setelah kejadian pagi itu Zarina tampak masi melamun dan seketika pikirannya teralih dengan kata kata deris kemarin malam.
"zaru sadarlah,kau tidak perlu pusing memikirkan kata kata pria itu,sekarang yg terpenting adalah kau hanya perlu memikirkan cara agar bisa membersihkan nama baik ayahmu dan segera keluar dan pergi meninggalkan laki laki gila itu." ucap Zarina pada dirinya sendiri.
dor...
dor...
terdengar suara tembakan mengalihkan pandangan Zarina,suara itu terdengar dari taman belakang tak menunggu lama Zarina langsung bergegas ke sana.langkahnya terhenti ketika melihat para pasukan Sean yg sedang berlatih dengan tekun.zarina memperhatikan gerak gerik semua pria berbadan kekar itu dengan sorot matanya yg mulai berubah terlihat senyum sinis memenuhi sudut bibirnya.
"mereka tak lebih baik dari ku dalam segi menembak"ucapnya bangga.
Zarina larut dalam suasana latihan itu hingga langkah kaki terdengar mengusik telinganya.
tap..
tap..
tap..
ya Sean memangnya siapa lagi, tapi kali ini pria itu tidak sendiri terlihat wanita berambut panjang dengan pakain seksi dan padat yg memperlihatkan lekuk tubuhnya tengan bergelayut manja di lengan Sean.
Zarina tampak menatap tajam Sean dan wanita itu dari tempat yg tidak dapat dilihat Sean tentunya.
"hah...caramu sangat tidak berkelas tuan Sean,apa yg kau pikirkan kau berharap aku akan terluka dengan taktik mu ini?jangan terlalu bermimpi,baiklah mari kita mulai permainan mu ini."ucap Zarina penuh arti ekor matanya masih terus memperhatikan Sean dan wanita di sampingnya dengan tatapan tajam dan penuh arti.zarina tampak berdiri dan berjalan menuju tempat latihan menembak para bawahan sean.
disisi lain Sean tampak memperhatikan setiap sudut rumah,tidak perlu menanyakan apa yg di cari oleh nya tentu saja zarina.sean memang sengaja membawa marisha,ya nama wanita yg ada di sampingnya adalah marisha wanita yg sangat tergila gila kepadanya sejak lama,tapi jujur saja Sean tidak menyukai tabiat wanita ini dia hanya memanfaatkannya untuk membalas perbuatan Zarina yg dianggapnya berselingkuh.
suara riuh dari taman belakang mengalihakan perhatian Sean dia mengajak marisha untuk mengikutinya ke tempat riuh tersebut.
sementara Zarina dia sudah mengganti dresnya dengan stelan serba hitam dan ketat yg memperlihatkan kemolekan tubuh indahnya taklupa juga dengan rambutnya yg terikat rapi,dan mengekspos leher putih nan jenjang miliknya.zarina berdiri dengan kokoh dengan tangannya memegang pestol dengan lihai,tatapannya hanya bertumpu pada sasaran di depannya.
tap...
tap ...
tap.....
tampak Zarina menyunggingkan senyum sinis dengan ekor matanya yg mengintai kedatangan Sean.
"mari kita mulai pertunjukan ini tuan Sean alexsander"ucap Zarina pelan kala mengetahui Sean dan marisha sedang memandangnya dari belakang.
dor....dor.....dor....
tiga tembakan meluncur dengan indah dari pistol yg dipegang Zarina tepat mengenai sasaran.tampak para pengawal Sean sangat takjub .elihat kebolehan istri tuannya itu,tak sampai disitu Zarina tampak mengabil sebuah kan dari sakunya dan menutup matanya dengan kain itu.semua org tampak heran dengan tindakan Zarina termasuk Sean belum sempat lepas rasa kagum serta penasarannya terhadap wanita yg telah dinikahinya itu karna kelihaian menembaknya kini Sean harus menyaksikan lagi aksi Zarina yg sangat penomenal.
kali ini Zarina menbak dengan mata tertutup.
dor...dor....dor...
tembakan itu tepat sasaran bahkan tidak meleset sedikitpun.suara riuh tepuk tangan kembali memenuhi ruangan itu semua org tampak takjup kecuali marisha,wanita itu merasa iri pada zarina.lain hal dengan Sean dia menatap Zarina dengan bingung siapa sebenarnya wanita yg berstatus istrinya ini.
"huh... kenapa kalian begitu takjup melihat hal seperti ini bukankah sudah biasa jika ada wanita yg lihai menembak,dan ya karna kau sudah dengan berani menunjukkan keboleh menembakkmu maka sekarang bagai mana jika kau juga menunjukkan seni pedang,aku yakin kau tidak akan lihai dalam semua hal" ucap Marisa angkuh dan mengalihkan semua pandangan orang kepadanya termasuk Sean.
Zarina tampak masi membelakangi Sean dan marisha dia tampak menyunggingkan senyum tipis dibibir indahnya. dengan langkah pasti Zarina mengambil pedang yg ada di sekitarnya dan dengan tangkas kembali mengikat penutup matanya semua org terlihat bingung memandang wanita itu,bahkan banyak yg berpikir bahwa Zarina sudah tidak waras ingin bermain pedang dengan mata tertutup.
terutama Sean entah kenapa dia sangat takut jika sampai Zarina terluka tapi egonya terlalu enggan untuk bersuara.disi lain tampak Zarina mulai memainkan pedangnya dan memberi kode kepada salah satu pengawal untuk menyerangnya.
tang.....
tang ......tang.....
terdengar suara laga pedang yg sangat riuh disama tampak pengawal itu lelah menghadapi semua serangan Zarina yg sangat lihai walau dengan mata tertutup.sean tampak melongo dengan aksi gadis itu begitupun dengan marisha dia merasa malu dengan anggapannya yg salah soal Zarina tadi.pertarungan selesai dengan Zarina yg unggul jauh dari pada pengawal itu.
Zarina melepas penutup matanya dan berjalan dengan pasti dengan tatapan yg lekat kearah Sean dan marisha berdiri.
"huh dasar wanita sombong....memangnya siapa kau,bukankah kau hanya seorang bodyguard di rumah ini?."ucap marisha angkuh.
Zarina menjawab pertanyaan marisha tetapi pandangannya masi tetap Mandang mata Sean dengan lekat begitupun dengan Sean dia tampak tak berkedip Mandang manik mata Zarina yg indah.
"nona,jika kau ingin tau siapa aku maka tanyakan pada tuan Sean alexsander ini apakah aku ini seorang bodyguard dirumah ini atau lebih dari itu."ucap Zarina dengan tersenyum.
"Sean katakan kepadaku siap wanita sombong ini?"tanya marisha dengan nada manja.
"dia istriku"ucap Sean yg mampu membuat marisha melepas pelukannya dari lengan Sean.
mendengar kata kata Sean Zarina berjalan lebih dekat dengan Sean tampak jarak mereka hanya beberapa jengkal saja.
"sangat mengejutkan tuan Sean,ternyata kau mengakui jika aku istrimu.dan ya bagai mana menurutmu dengan pertunjukan tadi apakah kau terkejut.hhehehe tidak perlu begitu heran,bukan kah aku sudah pernah bilang kepada mu aku ini bukan wanita lemah.dan ya satu lagi aku juga bisa merakit bom dalam waktu kurang dari 3 menit,apa kau tertarik mencobanya?"ucap Zarina dengan senyum sinis dan berlalu meninggalkan Sean.
"dia adalah wanita yg kucintai dan aku akan menikahinya"ucap Sean.
deg..... hati Zarina terasa sesak dan ada rasa sakit yg menyelimuti nya ketika mendengar ungkapan Sean. langkahnya terhenti dan kemudian Zarina membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali mendekati Sean.
disisi lain bagai mendapat durian runtuh marisha sangat bahagia dia bahkan tidak lagi perduli dengan pengakuan Sean beberapa menit lalu tentang Zarina.
Zarina berdiri di hadapan Sean dengan jarak yg sangat dekat matanya mencoba mencari kebenaran di mata sean.kemudian dengan pasti Zarina mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Sean tanpa sadar Sean menerima jabatan tangan Zarina.
"selamat tuan Sean kuharap kau bahagia dengan wanita yg kau cintai ini .ucap Zarina dengan senyum manis lalu pergi meninggalkan Sean yg masih mematung dengan perilaku Zarina.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments