haii readers maaf nih author baru bisa nulis lagi hehehe pasti lama ya nungguinya. tapi tenang aja author janji kok GK ngilang- ngilang lagi beneran dehh seriuss GK bohong🤣🤗😋 tapi tolong jangan lupa terus support author ya jangan lupa like dan komen juga okee....🕊️
udah ahh yok kita lanjut ceritanya💋😋
lain hal dengan Marisha wanita bertubuh seksi itu, tampak tak menghiraukan percakapan yang terjadi antara Sean dan Zarina tadi, dia hanya sibuk dengan pikirannya tentang persiapan pernikahan yang akan di lakukan nya dengan pujaan hatinya Sean.
"Sean kapan kita akan menikah?"
tanyanya dengan bahagia dan senyum berseri -seri menunggu jawaban Sean.
sementara Sean pandanganya masih belum teralih dari tempat terakhir Zarina menghilang pikirannya kacau,Sean bingung harus berekspresi seperti apa sekarang. Sean sangat bingung dengan perilaku Zarina wanita itu sama sekali tidak memberikan ekspresi apapun bahkan dia tersenyum dengan manis seperti tidak punya beban sama sekali ketika mendengar suaminya akan menikah lagi.
marisha yang melihat Sean diam saja mulai tidak sabar, sekali lagi dia memanggil sean dengan nada manja dan mulai bertingkah genit,dengan bergelayut dan menekan lengan Sean sedikit keras, dengan tujuan agar Sean segera menatapnya.
sementara Sean dia langsung tersadar ketika Marisha menekan tangannya dan meringis sebab lengan yg di pegang Marisa tadi adalah lengan yg terkena tembakan semalam.
dengan tatapan tajam Sean membentak Marisa.
"apakau gila!!" ucapnya keras sambil menghentakkan Marisa yg masih bergelayut di lengannya.
Marisa merasa terkejut dan sedikit takut mendengar Sean membentaknya dengan keras.
"sayang maaf kan aku,aku hanya terlalu bersemangat tentang pernikahan kita."ucapnya tak tahu malu dengan wajah pura pura bersalahnya.
Sean yg mendengar kata kata marisha malah menunjukkan wajah jijik mendengar kata kata marisha yang terlihat sangat bahagia itu.
"dengar kan aku Marisha, aku tidak benar-benar akan menikahimu, itu hanya kebohongan ku saja jadi jangan bertingkah seolah itu adalah kebenaran,dan ya mulai sekarang berhentilah mengganggu ku.aku mengajakmu kesini hanya untuk memberitahukan kepadamu bahwa aku sudah menikah jadi jangan pernah merayu apalagi mencoba menggodaku. aku tau kau pasti paham betul bagai mana sifatku kan aku tidak segan segan merenggut nyawamu yg hanya satu itu."ucap Sean tegas lalu pergi meninggalkan Marisha yg tampak marah mendengar kata kata Sean barusan.
"aku pasti akan mendapatkan mu Sean dan aku juga akan menjadi satu satunya nyonya di rumah besar ini tunggu dan lihat saja"ucapnya yakin dan pergi dari kediaman Sean dengan segala rencana licik yang mulai tersusun di kepalanya itu.
sementara disisi lain Zarina tampak duduk termenung di taman belakang rumah Sean tidak ada yg bisa menebak apa yang sedang dipikirkan gadis 17 tahun itu sorot matanya tampak menunjukkan kebingungan yang mendalam keningnya sedikit berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat besar.
"aku harus segera menyelesaikan misi ini"ucapnya misterius dengan sorot mata yang sangat berbeda dari biasanya.
lain hal dengan Zarina yang sedang sibuka dengan pemikirannya.di sebuah ruangan bergaya moderen dengan balutan warna abu- abu yang dipadukan dengan warna putih itu tampak deris tengah menunggu dengan perasaan sedikit senang karena sudah menerima kabar dari orang suruhannya untuk melacak no yang telah mengirim gambar Zarina dan axsel pada Sean tempo hari.
"bagaimana hasilnya?"tanya deris tidak sabar.
"tuan no itu adalah no pribadi, tidak ada yg bisa melacak siapa pemilik aslinya tapii...."
ucap pria itu terhenti.
"lanjutkan laporan mu."ucap deris tidak sabar
" koneksi terakhir no itu ada di salah satu kota kecil di Belanda."ucap pria itu mantap dengan kepala menunduk.
deris tampak mengerutkan keningnya bingung mendengar informasi dari salah satu bawahannya itu.
"Belanda?"ulangnya."tapi bagai mana bisa?"lanjutnya dengan raut wajah berpikir keras.
"baiklah kau boleh pergi dan ingat jangan biarkan siapa pun tau tentang penyelidikan ini, termasuk tuan Sean sendiri. aku tidak ingin menambah beban pikirannya."ucap deris berbohong,sebenarnya deris menyembunyikan penyelidikannya bukan karena tidak ingin Sean ikut pusing sepertinya, hanya saja deris paham betul dengan sifat tuannya yang sangat mudah terbawa emosi. deris takut tuannya itu malah mencurigainya karna memihak pada Zarina.
"baik tuan"ucap pelayan itu dan kemudian pergi meninggalkan deris dengan serangkaian pikiran rumitnya.
"sebenarnya apa yang terjadi siapa sebenarnya musuh tuan muda? kenapa jejak terakhir no itu bisa ada di Belanda?apa semua ini kenapa begitu rumit?aku yakin ini semua tidak sesederhana keliatannya pasti semua hal ini juga ada kaitannya dengan tragedi yang menimpa nona anggelin tiga tahun silam dan juga masalah yang baru baru ini terjadi. aku harus segera menyelidikinya secepat mungkin."ucap deris dalam hati.
beralih meninggalkan deris yang sedang berpikir keras tentang teka teki siapa sebenarnya musuh tuannya mudanya itu.
tampak Sean sedang duduk diam di ruang kerjanya tangannya tampak memain kan bolpoin yang ia pegang dengan tatapan tertuju kedepan dengan pikiran yg dipenuhi oleh nama istri kecilnya Zarina.
Sean tampak sedang mengingat sesuatu, pikirannya kembali mengingat kata kata Zarina beberapa saat lalu.
"Sangat mengejutkan tuan Sean,ternyata kau mengakui jika aku istrimu.dan ya bagai mana menurutmu dengan pertunjukan tadi apakah kau terkejut.hehehe tidak perlu begitu heran,bukan kah aku sudah pernah bilang kepada mu aku ini bukan wanita lemah.dan ya satu lagi aku juga bisa merakit bom dalam waktu kurang dari 3 menit,apa kau tertarik mencobanya?"
"merakit bom?dengan waktu kurang dari tiga menit?"ulang Sean dalam hati.
"siapa sebenarnya Zarina ini bagaimana bisa wanita yg masih berusia 17 tahun bisa selihai itu menggunakan senjata bahkan dengan mata tertutup? apakah dia punya mata batin?"pikir Sean konyol.
"ahh tapi tidak mungkin dia punya mata batin. aku yakin pasti Zarina bukan wanita biasa aku yakin pasti dia sudah di latih sedari kecil oleh ayahnya.tapi untuk apa?aku masih bisa menerima jika dia bisa bela diri tapi seni pedang,menggunakan senjata dengan menutup mata bahkan merakit bom apa itu di lakukan oleh semua manusia normal lainya?"ucap sean penuh kebingungan.
"aku harus mengetahui ini secepatnya aku yakin gadis kecil itu tidak sepolos yg terlihat."
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
duhh menurut kalian siapa ni Dalang ini semua?🤔🤔
tadi Zarina bilang misi?misi apa ya kok pakek misi segala author jadi bingung nih🤔🤔
udah ahh pantengin terus aja sampai semuanya jelan dan ya jangan lupa like ya komen juga biar author makin semangat😋💋💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments