ibu tahu betul aku tidak lagi menginginkan takdir semacam ini." Ucap Ethan pelan. Sang ibu menatap putranya penuh perhatian sejenak mencoba berfikir apa yang sebaiknya ia katakan tentang hal itu.
"Kau tahu nak, Seberapa kerasnya kau menyangkal hal itu dan menjauhinya dia akan tetap menemukan jalan untuk kembali padamu. Karena dialah takdirmu dan seorang Alpha membutuhkan Lunanya Ethan. Sebuah hadiah dari Moon Goddess bahwa kau diberi takdir yang baru. Ibu berharap kau akan menerimanya dengan suka cita untuk itu dan bukan menolaknya.” Ethan hanya diam tak bergeming. Hatinya semakin goyah dan ia tak tahu lagi harus bagaimana dikala rasa dendam itu tidak berbanding dengan keinginannya untuk berada di sisi Alona. Ya, tanpa Ethan sadari ia sudah terikat pada Alona di hari itu.
Di sisi lain hutan, berdiri sebuah bangunan villa mewah bergaya modern yang ditinggali oleh satu kawanan Vampire dan satu orang werewolf plus satu manusia berdarah campuran. Ya itu kediaman milik Klan walcott, di teras belakang rumah itu duduk seorang vampire laki-laki yang dikenal sebagai Salah satu Elder sinting oleh para Elder vampire lain, karena keputusannya yang mengejutkan membiarkan werewolf menjadi anggota Klan nya. Sesuatu yang cukup membuat para Klan lainnya merasa hina untuk menjalin takdir dengan musuh alami mereka, dan Sammuel bukan orang yang memperdulikan budaya kaku kaumnya yang satu itu.
Pria itu memegang buku tebal dan terlihat usang di tangannya, begitu asik membolak-balik halaman membaca tiap baris kata demi kata yang nampak rumit dan membuat pusing itu. Kegiatan nya diinterupsi oleh suara langkah kaki yang mendekat menghampirinya lalu duduk di samping pria itu dengan melipat kaki, juga melipat kedua tangannya menatap kosong rembulan di atas sana.
"Apa yang kau pikirkan Lucy? Jangan bertingkah seperti itu kau membuatku takut.” Ujar pria itu diikuti suara tawanya, seraya membalik halaman di buku bacaannya. Gadis itu mendelik kesal, lalu menatap Sammuel seakan hendak mengatakan sesuatu namun ia terus mempertimbangkan haruskah ia katakan? Atau tidak… atau haruskah? Menyadari hal itu Sammuel menutup bukunya kemudian mengambil nafas berat, sudah pasti ini akan jadi pembicaraan yang berat dan serius.
"Baiklah apa ada masalah Lucy?" Tanya Sammuel.
"Ini tentang... Alona." Mulai gadis itu.
"Tentang Alona? Kenapa? Apa ini berbuhungan dengan ramalanmu lagi?"
"Ya, dan sepertinya jangan mengatakannya dulu kepada yang lain, ada yang harus dipastikan terlebih dahulu." Ucapnya serius. Dibalas anggukan mantap dari Sammuel yang berarti ia akan mengikuti apa yang dikatakan Lucy itu. Bayangan akan penglihatan tentang masa depan yang Lucy dapatkan kembali berputar di kepalanya ada dua ramalan yang ia dapatkan yang mana kah yang merupakan ramalan baik dan mana yang buruk. Hal itu akan di tentukan dengan bagaimana mereka akan menanggapi masalah tersebut untuk kedepannya.
...TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments