"anggelin....!"
ucap Sean tidak percaya,ya hal yang ingin di perlihatkan oleh Zarina pada Sean adalah rekaman dimana anggelin di culik tiga tahun lalu.
tampak di layar monitor itu semua hal yang terjadi tiga tahun silam dimana Anggeline di culik dan di seret paksa ke dalam mobil.
"bagaimana kau bisa mendapatkan video itu?"ucap Sean menatap tajam kearah Zarina.
pikirannya kembali berprasangka bahwa tuduhannya selama ini benar adanya,jika ayah zarinalah yang melakukan pembunuhan keji itu kepada adik tersayang nya anggelin.sean yakin ini bukan hanya prasangkanya saja.
Sean beranggapan seperti itu karna dia pun sudah lama berusaha mencari jejak penculikan adiknya dengan mengerahkan seluruh orang kepercayaan nya tapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa mendapatkan sedikitpun pentunjuk lalu bagai mana mungkin Zarina bisa mendapatkannya jika bukan dia dan ayahnya lah yang ada di balik ini semua.
"kau tidak perlu tau dari mana aku bisa mendapat kannya tuan Sean,kau hanya perlu tau bahwa apa pun bisa terjadi tanpa sepengetahuan mu"ucap Zarina dengan tatapan yang sangat berbeda pada Sean.sean sempat tertegun melihat tatapan Zarina yang berubah dingin dan tak tertebak itu.
"apa maksudmu apa yg kau ketahui tentang ku dan bagaimana bisa?"ucap Sean memandang Zarina dalam.
"aku tahu semuanya tentang mu Sean memangnya apa yang kau pikirkan kau menikahiku karna kau berhasil membeliku? begitu?ck ck ck kau salah besar Sean"
ucap Zarina dengan tatapan tajamnya.
Zarina berjalan perlahan menuju kursi dan duduk dengan menegakkan kepalanya serta kaki nya ia lipat menyilang dengan tatapan yang tak pernah lepas dari Sean.
Sean hanya memperhatikan Zarina tanpa mau menyela kata kata gadis itu,dirinya sedang mencerna kata kata Zarina barusan.
"apa kau tau Sean sampai sekarang tidak ada satupun hal yang terjadi di hidupku ini tanpa persetujuan ku termasuk pernikahan kita,aku sudah merencanakan ini semua dari awal.apa kau tidak curiga sama sekali bagaimana kabar kematian ayahku bisa tersebar jika informasi keberadaan dan wajah nya saja tidak ada yang pernah tahu"tambah Zarina.
"jadi kau sengaja menyebarkan berita kematian ayahku agar aku bertindak?"tebak Sean.
"yah tentu saja aku yang melakukannya karna aku yakin jika aku tidak melakukan nya maka sampai sekarang kau pasti masih duduk di ruang kerja mu dan memarahi bawahan mu karna tidak memperoleh informasi apapun."
ucap Zarina dengan senyum sinis.
"kenapa kau melakukan semua ini?"tanya Sean langsung.
"karena aku ingin kau tahu yang sebenarnya Sean"ucap Zarina penuh penekanan dia mulai berdiri dan mendekati posisi Sean berada.
"bukan ayahku yang membunuh adikmu bahkan ayahku pun mati terbunuh"ucap Zarina dengan sorot mata sedih
"apa maksudmu?bukankah ayahmu meninggal karna serangan jantung?"ucap Sean heran.
"kau salah Sean ayah ku di bunuh oleh orang yang sama yang telah menculik adikmu,dan apakah kau tau siapa dalang pembunuhan ayahku Sean"ucap Zarina dengan suara parau.
"siapa?"ucap Sean memandang dalam mata Zarina..
"kau, kaulah yg membunuh ayahku Sean Alexander"ucap Zarina dingin dengan tatapan yang tajam menatap Sean.
Sean yang mendengar kata kata Zarina sangat terkejut bagaimana mungkin gadis ini menuduhnya membunuh tuan derall yang bahkan sama sekali Sean tidak pernah bertemu dengannya.
"apa kau bercanda, bagaimana bisa aku yang melakukan itu, aku bahkan tidak tau bagaimana wajah ayahmu. dan tadi bukankah kau sendiri yang bilang orang yang membunuh ayahmu adalah orang yang sama dengan orang yang menculik adikku anggelin. jadi bagai mana mungkin aku adalah dalang di balik ini semua apa kau berpikir akulah yang sudah membunuh adikku sendiri hah?"ucap Sean tajam dia tidak habis pikir bagaimana gadis ini bisa menuduhnya seperti itu.
"itulah yang ingin aku jelaskan pada mu Sean,aku melihat sendiri dengan mata kepalaku jika kau lah yang menembak ayahku tepat di depanku."ucap Zarina dengan nada rendah bahkan nyaris tidak terdengar.
Sean sangat terkejut dengan kata kata Zarina
bagaimana bisa hal ini terjadi ini sangat tidak mungkin.
Zarina mulai menceritakan kejadian beberapa bulan silam.
flash back on
"ayah apakah penyelidikan tentang adik Sean Alexander itu sudah ada titik terangnya?"tanya Zarina pada sang ayah.
"belum ada sama sekali tapi satu hal yang pasti,orang ini adalah orang yang punya dendam pada ayah dan Sean sehingga dia mengadu domba kami"ucap ayah Zarina dengan nada pelan.
"tapi siapa ayah? bukankah selama ini tidak pernah ada yang tau identitas asli ayah?"ucap zaru bingung.
"entahlah,sudahlah jangan terlalu dipikirkan sekarang pergilah ke tempat ini dan ambil hadiah ulang tahun mu ayah sudah menyiapkan kado spesial untuk putri cantik ayah ini"ucap tuan derall dengan senyum hangat.
Zarina yang mendengarnya langsung berlari kearah ayahnya dan memeluk sang ayah.
"ayah memang ayah yang terbaik"ucapnya sambil mengecup pipi sang ayah lalu pergi meninggal kan ruangan sang ayah dengan senyum ceria.
semuanya tampak tenang Zarina pergi ke tempat yang diminta ayahnya untuk mengambil hadiahnya dan sang ayah pun melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu putri kecilnya kembali dan membawa hadiah ulang tahunnya.
hingga tiga puluh menit pun berlalu.
tok
tok
tok
"masuk"ucap tuan deral
"tuan ada yang ingin bertemu dengan anda dia bilang namanya Sean Alexander"ucap pelayan itu
degh....
tuan derall langsung mengalihkan pandangannya dari berkas berkas yang sedang ia periksa ketika mendengar nama Sean disebut.
"suruh dia masuk"ucap tuan derall dengan penuh pertimbangan.
tidak lama muncullah sosok dengan perawakan tinggi dengan wajah oriental masuk ke ruangan tuan derall.
tuan derall sedikit curiga dengan kedatangan Sean kali ini dia juga melihat kejanggalan dengan postur tubuh Sean.mungkin jika di lihat dengan sekilas tidak ada yang aneh dari Sean ini, tapi jika di lihat secara mendetail maka akan terlihat perbedaan yang jauh berbeda dengan bobot tubuh Sean yang asli Sean yang hadir dihadapinya ini sedikit lebih kurus,dan pendek dari Sean yang asli.
tuan derall yang menyadari ada yg tidak beres langsung menekan tombol yang ada di jam tangan nya dan mengirim pesan menanyakan keberadaan Sean kepada bawahannya yg dia perintahkan mengawasi sean.
dan benar saja bawahannya mengatakan Sean sedang duduk di dalam kantornya dan memeriksa beberapa berkas ditangannya.
tuan derall langsung mengalihkan pandangannya ke arah Sean yg sekarang ada di hadapannya dengan tatapan datar tanpa ekspresi..
"apa yang kau inginkan?"ucap tuan derall langsung.
haii readers jangan lupa like dan koment ya 💋💋💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments