di perjalanan menuju pesta,tanpak sean dan zarina hanya diam tanpa saling menyapa,zarina mengarahkan pandangannya ke luar jendela sedangkan sean fokus pada hp nya dan sesekali melirik zarina.
*huh...apakah dia ini patung yg tidak bisa bicara*guman sean dalam hati.
sementara zarina, dia sedang bergulat dengan pikirannya sendiri tentang hal buruk apa lagi yg akan di perbuat oleh sean padanya.zarina cukup tau bahwa sean pasti mengajaknya bukan karna ingin membuatnya terhibur atau sekedar jalan jalan tetapi pasti sean akan melakukan hal yg akan menyakiti zarina.
"dengar aku membawamu bukan untuk di pamerkan atau disanjung sebagai istri dari seorang sean alexander"ucap sean dingin membuyarkan lamunan zarina.
zarina hanya diam tanpa menjawab atau mengalihkan pandangannya ke arah sean.
sean mulai geram karna melihat zarina yg mengacuhkannya.
"hei apa kau tuli!"ucap sean sedikit berteriak.
"aku juga tidak berharap kau perkenalkan sebagai istri dari seorang sean alexsander,membayangkannya saja aku malas" ucap zarina dengan nada datar dan padangannya masih setia mengarah ke jalanan.
"kau sombong sekali ya"ucap sean dengan nada senis.sambil tangnnya menarik dagu zarina sedikit kasar agar menatap matanya.
"kalau kau bicara tatap mataku"ucap sean geram.
zarina menghempaskan tangan sean dengan kasar,dan menatap sean dengan tajam bibirnya belum mengeluarkan kata apapun.sean semakin geram.
dengan kasar sean menarik kepala zarina agar mendekat kepadanya,sean mencium paksa bibir zarina dengan kasar,zarina berusaha memberontak tapi tangan sean menahan tengkuk dan tangan zarina agar tidak bisa menghindar,sean menggigit bibir zarina dengan kasar hingga membuar zarina membuka mulutnya,sean segera menciumnya dengan sangat kasar dan membuat zarina kehabisan napas.
"hah hah.."deru nafas zarina yg tidak beraturan setelah sean melepaskan ciumannya.sean yg melihat itu tanpak puas sekali.
"apa kau sudah tidak waras" ucap zarina geram.
"haha kenapa, apa kau menikmati ciuman ku itu ha?"ucap sean dengan senyum mengejek.
"jangan pernah bermimpi"ucap zarina tegas.
sean tersenyum menghina."apa kau mau yg lebih dari itu, aku bisa memberikannya padamu"
"jangan pernah berpikir untuk menyentuhku,karna aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi sampai kapanpun"ucap zarina penuh amarah.
"haha apa kau pikir kau bisa melarangku?ingatlah kau hanyalah seorang anak pembunuh yg sudah aku beli dengan uang,bahkan kau sudah tidak memiliki harga diri lagi,jadi jangan terlalu bangga akan dirimu itu"ucap sean dengan nada menghina.
zarina hanya diam, hatinya begitu sakit mendengar kata kata sean yg selalu mengatakan ayahnya seorang pembunuh.sekuat tenaga zarina menahan air matanya yg sudah akan menetes itu,zarina tidak mau sean melihatnya dan membuatnya tanpak lemah di hadapan pria itu,lagi lagi zarina mengalihkan pandangannya ke luar jendela,dan meratapi nasib nya.
sementara sean tanpak mengeluarkan ekspresi tak terbaca dari wajahnya melihat zarina yg tak menjawab perkatannya ada perasaan bersalah di hatinya yg entah datang dari mana.
*apa ini kenapa aku merasa sedih meliha wajah sedih nya itu,bukannya aku harusnya senang melihatnya tersiksa,aaaaaaa..... aku tidak boleh begini dia adalah anak dari orang yg telah membunuh adikku*guman sean dalam hatinya.
selang beberapa menit sean dan zarina telah sampai ke lokasi pesta yg sangat mewah dan elegan itu,tanpak bunga mawar merah terbingkai indah memenuhi jalan menuju gedung pesta itu.
supir menghentikan mobilnya di tempat parkiran untuk tamu vip.
"tuan kita sudah sampai"ucap sopir itu sambil beralih membukakan pintu untuk sean dan zarina.zarina dan sean keluar dari mobil dan berjalan menuju gedung pesta itu tanpak sean dan jarina berjalan berpisah tanpa menggandeng satu sama lain layaknya pasangan lainya,zarina berjalan di belakang sean.
"tuan sean....senang bisa berjumpa dengan org sepenting anda,terimakasi sudah mau menyempatkan diri menghadiri pesta kecil saya ini"ucap pemilik pesta itu dengan sopan dan tulus.sean hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanpa berniat membalas perkataan orang yg menyapanya itu.
"ah tuan apa dia pacar atau istri anda?"ucap pria itu sambil menatap zarina,sean tidak memfublikasikan bahwa dirinya sudah menikah makanya tidak ada org lain yg tau tentang zarina.
"ah tidak tuan dia bukan pacar atau istri saya,dia hanya seorang wanita malam yg saya bawa agar tidak sendirian"ucap sean pura pura berbisik padahal suaranya bisa dengan jelas di dengar org lain terutama zarina.
zarina hanya diam tak bergeming menahan semua hinaan sean dia berusaha menahan air matanya agak tidak jatuh dan membasahi pipi indahnya itu.
"owh wanita malam, saya kira dia pacar anda tuan"ucap pria itu dengan nada merendahkan.
pria itu berjalan mendekati tempat zarina berdiri.
"nona anda sangat cantik,bolehkah saya juga menyewa anda untuk menghabiskan malam dengan saya setelah tuan sean,mungkin saya tidak akan sanggup membayar anda sesuai dengan harga yg diberikan tuan sean, tpi saya akan membuat anda merasakan kenikmatan yg luar biasa"ucap pria itu pada zarina dengan nada merendahkan dan tatapan yg menjijikkan melihat lekuk tubuh zarina.
zarina merasa sangat terhina mendengar pria itu mengatakan kata kata menjijikkannya dadanya tersa sesak,zarina sudah tak kuasa menahan air matanya.
smentara sean, ntan kenapa dia juga merasa sangat marah dan geram mendengar kata kata laki laki yg menyapanya tadi tapi dia berusaha menghilangkan perasaan itu.
"saya permisi ketoilet dulu"ucap zarian lirih menahan tangis dan beranjak pergi.zarina menghentikan langkahnya di depan sean dan menatap mata laki laki itu dengan sorot mata penuh kesedihan,zarina tak mengeluarkan kata apa apa dia hanya tersenyun kearah sean dengan penuh kesedihan dan langsung melangkah menuju toilet.
degg.....seketika jantung sean berdetak tak karuan melihat senyum menyedihkan zarina tadi.ada rasa sedih dan bersalah menyelimutinya,detik itu juga dia ingin menghampiri wanita itu dan meminta maaf padanya,tpi sean mengurungkan niatnya,dia berusaha mengalihkan perasaannya dengan berpikir bahwa zarina pantas menerima semua itu.
sementara zarina dia berjalan cepat menuju toilet,zarina mengunci pintu agar tidak ada siapapun yg bisa masuk.tangisnya pecah seketika mengingat perkataan sean dan lelaki tadi,hatinya seperti tercabik cabik dan hancur berkeping keping ada sesak yg menyeruak didadanya.
"aku sangat membenci mu sean alexander!!!"ucap zarina memenuhi langit langit ruangan itu air matanya mengalir dengan deras membasahi pipinya.zarina terkulai lemas dan merosot terduduk dilantai dengn menyedihkan.
"ayah,zaru tidak sanggup menghadapi semua ini,kenapa ayah tidak membawaku pergi bersama dengan mu...."ucap zarina dengan lirih dan menagis senggugukan.
"maaf apa anda baik baik saja..."ucap pria dari luar sambil mengetuk pintu toilet itu,dia mendengar terikan zarina dan isak tangisnya.
zarina menghentikan aktivitasnya,dia menyeka air matanya dan berjalan untuk membuka pintu.
ceklekk.....pintu terbuka.
tanpak seorang pria yg sangat tampan tengah berdiri didepannya dengan stelan jas hitam yg rapi,postur tubuhnya tinggi dan kulitnya putih bersih sedang tersenyum kepada zarina.
"nona apa anda tidak apa apa saya mendengar triakan anda tadi"ucapnya sopan.
*sangat cantik*guman pria itu dalam hati tanpa berhenti menatap zarina.
"tidak tuan saya tidak apa apa,terimakasi"ucap zarina pelan.dia ingin melangkah pergi dari toilet tapi laki laki itu menghentikan langkahnya.
"ah nona tunggu sebentar....perkenalkan nama saya axsel"ucap axsel menjulurkan tangan untuk menyapa zarina.
zarina tanpak diam tak berkutik beberapa detik sebelum menerima juluran tangn axsel.
"zarina"ucapnya dengan senyum tipis.seketika axsel terpanah dengan senyum tipis zarina dan tak henti menatapnya,zarina merasa kurang nyaman akan itu.
"saya harus segera pergi permisi"ucap zarina menyadarkan axsel.
" ah ya baiklah senang bertemu dengan anda nona"ucap axsel.
zarina melangkah pergi meninggalkan toilet.
"sangat cantik"ucap axsel pelan sambil memandang punggung zarina yg berangsur menjauh.
dringggg.....
suara dering telepon menyasarkan axsel.
"katakan"ucapnya dingin,raut wajahnya tidak lagi sehangat tadi.
"tuan...semua sudah siap,hanya tinggal menunggu perintah dari anda"ucap seseorang dari kejauhan.
"bagus,aku ingin kali ini dia sadar siapa lawannya"ucap axsel sembari memutuskan panggilan,sorot matanya berubah tajam.
"sean alexander kau akan menyesal karna sudah mengusikku."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
kitra alders
lanjut kk
2021-02-25
3
upil ipil
lanjut Kaka semangat
2021-02-25
3