bingkisan

"kau terlalu terburu buru tuan"ucap Sean palsu dan langsung beranjak duduk di sopa yang ada di ruang itu.

"aku yakin kau pasti sangat mengenalku kan aku ingin kau mempertanggung jawabkan perbuatan mu karna telah merenggut nyawa adikku"ucap Sean tajam.

"siapa yang membunuh dan siapa yang harus dimintai pertanggung jawaban saya rasa anda jauh lebih tau dari siapapun tuan Sean. oh maaf saya rasa saya kurang lengkap menyebut nama anda akan lebih lengkap jika saya menyebutnya tuan Sean palsu"ucap tuan derall dengan senyum sinis menatap Sean yang terkejut mendengarnya.

"jadi kau tau jika aku bukan Sean asli?"ucapnya Sean palsu dengan senyum mengejek kearah derall

"itu cukup bagus, bukan kah kita harus tau siapa yang telah merenggut nyawa kita"ucap pria itu dengan aura membunuh.

seketika perkelahian pun terjadi. pria itu melayangkan pukulan dan tendangannya secara membabi buta ke pada tuan derall begitupun sebaliknya pertarungan terus terjadi tanpa ada yang menyadarinya. hal itu karna ruangan tersebut kedap suara.

tampak kedua manusia itu sudah sama sama kelelahan tapi tampak tidak ada yang mau mengalah hingga sebuah suara terdengar dari balik pintu.

"ayahhh.... aku kembali dan membawa hadiah mu yang sangat besar ini" Ucap wanita itu sambil membuka pintu.

seketika pandangan tuan derall dan Sean palsu sama sama mengarah ke arah suara sumber suara tersebut.

"zaru...."ucap tuan derall.

sedang kan Sean palsu langsung mengambil kesempatan itu ketika melihat tuan derall lengah, dengan cepat dia menarik pistol dari kantongnya dan menembakkannya ke arah tuan derall.

duarr.......

"ayahhhhh......!!!!!!!"teriak zarina histeris melihat ayahnya tertembak dan langsung berlari mendekati ayahnya.

sedangkan Sean palsu langsung melarikan diri dari tempat tersebut.

"ayahhh, ayahhh apa yang terjadi kenapa Sean menembakmu,aku harus membalasnya aku akan membunuhnya"ucap Zarina dengan penuh amarah dan berniat mengejar sean,tapi tuan derall langsung menahannya.

"za zaru dengarkan ayah di..diaa.. bukan Sean yang asli di...dia adalah orang lain"ucap tuan derall dengan tersendat sendat karena menahan sakit.

"ayah,ayah bisa menjelaskannya nanti sekarang kita harus segara kerumah sakit sekarang juga"ucap Zarina ingin segera memanggil orang untuk membantunya membawa sang ayah.

namun belum sempat Zarina beranjak tangannya langsung di tahan oleh tuan derall.

"zaru sayang dengarkan ayah, kau harus menyelamatkan Sean. nyawanya dalam bahaya mereka mengincar nyawanya dan juga nyawamu kau harus buktikan padanya tentang kekeliruannya selama ini ayah ya... yakin kau pasti bisa"ucap taun derall terputus putus dan sedetik kemudian menghembuskan napas terakhirnya.

Zarina langsung berteriak histeris melihat mata sang ayah perlahan tertutup dan tak bernafas lagi.

"ayahhh........!!!!!!!!"triak Zarina mememenuhi ruangan tersebut. "jangan tinggal kan zaru mu ini sendiri ayahhh"tangis Zarina pecah seketika.

flash back of...

"bagaimana aku bisa mempercayai ceritamu ini, bukanlah bisa saja kau hanya mengarang cerita untuk membuat ku memihak kepadamu"ucap Sean penuh kecurigaan.

Zarina hanya diam tak berniat membalas kata kata Sean dan kembali beralih kepada laptop yang ada di depannya dan mulai memasukkan sebuah kode.kemudia sebuah video rekaman cctv di tempat ayah Zarina tertembak pun perlahan terputar.

Sean yang melihat dengan mata kepalanya sendiri sangat terkejut, dan tidak percaya dengan apa yang tengah terpampang jelas di depannya.

video itu jelas menunjukkan jika memang dia lah yang telah menembak ayah Zarina tuan derall.

"ini tidak mungkin"ucap Sean dengan nada tidak percaya.

"kau bisa percaya atau tidak Sean aku tidak perduli, yang penting aku hanya ingin kau tau yang sebenarnya,dan mulai sekarang mulailah waspada pada siapapun orang yang ada di dekatmu karna kau tidak akan bisa menebak siapa sebenarnya musuhmu"ucap Zarina penuh keseriusan pandangan nya mulai menanam dan tubuhnya mulai mengeluarkan aura dingin yang mencekam.

"tapi kau tenang saja aku pasti akan membantu mu mencari pelakunya, aku juga ingin membalaskan dendam kematian ayahku secepatnya dan segera mengakhiri pernikahan konyol ini"ucap Zarina dengan tatapan tajam siap membantai musuhnya.

lain hal dengan Sean dia merasa sangat tidak senang mendengar Zarina berniat mengakhiri pernikahan mereka,Sean pun tidak paham dengan perasaan nya sendiri.

"kau akan mengakhiri hubungan ini setelah semuanya selesai?"tanya Sean tanpa sadar.

"tentu saja memangnya apa lagi yang harus aku lakukan. niat awalku menikah dengan mu memang untuk membongkar siapa dalang dari semua masalah yg kita hadapi ini. aku tidak memiliki niat lain padamu,lagi pula aku masih sangat muda aku yakin bisa menemukan pria tampan nantinya dan menikah dengan bahagia."ucap Zarina tanpa memperhatikan raut wajah Sean yang seketika berubah masam.

"apa aku tidak tampan menurutmu?"ucap Sean lagi lagi tanpa berpikir.

Zarina langsung terdiam dan memandang Sean beberapa saat kemudian berkata.

"aku sama sekali tidak tertarik dengan pria yg mudah terpengaruh sepertimu"ucap Zarina tanpa peduli perasaan Sean.

"heii memangnya siapa yang akan tertarik pada wanita kasar sepertimu,bahkan aku ragu akan ada yang mau menikahimu jika tau bagaimana sifat aslimu ini"ucap Sean pedas menutupi kekecewannya.

sebenarnya Sean tidak ingin mengatakan hal itu.itu dia lakukan hanya untuk menutupi rasa aneh yang ada di hatinya mendengar Zarina menolaknya dan mengatakan tidak akan pernah menyukai nya,entahlah Sean merasa teriris mendengar kata kata Zarina.

"itu lebih baik,aku tidak ingin terjebak suatu hubungan dengan mu jadi aku sangat bersyukur jika kau tidak akan pernah tertarik kepada wanita kasar seperti ku,itu akan membuat urusan kita lebih cepat selesai."ucap Zarina dengan pandangan dalam menatap Sean yang saat ini pun sedang menatap dalam mata Zarina mencari sebuah kebenaran dari kata kata Zarina barusan sungguh Sean berharap Zarina tidak sungguh sungguh dengan kata katanya.

keduanya tampak diam beberapa saat saling memandang sampai Suara ketukan pintu mengalihkan keduanya.

"tuan....",ucap seorang pelayan memanggil

Sean bergegas menuju pintu dan membukanya.

"ada apa?"tanya Sean dingin.

"maaf tuan di luar ada orang yang mengirimkan banyak sekali bunga dan beberapa bingkisan untuk nona muda "ucap pelayan itu menunduk.

"bingkisan,bunga?"ucap Sean heran.

"baiklah kau boleh pergi"ucap Sean datar kemudian kembali masuk kedalam kamar menghampiri Zarina.

"sepertinya kau sangat populer sehingga memiliki banyak fans"ucap Sean dengan nada menyindir dan raut wajah tidak suka.

"fans?apa maksudmu?"tanya Zarina bingung.

"kau bisa melihatnya langsung di depan sana sudah ada banyak bunga dan hadiah yang menantimu"ucap Sean datar dia sama sekali tidak dapat menutupi rasa tidak sukanya jika ada orang yang benar benar telah menyimpan perasaan pada istrinya itu.

mendengar kata kata sean Zarina langsung bergegas pergi begitu saja, melewati Sean yang sedang kesal.zarina sudah tidak sabar untuk melihat apa yang telah Sean katakan barusan dia juga sedikit penasaran tentang siapa yang telah mengiriminya bunga dan bingkisan bingkisan itu.

haiii reader gimana lanjut GK nih......

owh iya jangan lupa like coment dan terus dukung author yaa....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!