Hilangnya ciuman pertama*

Malam itu Edward melajukan mobilnya menuju kediaman Aurora. Sampai dihalaman rumah Aurora, Edward hanya menekan klakson mobilnya, ia enggan turun dan mengetuk pintu rumah Aurora.

tin..tin..

Aurora langsung keluar menghampiri mobil Edward tergesa. Ia merasa kesal, tapi ia tahan dengan mengulas senyum indahnya.

"Hai_" sapanya dan segera masuk kemudian duduk disamping Edward.

Mobil pun melaju dan bergabung dengan kendaraan lainnya. Jalanan yang sedikit macet menimbulkan rasa canggung dalam hati dua anak manusia yang sedari tadi diam tak ada pembicaraan.

Aurora kemudian berinisiatif memutar audio di mobil Edward untuk memecah keheningan. Ia merasa sangat bosan dengan situasi ini. Edward hanya melirik dan tersenyum tipis.

Setelah bermenit menit di jalan, mobil pun berhenti di depan mansion Tuan Admaja. Mereka pun keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.

"Assalamualaikum," kompak mereka berdua memberi salam.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh Bunda Yuli yang tampak mengembangkan senyum.

"Waalaikumsalam, ah kamu cantik sekali, ayo sini nak, sudah ditunggu ayahmu dimeja makan." ucap Bunda Yuli

Edward dan Aurora mengikuti langkah Bunda Yuli ke ruang makan. Mereka berdua duduk bersebelahan.

"Malam Om_" sapa Aurora dengan senyum hangatnya.

"Malam Nak_ Ayo mari kita makan bersama dulu, Ayah sudah lapar, jangan sungkan sungkan." ucap Tuan Admaja ramah.

"Terima kasih." ucap Aurora tersenyum.

Usai makan malam, obrolan singkat dilanjutkan di ruang keluarga.

" Aurora, Edward, gimana dengan persiapan pernikahan kalian?" tanya Bunda Yuli membuka obrolan.

Edward dan Aurora saling memandang, seolah mencari jawaban lewat tatapan matanya.

"Bagaimana kalo Bunda dan Mama Riyanti yang menyiapkannya." usul Bunda Yuli.

"Ha ha ha, Bunda mimpi ya, baru kemarin lho kita ngelamar Aurora. Hari ini Bunda menanyakan pernikahan pada kami. Aku belum siap menikah!" Ujar Edward dengan nada kesal.

"Dasar anak Sholeh! Nurut aja sama orang tua kenapa sih! Ini juga untuk kebaikan kalian. Kamu kan lagi sibuk sibuknya mengurus perusahaan, jadi sebaiknya kamu serahkan saja sama Bunda."

"Terserah_ terserah kalian deh! Aku punya hak apa mengambil pendapat. Toh semua ini kalian kan yang ngatur. Jika begitu jangan tanyakan apa pun padaku lagi. Aku No comment!"

Bunda Yuli mengabaikan putranya yang mengomel tak jelas. Ia ganti bertanya pada Aurora yang sedari tadi hanya diam menyimak. "Gimana menurutmu Aurora ..?"

"Eemm kalo saya terserah Bunda saja, tapi sepertinya pernikahan kita masih lama. Planing nya kejauhan Bunda." ucap Aurora meringis.

"Aurora, menikah sekarang atau nanti itu sama saja, semua butuh persiapan. Persiapan jauh jauh hari itu lebih baik. Kita akan mengadakan pesta besar yang akan mengundang seluruh pengusaha-pengusaha dikota ini dan luar negeri, Besok bunda akan cari referensi WO terbaik disini. Dan kamu Edward, besok kamu temani Aurora memilih cincin pernikahan dan mengukur gaun pengantin!"

"Terserah Bunda_ Terserah." Jengkel Edward.

"Bunda kalau gaun pernikahan, mama yang akan menyiapkannya. Jadi tidak perlu terburu buru." ucap Aurora pelan.

" Benarkah..!!?" Tanya Bunda Yuli semangat.

Aurora hanya menganggukkan kepalanya.

"Sudahlah Bun, mereka yang akan menikah, kenapa Bunda yang antusias sih. Lagian benar kata Aurora. Pernikahan mereka kan masih lama, mengapa harus memesan cincin dan gaun dulu." ucap Tuan Admaja.

"Aduh Ayah...pokoknya besok Edward harus temani Aurora membeli cincin!" ucap Bunda Yuli sembari mengedipkan sebelah matanya kearah suaminya.

Tuan Admaja hanya tersenyum, ketika melihat kode mata dari istrinya.

"Edward, Bunda memintamu,__"

"Dengar ayah, aku mendengarnya dengan jelas. Tidak perlu diulang kembali. Aku sudah mengatakan terserah_ terserah."

Tuan Admaja hanya terkekeh melihat kelakuan anak sulungnya yang merajuk. Ia senang jika Edward menurut dan tidak membantahnya.

"Ya sudah Bun, Edward mau mengantar Aurora pulang dulu, kasian akunya. Ini udah malam dan aku harus bolak balik." ucap Edward malas.

Tuan Admaja menaikkan sebelah alisnya, merasa ada yang janggal dengan perkataan anaknya.

"Eeeehhh kenapa pulang! nginap disini saja. Lagian lihat tuh mukamu ngantuk begitu, tidak baik menyetir dalam keadaan mengantuk." ujar Bunda Yuli menahan kepergian mereka.

" Emm, kalau begitu saya naik taxi saja Bun, maaf merepotkan." ucap Aurora menengahi.

"Tidak! tidak boleh!! Bahaya cewek naik taksi sendirian. Ini sudah malam. Nginep disini saja. Lagian orang tuamu lagi pergi bukan." Bunda Yuli melarangnya.

Aurora hanya meringis. Dalam hatinya mana bisa ia tidur ditempat asing pikirnya.

"Ya sudah sebaiknya kalian keatas dan istirahat. Aurora, kamu bisa pakai baju punya Amel. Kebetulan anak itu sudah kembali ke luar negeri. Dan jangan membantah jika di nasehati orang tua. Itu seperti sangat tidak sopan." Tuan Admaja kembali bersuara.

"Baiklah terima kasih. Malam ini saya akan menginap disini. Maaf merepotkan."

"Tidak perlu sungkan."

Aurora pun berjalan naik ke lantai dua dan masuk di salah satu kamar. Ia mulai membersihkan dirinya. Ia berendam dengan air hangat sejenak untuk menyegarkan pikirannya.

"Aroma ini benar benar menenangkan. Ah Amelia yang manis, seleramu boleh juga." gumamnya.

Setelah puas berendam,ia membilas tubuhnya dan mencari handuk kimono untuk menutupi tubuh polosnya.

"Aihh, dimana handuk nya, masa iya aku harus keluar dengan handuk pendek ini." gerutunya.

Aurora pun memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi. "Semoga tidak ada orang lain didalam kamar ini, ah tentu saja tidak ada, bukankah ini kamar Amel, lagian pemiliknya juga sedang tidak ada. Oh kenapa aku lupa dan ketakutan tidak jelas begini." ucapnya pelan menepuk keningnya.

Aurora pun membuka lemari pakaian dan mengobrak abrik isinya, sayang sekali ia tak menemukan satupun pakaian wanita.

"Aihh,, matilah aku, ini bukan kamar Amel, ini pasti kamar Kak Edward. Bagaimana ini, aku sudah salah masuk kamar." Tangannya masih sibuk mencari cari pakaian yang pas untuk dikenakan tubuhnya dengan bibir mengomel sendiri.

Edward yang sudah lelah langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu, karena memang kamarnya sendiri.

Ceklek..

Edward mematung, terkejut tentu saja. Bagaimana bisa ia melewatkan pemandangan indah didepan matanya. Melihat Aurora yang hanya mengenakan handuk sebatas paha menampakkan bahu indah dan kaki mulusnya membuat jiwa jahatnya meronta.

Glek.

Edward menelan salifanya, entah perasaan apa, tiba tiba saja hatinya berdebar debar tak karuan. Sedangkan yang dilihat masih terus menyibukkan diri di depan almari sambil menggerutu sendiri.

Edward mendekat dan berbisik di telinganya. "Kamu mencari apa di almariku hemm_ Kau ingin menggodaku." ucap Edward lalu meniup telinga Aurora pelan.

Deg.

Aurora membalikkan badan dan berteriak. "Aaaaaaa!! apa yang kau lakukan disini!kenapa masuk tak mengetuk pintu dulu!" Aurora berteriak dan hendak memukul tapi tangannya langsung ditangkap oleh Edward.

"Lepaskan tangan ku!" nada Aurora sudah naik satu oktaf.

Edward pun melepaskan cekalannya.

"Hati hati nona, kau tak takut handukmu terlepas hem, atau jangan jangan kamu sengaja ya." Edward merangsek maju sedangkan Aurora melangkah mundur hingga punggungnya membentur almari.

"Apa yang akan kau lakukan! Jangan mendekat!" Aurora mulai panik. Ia merasa terancam kali ini.

Edward masih saja maju dan memepet tubuh Aurora. Edward pun berbisik serak di telinga Aurora. "Apa kamu begitu menginginkan pernikahan ini hem_"

"Bukannya kau juga tau, untuk apa bertanya lagi." jawab Aurora pelan dan berusaha menahan nafasnya agar tak memancing gairah pria di depannya.

Aurora pun mendorong tubuh Edward sekuat tenaga, tapi sialnya Edward malah menarik pergelangan tangan Aurora, dan_

BRUK

Mereka berdua terjatuh bersama dengan posisi Aurora diatas tubuh Edward, dengan bibir yang saling menempel. Aurora tentu saja membulatkan matanya terkejut.

DEG

DEG

DEG

Jantung mereka berdebar debar tak karuan. Entah perasaan apa yang mereka rasakan saat itu, pandangan Edward masih terkunci pada bibir pink milik Aurora.

CUP

Edward mengecup lembut bibir Aurora lalu merasai bibir mungil itu pelan. Aurora semakin membulatkan matanya.

"Ap_" belum selesai Aurora menyelesaikan ucapannya, Edward langsung memagut lembut bibir itu.

EMMHH__

Mereka yang pada dasarnya belum pernah melakukan adegan French kiss sebelumnya, keduanya tampak sangat saling menikmati karena adanya dorongan rasa penasaran yang begitu tinggi yang membuat perasaan mereka tak karuan. Perasaan aneh yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Lu_ma_tan Edward makin lama makin intens lalu berubah menjadi lu_ matan penuh ***** dan penuh gai-rah, lidah mereka saling membelit dan saling beradu serta saling bertukar salifa. Jantung mereka berpacu cepat, tangan Edward mulai bergerilya dan menyusuri bahu Aurora. Rasanya ia ingin menggapai dunia saat itu juga.

"Ini sangat nikmat sekali. Perasaan ini, belum pernah aku rasakan sebelumnya. Kenapa hatiku bisa sebahagia ini." Batin Edward yang masih terus melancarkan aksinya.

Tiba tiba saja Aurora tersadar dengan perbuatannya. Pikiran waras mulai mengusainya.

"Apa yang kau lakukan!" Aurora melepas pagutannya kasar dengan menumpu kuat dada Edward dan kembali berdiri, membalikkan badan dan membenarkan handuk yang hampir melorot.

Edward pun berdiri dan mendekati Aurora. "Maafkan aku, tapi bibirmu sangat manis calon istri. Aku akan mengambilkan pakaian untukmu, tunggu sebentar. " ujarnya dan berlalu dan meninggalkan Aurora dikamar itu.

Didalam langkahnya, Edward merutuki kebodohannya. Kenapa dirinya bisa sampai seperti itu. Bahkan ia merasa ingin lebih dari itu. Jatuh cinta? Jatuh cinta pada ciuman pertama. Benarkah. Rasanya terlalu dini jika disebut cinta.

"Tapi bibir itu, ah kenapa begitu lembut."

Edward geleng geleng kepala tapi ia tersenyum tipis, saat teringat kejadian hareudang itu.

Disisi lain...

Aurora dengan wajah memerah karna saking malunya, mengacak acak rambutnya sendiri.

"Aaaahh apa yang sudah aku lakukan, mengapa aku menikmatinya. Ahhh ciuman pertama ku_ Bagaimana ini.." Aurora merutuki kecerobohannya. Berkali-kali ia memukul kepala karena kebodohannya.

"Eh, tunggu tunggu, apa ini." Aurora berjalan mendekat dan mengambil pigura kecil yang tak asing baginya. Ia menutup mulutnya tak percaya.

"Benarkah? Tapi,_"

Tiba tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar. Pasti Edward pikirnya, ia segera meletakkan pigura itu di tempatnya kembali.

"Aurora, ini pakailah dan minum susumu sebelum tidur. Segeralah istirahat. Aku mau ke ruang kerjaku sebentar." ucap Edward sambil menyerahkan piyama dan segelas susu hangat ke tangan Aurora.

"Baiklah, dan terima kasih Kak Edward. Segeralah istirahat kembali." Aurora menerima dan tersenyum canggung.

Edward pun berlalu pergi, meninggalkan Aurora sendiri dikamar itu. Pikirnya sebaiknya ia menghindar terlebih dahulu dari pada berbuat yang tidak tidak pada gadis itu. Ia perlu menjernihkan pikirkan saat ini.

.

.

.

#####

bersambung...

Jangan lupa tinggalkan jejaknya, like and komentar positifnya guys.

Thanks before ❤

Terpopuler

Comments

Kornelia Restuana

Kornelia Restuana

lanjut thor

2022-02-04

2

Ayu Astuti

Ayu Astuti

Up lagi

2022-01-04

2

Reyza marvel

Reyza marvel

Hadir...🙋🙋🙋

2021-04-04

3

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan*
2 Melamar Aurora*
3 Teman masa lalu*
4 Hilangnya ciuman pertama*
5 Cincin*
6 Sesuatu yang tak terduga*
7 Awal Cinta Edward *
8 Terungkap*
9 Flassback*
10 Hubungan Baru*
11 Aku akan menunggumu sekali lagi*
12 Dia cemburu padanya*
13 Kumohon jangan tinggalkan aku*
14 Hari penuh masalah *
15 Mengajak Brian tinggal bersama*
16 Aku akan percaya padamu*
17 Mengabulkan permintaan terakhir Yuna*
18 Rindu itu berat*
19 Siapa yang sudah melakukan penyerangan*
20 Mungkinkah Black Dragon pelakunya?*
21 Tertembak*
22 Jangan pergi Aurora *
23 Kenyataan pahit*
24 Siapa Selly*
25 Pertemuan Pertama Alex*
26 Kejutan untuk Aurora*
27 Oh Mungkinkah*
28 Rahasia Brian*
29 Percayalah, Aku Hebat dalam Menunggu*
30 Perdebatan Edward*
31 31
32 Bab 33
33 Babylion
34 Bab 35
35 Ketahuan
36 Bab 37
37 Kepulangan Aurora
38 Kejutan untuk Edward
39 Aurora CEO baru
40 Aurora sang CEO
41 Diperusahaan Aurora
42 Rencana Pernikahan
43 Keinginan Brian
44 Kilas balik Edward
45 Pesta pertunangan resmi
46 Pembicaraan dipagi hari
47 Insiden kecil
48 King Leon
49 Jingmi Fengying
50 Bab 51
51 Mengerjai Edward
52 Mengerjai Edward 2
53 Cerita Brian
54 Jeni&Joya
55 Dion
56 Kunjungan Andi
57 Foto Prewedding
58 Bertemu dengan rival
59 Edward terluka
60 Andylovers
61 Menjenguk Edward
62 Rencana
63 Power of love
64 Cinta itu harus saling percaya
65 Tidak semudah itu
66 Perintah Alex
67 Edward's plan
68 Alex the psychopath
69 Menjemput Amelia Putri
70 Two boys who are interested
71 Two boys who are interested
72 Tuan Hardy mantu part 1
73 Tuan Hardy mantu part 2
74 Tua Hardy mantu part 3
75 Tuan Hardy mantu part 4
76 Persiapan Keluarga Admaja
77 SAH
78 Tuan Hardy mantu part 5
79 Menunggu
80 Resepsi 1
81 Resepsi 2
82 Resepsi 3
83 Aku menginginkanmu
84 Pagi yang indah
85 I love u my sunshine
86 Persiapan
87 Paris
88 Malam yang membahagiakan
89 Bertemu Kwan
90 Pembicaraan serius
91 Galeries Lafayette
92 Kegiatan Malam
93 Edward's request
94 Sedikit tentang Andy
95 Aurora
96 Brian
97 Menggoda
98 Drama
99 Taman Tuileries
100 Pulang
101 Brian sakit
102 Tiba dimansion
103 Aurora
104 Markas
105 Edward
106 David sakau
107 Bertemu Aldi
108 Bersama Aldi
109 Emosi Edward
110 Peran seorang ayah
111 Kehangatan sebuah keluarga
112 Kencan Buta
113 Alun-alun kota
114 Singapore
115 Kejadian tak terduga
116 Malam yg indah
117 Terkejut
118 Kelicikan Tuan Kim & Vivi
119 Insiden
120 Brian 1
121 Brian 2
122 Awal masalah
123 Asisten Tuan Kim (Yudha)
124 Flasback Yudha
125 Masalah baru
126 Selanjutnya
127 BAB 128
128 Bab 129
129 Bab 130
130 Bab 131
131 Bab 132
132 Bab 133
133 Bab 134
134 Bab 135
135 Henry Lim&Claire
136 Firasat
137 MUSIBAH
138 PILU
139 TANGIS PILU SEORANG IBU
140 KERUH
141 ANDI
142 Siapa pelakunya
143 Munculnya musuh baru
144 Wanita iblis
145 Sikap Willi
146 Tak ada yang abadi
147 Edward kembali
148 Kelakuan Willi
149 Willi
150 Penyelidikan 1
151 Penyidikan 2
152 Penyidikan 3
153 Tertangkap
154 Alex yang Kejam
155 Menjenguk Edward
156 Goyah
157 Kesedihan Brian
158 Brian
159 Kembali pulang
160 Brian
161 Lahirnya sang pewaris
162 Kecewa
163 Kejahatan Darius
164 Mimpi
165 Al dan El
166 Jenny dan Joya
167 Bertemu Zanitha
168 Pulang
169 Pesta kelahiran Al & El
170 Pembalasan
171 Pengakuan Alex
172 Rencana
173 Rencana Alex
174 Wanita Licik
175 Syok
176 Kesedihan Aurora
177 Pemakaman
178 Penyerangan
179 Pembicaraan
180 Rencana Claire
181 Kunjungan Henry Lim
182 Plakat Singa
183 Salah paham
184 Kebenaran
185 Kemarahan Aurora
186 Video rekaman
187 Kabar baik
188 Mengunjungi
189 Kemarahan Lukas
190 Obrolan tiga pria
191 #####
192 Cerita Aurora
193 Menolak Dijodohkan
194 Interogasi
195 Misi
196 Permintaan mama Aurora
197 Masalah apa
198 Three years later
199 Hari pertama
200 Reaksi Brian
201 Al&El
202 Kemarahan Brian
203 Kejadian tak terduga
204 Insiden kecil
205 Pria itu!
206 Tak Yakin!
207 DOR!
208 Ah semoga saja.
209 Menjemput
210 Kenta
211 Menyudutkan
212 Tegang
213 Aku suamimu
214 Sendu
215 Janji
216 Siapkan surat cerai!
217 Memberi pelajaran
218 Rudal?
219 Syok!
220 Siapa dia?
221 Laura Cha
222 Kekhawatiran Aurora
223 Apa yang kau lakukan!
224 Tunggu aku kembali
225 Mereka kembar?
226 Menyusup
227 Cyber Attack (Serangan siber)
228 Cyber crime (Kejahatan siber)
229 Politik Alex
230 Serangan Misil
231 Paska Serangan
232 Matilah aku!
233 Kecurigaan
234 Salah paham
235 Yang tak terduga
236 Memberi kejutan
237 Kita hanya bisa menunggu
238 Aku cemburu padamu
239 Aku mencintaimu
240 Apa yang sebenarnya terjadi?
241 Pemindahan Kekuasaan
242 Menggagalkan rencana Edward
243 Pembalasan dimulai
244 POOR
245 LOSE
246 Kehancuran Yakusa
247 Aku Hanya Menghawatirkanmu
248 HKG
249 Perdebatan kecil.
250 Sial! Salah perhitungan!
251 Menguraikan
252 Rasa bagaimana sayangnya seorang kakak
253 Ini tidak mungkin!
254 Apa! Bagaimana bisa terjadi.
255 Carlton, Sang Pengacara.
256 Berita yang Membuat tidak senang
257 Ini Mengenai Brian!
258 Benarkah itu Nona!
259 Siasat yang Dimainkan.
260 Siasat permainan Madam Yora
261 Siasat Penculikan Reyhan.
262 Kericuhan di rumah Aurora
263 Semua yang menjadi serba sulit
264 Semua bertambah rumit
265 Sebuah titik terang
266 Sebuah titik terang
267 Kami takut
268 Petunjuk
269 Saling menekan
270 Sekarang apa yang harus aku lakukan
271 Belum menemukan
272 Siapa Yora?
273 Semua akan baik-baik saja
274 Edward yang menggila
275 Keadaan semakin tak terkendali
276 Tak berdaya
277 Membicarakannya
278 ####
279 Menegangkan
280 Terjebak dengan Tuan Erick
281 KALAH
282 Terakhir
283 S2- 1
284 S2-2
285 S2-3
286 S2-4
287 S2-5
288 S2-6
289 S2-7
290 S2-8
291 S2-9
292 S2-10
293 S2-11
294 S2-12
295 S2-13
296 S2-14
297 S2-15
298 S2-16
299 Sebuah titik terang*
300 Saudarimu sudah ketemu*
301 Akhir sebuah cerita*
302 TAMAT*
303 PROMOSI
Episodes

Updated 303 Episodes

1
Pertemuan*
2
Melamar Aurora*
3
Teman masa lalu*
4
Hilangnya ciuman pertama*
5
Cincin*
6
Sesuatu yang tak terduga*
7
Awal Cinta Edward *
8
Terungkap*
9
Flassback*
10
Hubungan Baru*
11
Aku akan menunggumu sekali lagi*
12
Dia cemburu padanya*
13
Kumohon jangan tinggalkan aku*
14
Hari penuh masalah *
15
Mengajak Brian tinggal bersama*
16
Aku akan percaya padamu*
17
Mengabulkan permintaan terakhir Yuna*
18
Rindu itu berat*
19
Siapa yang sudah melakukan penyerangan*
20
Mungkinkah Black Dragon pelakunya?*
21
Tertembak*
22
Jangan pergi Aurora *
23
Kenyataan pahit*
24
Siapa Selly*
25
Pertemuan Pertama Alex*
26
Kejutan untuk Aurora*
27
Oh Mungkinkah*
28
Rahasia Brian*
29
Percayalah, Aku Hebat dalam Menunggu*
30
Perdebatan Edward*
31
31
32
Bab 33
33
Babylion
34
Bab 35
35
Ketahuan
36
Bab 37
37
Kepulangan Aurora
38
Kejutan untuk Edward
39
Aurora CEO baru
40
Aurora sang CEO
41
Diperusahaan Aurora
42
Rencana Pernikahan
43
Keinginan Brian
44
Kilas balik Edward
45
Pesta pertunangan resmi
46
Pembicaraan dipagi hari
47
Insiden kecil
48
King Leon
49
Jingmi Fengying
50
Bab 51
51
Mengerjai Edward
52
Mengerjai Edward 2
53
Cerita Brian
54
Jeni&Joya
55
Dion
56
Kunjungan Andi
57
Foto Prewedding
58
Bertemu dengan rival
59
Edward terluka
60
Andylovers
61
Menjenguk Edward
62
Rencana
63
Power of love
64
Cinta itu harus saling percaya
65
Tidak semudah itu
66
Perintah Alex
67
Edward's plan
68
Alex the psychopath
69
Menjemput Amelia Putri
70
Two boys who are interested
71
Two boys who are interested
72
Tuan Hardy mantu part 1
73
Tuan Hardy mantu part 2
74
Tua Hardy mantu part 3
75
Tuan Hardy mantu part 4
76
Persiapan Keluarga Admaja
77
SAH
78
Tuan Hardy mantu part 5
79
Menunggu
80
Resepsi 1
81
Resepsi 2
82
Resepsi 3
83
Aku menginginkanmu
84
Pagi yang indah
85
I love u my sunshine
86
Persiapan
87
Paris
88
Malam yang membahagiakan
89
Bertemu Kwan
90
Pembicaraan serius
91
Galeries Lafayette
92
Kegiatan Malam
93
Edward's request
94
Sedikit tentang Andy
95
Aurora
96
Brian
97
Menggoda
98
Drama
99
Taman Tuileries
100
Pulang
101
Brian sakit
102
Tiba dimansion
103
Aurora
104
Markas
105
Edward
106
David sakau
107
Bertemu Aldi
108
Bersama Aldi
109
Emosi Edward
110
Peran seorang ayah
111
Kehangatan sebuah keluarga
112
Kencan Buta
113
Alun-alun kota
114
Singapore
115
Kejadian tak terduga
116
Malam yg indah
117
Terkejut
118
Kelicikan Tuan Kim & Vivi
119
Insiden
120
Brian 1
121
Brian 2
122
Awal masalah
123
Asisten Tuan Kim (Yudha)
124
Flasback Yudha
125
Masalah baru
126
Selanjutnya
127
BAB 128
128
Bab 129
129
Bab 130
130
Bab 131
131
Bab 132
132
Bab 133
133
Bab 134
134
Bab 135
135
Henry Lim&Claire
136
Firasat
137
MUSIBAH
138
PILU
139
TANGIS PILU SEORANG IBU
140
KERUH
141
ANDI
142
Siapa pelakunya
143
Munculnya musuh baru
144
Wanita iblis
145
Sikap Willi
146
Tak ada yang abadi
147
Edward kembali
148
Kelakuan Willi
149
Willi
150
Penyelidikan 1
151
Penyidikan 2
152
Penyidikan 3
153
Tertangkap
154
Alex yang Kejam
155
Menjenguk Edward
156
Goyah
157
Kesedihan Brian
158
Brian
159
Kembali pulang
160
Brian
161
Lahirnya sang pewaris
162
Kecewa
163
Kejahatan Darius
164
Mimpi
165
Al dan El
166
Jenny dan Joya
167
Bertemu Zanitha
168
Pulang
169
Pesta kelahiran Al & El
170
Pembalasan
171
Pengakuan Alex
172
Rencana
173
Rencana Alex
174
Wanita Licik
175
Syok
176
Kesedihan Aurora
177
Pemakaman
178
Penyerangan
179
Pembicaraan
180
Rencana Claire
181
Kunjungan Henry Lim
182
Plakat Singa
183
Salah paham
184
Kebenaran
185
Kemarahan Aurora
186
Video rekaman
187
Kabar baik
188
Mengunjungi
189
Kemarahan Lukas
190
Obrolan tiga pria
191
#####
192
Cerita Aurora
193
Menolak Dijodohkan
194
Interogasi
195
Misi
196
Permintaan mama Aurora
197
Masalah apa
198
Three years later
199
Hari pertama
200
Reaksi Brian
201
Al&El
202
Kemarahan Brian
203
Kejadian tak terduga
204
Insiden kecil
205
Pria itu!
206
Tak Yakin!
207
DOR!
208
Ah semoga saja.
209
Menjemput
210
Kenta
211
Menyudutkan
212
Tegang
213
Aku suamimu
214
Sendu
215
Janji
216
Siapkan surat cerai!
217
Memberi pelajaran
218
Rudal?
219
Syok!
220
Siapa dia?
221
Laura Cha
222
Kekhawatiran Aurora
223
Apa yang kau lakukan!
224
Tunggu aku kembali
225
Mereka kembar?
226
Menyusup
227
Cyber Attack (Serangan siber)
228
Cyber crime (Kejahatan siber)
229
Politik Alex
230
Serangan Misil
231
Paska Serangan
232
Matilah aku!
233
Kecurigaan
234
Salah paham
235
Yang tak terduga
236
Memberi kejutan
237
Kita hanya bisa menunggu
238
Aku cemburu padamu
239
Aku mencintaimu
240
Apa yang sebenarnya terjadi?
241
Pemindahan Kekuasaan
242
Menggagalkan rencana Edward
243
Pembalasan dimulai
244
POOR
245
LOSE
246
Kehancuran Yakusa
247
Aku Hanya Menghawatirkanmu
248
HKG
249
Perdebatan kecil.
250
Sial! Salah perhitungan!
251
Menguraikan
252
Rasa bagaimana sayangnya seorang kakak
253
Ini tidak mungkin!
254
Apa! Bagaimana bisa terjadi.
255
Carlton, Sang Pengacara.
256
Berita yang Membuat tidak senang
257
Ini Mengenai Brian!
258
Benarkah itu Nona!
259
Siasat yang Dimainkan.
260
Siasat permainan Madam Yora
261
Siasat Penculikan Reyhan.
262
Kericuhan di rumah Aurora
263
Semua yang menjadi serba sulit
264
Semua bertambah rumit
265
Sebuah titik terang
266
Sebuah titik terang
267
Kami takut
268
Petunjuk
269
Saling menekan
270
Sekarang apa yang harus aku lakukan
271
Belum menemukan
272
Siapa Yora?
273
Semua akan baik-baik saja
274
Edward yang menggila
275
Keadaan semakin tak terkendali
276
Tak berdaya
277
Membicarakannya
278
####
279
Menegangkan
280
Terjebak dengan Tuan Erick
281
KALAH
282
Terakhir
283
S2- 1
284
S2-2
285
S2-3
286
S2-4
287
S2-5
288
S2-6
289
S2-7
290
S2-8
291
S2-9
292
S2-10
293
S2-11
294
S2-12
295
S2-13
296
S2-14
297
S2-15
298
S2-16
299
Sebuah titik terang*
300
Saudarimu sudah ketemu*
301
Akhir sebuah cerita*
302
TAMAT*
303
PROMOSI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!