Sean tersadar dari lamunannya,yg hanya beberapa detik itu,ia beranjak dari tempatnya berdiri, dia ingin segera pergi dan menenangkan pikirannya yg tidak karuan.sean terus berjalan, hatinya tak berhenti mengupat dan bertanya apa yg membuatnya merasa sangat aneh saat zarina mengatakan dia membencinya.
"ada apa dengan ku bukannya aku harusnya senang mendengar dia membenciku,apa aku sudah gila"guman sean sambil terus berjalan kearah mobilnya.
sean melajukan mobilnya dengan kecepatan yg tinggi,sebenarnya dia sendiri tidak tahu akan pergi kemana,pikirannya sangat kacau dengan semua masalah yg ia hadapi.
disisi lain deris sedang serius menatap sebuah kertas yg ada dihadapannya,wajahnya mengukir senyum tipis di sudut bibirnya.
"akhirnya aku bisa menemukan sesuatu tentangnya"guman deris dengan nada dingin.
tidak menunggu lama deris langsung menghubungi sean untuk memberi tahu tentang kabar keberhasilannya.
"katakan"ucap sean dengan datar,dia sudah muak menerima kata gagal dari bibir bawahannya itu.
"tuan saya menemukan informasi tentangnya,dia akan menghadiri suatu pesta nanti malam di salah satu hotel mewah yg ada di kota ini tuan."ucap deris cepat dia tidak ingin sean marah lagi padanya.
" bagus siapkan semuanya aku sudah tidak sabar melihat bagaimana wajah org yg sudah berani mengusikku"ucap sean dengan datar dan langsung memutuskan panggilan itu dengan sepihak.
disisi lain zarina hanya duduk diam di atas ranjang,wajahnya terlihat sedih dengan mata yg berkaca-kaca matanya tertuju ke sebuah foto yg ada di tangannya.hatinya terluka saat melihat foto itu, ada kerinduan yg begitu besar terpancar dari sorot matanya.
"ayah....kenapa kau meninggalkanku,apa kau sudah tidak menyayangi zaru mu ini?ayah apakah benar yg dikatakan pria itu,apakah ayah memang menbunuh adiknya.tpi kenapa ayah melakukannya,aku tidak percaya ayah setega itu.ayah...aku sangat merindukanmu,tidak ada yg menyayangiku disini."ucap zarina dengan isak tangis yg terdengar sangat menyedihkan matanya tak henti memandang wajah yg ada di foto itu.karena lelah menangis zarina tertidur dengan menggengam erat foto itu di pelukannya,ia terlelap dengan wajah yg begitu tenang.
disisi lain sean baru saja tiba dirumah dengan sebuat paperbag biru di tangannya.sean berjalan santai kearah tangga dengan langkah yg santai matanya tanpak sedang mencari seseorang di setiap sudut rumah itu dengan mata indahnya.
"diamana nyonya muda berada?"tanya sean dengan dingin kesalah satu pelayannya.
"nyonya sedang tidur di kamarnya tuan"ucap pelayan itu menunduk takut.
sean berjalan santai menaiki tangga,dia ingin segera mencapai kamarnya,sean ingin cepat-cepat memarahi zarina karna tidak bekerja dan malah tidur dengan tenang.
"aku akan memberi pelajaran kepada gadis pemalas ini"ucap sean dingin.
sean membuka pintu itu dan langsung masuk kekamarnya dia sudah tidak sabar untuk mengusik zarina.tpi langkahnya terhenti saat melihat wajah tenang zarina,seketika sean tertegun dan berjalan mendekatinya tanpa sadar dia jongkok di tepi ranjang sambil memandang wajah polos zarina yg cantik,seketika sean lupa akan tujuan utamanya untuk mengusik tidur zarina.
"dia sangat cantik meski sedang tidur"guman sean tanpa sadar.seketika dia lansung menapar pelan pipinya sendiri."apa yg aku lakukan apa aku sudah benar-benar gila"ucapnya menyesal.tapi pandangan matanya belum bisa ia alihkan dari wajah zarina,sean tanpak tak berkedip melihat wajah zarina,seketika dahinya mengerenyit melih bekas air mata yg mengering di ujung mata zarina.
"apa dia menangisi perbuatanku?"guman sean dalam hati.
seketika zarina menggeliat,sean langsung berdiri dan mundur beberapa langkah dia tidak ingin zarina mengetahui bahwa dia sedang memperhatikannya,tapi bukannya malah bangun zarina malah melanjutkan tidurnya.pandangan sean teralih kepada sebuah kertas yg di genggam oleh zarina,dengan hati hati dia mengambil kertas itu,sorot matanya seketika berubah tajam saat melihat kertas itu berupa sebuah foto yg menggambarkan wajah tuan derall sedang tersenyum baahagia dengan zarina di sebuah taman.amarah sean langsung memuncak detik itu juga bayang-bayang kematian adiknya kembali menghantui pikirannya,sean tanpak sangat marah dan penuh kebecian,tanpa berpikir lagi sean langsung mengambil segelas air yg ada di meja samping tempat tidur zarina,dia langsung menyiram zarina tanpa perasaan.
byurrrrr.......
air itu mengenai wajah zarina,seketika zarina kaget dan langsung bangun seketika matanya langsung tertuju kearah sean yg sedang memegang sebuah gelas kosong ditangnnya dengan tatapan dingin.
"apakau tidak senang dengan tindakan ku?" ucap sean penuh penekanan matanya menatap zarina penuh kebecian.
zarina hanya diam saja tanpa berniat melawan sean sore itu,dia malas menanggapi sean yg selalu suka berdebat dengannya.sean langsung menarik dagu zarina dengan kasar agar menghadapnya dia mendekatkan kepalanya ke pada zarina hingga hanya menyisakan jarak yg sangat dekat bahakan hanya beberapa senti saja,sean menatap zarina tanpa berkedip begitupun zarina,zarina tidak ingin terlihat lemah dan membuat sean malah semangkin senang menindasnya.zarina menatap mata sean dengan tatapan penuh keberanian.
"aku sangat membecimu gadis kecil,berani sekali kau menyimpan foto pembunuh itu di rumhku"ucap sean penuh amarah pada zarina.
"jangan menyebut ayah ku pembunuh,ayahku bukan pembunuh. lagi pula walaupun kau menyingkirkan semua foto ayahku dari dunia ini itu tidak akan berpengaruh kepadaku,karna sampai kapanpun wajah ayahku akan selalu terukir jelas dalam hati dan pikiranku,dan kau tidak akan pernah bisa berbuat apa apa.apa lagi menghapusnya jangan pernah bermimpi."ucap zarina penuh keberanian tatapannya pun tak kalah tajam dari sean,zarina sudah sangat membenci sean saat ini tidak ada lagi rasa lain sealin kebencian dihatinya untuk sean.Sean menghempaskan zarina dengan begitu kasar.
"apa kau pikir dengan mengatakan semua ini kenyataan akan berubah?itu tidak akan terjadi, selamanya ayahmu hanya akan dikenang sebagai pembunuh apa kau tau itu!!!!!"ucap sean dengan suara yg tinggi dan memenuhi ruangan itu,amarahnya sudah sangat meningkat dan tidak terkendali lagi.sean menarik rambut zarina dengan kasar hingga membuat zarina meringis kesakitan.
"aku akan membuatmu sangat menderita hingga kau akan menangis memohon kematian kepadaku"ucap sean dengan penekanan dan nada yg dingin.
"itu tidak akan terjadi,kau terlaku banyak bermimpi sean"ucap zarina dengan yakin tatapannya tak kalah dingin dengan sean.sean langsung menghempaskan zarina dengan kasar.
"kita lihat saja nanti sampai mana kau bisa bertahan dengan keangkuhanmu itu"ucap sean sambil beranjak pergi dari kamar itu dan meninggalkan zarina begitu saja sendirian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Muhammad
lanjut
2021-03-22
3