Kenzou menata ulang ruang kerja papi Hardhan yang kini sudah menjadi ruang kerjanya.
Ya, melalui rapat direksi dan pemegang saham, mereka sepakat Kenzou yang akan menggantikan papi Hardhan sebagai CEO HK Group, dengan persetujuan dari papi Hardhan langsung sebagai Chairman, sekaligus pendiri dan pemilik HK Group, yang menaungi lima perusahaan besar lainnya.
Sejurus kemudian papi Hardhan masuk, bersama dengan Dino yang mengekor di belakangnya.
"Kau merubah ruangan ini, Zou?" tanya papi Hardhan sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Iya, Pi. Seleramu terlalu tua untukku... Aku lebih suka memodernisasi semuanya...."Jawab Kenzou sambil terus asik menata meja kerjanya.
"Ah, seharusnya Kenzie saja yang Papi tunjuk sebagai CEO alih-alih kau Zou. Selera Kenzie sama dengan Papi...." ujar papi Hardhan.
Kenzou hanya menanggapinya dengan tawa lebar, ia tahu papinya itu hanya becanda, karena saat ini, Kenzie sudah menjabat sebagai CEO di K Group, salah satu perusahaan besar yang berada di bawah naungan HK Group. Atau dengan kata lain, anak perusahaan HK Group.
Papi Hardhan duduk di seberang meja Kenzou, dan dengan isyarat tangannya ia meminta Kenzou juga duduk di depannya.
"CEO adalah wajah dari perusahaan. Yang mengkomunikasikan visi perusahaan kepada publik dan juga pemerintahan. Papi percaya kau memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, terkadang Papi melihat diri Papi sendiri padamu, Zou...." ujar Papi dan Kenzou mengangguk.
"Kau harus pintar-pintar memilih dan memilah berbagai macam proyek yang akan berdatangan ke mejamu nantinya... Karena kau yang akan bertanggung jawab untuk keputusan-keputusan skala besar yang akan kau ambil itu. Keputusan itu akan berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan, dan kebijakan bisnis perusahaan." lanjut Hardhan.
"Iya, Pi. Aku mengerti." sahut Kenzou.
"Kau memiliki tanggung jawab yang luas dan tak terbatas untuk mengelola perusahaan ini. Mulai dari Intangible Asset hingga Tangible Asset. CEO bukan hanya level tertinggi dari suatu perusahaan. CEO juga penentu arah, corak, hingga nilai suatu perusahaan di tengah masyarakat. Di tangannyalah perusahaan itu bisa maju dan berkembang pesat, atau malah mundur dan hancur...."
Kenzou menyukai saat-saat seperti ini, saat papi Hardhan memberinya berbagai nasihat, atau hanya saling bertukar cerita saja. Intinya Kenzou suka menghabiskan waktu bersama papinya itu.
"Mungkin kalau aku sudah mentok, aku bisa minta bantuan Papi...." ujar Kenzou sambil terkekeh pelan.
"Ya, kau bisa minta bantuan Papi, kapanpun kau membutuhkannya, tapi Papi sudah sangat mengenalmu, Zou. Kau bukanlah pria yang mudah menyerah, dan Papi yakin, kau tidak akan pernah datang ke Papi untuk meminta bantuan itu...." kekeh papi Hardhan.
"Papi terlalu melebih-lebihkan...."
"Dino, suruh masuk pria itu!" seru Hardhan, dan Dino langsung memberikan perintah melalui earpeacenya.
"Siapa Pi?" tanya Kenzou.
"Papi sudah menyiapkan Asisten Pribadi untukmu, pria ini yang terbaik di antara yang lainnya... Dan dia sudah menguasai lima bahasa juga." jawab Hardhan.
Sejurus kemudian pria yang dimaksud papi Hardhan datang, pria tinggi setinggi Kenzou, dengan wajah yang terlihat kaku tanpa senyum. Yang kini sedang setengah membungkuk ke papi Hardhan,
"Selamat siang, Boss Hardhan...." sapanya, lalu beralih ke Kenzou,
"Selamat siang, Boss Kenzou...." sapanya lagi.
"Siapa namamu?" tanya Kenzou.
"Nama saya Adzreil, Boss. Anda bisa memanggil saya Ariel." jawab Ariel.
"Baiklah, Ariel. Kau sudah bisa mulai bekerja besok... Dino, daftarkan sidik jarinya ke semua fasilitas eksklusif kantor ini!" perintah Hardhan langsung ke dua orang sekaligus.
"Baik, Boss. Ikut saya!"
Dan Ariel pun mengikuti Dino.
"Bagaimana menurutmu, Zou?" tanya papi Hardhan ketika Dino dan Ariel sudah keluar dari ruang kerjanya.
"Apa Ariel seumuran denganku, Pi?"
"Ya, dia juga satu kampus denganmu...."
"Oh i see...." gumam Kenzou.
Ya, Papi Hardhan memang membiayai kuliah beberapa bodyguardnya yang pintar secara akademik di kampus tempat Kenzou, Kenzie dan Alson kuliah, yang nanti akan dimasuki Keizaa dan Aliana juga. Sekaligus untuk menjaga anak-anaknya itu.
"Apa kau belum pernah bertemu dengannya? Aku menugaskannya berada tidak jauh dari lima meter denganmu...."
Kenzou menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku tidak pernah melihatnya. Apa Papi juga menugasi seseorang untuk Kenzie?"
"Ya, pria yang sekarang menjadi asisten pribadinya...."
"Ah, Papi sudah mempersiapkan segalanya sedari dini rupanya yaa...."
Hardhan terkekeh pelan, "Papi hanya terbiasa melakukan semua itu, Papi harus memastikan semua berjalan sebagaimana mestinya, supaya Papi bisa tenang menghabiskan masa tua bersama dengan Mommymu...."
"Terima kasih, Pi... Untuk perhatianmu yang begitu besar kepada kami." ujar Kenzou dengan sepenuh hati.
"Itu sudah menjadi tugas Papi. Kau pun akan merasakan hal yang sama ketika kau sudah memiliki anak dan istri nanti... Kau pasti akan memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi, tanpa kekurangan suatu apapun." kata Papi, lalu melihat jam di lengannya.
"Bukannya hari ini giliranmu untuk menjemput Keizaa?" tanya papi Hardhan.
"Oh astaga aku lupa, kalau begitu aku jemput Keizaa sekarang, Pi."
Kenzou segera memasuki lift khusus CEO, yang langsung mengarahkannya ke private parking. Sebelum akhirnya melajukan mobilnya ke arah sekolah Keizaa.
Papi tidak mau putri satu-satunya itu pulang bersama supir, apalagi seorang diri. Jadi Kenzou dan Kenzie bergantian menjemput adik kesayangannya itu. Kalaupun mereka berhalangan, mereka akan meminta bantuan Alson.
Kenzou sampai bertepatan dengan bel sekolah yang berbunyi nyaring. Ia menunggu selama lima belas menit sebelum akhirnya Keizaa keluar gerbang dan berlari-lari kecil ke arah mobil Kenzou, dan langsung membuka pintunya.
"Kak, teman aku kehilangan uangnya jadi tidak bisa pulang naik angkot, dan dia tidak mau menerima uang dari aku... Jadi bolehkan kalau dia ikut sama kita?" tanya Keizaa.
"Maksudmu kita harus mengantarnya pulang ke rumahnya dulu? Oh tidak bisa, Zaa... Kakak harus segera kembali ke kantor, Papi masih menunggu kakak di sana...." tolak Kenzou.
"Kali ini saja kak... Please...." pinta Keizaa sambil memasang wajah melasnya, yang selalu berhasil meluluhkan hati kedua kakaknya itu.
Kenzou menghela nafas panjang sebelum berkata, "Ya sudah, tapi tidak ada lain kali yaa!" tegasnya dan Keizaa langsung sumringah.
"Tiara... Ayo sini!!" teriaknya, sebelum duduk di samping Kenzou dan menutup pintunya.
Dan Kenzou melihat teman yang Keizaa maksud tadi, gadis yang bernama Tiara itu terlihat cantik dan berkulit putih bersih seputih adiknya, Keizaa.
Sekilas gadis itu mengingatkannya pada seseorang, tapi Kenzou lupa siapa orang itu.
"Terima kasih kak karena bersedia memberikan aku tumpangan..." ujar gadis itu dengan suara lembut sambil duduk dan menutup pintu mobil.
"Hmmmm" sahut Kenzou.
Keizaa mengarahkan Kenzou ke arah rumah Tiara, dan sekali lagi Kenzou teringat kalau ia juga pernah ke daerah perumahan ini.
"Stop! Itu rumah Tiara...." seru Keizaa dan Kenzou langsung menekan pedal remnya.
"Kamu siapanya Dasha?" tanya Kenzou dengan suara dingin.
Dear Readers...
Maaf kemarin ada pembersihan group Penthouse, jadi semua anggota terpaksa di kick...
Untuk yang mau kembali masuk ke Penthouse readers bisa kok mengetuk pintunya lagi, sambil menyebutkan password yang team Penthouse minta, dan kami akan membukanya untuk readers yang menyebutkan password dengan benar.
Apa passwordnya?
Passwordnya adalah jawaban dari dua pertanyaan ini....
1. Siapa nama wanita yang berkata Kenzou lebih cocok dengan Dasha?
2. Siapa yang membantu Karina balas dendam selain Galang?
Nah tulis jawaban dari dua pertanyaan itu di kolom alasan ingin join ke group yaa...😊
Terima Kasih and happy reading....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
sepupu
2024-08-10
0
🦋grace 🌿🍃rinny 🐝🥀
jujur, aku senang dg novel yg menggambarkan keintiman hubungan ayah dan anak. dengan demikian akan semakin sedikit laki² bejat yg memperlakukan perempuan dg alasan hubungannya dg ayah/ibu yg tidak akur/intim dimasa lalu. sebenarnya akar masalah kejahatan dan kekerasan dimulai atau berawal dari hubungan anak dan ortu di rumah/dlm keluarga. walaupun tak dipungkiri ada juga anak² yg terlahir dlm keluarga yg tak harmonis namun setelah dewasa berusaha memperbaikinya dlm keluarganya sendiri.
2022-01-08
1
Sri Faujia
pertemuan singkat lanjut
2022-01-02
0