12. Pertengkaran

Dean merasakan jantungnya berdetak kencang tak beraturan. Di kamar yang dingin itu dia merasakan peluhnya telah membasahi punggung dan dahinya.

Samar-samar dia melihat Disty menunduk di atas tubuhnya. Dean menggeliat dengan kedua tangannya berada di pinggang wanita itu.

Haruskah malam ini? pikirnya. Jika terjadi sesuatu, apa kata orangtuanya? Dia dibesarkan di sebuah keluarga yang begitu menjunjung tinggi segala norma kebaikan.

Bahkan mamanya, tak pernah membiarkan urusan keluarga mereka sampai ke telinga siapapun. Mama paling khawatir soal itu.

Tapi desakan dalam diri Dean seperti tak tertahankan lagi. Kepalanya berdenyut hebat. Tangan Disty sudah berhasil meloloskan celananya melewati kaki. Sekarang kekasihnya itu mulai membungkuk seraya tangannya menggenggam bagian tubuhnya yang mulai bangkit.

Ah, tak boleh--tak boleh. Ini tak seharusnya terjadi. Dean mengerang pelan saat merasakan sesuatu yang aneh menjalari tubuhnya.

Dean mendorong pelan Disty berkali-kali agar menjauh, tapi wanita itu menahan tangannya yang lemah karena efek alkohol.

"Sayang, udah. Aku nggak bisa" lirih Dean namun Disty tetap melanjutkan aksinya.

Kekasihnya ini memang benar-benar nekad. Dia tak tahu entah apa yang dimasukkan Disty ke dalam minumannya tadi. Dean tak ingin membahas hal itu sekarang.

Dean merasa harus pergi secepatnya dari kamar itu. Dia yakin jika berlama-lama di sana, bagian tubuhnya akan segera bangkit hanya dengan sedikit sentuhan saja.

Masih sedikit terhuyung-huyung Dean memunguti pakaiannya seraya mengingat-ingat apa yang terjadi.

Sudahkah mereka melakukannya? Apakah bagian tubuhnya itu masih malas karena baru saja bertempur habis-habisan bersama Disty?

Jam berapa tadi dia tiba di kamar itu? Kenapa Disty hanya diam saja tak menanyakan apapun padanya?

Dean terus berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi dengannya saat di dalam club tadi. Kenapa sesaat sepertinya dia tak sadarkan diri. Kenapa Disty seperti menyembunyikan sesuatu.

Tak berapa lama kemudian Dean telah berada di dalam Range Rover yang dikemudikan Disty menuju kediamannya di daerah Menteng. Yuni dan pacarnya mengikuti mobil Dean dari belakang.

Sepanjang perjalanan mereka hanya diam satu sama lain. Wajah kekecewaan tergambar jelas di raut kekasihnya itu.

"Kamu turun di luar aja. Gak usah sampai ke dalam. Nanti papa malah nanya aneh-aneh ke aku. Kamu langsung pulang aja Sayang, udah lewat tengah malem. Kasian juga temen kamu," ucap Dean sambil memijit-mijit kepalanya.

"Aku mau masuk, setidaknya aku nganter kamu sampai di halaman Dean. Aku bukan perempuan jalanan yang bisa kamu biarin aja di tepi jalan" sergah Disty yang sakit hati mendengar perkataan Dean.

"Tapi mama-papa ada di rumah Sayang," jawab Dean berbohong.

"Enggak! Mama-papa kamu sedang nggak ada di rumah. Bisa ya kamu bohong ke aku soal itu aja!" teriak Disty seraya menginjak rem di depan gerbang rumah Dean

Rojak menjengukkan kepalanya ke arah luar dan langsung mendorong pagar begitu melihat mobil Dean.

Disty kembali menginjak pedal gas memasuki rumah yang warnanya mirip istana Disney itu.

Dean hanya diam mematung. Sedetik kemudian, karena teringat akan Yuni dan pacarnya yang berada di belakang mereka, Dean menoleh ke luar pagar.

Dia lega karena mobil pacar Yuni telah terparkir di luar menunggu Disty. Dia khawatir malam ini Disty yang dalam keadaan marah, pulang sendirian.

"Kamu kok tau mama-papa lagi nggak di rumah?" tanya Dean yang belum bergerak dari duduknya.

Dia merasa jantungnya semakin berdetak kencang dan peluh semakin membasahi dahinya.

Obat apa yang diminumnya tadi? Apa obat itu diminumnya dengan dosis yang berlebihan?

Dean tak ingin menanyakan hal itu pada Disty. Kekasihnya akan malu dan dia tak mau kehilangan harga dirinya jika mengakui bahwa dia telah merasakan efek obat itu sekarang.

"Kita sudah melakukannya tapi kamu masih bisa bohongin aku soal orangtua kamu yang sedang ada di rumah!" Disty berteriak tertahan dan menangis. Wanita itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Kita udah ngelakuinnya Dis? Udah?" Dean berusaha menyembunyikan kepanikannya. Jantungnya semakin berdebar dan sepertinya bagian tubuhnya itu sudah mulai berdiri sepenuhnya.

Kepalanya terasa semakin pusing berdenyut-denyut. Pandangannya kabur, keringat mengaliri punggungnya. Perutnya mual hebat. Dean menjadi semakin gelisah.

"Kamu pulang sekarang, aku mau istirahat." Dean sempoyongan membuka pintu mobil yang terhenti di sisi kiri rumah.

Garasi mobil mereka terletak di sayap kiri, dan Disty belum pernah ke bagian rumahnya yang manapun. Saat ini Dean hanya ingin sendiri, Disty harus pulang sebelum dia muntah atau kembali pingsan di depan wanita itu.

"Kamu pulang sekarang, hueekk!" sambung Dean meludah ke atas batu alam yang menyelimuti hampir seluruh halaman rumahnya.

Disty ke luar dari mobil setengah berlari kecil mengejar Dean yang sudah berjalan masuk menuju halaman belakang rumahnya.

"Apa kamu percaya dengan semua yang papa kamu bilang? Aku udah baca semua isi pesan pak menteri Hartono. Dan kamu percaya dengan semua hal yang kamu denger gitu aja?" Disty menarik lengan kanan Dean hingga membuat pria itu terhuyung.

"Dis, aku enggak mau bertengkar malam ini. Ini sudah terlalu larut. Satpamku pasti bisa denger kamu teriak-teriak. Tolong aku Dis! Aku mau istirahat sekarang, badanku terasa nggak enak." Dean menyingkirkan tangan Disty dan kembali berjalan masuk.

"Setidaknya aku bisa mengantar kamu ke dalam. Aku akan pulang kalau kamu sudah tidur Dean!" Disty sudah nyaris mengemis kepada Dean.

Dean cuma ingin ke kamarnya sekarang, titik. Sedikit emosi dia berbalik menatap Disty.

"Biarkan aku sendiri malam ini, Dis! Besok kita bicara lagi! Aku mau istirahat. Meski di rumahku nggak ada siapa-siapa aku nggak bisa bawa wanita sembarangan ke sini. Ini rumah orang tuaku. Besok aku hubungi kamu." Dean mengibaskan tangannya.

"Kita udah ngelakuinnya malam ini. Dan kamu memperlakukan aku kayak gini sekarang. Kamu sebenarnya sayang enggak sih sama aku? Apa karena papa kamu ngelarang hubungan kita makanya kamu setengah-setengah gini jalaninnya? Mana wanita pilihan papa kamu? Pembantu itu?? Iya? Dia pembantu yang sering dibanding-bandingkan pak menteri Hartono dengan aku?" Disty menunjuk sesuatu di belakang Dean.

Dean yang sama sekali belum mengecek ponselnya, tak mengerti kenapa Disty bisa mengetahui soal itu.

Perlahan Dean berbalik dan melihat sosok yang ditunjuk oleh Disty. Dalam pandangannya yang buram di bawah cahaya lampu kuning yang hanya tersisa sedikit menerpa wajah mereka, Dean melihat Winarsih berdiri seperti dihipnotis sedang menatap dirinya dan Disty bergantian.

Dalam samar kegelapan, Dean melihat Winarsih memucat karena kembali menyaksikan pertengkaran yang melibatkan dirinya.

Pembantunya itu benar-benar sedang sial malam ini.

To Be Continued.....

Terpopuler

Comments

aryuu

aryuu

bacanya berasa diputar putar harusnya sudah kejadian lain.. diselipin lagi kejadian dan cerita yg sama ... padahal cerita bagus tapi agak pusing bacanya

2025-02-13

1

nan_elok

nan_elok

kesialan yg akan membawa kebahagiaan di kemudian hari

2025-01-12

0

dyul

dyul

Sial yg membawa cinta

2025-01-06

0

lihat semua
Episodes
1 1. Cita-cita Winarsih
2 2. Persiapan
3 3. Perjalanan
4 4. Keluarga
5 5. Pak Hartono
6 6. Dean Danawira Hartono
7 7. Malam Minggu
8 8. Kepergok
9 9. Mendadak Masak
10 10. In The Night Club
11 11. Sorry, Dear
12 12. Pertengkaran
13 13. Maaf ?
14 14. Luka
15 15. Tak Cukup
16 16. Penyesalan
17 17. Ancaman
18 18. Multivitamin
19 19. Larut Malam
20 20. Monas
21 21. Bye, Love.
22 22. Where Are You?
23 23. Kebisuan
24 24. Get Out of My Car
25 25. Ukuran
26 26. Di Dekat Pohon Bambu
27 27. "Saya laper Pak,"
28 28. Pita Kecil Merah Hati
29 29. Eneg?
30 30. Peluk Aku
31 31. Create Memories
32 32. Calon Asisten Pak Hartono
33 33. Pergunjingan
34 34. Tell Him!
35 35. Duduk Persoalan
36 36. Tempat Bersandar
37 37. Pamit
38 38. Pulang
39 39. Di Mana Kamu?
40 40. Desa Beringin
41 41. Murka Ibu
42 42. Tamu Tengah Malam
43 43. Keputusan
44 44. Kebahagiaan Dean
45 45. Pengakuan
46 46. Pria Dengan Beskap
47 47. Dia, Istriku
48 48. Kekhawatiran Dean
49 49. Dia, Suamiku
50 50. Kerepotan Dean
51 51. Teruntuk Utomo
52 52. Berpapasan
53 53. Bu Winar
54 54. Sakit Bu Amalia
55 55. Kau Adalah Sebuah Alasan
56 56. Pengakuan Dean
57 57. Pria Miskin?
58 58. Keresahan Winarsih
59 59. Melepas Dean Pergi
60 60. Pelukan Untuk Ibu
61 61. Stay Away From Me
62 62. Tunggu Aku di Kotamu
63 63. Uang Bu Winar
64 64. Rumah Mertua
65 65. Rumah Hijau
66 66. Galaunya Dean
67 67. Bertemu Reporter Desa
68 68. You Are My Home
69 69. Sepetak Sawah Untuk Winarsih
70 70. Kabar
71 71. Baik-Baik Sayang
72 72. Where Are You (2)
73 73. Naif
74 74. Kebisuan (2)
75 75. I Heart You
76 76. Tamu di Pagi Buta
77 77. Get Out of My House
78 78. Keluarnya Kartu As
79 79. Langkah Selanjutnya
80 80. Dean Sachet
81 81. Peringatan
82 82. Efek Cemburu Dean
83 83. Kram Dini Hari
84 84. Insiden
85 85. Akhir Cinta Disty
86 86. Hei, Love!
87 87. Aku Di Sini
88 88. Cinta Winarsih
89 89. Like a Baby
90 90. Siapa Ara?
91 91. Air Mata Dean
92 92. Buka Jahitan
93 93. Shopping
94 94. Berita
95 95. Ketika Badai Datang
96 96. Titik Balik
97 97. Sandaran Hati
98 98. Hati Seorang Isteri
99 99. Bunga Untuk Winarsih
100 100. Dean Sachet is Coming
101 101. Nama Bayi
102 102. Pillow Talk
103 103. Resah
104 104. Akung dan Uti
105 105. Sidang Putusan
106 106. Wanita Pemilik Saham
107 107. Teman Lama
108 108. Obrolan
109 109. Tatapan Nostalgia
110 110. Salah Tingkah
111 111. Dirja dan Uti
112 112. Oleh-Oleh Dari Kalimantan
113 113. Misi Dean
114 114. Gosip Time
115 115. Kebohongan Kecil
116 116. Titah Bu Amalia
117 117. Rapat Pemegang Saham (1)
118 118. Jatuh Cinta Lagi
119 119. Rapat Pemegang Saham (2)
120 120. Curahan Hati Winarsih
121 121. Usaha Dean
122 122. Hari Pertama
123 123. PDKT
124 124. Curahan Isi Hati
125 125. Anak Dan Ibu
126 126. Berburu
127 127. Efek SPA
128 128. Aku Cinta Mas Dean
129 129. Mesra
130 130. Anggi Nisakara Hartono
131 131. Menatapmu Lekat-Lekat
132 132. Mas Gagah
133 133. Arti Dirimu
134 134. Selamat Ulang Tahun Mas
135 135. Bye Ara
136 136. Makan Malam Paket Lengkap
137 137. Jambi
138 138. Jawa di Jambi
139 139. Rewang
140 140. Panen Bu Sumi
141 141. Acara Sesudah Panen
142 142. Stressnya Dean
143 143. Sungsang
144 144. Kelahiran Kedua
145 145. Ciuman Yuk
146 146. Kejutan Sebelum Pesta
147 147. Untuk Cinta Winarsih
148 148. Raja dan Ratu Sehari
149 149. Paguyuban Winarsih
150 150. EXTRA PART : 2 Tahun Kemudian
151 151. EXTRA PART : Winarsih S.Mb
152 152. GENK DUDA AKUT
153 SPECIAL PART : 1.0
154 SPECIAL PART : 2.0
155 SPECIAL PART : 3.0
156 SPECIAL PART : 4.0
157 SPECIAL PART : 5.0
Episodes

Updated 157 Episodes

1
1. Cita-cita Winarsih
2
2. Persiapan
3
3. Perjalanan
4
4. Keluarga
5
5. Pak Hartono
6
6. Dean Danawira Hartono
7
7. Malam Minggu
8
8. Kepergok
9
9. Mendadak Masak
10
10. In The Night Club
11
11. Sorry, Dear
12
12. Pertengkaran
13
13. Maaf ?
14
14. Luka
15
15. Tak Cukup
16
16. Penyesalan
17
17. Ancaman
18
18. Multivitamin
19
19. Larut Malam
20
20. Monas
21
21. Bye, Love.
22
22. Where Are You?
23
23. Kebisuan
24
24. Get Out of My Car
25
25. Ukuran
26
26. Di Dekat Pohon Bambu
27
27. "Saya laper Pak,"
28
28. Pita Kecil Merah Hati
29
29. Eneg?
30
30. Peluk Aku
31
31. Create Memories
32
32. Calon Asisten Pak Hartono
33
33. Pergunjingan
34
34. Tell Him!
35
35. Duduk Persoalan
36
36. Tempat Bersandar
37
37. Pamit
38
38. Pulang
39
39. Di Mana Kamu?
40
40. Desa Beringin
41
41. Murka Ibu
42
42. Tamu Tengah Malam
43
43. Keputusan
44
44. Kebahagiaan Dean
45
45. Pengakuan
46
46. Pria Dengan Beskap
47
47. Dia, Istriku
48
48. Kekhawatiran Dean
49
49. Dia, Suamiku
50
50. Kerepotan Dean
51
51. Teruntuk Utomo
52
52. Berpapasan
53
53. Bu Winar
54
54. Sakit Bu Amalia
55
55. Kau Adalah Sebuah Alasan
56
56. Pengakuan Dean
57
57. Pria Miskin?
58
58. Keresahan Winarsih
59
59. Melepas Dean Pergi
60
60. Pelukan Untuk Ibu
61
61. Stay Away From Me
62
62. Tunggu Aku di Kotamu
63
63. Uang Bu Winar
64
64. Rumah Mertua
65
65. Rumah Hijau
66
66. Galaunya Dean
67
67. Bertemu Reporter Desa
68
68. You Are My Home
69
69. Sepetak Sawah Untuk Winarsih
70
70. Kabar
71
71. Baik-Baik Sayang
72
72. Where Are You (2)
73
73. Naif
74
74. Kebisuan (2)
75
75. I Heart You
76
76. Tamu di Pagi Buta
77
77. Get Out of My House
78
78. Keluarnya Kartu As
79
79. Langkah Selanjutnya
80
80. Dean Sachet
81
81. Peringatan
82
82. Efek Cemburu Dean
83
83. Kram Dini Hari
84
84. Insiden
85
85. Akhir Cinta Disty
86
86. Hei, Love!
87
87. Aku Di Sini
88
88. Cinta Winarsih
89
89. Like a Baby
90
90. Siapa Ara?
91
91. Air Mata Dean
92
92. Buka Jahitan
93
93. Shopping
94
94. Berita
95
95. Ketika Badai Datang
96
96. Titik Balik
97
97. Sandaran Hati
98
98. Hati Seorang Isteri
99
99. Bunga Untuk Winarsih
100
100. Dean Sachet is Coming
101
101. Nama Bayi
102
102. Pillow Talk
103
103. Resah
104
104. Akung dan Uti
105
105. Sidang Putusan
106
106. Wanita Pemilik Saham
107
107. Teman Lama
108
108. Obrolan
109
109. Tatapan Nostalgia
110
110. Salah Tingkah
111
111. Dirja dan Uti
112
112. Oleh-Oleh Dari Kalimantan
113
113. Misi Dean
114
114. Gosip Time
115
115. Kebohongan Kecil
116
116. Titah Bu Amalia
117
117. Rapat Pemegang Saham (1)
118
118. Jatuh Cinta Lagi
119
119. Rapat Pemegang Saham (2)
120
120. Curahan Hati Winarsih
121
121. Usaha Dean
122
122. Hari Pertama
123
123. PDKT
124
124. Curahan Isi Hati
125
125. Anak Dan Ibu
126
126. Berburu
127
127. Efek SPA
128
128. Aku Cinta Mas Dean
129
129. Mesra
130
130. Anggi Nisakara Hartono
131
131. Menatapmu Lekat-Lekat
132
132. Mas Gagah
133
133. Arti Dirimu
134
134. Selamat Ulang Tahun Mas
135
135. Bye Ara
136
136. Makan Malam Paket Lengkap
137
137. Jambi
138
138. Jawa di Jambi
139
139. Rewang
140
140. Panen Bu Sumi
141
141. Acara Sesudah Panen
142
142. Stressnya Dean
143
143. Sungsang
144
144. Kelahiran Kedua
145
145. Ciuman Yuk
146
146. Kejutan Sebelum Pesta
147
147. Untuk Cinta Winarsih
148
148. Raja dan Ratu Sehari
149
149. Paguyuban Winarsih
150
150. EXTRA PART : 2 Tahun Kemudian
151
151. EXTRA PART : Winarsih S.Mb
152
152. GENK DUDA AKUT
153
SPECIAL PART : 1.0
154
SPECIAL PART : 2.0
155
SPECIAL PART : 3.0
156
SPECIAL PART : 4.0
157
SPECIAL PART : 5.0

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!