"Rezza minta data data mahasiswi yang ada dikelas Liliana."
"Baik."
Rezza bekerja sembari menyetir, hal ini sudah biasa ia lakukan karena sejatinya sifat seorang Elbara akan kembali seperti biasa jika bersama Rezza.
"Ini tuan."
Bara mengambil ponsel dari belakang lalu memeriksa satu persatu data gadis yang ada didalam kelas Liliana.
"Ella Fitzgerald."
"Bukankah gadis ini putri dari aktris senior?" Tanya Bara.
"Aku belum menyelidiki nya tuan."
Bara mengangkat bahu lalu memeriksa data mahasiswi lainnya hingga terlihatlah gambar dari seorang Fiona.
"Fiona Delvina."
"Aku melihat sesuatu yang berbeda dari gadis ini, Rezza kau tau apa tugas mu bukan?"
"Baik tuan aku mengerti."
Rezza menghubungi orang orang suruhannya untuk mengintai Fiona dari jauh. Sementara mereka sendiri mengintai dari belakang.
Sekitar satu jam berlalu Fiona dan Ella keluar dari kampus namun kali ini Fiona memilih naik bus agar tidak merepotkan Ella.
"Kau yakin? Aku akan mengantarmu ke apartemen." Kata Ella.
"Aku yakin lagipula aku tidak langsung pulang, aku harus pergi ke suatu tempat."
"Baiklah terserah kau saja, aku pulang ya jangan menyesal dan hubungi aku jika kau sudah sampai."
Fiona tersenyum sembari memberikan jempolnya untuk Ella. Setelah mobil sahabatnya menghilang Fiona berjalan dari trotoar sembari menghirup udara segar.
Mengingat kematian Liliana membuatnya merasa sangat puas hingga senyumnya mengembang lebar.
Tin..tin..tin
Fiona menghela nafas panjang sembari memutar tubuhnya, gadis itu bersiap memarahi Ella yang mengikutinya dari belakang.
"Ella sudah kukatakan..."
Fiona mematung satu detik melihat pria dengan tubuh tinggi dan kekar sedang berjalan kearahnya.
"Ada yang bisa kubantu?" Tanya Fiona dengan wajah datarnya.
"Silahkan ikut kami nona."
"Kalian siapa?"
"Anda tidak perlu tau siapa kami, tugas kami hanya membawa anda."
Fiona melihat sekeliling lalu mengangkat bahu dan masuk kedalam mobil dengan santai.
"Apa ada yang salah dengan nona ini tuan?" Tanya Rezza dari kejauhan.
"Ada sesuatu yang menarik darinya." Jawab Bara menatap Fiona yang masuk kedalam mobil.
Beberapa detik selanjutnya mobil dijalankan menuju kediaman Bara, rumah yang bukan hanya sekedar mewah namun besarnya seratus kali lipat dengan apartemen Fiona yang sudah dikatakan diatas standar.
Bugh!!
"Silahkan nona."
Fiona mengira akan dibawa kerumah Liliana karena ada yang mengetahui ulahnya tapi ternyata tidak, dia dibawa kerumah seperti ini.
"Kurasa aku tidak memiliki urusan dengan kalian." Ucap Fiona.
"Tapi aku yang memiliki urusan dengan mu." Saut Bara setelah keluar dari mobilnya.
Fiona melihat kesamping dan wajah pria dirumah Liliana tadi kembali ia lihat sekarang.
"Silahkan nona."
Fiona mengikuti arahan Rezza untuk masuk kedalam rumah tersebut, didalam rumah itu pun terlihat seperti istana megah dan mewah tidak heran Liliana dijodohkan dengan pria sekaya ini pikir Fiona.
Perkiraan Fiona salah, ia berpikir akan diajak berbicara diruang tamu atau tempat lainnya, Rezza membuka pintu rahasia dibelakang dapur lalu membawa gadis itu masuk kedalam sebuah ruangan dengan nuansa hitam seluruhnya.
Bara duduk dikursi lalu menyuruh pengawal dan Rezza keluar dari tempat itu.
"Selamat siang menjelang sore nona Fiona Delvina apa kabar?" Sapa Bara.
"Kau siapa?" Tanya Fiona.
"Calon tunangan Liliana." Jawab Bara datar.
"Ahh tuan Bara? Ya aku baru mendengar itu tadi maaf tidak mengenalimu." Ucap Fiona tersenyum tipis.
"Sayang sekali calon tunangan ku tewas ditangannya sendiri."
Bara mendekati Fiona dengan seringainya, Fiona tetap pandai menyembunyikan jati dirinya.
"Tapi aku ragu jika dia bunuh diri, Liliana sangat mencintaiku jadi dia tidak mungkin melakukan itu dengan tangannya sendiri kecuali..."
Deru nafas Bara menyapu telinga Fiona hingga membuat gadis itu membuat respon.
"Kenapa kau membicarakan masalah ini padaku bukan melaporkannya pada polisi." Kata Fiona.
"Tuan Albert memiliki banyak kasus penjualan narkoba secara ilegal, dia tidak mungkin melaporkan masalah ini hanya untuk mengusut kematian putrinya."
"Lalu apa hubungannya dengan ku?"
Lagi lagi seringai licik Bara terlihat disela sela cahaya redup lampu ruangan tersebut
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
imblue E
secepat itu tahu ada yg beda? ok pantau terus lah tor
2022-09-22
1
Oi Min
Tor salfok ma kata2 BUGH mu dech.... Biasanya itu fi gunakan utk menunjukkan seperti pukulan
2021-05-28
15
irtaza
ko crpet ke deteksi si kan jd ga elegan
2021-04-27
5