Dikantor Roosevelt, Rezza mendapat informasi pengeluaran uang dari rekening Bara, dia tidak heran awalnya tapi jumlah uang yang dikeluarkan direkening Bara membuatnya sedikit heran.
Rezza tidak berani bertanya tapi rasa penasaran itu membuatnya lidahnya gatal apa saja yang dibeli oleh Bara.
Ceklek
"Permisi tuan maaf saya bertanya masalah pribadi."
"Katakan." Bara menghentikan tangannya bermain diatas keyboard untuk mendengar Rezza.
"Mm anda mengeluarkan banyak uang untuk apa tuan?" Tanya Rezza.
"Aku tidak membeli apapun." Jawab Bara.
"Lalu ini?"
Reza menyodorkan struk pembayaran yang ada di ponselnya.
"999.999.999"
"Kurang satu rupiah satu milyar tuan." Ucap Rezza.
"Fiona." Bara baru ingat dia memberikan kartu pada gadis itu pagi tadi.
Bara melihat jam tangannya lalu mengingat jam berapa dia pergi dari rumah.
"Dia bisa menghabiskan satu milyar kurang satu rupiah dalam waktu satu jam kurang." Gumam Bara.
"Nona Fiona?" Tanya Rezza.
Selain heran membiarkan Fiona tinggal dirumahnya, Bara juga memberikan apa saja untuk gadis itu. Rezza bingung apakah Bara ini ingin menjadikan Fiona korban atau ratu.
"Aku ingin filmnya dirilis satu bulan lagi, beritahu Liora untuk tidak banyak tingkah dialokasi shooting atau dia akan diganti dengan pemain lain." Ucap Bara mengalihkan pembicaraan.
"Baik tuan."
"Bacakan jadwal ku."
"Bertemu dengan seluruh pemeran film tuan, mereka sudah menunggu diruang meeting."
"Bisa di skip untuk yang satu ini?"
"Mm" Rezza menggaruk kepalanya dengan permintaan yang satu ini.
"Saya sudah menyuruh mereka menunggu disana tuan."
"Baiklah majukan jadwal meeting dengan klien diruangan itu 30 menit lagi agar mereka segera pergi."
"Anda menghindari Liora tuan?"
"Tidak."
"Baiklah."
Rezza keluar dari ruangan Bara untuk memberikan instruksi pada para pemain bahwa bos-nya akan segera datang.
Sementara Bara masih melihat struk pembayaran yang ia copy dari ponsel Rezza, dia tidak heran melihat jumlahnya tapi ia heran gadis seperti Fiona bisa menghabiskan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.
Bara memutuskan untuk mengirim pesan pada Fiona, dia penasaran apa saja yang dibeli sampai uang sebanyak itu habis dalam setengah jam.
Kau dimana? ~Bara
Siapa? ~ Fiona
Bara, kau dimana ~ Bara
Fiona tidak membalas pesan setelah mengetahui Bara yang menghubungi nya, entah pria itu mendapat nomor Fiona darimana.
Bara mencoba menelepon Fiona dan ternyata nomornya telah di blokir.
"Gadis aneh!" Bara membuang ponselnya sembarangan lalu keluar menemui para pemain film.
Sampai didepan ruang meeting Bara masuk kedalam dan duduk ditengah tengah.
"Selamat datang semuanya senang bertemu dengan kalian." Ucap Bara dengan senyum ramahnya.
"Kami juga senang bertemu dengan anda tuan Bara." Ucap Liora.
Bara membalas senyuman manis Liora secukupnya, topeng pria itu sangat sempurna bahkan tidak akan ada yang tau dirinya seorang pria gila.
"Bagaimana shooting nya lancar?" Tanya Bara basa basi.
"Lancar tuan kami sudah menyiapkan diri untuk adegan selanjutnya." Jawab Liora.
"Baguslah. Rain kau sudah bisa melompat dari gedung?" Tanya Bara dengan jelas menyebut nama pemain agar Liora diam.
"Sudah tuan tapi saya masih menggunakan tali pengaman."
"Tidak masalah editor Roosevelt tidak perlu kau ragukan intinya mimik wajah mu mendukung dan jangan takut."
"Baik tuan."
"Tuan kantor Roosevelt sangat besar kami bangga bisa bekerjasama dengan perusahaan ini."
"Tentu saja." Kata Bara sembari tersenyum.
"Tuan maaf kami lancang, apa boleh kami berkunjung kekantor Roosevelt suatu saat nanti?" Tanya Liora.
Bara hanya menanggapi dengan senyuman manis menjawab pertanyaan Liora, Rezza sudah takut sendiri mendengar pertanyaan Liora seperti itu apalagi dia hanya artis.
Mereka melanjutkan perbincangan perbincangan yang menurut Bara tidak terlalu penting, mereka banyak menanyakan adegan dimana mereka harus berbuat ganas pada temannya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
imblue E
blanaja 1m kurang 1 rupiah?
2022-09-22
0
lilies susanto
jiwa miskin ku meraung Fiona 😭
2022-08-26
0
Siti Aisyah
klo di film kan seperti nya sangat mengerikan cerita ini...sangat sadis
2022-08-26
0