Dari luar seorang yang telah ditunggu datang, seseorang yang sangat amat langka kehadirannya dalam sebuah acara, inipun dia diminta datang karena calon tunangannya tewas tanpa sebab.
Saat keluar dari mobil pria itu juga menggunakan pakaian serba hitam untuk menghargai pihak keluarga. Dia adalah Elbara Cesar Roosevelt, pria yang semula akan menjadi tunangannya.
"Silahkan tuan."
Rezza sebagai asistennya membukakan pintu mobil.
"Anda datang tuan Bara? Syukurlah luka di hati kami sedikit terobati karena telah kehilangan putri semata wayang kami." Ucap tuan Albert.
"Saya ikut berduka cita tuan Albert." Kata Bara.
"Terimakasih tuan silahkan masuk kedalam, anda bisa melihat putri kami untuk terakhir kali."
Bara mengangguk lalu masuk kedalam rumah, banyak aktor aktor yang ikut melayat karena Liliana merupakan anak produser film.
Sampai di dalam Bara hanya melihat dari belakang, dia tidak ingin mengganggu keluarga mantan calon tunangannya.
"Putri kami tidak berpikir panjang tuan, dia menembak dirinya diatas jurang kami sangat terpukul melihatnya."
"Bisa aku melihat calon tunangan ku untuk terakhir kali?" Tanya Bara.
"Tentu saja tuan."
Tuan Albert mengajak Bara mendekat lalu membukakan kain putih yang ada diatas tubuh Liliana.
Bara memperhatikan sedikit detail dibelakang leher gadis itu ada memar begitu juga dengan tangannya, Bara menutup kain putih tersebut lalu menatap satu persatu pelayat.
Tatapan Bara menyapu seluruh ruangan hingga berhenti disatu arah.
"Dia siapa?" Tanya Fiona.
"Astaga kau benar benar tidak tau?"
Fiona menggelengkan kepala karena memang dia tidak tau siapa orang yang sedang menatapnya ini.
"Dia calon tunangan Liliana, dia CEO dari Roosevelt Group dimana perusahaan itu menggeluti bidang perfilman,banyak aktor yang debut dan sukses dari agensinya." Tutur Ella.
Fiona mendengar sambil membalas tatapan Bara hingga pria itu yang mengalihkan pandangannya terlebih dahulu.
"Ella kita ada jam kuliah satu jam lagi kau tidak ingin pergi?"
"Ya kita harus pergi karena kita sedang ujian dan itu tidak bisa ditunda." Jawab Ella.
Fiona mengangguk lalu keluar dari rumah duka, tatapan Bara sama sekali tidak menakutkan baginya karena tatapan seperti sudah sangat sering ia dapatkan dari korban korban yang ia bunuh.
Sementara didalam Bara dan Rezza menjauh dari kerumunan, ada sesuatu yang menarik perhatiannya sedari tadi tapi sekarang sesuatu itu menghilang.
"Rezza siapa gadis yang tadi?" Tanya Bara.
"Gadis yang mana tuan, ada banyak gadis disana." Jawab Rezza.
"Gadis yang menggunakan pakaian hitam."
"Semuanya menggunakan pakaian hitam."
Bara menahan kekesalannya untuk sementara, bagaimana ia bisa mendeskripsikan gadis yang tadi.
"Begini saja, teman Liliana yang datang melayat hanya teman satu kampusnya?"
"99% begitu tuan karena teman teman SMA nona Liliana sekolah diluar negeri."
"Baiklah cari alasan agar aku bisa kembali tanpa mengantar gadis itu ketempat peristirahatan terakhirnya."
"Baik tuan."
Rezza menjauh sembari memikirkan alasan agar tuannya bisa pergi dari acara membosankan itu.
"Permisi tuan Albert kami harus kembali karena ada tamu dari luar."
"Baiklah dimana Bara?"
"Tuan Bara sudah berada didalam mobil."
"Begitu rupanya baiklah terimakasih banyak atas kunjungannya sampaikan salam ku pada Bara."
Rezza mengangguk dengan senyum tipisnya lalu keluar dan masuk kedalam mobil.
"Pergi ke kampus Liliana."
"Baik tuan."
Rezza melajukan mobilnya menuju kampus, diperjalanan Bara tidak bisa menghilangkan bayangan dari tatapan gadis yang ia lihat tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
monic
Bara ada felling tuh sm fiona...dan curiga pasti
2022-09-10
1
Ayu Rezeki
psikopat 😭😭
2022-08-27
1
Rita Eny
nah loh!!
2022-01-29
1