tak terduga

suasana pesta menjadi riuh dan tak terkendali.

semua tamu undangan berlarian berusaha menyelamatkan diri masing masing,kecuali zarina entah dimana gadis itu berada saat ini.suara tembakan bergemuruh bak petir dimana mana.

"heh apa kau pikir aku akan mundur melihat pasukan mu ini sean"ucap axsel dengan sinis.

sean tak menanggapinya dia langsung meninju wajah tampan axsel dengn kuat,axsel yg kurang waspada tersungkur dan mundur beberapa langkah kebelakang,di sudut bibirnya terlihat ada darah segar yg mengalir bekas pukulan sean.axsel mengusap darah itu dsngan ibu jarinya denagn senyum tipis dan mulai melancarkan serangan balas ke arah sean,dengan sigap sean punenghindar,axsel tidak tinggal dia menedang perut sean dengan kuat,hal itu berhasil membuat sean meringis,pertarungan diantara mereka terus terjadi dengan sengit,para bawahan sean dan axsel pun sibuk dengan senjata masing masing.

"hei kenapa kalian menghancurkan pestaku,siapa yang akan mengganti rugi semua ini"ucap tuan pemilik pesta dengan nada frustasinya.

DUAR...

suara tembakan hampir mengenai kaki pemilik pesta itu.pemilik pesta itu melompat bak katak di pinggir sungai karna takut.

"diamlah pak tua jika kau tidak mau satu satunya nyawamu itu pergi dari posisi nya pergilah dari sini."ucap salah satu pengawal axsel.

"ba baik tuan hancurkan saja semuanya jangan sisakan apapun aku akan membayar semua tagihannya, aku akan menanggungnya dengan senang hati.aku yakin aku tidak akan miskin dengan itu"ucap pemilik pesta itu dengan bibir bergetar dan senyum paksaan di wajahnya.

sementara disisi lain sean dan axsel sudah bercucuran keringat keduanya tanpak bertarung dengan seimbang.

"tuan semuanya sudah ada pada tempatnya"ucap salah seorang dari kejauhan yg bisa di dengar dengan jelas oleh axsel melalui benda kecil di telinganya.tampak senyum tipis terukir di bibir axsel.axsel langsung mendorong sean hingga tersungkur kebelakang.

"sampai jumpa sean"ucap axsel sembari melemparkan bom asap kearah sean.

sean tidak dapat melihat apapun selain kabut asap.axsel dan seluruh pasukannya telah pergi meninggalkan tempat itu.hanya tersisa beberapa pengawal sean yg dipenuhi luka.

"sia*l kemana pria itu pergi"ucap sean penuh amarah.

DUAR...DUAR....

suara tembakan jembali memenuhi ruangan itu.kali ini tembakan itu berasal dari penembak jitu yg tidak tau dimana tepatnya pluru pluru itu meluncur dengan cepat dan menewaskan sisa pasukan sean. hanya tinggal sean dan derislah yg tersisa.

sean tanpak terkejut mendapati pasukannya sudah tidak bernyawa pandangannya terus menyapu asal peluru itu,begitupun dengan deris.dengan posisi siap siaga dia berdiri disamping sean untuk menjaga dan melindungi majikannya.

DUAR...DUAR... dua tembakan kembali mengincar sean dan deris kali ini tembakan itu mengenai lengan kanan sean dan kaki kiri deris.darah tanpak mengalir dengan deras dari tubuh meraka.

"tuan apakah anda baik baik saja? tuan sepertinya mereka memang ingin menghabisi kita"ucap deris menahan sakit dikakinya.

sean hanya diam wajahnya tanpak mengeluarkan ekspresi dingin,dia tidak lagi merasakan sakit di tangannya karna tembakan tadi,matanya terus menyapu setiap sudut ruangan tapi tidak menemukan apapun.

disisi lain seorang penembak jitu telah mengincar kepala sean dengan hati hati dan.

DUAR......

sean tanpak mematung di tempatnya begitupun deris.

sesorang dari balik tembok jatuh terkapar tidak bernyawa dengan luka tembakan tepat di dahinya.ditangnnya terdapat seniper yg digunakan untuk menembak sean tadi.

sean dan deris terbelalak melihat itu.mereka berdua membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yg telah menyelamatkan nyawa mereka.

"zarina"ucap sean tak percaya melihat zarina berdiri dengan kokoh di belakangnya dengan sebuah pistol di tangannya.sorot mata zarina tanpak tak seperti biasanya,dia tanpak seperti org lain dengan tatapan membunuh yg menakutkan.

"bagaimana kau bisa menembak dengan begitu ahli" ucap sean dengan raut wajah penuh tanda tanya begitupun deris yg tak kalah kaget melihat kelihaian zarina memegang tembak,dia tampak seperti pembunuh profeaional.

*nona siapa kau sebenarnya*guman deris dalam hati.

"cepatlah keluar dari tempat ini dalam 20 detik tempat ini akan meledak"ucap zarina dingin sambil berbalik dan berjalan dengan santai menuju luar.

deris dan sean tampak saling memandang beberapa detik melihat zarina.mereka langsung berlari keluar mengingat perkatan zarina tadi dan benar saja ledakan terjadi bertepatan saat deris dan sean telah tiba di luar.

Dhommm.....

bangunan kokoh itu roboh dan rata dengan tanah.

zarina tanpak berdiri dengan tenang disisi mobil memandang ledakan itu.

sean dan deris berjalan mendekati zarina yg tengah memandang ledakan itu.

"katakan siapa kau"ucap sean tanpa basa basi.

"dan kenapa kau menyelamatkanku dari penembak jitu itu,bukankah kau sangat membenciku."tambah sean lagi sambil menatap lekat kearah zarina.

zarina membalas tatapan sean itu dengan ekspresi tenang.

"aku memang membencimu sean tapi bukan sifat ku membiarkan keluargaku terluka,bukankah kau adalah suamiku,ya walaupun kau tak menggapkku istrimu,begitu juga aku,akupun tak menganggapmu suamiku,tapi membiarkan mu mati itu sama saja menghacurkan didikan dan mengingkari janjiku kepada ayahku."ucap zarina memandang lekat sean.

*nona aku semakin kagum dan yakin jika kau memang org baik akan aku pastikan nama baik ayahmu akan kembali*guman deris dalam hati.

sean tertegun mendengar ucapan zarina,tapi dalam sekejap dia langsung mempengaruhi dirinya sendiri agar tidak mudah mempercayai zarina.

"haha aku sangat terkejut melihat anak seoarang pembunuh adikku malah menyelamatkan nyawaku."ucap sean memandang sinis zarina.

"katakan ini pasti salah satu rencanamu kan,ayahmu sudah membunuh adikku dan sekarang giliranmu ingin menghabisiku bukan begitu?."tambah sean dengan nada menuduh.

zarina memandang sean dengan tatapan sendu,entah kenapa hatinya selalu sakit mendengar tuduhan sean.dia kembali ingat dengan kejadian tadi saat dirinya memutuskan menyelamatkan sean.

falsh back on...

beberapa saat yg lalau....

ketika zarina mengambil minum terdengar suara tembakan yg tidak jauh dari tempatnya berdiri.semua orang berlari ketakutan untuk menyelamatkan diri.tapi tidak dengan zarina,gadis itu malah merasa penasaran dengan apa yg telah terjadi dia berjalan mendekati arah suara keributan itu.seketika matanya terbelalak.

"sean" ucap zarina.

"bukan kan itu pria yg bernama axsel tdi apa masalahnya dengan sean"ucapnya lagi dengan raut wajah bingung.

pandangan zarina teralih melihat sean tengah dikelilingi pasukan bersenjata, entah kenapa dia ingin langsung berlari dan membantu sean kala itu tapi dia mengurungkan niatnya ketika melihat deris datang dengan pasukannya dan membantu sean.

zarina tanpak sedikit lega melihat itu dia memutuskan untuk diam di tempat sembari menyaksikan pertarungan itu hingga sebuah bom asap menyelimuti pandangannya.

zarina tanpak mencari cari keberadaan axsel.

"dimana pria itu apakah dia melarikan diri?"ucap zarina dengan nada bingung.

pandangan zarina terhenti ketika melihat penembak jitu sedang mengincar sean.zarina ingin segera memberitahu hal itu kepada sean tapi dia menghentikan langkahnya mengingat semua perilaku sean padanya.ada rasa benci dimata zarina untuk sean tapi ada juga rasa iba disana.zarina merasa dilema dengan keadannya.tiba tiba dia teringat pesan ayahnya dulu.

"zaru...ayah melatihmu seni bela diri dan menebak untuk melindungi dirimu,ingatlah sayang kau hanya boleh menggunakannya jika terdesak saja,ayah tidak ingin kau menembak orang yg tidak bersalah dan membuatmu memiliki musuh"ucap tuan deral sambil memandang putrinya.

"baik yah,zaru akan selalu mengingat pesan ayah"ucap zarina sambil tersenyum manis.

"dan satu lagi kau harus bisa melindungi keluarga dan org terdekatmu,jangan biarkan mereka terluka,meskipun mereka tak menyayangimu tetaplah berbuat baik dan tolonglah siapapun itu jika berhubungan dengan nyawa."ucap tuan deral lagi kepada zarina.

DUAR...DUAR... suara tembakan menyadarkan zarina dari lamunanya,dia melihat semua pasukan sean telah jatuh tak bernyawa begitupun dengan sean dan deris yg terkena tembakan di tangan dan kaki mereka.

zarina melihat penembak jitu itu kembali mengincar kepala sean.dengan sigap zarina mengambil pistol yg ada diatangan salah satu pengawal yg sudah tak bernyawa dan segera berlari menuju tempat sean dan deris berdiri,dengan lihai zarina langsung menebakkan pelurunya dan tepat mengenai dahi penembak jitu itu.

flash back off...

zarina tersadar dari lamunannya.

zarian kembali memandang lekat mata sean.

"lupakanlah jika aku pernah menolongmu,kau tidak perlu berterimakasi karna akupun akan melupakan jika aku pernah menolongmu."ucap zarina tak henti menatap slekat mata sean.

deghh....

sean merasa bersalah menuduh zarina tadi tpi lagi lagi ego kembali menguasai dirinya.

"hentikanlah ocehanmu itu,jangan kau pikir setelah kau menyelamatkanku aku akan melupakan semuanya begitu saja"ucap sean dingin,sebenarnya hatinya tak kuasa mengatakan ini pada zarina tpi entah mengapa egonya selalu saja mengendalikannya dengan mudah.

zarina hanya diam mendengar kata kata sean. zarina membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh beberapa langkah dari sean,seketika zarina menghentikan langkahnya.

"sungguh aku memang tidak salah jika membecimu."ucap zarina tanpa membalikkan pandangannya dengan nada lirih dan senyum getir. dan kemudian melanjutkan langkahnya berjalan meninggalkan sean begitu saja.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!