...• Normal Pov •...
Clara merupakan salah satu Main Heroine yang menjadi harem dari seorang MC di game [Become The Legends].
Dia memiliki penampilan yang dapat membuat pangeran manapun tertarik dengannya. Dia memiliki rambut dan matanya berwarna emas.
Warna yang sangat jarang tampak di di dunia ini, apalagi warna alami yang emas. Tidak heran dia diminati oleh para pria karena penampilannya itu.
Akan tetapi ibu dari Clara yaitu yang bernama Hanabi telah terbunuh oleh seseorang yang kejam bernama Sieg von Black, seorang lelaki yg memiliki rambut hitam dan mata kejam warna merah darah.
Pada saat itu, Clara bersama Hanabi berusaha sekuat mungkin melarikan diri dari Sieg itu tuk menyelamatkan diri mereka.
Namun nasib Clara mereka sungguh malang, ibunya berhasil dibunuh oleh Sieg dan hanya menyisakan Clara sendiri yang berhasil selama dari kejaran Sieg von Black.
Dan sejak itu pula, Clara bersumpah akan membunuh Sieg von Black itu dengan kedua tangannya.
...••••••••••••••...
Di atas Itu adalah cerita singkat itu di dalam game yang aslinya.
Masa lalu Clara atau alur ceritanya harusnya akan berjalan seperti itu, akan tetapi Sieg yang sekarang ini bukanlah Sieg von Black yang asli sesuai cerita.
Akibatnya, Sieg yang saat ini pun tak akan bisa bertemu dengan Clara dan Hanabi karena dia berada di toko teh itu bersama ketiga pelayannya.
Namun meskipun begitu, Sieg sudah memiliki rencana lain, rencana yang membuatnya akan bertemu dengan Clara dan Hanabi secara kebetulan atau tanpa sengaja.
Dalam cerita aslinya, awal pertemuan Sieg dengan Clara dan Hanabi terjadi, itu dimulai dari Hanabi tanpa sengaja menabrak Sieg yang membuat Sieg kesal lalu Sieg pun membunuhnya.
Dan rencananya berjalan sukses. Dari teriakan seorang gadis tadi membuat Sieg merasa yakin bahwa rencananya berjalan sesuai yang dia pikirkan.
Dan pertama-tama yang Sieg lakukan sebelum ke lokasi tersebut adalah dia harus menyendiri dulu. Maka dari itu, dia memerintahkan ketiga pelayan yg mengawal dirinya tadi pergi mencari sumber suara tadi.
Setelah memerintahkan mereka, barulah dia bergerak dan dirinya harus menemukan Clara terlebih dahulu sebelum tiga pelayan itu menemukannya.
Jadi Sieg langsung menggunakan
...•••••••••••••...
Sosok anak yang berambut putih salju dan mata biru safir itu sontak menarik perhatian orang-orang tatkala dia tiba
Sieg berjalan mendekati pusat kota dan dia melihat pemandangan yang membuatnya mengeryit.
Dua orang yg kelihatannya adalah Ibu dan anak terlihat sedang bersujud di hadapan seorang anak yang kelihatan kira-kira seumuran dengan Sieg.
Anak yang seumuran Sieg itu memakai pakaian yang terkesan mewah dan dari pakaian itu dapat ditebak kalau anak itu juga merupakan seorang anak bangsawan seperti Sieg.
Anak itu tidak sendirian, ia membawa beberapa prajurit yang sepeetinya aralah pengawal pribadinya.
Warga-warga sekitar merasa kasihan pada ibu dan anak perempuan itu karena telah berhadapan dengan seorang anak bangsawan.
Namun sedangkan Sieg sendiri. Dia benar-benar merasa tak senang akan para warga ini.
Yang mereka lakukan menonton dan sama sekali tidak punya niatan untuk membantu Clara dan Hanabi itu.
Tsk, meskipun aku mengerti alasan mereka tidak membantunya, namun tetap saja aku kesal dengan orang-orang ini
Sieg lalu memperhatikan penampilan Clara dan Hanabo itu. Wajah mereka serupa dan jika penampilan Hanabi lebih muda, dia akan disalahpahami sebagai kakak perempuan Clara.
Rambut dan mata sepasang ibu dan anak itu sama-sama berwarna emas.
Meski Sieg memang sudah menduga ini atau termasuk rencananya, tetapi tetap saja pemandangan ini hal yang membuatnya merasa tak nyaman yg lahir di zaman modern.
Jauh di dalam lubuk hatinya. Dia ingin sekali membunuh dan menyiksa anak bangsawan itu.
Ya, Ini adalah alur cerita lain yg akan terjadi kalau seandai Sieg tidak akan membunuh atau bertemu Hanabi dan Clara.
[Become The Legends] menampilkan adegam atau menceritakan ada anak bangsawan yng mengunjungi kota ini karena hendak bersenang-senang dan waktu dia bersenang-senang dia tidak sengaja terpesona dengan kecantikan Clara dan ingin memilikinya.
Tapi sayang sekali pada saat itu Clara dan Hanabi berhadapan dengan anak seorang bangsawan duke yng tak lain adalah Sieg von Black sendiri dan hal itu membuat anak bangsawan itu pun mengurungkan niatnya untuk memiliki Clara.
Namun sekarang itu tidak terjadi.
Karena Sieg von Black yang sekarang bukan yang aslinya, pertemuan awal antara Sieg dengan Clara menjadi tak terjadi dan justru menjadi pertemuan awal antara anak bangsawan sialan itu dengan Clara.
Dan kini, sesuai yang Sieg perkirakan. anak bangsawan itu telah meminta Clara itu untuk menjadi gadisnya.
「 Kau harus menjadi Gadisku!! 」
「 Tidak mau! Aku tidak mau menjadi gadismu! 」
「 To–tolong bebaskan Putriku ... 」
「 Ha?!! Mana mungkin aku akan melakukannya! Hei, aku adalah bangsawan sedangkan kau adalah rakyat jelata. Maka sudah sepantasnya kau menuruti perintahku!! 」
「 Tidak mau! Aku tidak mau! Tolong aku!! 」
Clara meminta tolong pada para warga yang ada di dekat sini. Tapi sayangnya, mereka mengabaikannya dan masih menonton dari kejauhan membuat hati Clara terasa hancur.
Dia juga tidak dapat meminta ibunya karena Ibunya sendiri saat ini ditahan oleh para pengawal membuat ibunya tak mampu bergerak.
Rasanya sungguh menyakitkan, tentu saja menyakitkan bagi Clara padahal Ibunya berkata semua bangsawan itu baik tapi realita tidak selalunya benar.
Semua yang dikatakan oleh ibunya langsung berubah setelah dia melihat seperti apa kepribadian asli bangsawan itu dengan matanya sendiri.
Kenapa? Kenapa mereka tidak membantu kami?! Padahal selama ini kami telah memberikan mereka bantuan! Tapi kenapa?! Kenapa justru ini balasan yang kami dapatkan?!
Clara berusaha melawan tetapi apa daya dia masih seorang gadis kecil yang bahkan tidak punya keberanian untuk membunuh seekor kelinci.
Jadi melawan tak ada gunanya, Clara mulai pasrah karena mustahil baginya untuk lari dari sini lagi dan jika dia lari pun, bagaimana dengan Ibunya? Tak mungkin dia sanggup meninggalkan Ibunya sendirian.
Namun ... saat dia mulai ingin merasa pasrah dan putus asa suhu di sekitar nya mulai menurun dan menyebabkan aura di sekitar mereka terasa dingin dan sejuk seperti es.
Tubuh Clara langsung menggigil tak karuan. Tidak hanya dirinya, tetapi orang-orang lain juga merasa kedinginan dan menggigil. Hal ini membuat orang-orang bertanya-tanya dan bingung kenapa suhu tiba-tiba menurun.
Namun semua perhatian orang-orang langsung teralihkan karena sebuah suara dingin dan tenang terdengar jelas di telinga mereka.
「 .... Menjijikkan. Mengapa pak tua itu membiarkan sampah seperti kalian tinggal dan hidup di sini? 」
Terlihat anak yang berusia puluhan tahun berjalan dengan tenang ke arah prajurit yang kini menahan Hamabi.
Penampilannya begitu mempesona dan menawan di mata mereka karena menurut mereka, penampilan anak itu sangat jarang atau bahkan mungkin ini pertama kalinya mereka melihat penampilan seperti itu.
Rambut putih salju, mata biru safir, syal putih yang dililit di lehernya serta yang paling menarik perhatian adalah tubuhnya yang begitu pucat.
Lalu bagaimana dengan wajahnya? Tak perlu ditanyakan lagi. Dia sangat tampan bercampurkan imut karena umurnya yang masih sepuluh tahun. Namun tidak dapat dipungkiri jika di masa depan ia akan menjadi seorang pemuda yang tampan. Hanya tinggal menunggu waktu berlalu saja, maka hal itu akan terjadi.
Anak Itu, Sieg berjalan tenang. Tapi biarpun dikatakan tenang, matanya menunjukkan sinae yang bahaya.
「 Oi bajingan.」
Sieg memanggil salah satu prajurit yang menahan Hamabi dan dia juga masih terdiam akibat masih terkejut dengan penampilan Sieg dan berkat nada suara dingin Sieg, dia berhasil disadarkan kembali.
「 A–apa? 」
「 Lepaskan Ibu itu atau ...」
Dari nadanya, sudah jelas dia seakan memberikan ancaman pada Prajurit itu namun prajurit itu tak bergeming. Bukan karena dia tak mau menjawab nya tapi... saat ini dia merasa tercekik oleh aura dingin yng dikeluarkan oleh Sieg.
Saat ini Sieg tanpa dirinya sadari, dia mengeluarkan aura yang begitu dingin dari tubuhnya sehingga semua orang semakin menggigil dan kedinginan.
「 Apakah kau tuli bajingan? Ku bilang, lepaskan wanita itu. 」
「 I–tu ... 」
Prajurit itu ragu-ragu karena bingung saat ini dan pikirannya berputar-putar dari tadi. Apa dia mengikuti kata-kata Sieg atau dia melanggar perintah dari seorang anak bangsawan?
Di salah satu pilihan itu. Memilih satu saja akan menyebabkan kematian pada dirinya.
Prajurit itu menatap ke arah tuannya saat ini yaitu anak bangsawan yang peringkat Viscount seolah-olah ingin meminta kepastian.
Dan tentunya anak bangsawan itu menyadarinya, akan tetapi dia tak dapat bergerak maupun berbicara saat ini karena dia sangat ketakutan dengan aura Sieg.
「 Bajingan. Aku sudah memintamu baik-baik, tetapi kau justru tidak menerimanya. 」
Sieg sudah sangat tak bisa menahan nya lagi dan sia langsung memegang pergelangan tangan prajurit itu yang membuatnyq menjerit kesakitan.
「 AKKHHHH!!! 」
Teriakan kesakitan itu pun membuat semua orang terkejut kembali. Apa yang terjadi? Tidak mungkin seorang prajurit merasa kesakitan hanya karena disentuh oleh anak berumur sepuluh tahun, kan?
Tapi Begitulah faktanya. Yang mereka tidak ketahui adalah tubuh Sieg telah menjadi sangat dingin karena efek samping dari [Job: Ice Monarch]-nya, begitu dingin sampai setiap apa yang dia sentuh akan mengalami beku secara perlahan.
Jika mereka sangat lemah, maka tubuhnya akan berubah senjata yang akan membekukan secara perlahan oleh mereka yang dia anggap "musuh".
Lalu tubuh sang prajurit yang itu pun perlahan membeku setelah disentuh oleh Sieg.
Prajurit itu menjadi patung manusia es yang seolah dipahat oleh manusia sebelum menunjukkan tanda-tanda retakan
*Krakk* *Tass!*
Kemudian patung manusia es itu hancur menjadi serpihan-serpihan beku. Tidak ada darah yang mengalir karena bahkan air darah sudah membeku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Sufiani Rumatora
hmmm visualnya gojo aja cuy versi aroganya
2024-02-15
2
adhita
cok
op!!
cok!!!
2023-01-30
1
Ahmad Ahmad
oyakodon
2022-09-24
0