kediaman sean alexander
pria-pria berbadan tegap dengan stelan serba hitam dan lengkap dengan senjata telah berlalu lalang di rumah sean.mereka tampak sibuk melindungi rumah itu dengan tatapan waspada,zarina yg baru saja selesai membatu para pelayannya di dapur terlihat bingung melihat pemandangan yg ada di depan matanya.dia tampak berpikir keras tentang apa yg sedang terjadi.
"apakah dirumah ini ada harta karun hingga memerlukan penjagaan sebanyak ini"guman zarina dengan suara pelan dan hanya bisa di dengar oleh telinganya sendiri.
Tidak mau pusing memikirkan hal itu zarina beranjak pergi dengan santai menuju tangga ia ingin segera pergi kekamarnya dan mandi,badannya sudah sangat lengket sejak pagi.
disisi lain di sebuah gedung yg berada di pinggiran pantai sean duduk dengan tatapan yg sangat dingin, sorot matanya tampak tajam dan sangat menakutkan di sampingnya telah berdiri deris dengan wajah bersalah,dia merasa gagal karna tidak berhasil menemukan siapa dalang dari semua masalah yg terjadi akhir-akhir ini.
sean memecahkan lamunan deris.
"apakah penjagaan rumah utama sudah diperketat?"
"sudah tuan,semua sudah ada pada posisinya"ucap deris sopan.
"bagaimana dengan perusahaan apakah semua berjalan lancar?"ucap sean masi dengan nada dingin"dan bagaimana soal minuman itu?apakah kau sudah mengurusnya?"
"perusahaan berjalan dengan lancar tuan tidak ada gangguan,hanya saja....."ucapannya tertahan dia bibgung harus berkata apa kepada sean tentang bisnis minuman yg meraka jalani selama ini,ada rasa takut di hatinya mengatakan yg sebenarnya pada sean.
"katakan dengan jelas"ucap sean dengan nada sangat dingin,ia merasa deris telah menyembunyikan sesuatu darinya.
"maaf tuan,omset kita sedikit menurun,saingan kita merebut semua klien yg kita miliki,sepertinya mereka menjual dengan harga yg jauh dibawah kita"ucap sean dengan nada yg sedikit was-was.
"aku tidak peduli dengan klien atau omset yg menurun,aku tidak membutuhkan uang itu, aku hanya ingin tau siapa musuh ku,aku yakin dia org yg sama dengan org yg telah menyerangku siang tdi."ucap sean dengan penuh penekanan.
deris tidak lagi mengatakan satu katapun dia beranjak dari hadapan sean ia ingin segera pergi dan mencari tau lagi soal musuh baru sean itu.
sean duduk dengan sangat tenang dia masih memikirkan penyerangan tdi siang,dia tampak berpikir keras apa sebenarnya tujuan org itu menyerangnya.seketika dia ingat dengan tuan derall,sean ssmpat berpikir kalau semua ini pasti ulah dari tuan derall, tapi ia kembali sadar tuan derall telah tiada bagaimana mungkin masih bisa mengganggu kehidupannya.seketika sean mengingat zarina,ada rasa benci di matanya ketika mengingat gadis itu,dia bahkan berpikir mungkin semua masalah ini adalah ulah zarina.tanpa berpikir panjang lagi sean langsung mengambil kunci mobilnya di meja yg ada di hadapannya,dia segera berjalan dengan gerakan yg pasti menuju mobilnya,tidak butuh waktu lama bagi sean untuk menghampiri mobilnya,sean langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,ia ingin segera sampai dirumah dan menghukum gadis yg berstatus sebagai istrinya itu dengan hukuman yg berat.
disisi lain zarina baru selesai mandi dia keluar dengan menggunakan handuk kimino putih yg menutupi tubuhnya,wajahnya terlihat begitu segar dan sangat cantik,zarina pergi kearah lemari dan mengambil salah satu baju ganti untuknya.dres berwarna merah marun menjadi pilihannya saat itu,dres ituu terlihat simple namun tetap anggun dengan ukuran yg tidak terlalu pendek.
dress itu memperlihatkan kaki jenjang zarina yg sangat indah dan membuat penampilannya sangat anggun,zarina berjalan menuju meja rias yg ada di samping tempat tidur yg berukuran besar itu,zarina melihat terdapat beberapa jenis alat make up telah tertata rapi di meja itu,sebenarnya zarina tidak pernah memakai make up bahkan walau itu sekedar lipstik atau pelembab bibir lainnya zarina selalu tampil natural wajahnya memang sudah sangat cantik dan penuh pesona meski tidak ada sentuhan make up sama sekali.tpi siang itu zarina terlihat tertarik dengan deretan lipstik dan pelembab bibir yg ada di meja itu tangannya mulai mengambil salah satu lipstik yg berwarna merah muda yg tertata rapi dimeja itu,zarina mengoleskan s lipstik itu sedikit di bibir mungilnya.zarina melihat pantulan wajahnya di cermin dengan senyum menyeringai.
"sepertinya tidak terlalu buruk"ucapnya pelan.
suara langkah kaki seorang pria terdengar jelas mendekati ruangan itu,zarina menghentikan aktivitasnya sejenak.
"sepertinya pria sombong itu sudah kembali"gumannya didalam hati.
tidak perlu waktu yg lama sean muncul dari balik pintu dengan tatapan penuh kebencian untuk zarina.zarina melihat kedatangan sean dan membalikkan tubuhnya ia ingin segera pergi dari kamar itu sebelum sean melakukan hal yg aneh atau mengajaknya bertengkar lagi.
seketika sean menghentikan langkahnya saat melihat penampilan zarina siang itu dia sempat terpukau beberapa detik melihat kecantikan zarina.zarina hanya diam tanpa memandang sean dia hanya memikirkan cara agar bisa lolos dari kata-kata sean yg selalu menyakitinya.
deg....jantung sean berdebar kencang, melihat zarina sangat mempesona di depan matanya.
"aku baru menyadari kalau gadis ini sangat cantik bahkan dia hanya mengunakan pelembab bibir saja sudah sangat mempesona"
gumannya tanpa sadar di dalam hati.
seketika dia sadar dengan pikirannya yg melantur."apa yg aku pikirkan"gumannya mulai mengatur ekspresinya.sean mulai memasang wajah dinginnya lagi.zarina yg sejak tadi tidak memperhatikan sean tidak tau jika pria itu terpukau melihat penampilannya,zarina berjalan santai menuju pintu keluar tanpa memandang sean dia berjalan seolah olah memang tidak ada lagi org lain selain dirinya.sean langsung menarik tangan zarina dengan kasar dan memelintirnya kebelakang,zarina meringis kesakitan dengan perlakuan kasar sean.sementara sean dia sangat menikmati aroma tubuh zarina saat itu.
"kenapa dia sangat wangi apa dia memandikan tubuhnya dengan parfum"guman sean dalam hati.
"lepaskan aku" ucap zarina lantang menghacurkan lamunan sean.
"apa kau pikir semudah itu gadis kecil?"tatapan sean mulai dingin dia kembali ingat dengan tujuan utamnya untuk memaksa zarina mengaku kalau dia lah yg ada dibalik semua masalahnya belakangan ini.
"apa maumu hah?"ucap zarina tanpa basa basi.
"aku ingin kau mengakui bahwa kau lah org yg telah merencanakan penyerangan terhadapku tdi siang"ucap sean dengan nada dingin dan menuduh.
" apa kau gila ha? sejak kapan aku merencanakan penyerangan terhadapmu apa untungnya untukku membuang buang uang hanya untuk nyawamu itu"ucap zarina penuh keberanian dia tidak habis pikir dengan tuduhan sean bagai mana mungkin dia bisa melakukan hal seperti itu,ya walaupun dia memang sangat membenci sean tpi zarina tidak akan tega jika sampai membunuh org memikirkannya saja di tidak pernah.
sean melepas tangan zarina dengan paksa dia mencengkram dagu zarina dengan kuat dan penuh kebencian.
"jangan bepura-pura di hadapanku, aku tau kau adalah gadis yg licik sama seperti ayahmu yg pembunuh itu."tegas sean dengan nada membunuh dan menghina.
zarina menghempaskan tangan sean dengan kasar dari dagunya,dengan nada yg tinggi dia mengatakan.
"apakau pikir aku sepertimu ha?aku memang sangat membecimu tapi aku tidak sepertimu aku tidak akan pernah melakukan hal yg bertentangan dengan prinsipku"zarina pergi meninggalkan sean dengan perasaan penuh kebencian kepada sean.sean hanya tertegun mendengar kata kata zarina,hatinya merasakan hal yg aneh ketika mendengar bahwa zarina sangat membencinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments