sean berjalan dengan langkah gontai,hatinya masih sangat geram dengan tindakan zarina yg begitu berani melawannya tadi.
pelayannn!!!!
ucapa sean dengan nada tinggi,suaranya memenuhi rumah megah itu dengan nada yg lantang.
"i iya tuan"ucap pelayan itu dengan kepala menunduk dan rasa takut yg begitu besar,pelayan itu bahkan tidak berani menatap sean walau hanya beberapa detik.
"persiapkan wanita itu untuk acara nanti malam aku tidak ingin ada penolakan apapun,jika dia menolak maka kau yg akan menanggung akibatnya.apa kau mengerti."tukas sean dengan nada dingin tanpa memandang pelayan itu,sean beranjak pergi menuju ruang kerjanya yg berada tidak jauh dari kamar utama.
disisi lain zarina tengah duduk termenung di taman belakang yg ada di kawasan rumah megah itu,kesedihan dimatanya tanpak berkurang kala melihat keindahan taman yg dipenuhi bunga mawar merah yg sangat asri dan indah,terdapat ayunan yg berada tidak jauh dari sebuah kolam hias yg berukuran tidak terlalu besar yg dipenuhi oleh beberapa jenis ikan hias yg terbilang cukup langka.seketika zarina tersadar dari lamunannya ketika seorang pelayan menyapanya dengan sopan.
"nyonya"sapa pelayan itu sembari menundukkan kepalanya dengan hormat.
"katakan"ucap zarina lembut.
"nyonya tuan menyuruh saya untuk mempersiapkan nona untuk acara nanti malam"ucap pelayan itu sopan.
"katakan padanya aku tidak mau menghadiri acara apapun bersamanya"ucap zarina tanpa memandang nadanya nya yg semula lembut berubah dingin seketika.
pelayan itu tidak kehabisan akal dia menjongkok dan memohon kepada zarina dengan sangat lirih air matanya mulai jatuh dan membasahi pipinya.seketika zarina bingung melihat tingkah pelayan itu yg hampir sujud dikakinya,zarina kembali mengingat kata katanya seingatnya dia hanya menolak ajakan sean bukan meminta nyawa pelayan yg ada dihadapannya.
"hei apa yg kaulakukan,kau tidak perlu memohon dan bersujud dikakiku aku bukan tuhan yg akan mencabut nyawamu detik ini juga"ucap zarina sambil memapah pelayan itu untuk berdiri.
"maaf nyonya tapi sekarang nasib saya ada ditangan nyonya,jika saya gagal membujuk dan mempersiapkan nyonya untuk acara nanti malam,pasti tuan sean akan sangat marah dan menghukum saya. bahkan, tuan sean tidak akan segan untuk melibatkan keluarga saya"ucap pelayan itu dengan nada lirih dan isak tangis.
zarina tidak tega melihat kesedihan yg ada di wajah pelayan itu dengan berat hati dia menyetujui permohonan pelayan itu.
"tapi aku tidak punya pakaian yg bagus"ucap zarina pelan.
"itu bukan masalah nona saya sudah mempersiapkan semuanya nona hanya tinggal terima jadi saja"ucap pelayan itu dengan antusias karna berhasil membujuk zarina dengan susah payah,pelayan itu merasa bahwa beban ratusan kilo yg ada dipundaknya hilang seketika.
"baiklah ayo"ucap zarina sambil berjalan menuju pintu dan masuk ke rumah yg megah itu.
zarina berjalan santai menaiki tangga dia berpapasan dengan sean yg ingin turun,sean terlihat sedang serius berbicara dengan seseorang di telpon,zarina langsung berjalan cepat kearah kamarnya tanpa memperdulikan sean,begitupun dengan sean dia membiarkan zarina pergi begitu saja tanpa berniat untuk menghentikannya.
sesampainya di kamar zarina melihat dua orang pelayan wanita yg sedang sibuk mengecek alat make up yg mereka bawa dan memilih baju yg sesuai dengan zarina untuk nanti malam zarina hanya diam saja.
"ah nona sudah datang,mari nona saya akan memoles sedikit make up di wajah anda"ucap pelayan itu sopan.
zarina tidak menanggapinya dia hanya langsung mengikuti langkah pelayan itu yg menuntunyya untuk dudul di sebuah kursi yg mengarah ke kaca riasnya.pelayan itu memoles wajah zarina dengan begitu ahli dan hanya menggunakan make up yg sangat tipis karna pelayan itu ingin menunjukkan sisi natural zarina yg memang sudah sangat cantik,sesekali pelayan itu memuji kulit zarina yg sangat bersih dan tanpa bekas jelawat itu,zarina hanya tersenyum ramah mendengar pujian dari pelayan itu.
disisi lain sean sudah sampai di perusahannya dia bediri menghadap bagunan tinggi yg mengelilingi tempatnya berdiri,sorot matanya tampak tajam dan dingin.dibelakangnya telah berdiri deris yg baru selesai menjelaskan kepada sean tentang pergerakan lawan meraka nanti malam.
"bagus,pantau terus pergerakannya aku tidak ingin sampai gagal"ucap sean dengan nada datar.
"baik tuan....hemmm tuan apakah anda akan membawa nyonya muda keacara itu,apakah tuan akan memperkenalkannya sebagai istri tuan?"ucap deris dengan nada was was sebenarnya deris merasa kasihan dengan zarina,entah mengapa dia merasa bahwa sean sudah salah paham kepada tuan derall,deris merasa bahwa tuan derall bukanlah org yg sudah membunuh anggelin,karna menurutnya sean tidak mempunyai masalah apapun terhadap tuan derall bahkan sean dan tuan derall tidak saling mengenal,deris sudah pernah berusah menjelaskan ini kepada sean tapi sean yg kabut akan api balas dendam tak pernah menghiraukan kata kata deris.
"heh....itu tidak mungkin aku mengajaknya kepesta itu bukan untuk menyanjungnya dengan posisi terhormat sebagai istriku,aku hanya akan membuatnya merasa terhina dan mempermalukannya nanti malam"ucap sean dengan nada sinis.
deris hanya diam mendengar kata kata sean tanpa ingin membantah lagi dan bergegas pergi untuk mengatur rencananya.
"aku harap kau akan kuat nyonya,aku juga akan membantumu untuk membuktikan bahwa ayahmu tidak bersalah"gumannya dalam hati.
di sisi lain...
zarina telah selesai berdandan dia tanpak cantik dengan lapisan make up tipis,zarina terlihat anggun dan seksi dengan balutan dres hitam yg menawan dan gaya rambut yg di sanggul keatas dan membuat leher jenjangnya terekspos dan memberi kesan sexy.
kaki jenjang zarina yg sangat bersih dan mulus terekspos nyata dan sedikit terbuka dengan gaun yg digunakannya,semua pelayan itu bedecak kagum melihat zarina yg bak putri raja itu.
"nonya anda sangat cantik dan menawan"kata salah satu pelayan itu dengan tatapan mata yg tak henti memperhatikan wajah cantik zarina.
disisi lain sean melangkah masuk kedalam rumah dengan langkah yg tegas dan pasti menuju tangga,dia telah mengganti pakaiannya dengan stelan jas yg membuatnya terlihat begitu berwibawa dan gagah.
sean melangkah cepat menuju kamar zarina.
"apakah wanita itu sudah sia..."ucapan sean tertahan ketika dia melihat penampilan zarina malam itu yg begitu cantik dan mempesona seketika dia bedecak kagum dan memandang zarina tanpa berkedip."sangat cantik"guman sean dalam hati.zarina yg menyadari tatapan sean hanya diam tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.
"sudah tuan"ucap salah satu pelayan itu menyadarkan lamunan sean.
"ehemm...baiklah"ucap sean dingin dia mengutuk dirinya sendiri karna sudah bertingkah bodoh di hadapan semua org yg ada di ruangan itu.
"ayo" ucap sean tanpa memandang zarina,sean melangkah pergi dan diikuti zarina di belakangnya mereka menuju sebuah mobil yg sudah terparkir dengan indah di garasi mobilnya.
"silahkan tuan"ucap supir yg akan mengantar sean dan zarina ke pesta itu sambil membukakan pintu untuk majikannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments