bertemu

disisi lain sean masi termenung mengingat wajah sedih zarina dan senyum lirihnya tadi,rasa bersalah terus menyeruak dalam hatinya.

"tuan sean"sapa seseorang sembari berjalan menuju tempat sean,seketika sean tersadar dari lamunanya dan tersenyum melihat seseorang yg mendekatinya.

"tuan sean juga ada disini,saya hampir tidak percaya seorang sean alexander menghadiri pesta seperti ini"ucap pria itu sembari tersenyum dan menjabat tangan sean.

"ah iya tuan glen saya ingin bertemu seseorang kebetulan dia juga menghadiri pesta ini"ucap sean dengan nada santai.

"tuan glen sendiri bagaiman?.bukan kah tuan juga sangat sibuk,untuk menghadiri pesta kecil ini."ucap sean tersenyum penuh arti.

"ah iya tuan sean pemilik pesta ini adalah salah saru teman saya, makanya mau tidak mau saya harus menghadirinya."ucap tuan glen santai. sean hanya mengganggukkan kepalanya tanda mengerti tanpa berniat mejawab lagi.

"baiklah tuan sean saya permisi dulu."ucap tuan glen sembari berjalan meninggal kan sean.

sementara sean,dia langsung mengalihkan pandangannya menuju tempat zarina menghilang di balik dinding kokoh dengan perpaduan warna gold dan abu abu itu.

*apa dia melarikan diri*guman sean.

tring..... suara notip pesan mengalihkan pandangan sean,pandangannya seketika berubah dingin dan tak bersahabat lagi.

"tuan pria itu memakai stelan jas hitam dia memiliki sebuah tato di pergelangan tangannya ." deris.

sean tanpak tak berniat membalas pesan itu,matanya kini mulai fokus menyapu setiap org yg mengenakan jas hitam di pesta itu tanpa berkedip,sean juga memperhatikan lengan para pria itu dengan teliti.

disisi lain zarina berjalan munuju tempat sean berdiri,sebenarnya zarina sudah tidak ingin berada di pesta itu lagi setelah penghinaan yg di terimanya tadi,dia tanpak berhenti dan berdiri termenung tanpa ingin melanglah lagi,dia melihat sean yg sedang fokus menatap org org tanpak seperti mencari sesuatu.

*siapa yg dia cari*guman zarina.

seketika suara mc terdengar dan mengalihkan semua pandangan setiap orang yg menghadiri pesta itu,termasuk zarina dan sean.

"hallo para tuan dan nyonya semua....selamat malam saya ucapkan, terimakasi telah menyempatkan diri menghadiri pesta ini,dan sekarang adalah saatnya untuk berdansa tuan dan nyonya saya persilahkan."ucap mc itu mengalihkan pandangan.

setiap pasangan yg menghadiri pesta itu mulai mengambil posisi senyaman mungkin untuk berdansa tapi tidak untuk zarina dan sean,mereka berdua hanya saling tatap dan mengirim pesan lewat mata masing masing tanpa tau artinya.suara alunan nada romantis terdengar memenuhi ruangan itu suasana tanpak hening dengan lampu yg redup.

"nona maukah anda berdansa dengan saya."ucap seorang yg tiba tiba yg tengah berdiri disamping zarina. zarina kaget karena dia tidak menyadari kapan pria itu datang dia hanya pokus pada pandangan dan pikirannya,yg entah berisi apa.

"bukan kah kau pria yg di toilet tdi"ucap zarina pelan.

"ah iya nona saya pria itu apakah nona lupa bahwa nama saya axsel"ucap axsel tersenyum menyeringai.

" tidak aku hanya merasa kaget saja"ucap zarina sopan.

smentara disisi lain sean tengah memperhatikan perbincangan zarina dengan axsel,ada raut kesal di wajahnya melihat keakraban zarina dengan axsel,sorot matanya berubah dingin dengan tatapan membunuh menatap zarina.

"tuan apa kau mau berdansa dengan ku"ucap seorang wanita dengan nada manja mengalihkan pandangan sean,wanita itu tanpak cantik dengan gaya rambut pendek sebahu dengan balutan gaun merah yg cukup terbuka sehingga menunjukkan belahan dada dan pahanya,manita itu memainkan jarinya di dada bidang sean sembari merayunya,sean tanpak tak perduli dengan itu semua matanya masih fokus menatap zarina yg sedang berbincang dengan axsel.

disisi lain zarina tanpak menerima tawaran axsel untuk berdansa,karna pria itu sedikit memaksanya dan mengatakan sebagai bentuk awal pertemanan mereka.zarina dan axsel belajalan menuju laintai dansa dan mulai berdansa,zarina tanpak sanagat tidak nyaman dengan posisi sedekat ini dengan axsel tapi dia tetap berusaha tetsenyum agar pria di hadapannya tidak tersinggung.

disisi lain sean tanpak sangat marah melihat semua itu matanya berapi api melihat zarina dengan pria lain.dia menggenggang kuat gelas yg ada di tanggannya,sorot matanya menunjukkan aura membunuh,tangannya dengan cepat menarik pergelangan tangan wanita yg mengajaknya berdansa tadi dan membawanya ke lantai dansa,wanita itu sangat senang,wajahnya menunjukkan ekspresi seperti baru memenangkan lotre jutaan dolar.

sean memegang pinggang wanita itu dan menariknya agar mendekat kepadanya.sean sengaja mengambil tempat yg dekat dengan zarina,agar bisa dengan jelas melihat zarina sedang berdansa dengan pria itu.sean tak lagi memperhatikan siapa pria yg sedang berdansa dengan zarina saat itu dia hanya memperhatikan zarina saja.

zarina menyadri tatapan sean yg tak berhenti menatapnya,dia hanya diam dan tidak mau memperdulikannya,toh pria itu jga sudah sangat menyakiti hatinya begitu pikirnya.

dansa terus berjalan hingga saatnya bertukar pasangan,zarina terus berputar hingga jatuh di pelukan sean,dengan posisi sean memeluknya dari belakang.sean tanpak mengencangkan pelukannya agar zarina lebih dekat dengannya,deru napsnya tersa hangat di telinga zarina.

"kau sangat lancang membiarkan tubuhmu di sentuh pria lain."ucap sean dengan nada dingin.

"itu bukan urusanmu,bukankah kau bilang aku seorang wanita malam,jadi apa salahnya dengan ini,aku hanya mendalami peranku saja.bukankah wanita malam memang seperti itu"ucap zarina dengan nada sinis.sean semangkiin mengeratkan pelukannya hingga zarina tersentak karna sangat geram mendengar perkataan zarina,dia memutar tubuh zarina hingga meghadapnya,dia menarik pinggang zarina agar semakin dekat sengannha wajah zarian dan sean tanpaknsangat dektat hanya menyisakan beberapa senti saja dia antara keduanya,sean dapat merasakan deru napas zarina begitun dengan zarina.

"ingatlah aku sudah membelimu dan kau seutuhnya hanya milikku,aku tidak suka jika milikku di sentuh sembarang org. "ucap sean dengan nada sinis,dan terus menatap zarina.

disisi lain axsel tanpak tak menghiraukan teman dansa nya dia hanya menatap penuh kebencian kearah sean sekaligus heran melihat sean yg sedang berbicara dengan zarina.

*apa hubungan meraka*guman axsel dengan raut wajah penuh tanya.

acara dansa tanpak berakhir dengan sorak riuh tepuk tangan semua tamu undangan.

sean berjalan menuju bangkunya,tpi tidak dengan zarina dia memilih pergi untuk mengambil minuman.sean kembali pada tujuan nya semula dia kembali menajamkan penglihatnnya mengintai org yg sudah menghancurkan kapalnya itu.

"apa kau mencariku sean alexander"suara seorang pria mengalihkan konsentrasi sean.sean beralih menatap sumber suara itu,sean memperhatikan stelan zas hitam yg dikenakan axsel dan tato di lengannya.matanya seketika berubah tajam menatap axsel.

"hemm ternyata kau orgnya"ucap sean dingin,sorot matanya tanpak mengeluarkan aura membunuh.

"ya akulah org yg sedang kau cari senang bertemu dengan anda,owh iya apakah ledakan kapal itu membuatmu senang."ucap axsel tak kalah dingin dengan sean.

"kau sudah berurusan dengan org yg salah,jangan coba main main dengan ku aku bisa menghancurkan mu dengan mudah"ucap sean penuh penekanan.

"haha kau terlalu buru buru sean,aku tidak suka itu,bagai mana jika kita adakan sedikit pertumpahan darah disini aku sudah tidak sabar untuk melihatmu tewas."ucap axsel dengn nada membunuh.

tangannya sudah mengeluarkan pistol yg ada di sakunya dan siap menembak sean,melihat hal itu sean juga tak kalah dia juga mengeluarkan pistol dari sakunya dan mengarahkannya pada axsel.

"hemm bagai mana jika sedikit pertarungan langsung"ucap axsel sembari memasukkan kembali pistolnya kedalan saku begitupun dengan sean.

tanpa abah abah axsel langsung menyerang sean,dia menyerang sean dengan tendangan keras di perutnya hingga sean mundur beberapa langkah.seketika pasukan axsel keluar dan mengepung Sean dengan senjata api.sean tanpak tersenyum melihat kejadian itu lalu dia menjetikkan jarinya dan semua pasukan nya keluar dengan senjata lengkap termasuk deris.

"bukankah sekarang sudah imbang mari kita mulai"ucap sean dengan senyum kemenangan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!