16.Dasar adik matre.

"Danis, jika gadis itu tahu tentang jati diri kamu yang sebenarnya bagaimana?" Tanya Dafa dengan nada serius.

Danis terdiam, tiba-tiba Anin dan Aqila datang.

"Kalian sedang membicarakan jati diri siapa?" Cetus Anin tiba-tiba.

"Aninnn..." Danis terkejut, dan langsung bangun dari tempat duduknya.

"Emm jati diri....." Kata-kata Danis terpotong.

"Kita sedang membicarakan sebuah flim yang sedang menyembunyikan jati dirinya pada seorang gadis." Sambung Dafa yang diiringi dengan senyum.

Hampir saja jati diri Danis terbongkar, jika Anin sampai tahu semuanya ntah apa yang akan terjadi?

Aqila ternganga tidak percaya.

"Tumben sekali mereka membicarakan tentang flim, biasanya kan kalau nonton saja males." Gumam Aqila dalam hatinya.

Danis manatap kesal Dafa, ia rasanya ingin mejotos pipi mulus Dafa.

"Sial gara-gara kamu hampir saja jati diriku yang sebenarnya hampir saja terbongkar." Gerutu Danis dalam hatinya.

Danis yang awalnya tidak mau menjadi laki-laki miskin, sekarang ia malah tidak ingin jati dirinya yang sebenarnya terbongkar. Karena gadis yang ia taksir tidak tertarik dengan laki-laki kaya, ntah apa alasan gadis itu?

"Sudahlah Anin, kamu makan dulu ya!" Danis beranjak dari tempat duduknya, lalu menarikan kursi untuk Anin duduk, Anin duduk di kursi yang Danis tarik tadi.

Danis membukakan makanan untuk Anin, membuat Anin merasa sangat diistimewakan.

"Apa dia sedang memperhatikanku?" Batin Anin dalam hatinya, tanpa sadar tatapan Anin pada Danis itu penuh dengan arti.

"Makanlah yang banyak, jangan sampai pingsan lagi. Kamu tahu badanmu sangat berat sekali," Danis mengoceh pada Anin, tapi Anin hanya diam saja sambil menikmati makanannya.

"Beratan mana sama cobaan hidup?" Cetus Dafa, yang langsung dilirik tajam oleh Danis.

"Cobaan hidupmu yang berat, cepat kamu habiskan makanmu lalu segera ajak Aqila pulang!" Danis tersenyum malas pada Dafa.

"Aku males menyetir, aku mau menginap saja disini." Jawab Dafa sambil terus menikmati makanannya.

"Lalu aku bagaimana?" Tanya Aqila dengan begitu polosnya.

"Kalau kamu mau, kamu bisa tidur bersamaku di kamarku." Jawab Anin sambil menatap Aqila sambil tersenyum.

"Apakah boleh Kak Danis?" Tanya Aqila.

"Qila, kamu pulang nanti Tante Alya dan Om Panji pasti akan kawatir kalau kamu menginap dirumah Kakak." Danis melihat adiknya dengan tatapan penuh kasih sayang.

"Tunggu, aku mau menelpon mama dulu." Aqila mengeluarkan ponselnya dari tasnya lalu menelpon mamanya.

Aqila menelpon mamanya.

"Mama...." teriak Alya dengan cempreng.

"Aish Aqila, kamu bisa membuat gendang telinga orang lain pecah." Danis menutup telinganya dengan tangannya, iyalah Danis pasti menutup telinganya karena Aqila menelpon mamanya tepat disamping Danis duduk.

"Mama, aku menginap dirumah Kak Danis, ini Kak Danis mau bicara dengan mama." Aqila langsung memberikan ponselnya pada Danis.

Danis menerima ponsel dari tangan Aqila, lalu menaruhnya telat ditelinganya.

"Hallo tante," sapa Danis dengan sopan.

"Danis, apa Aqila sungguh mau menginap dirumahmu? Oh iya kata Kak Risa kamu sedang dihukum, lalu kamu tidur dimana?" Tanya Alya.

"Sebentar ya, aku ke depan dulu." Danis berjalan menuju ke depan rumah.

Danis sudah berdiri di taman depan rumahnya.

"Iya tante, Danis sedang dihukum sama mama dan papa dan ini Danis tinggal dirumah susun, terus Aqila mau menginap dirumahku tan. Apa tante mengizinkannya?" Jawab Danis.

"Boleh nak, kamu jaga adikmu baik-baik! Oh iya kalau kamu butuh uang telpon tante saja, nanti tante suruh Aqila mengantarkannya." Jawab Alya.

"Siap tante."Jawab Danis dengan semangat.

"Tante Alya adalah yang terbaik." Batin Danis dalam hatinya.

Alya sangat menyayangi Danis, waktu mendengar cerita dari Risa kalau Danis sedang dihukum oleh papanya. Alya merasa sedih tapi ya mau bagaimana lagi mungkin Kakaknya melakukan ini untuk anaknya demi kebaikan anaknya.

Alya mematikan saluran teleponnya, tiba-tiba Panji datang dan memeluknya dari belakang.

"Kamu habis telpon siapa?" Tanya Panji disela-sela pelukannya.

"Ini Aqila yang menelpon, katanya mau menginap dirumahnya Danis." Jawab Alya dengan nada lembut.

"Bukankah Danis sedang dihukum oleh Kak Denis?" Tanya Panji.

"Iya, sudahlah biarkan saja. Tahu sendirikan anakmu itu kalau bilang mau menginap di rumah kakaknya ya tidak bisa dilarang." Jawab Alya, yang masih menikmati pelukan dari suaminya.

Aqila dan Danis memang sangat dekat dari kecil, apalagi dua tahun Aqila tinggal diluar negeri jadi waktu pulang ke kota halamannya Aqila langsung ingin bertemu dengan Danis karena sangat merindukan, kakaknya itu.

Panji meniup-niup telinga Alya, sesekali ia menggigitnya membuat Alya merasa geli.

"Kamu mau apa suamiku?" Tanya Alya yang berusaha melepaskan pelukannya dari sang suami, tapi Panji tidak membiarkan istrinya terlepas dari pelukannya.

"Anak kita sedang tidak dirumah, dan kita hanya berdua saja. Apa salahnya jika kita bermesraan istriku?" Bisik Panji, dan langsung mengangkat tubuh Alya membawa ke dalam kamar.

Alya terus meronta-ronta meminta dilepaskan tapi Panji, tidak mau melepaskan istrinya sesampainya dikamar akhirnya mereka masuk ke dalam selimut memadukan cinta mereka di dalam sana.

.

.

Malam semakin larut, setelah selesai makan Anin berpamitan pulang kepada Danis dan ia juga mengajak Aqila untuk tidur dirumahnya.

"Anin, sebentar aku mau bicara dengan Aqila dulu." Danis menarik tangan Aqila, ia membawa Aqila agak jauh dari tempat Anin dan Dafa sedang berdiri.

Aqila menatap sang kakak dengan tatapan bingung, ia hendak bicara sesuatu tapi dengan cepat Danis menutup bibir mungil Aqila dengan jari telunjuknya.

"Hush!!"

"Ada apasih kak?" Tanya Aqila dengan kesal.

"Qila, ingat ya jangan pernah ceritakan tentang siapa kakak yang sebenarnya pada Kak Anin! Kamu harus jaga mulutmu baik-baik ya." Danis menatap Aqila dengan tatapan serius, Aqila tersenyum penuh makna membuat Danis mengerti maksudnya.

"Kamu minta apa katakan?" Tanya Danis dengan sorot mata lembut.

"Tas keluaran terbaru kak." Jawab Aqila.

Danis hanya menganggukkan kepalanya, karena memang ia tidak pernah bisa menolak apa yang adiknya mau.

"Aish, kakaknya lagi susah saja masih matre." Danis geleng-geleng kepala dalam hati.

"Baiklah." Jawab Danis.

"Tenang saja ada Dafa, yang penting rahasiaku aman." Danis tertawa dalam hatinya.

Setelah selesai dengan obrolan mereka, Danis mengajak Aqila kembali pada Anin dan Dafa.

"Anin, aku titip adikku ya. Oh iya dia suaranya cempreng kalau tidur juga suka ngorok." Kata Danis, yang membuat Anin tersenyum manis.

"Aish senyumanmu, bisa membuat hatiku meleleh." Hati Danis meronta-ronta melihat senyum manis Anin.

"Iya tidak apa-apa." Anin tersenyum manis lagi, membuat Danis jadi pingin gigit bibir mungil Anin.

Dafa dari tadi hanya diam saja, karena ia sudah sangat mengantuk.

Anin berjalan keluar dari rumah Danis dan diikuti oleh Aqila dibelakangnya.

"Kenapa kamu tidak mau memberitahukan jati dirimu yang sebenarnya? Bukankah jika gadis itu tahu kamu adalah pewaris kekayaan dari keluarga Kusuma, pasti gadis itu akan senang." Tanya Dafa, yang langsung ditatap garang oleh Danis.

"Anin itu beda dari gadis-gadis lain." Jawab Danis, ia merangkul bahu Dafa dan mengajak Dafa masuk ke dalam kamar.

Sesampainya dikamar, Dafa hanya diam saja.

"Seorang Danis yang hobby menghambur-hamburkan uang dia bisa juga bertahan hidup ditempat seperti ini, apalagi dia juga sekarang kerja sebagai pelayan cafe sungguh sebuah keajaiban." Batin Dafa dalam hatinya.

"Danis, kamu bilang Anin beda dari gadis-gadis yang lain. Memang apa bedanya?" Tanya Dafa ingin tahu.

"Bedanya dia tidak tertarik dengan laki-laki kaya." Jawab Danis.

"Sungguh?"

BERSAMBUNG 🙏

Terimakasih para pembaca setia 😊

Terpopuler

Comments

Istrinya baekhyun

Istrinya baekhyun

Anak denis sama risa cuman 1 aja?

2021-08-09

0

Intan Puspasari Sari

Intan Puspasari Sari

semangaaaaaat niiis

2021-08-01

0

Qiza Khumaeroh

Qiza Khumaeroh

semkin menarik,,,

2021-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 1.Danis Putra Kusuma.
2 2.Bandelnya Danis.
3 3.Rencana Papa Denis.
4 4.Kartu ATM diblokir.
5 5.Hukuman untuk Danis.
6 6.Mencari pekerjaan.
7 7.Dasar gadis mesum.
8 8.Saingan sama bos.
9 9.Calon mantu.
10 10.Beberapa tahun lalu.
11 11.Anin & Danis.
12 12.Sih mesum vs sih pamer.
13 13.Kamu kenapa sih?
14 14.Sikap aneh Anin.
15 15.Tenyata hanya adiknya.
16 16.Dasar adik matre.
17 17.Menjadi kambing hitam.
18 18.Tukang bubur tampan.
19 19.Keceplosankan jadinya.
20 20.Dafa nembak Aqila.
21 21.Kepolosan Anin.
22 22.Alya salah paham.
23 23.Disidang calon mertua.
24 24.Makan sate berdua.
25 25.Sama-sama pertama.
26 26.Sama-sama terlambat.
27 27.Ditembak Rifki.
28 28.Dua kekasih lebih baik.
29 29.Gadis itu siapa?
30 30.Ketahuan sama mama.
31 31.Tidak boleh dandan
32 32.Sikap manis Danis.
33 33.Pikiran Anin
34 34.Menuntut penjelasan.
35 35.Janji Anin pada mama
36 36.Rasa kawatir Anin
37 37.Hampir saja pecah
38 38.Anin sedang marah
39 39.Kenapa kamu berbohong?
40 40.Rasa gerogi Anin
41 41.Apa ini calon mantu mama?
42 42.Keseriusan Danis
43 43.Apa kurangnya aku?
44 44.Wanita itu, kamu!
45 45.Datang kerumah papa
46 46.Meminta restu papa
47 47.Panggil aku Aqila
48 48.Kepergok sama pacar
49 49.Dasar cemburuan.
50 50.Bertemu mama&papa
51 51.Dia adalah kekasihku!
52 52.Aku cemburu sayang
53 53.Pilihan macam apa?
54 54.Saingan tidak punya ahklak
55 55.Aku mencintaimu Anin
56 56.Hujan menjadi saksi
57 57. Salah paham!
58 58.Aqila & Dafa baikan
59 59.Nak itu papa, kamu?
60 60.Mari kita besanan!
61 61.Keinginan Anin
62 62.Bayangan mama
63 63.Ke makam mama
64 64.Meminta restu pada mama
65 65.Fitting baju pengantin
66 66.Tom dan Jerry
67 67.Sama-sama ngebet k*w*n
68 68.Rasanya cenat-cenut
69 69.Dafa merasa deg-deggan
70 70.Karena saling mencintai
71 71.Jomblo terhormat
72 72.Genit vs setia
73 73.Empat pengawal
74 74.Siapa Fani?
75 75.Mantan kekasihku
76 76.Kejutan dari Danis
77 77.Pernikahan Anin & Danis
78 78.Repsesi pernikahan
79 79.Malah ditinggal tidur
80 80.Sarapan pagi bersama
81 81.Tangis Anin pecah
82 82.Terimakasih istriku
83 83.Bahagianya Anin & Danis
84 84.Kerempongan Risa
85 85.Danis & Anin pulang
86 86.Semua ulah Mama Risa
87 87.Berasa jadi anak tiri
88 88.Dasar wanita iblis
89 89.Menantu idaman
90 90.Otak m*sum Aqila
91 91.Kejailan Denis
92 92.Ramuan dari papa
93 93.Sandiwara Riska
94 94.Tangis bahagia Anin & Levin
95 95.Pulang dari RS
96 96.Terimakasih papa
97 97.Mertua vs menantu
98 98.Pindah Rumah baru
99 99.Sama-sama cemburuan
100 100. Kamu siapa?
101 101.Dasar wanita busuk
102 102.Gara-gara Fani
103 103.Anin mimpi buruk
104 104. Dua hari lagi
105 105.Kita libur ehem-ehem
106 106.Kelurga koplak
107 107.Pernikahan Dafa & Aqila
108 108.Kepolosan Aqila
109 109.Cemburu dengan novel
110 110.Danis tidak adil
111 111.Berguru dengan Danis
112 112.Kemanjaan Anin
113 113.Tiba-tiba pingin bubur
114 114.Anin semakin aneh
115 115.Anin terlihat beda
116 116.Makan bubur
117 117.Suami-suami cemburuan
118 118. Makan malam
119 119.Aku, sudah menikah
120 120.Beri, aku kesempatan!
121 121.Akhirnya positif
122 122.Rujak mangga muda
123 123.Makan bubur
124 124.Roti bakar & kopi
125 125.Jaga Anin dengan baik
126 126. Menyiram benih
127 127. Rujak mangga muda
128 128. Saingan baru
129 129.Dafa & Danis kawatir
130 130. Kabar bahagia dari Aqila
131 131.Ku tunggu jandamu
132 132. Makan malam bersama
133 133. Aqila tidak mau rugi
134 134. Anin & Aqila mulai bandel
135 135. Dafa & Danis marah
136 136. Numpang sarapan
137 137. Makan siang
138 138. Kencan ganda
139 139. Otak m*sum Dafa
140 140. Acara 7 bulanan Anin
141 141. Dia adalah wanita hebat
142 142. Membeli perlengkapan bayi
143 143. Gara-gara game
144 144. Telpon dari mantan
145 145. Acara 7 bulanan Aqila
146 146. Beberapa bulan telah berlalu
147 147. Danis, aku hamil
148 148. Danis dan Fani
149 149. Maafkan aku!
150 150. Pernikahan Fani & Syam
151 151. Rasa bahagia Danis & Anin
152 152. Alina Mayra Kusuma
153 153. Menunggu 40 hari
154 154. Dafa merasa lega
155 155. Elina Nayra Mahendra
156 156. Seperti anak kembar
157 157. Perdebatan Aqila & Dafa
158 158. Rayuan Dafa
159 159. Keluarga kecil Anin & Aqila
160 160. Anin dan Aqila
161 161. Lima tahun telah berlalu
162 162. Mayra dan Nayra
163 163. Adonan kedua sukses
164 164. Satu bulan telah berlalu
165 165. Kepolosan Mayra & Nayra
166 Mau punya adik
167 167. Piknik barsama
168 168. Davin dan Devan
169 169. Akhirnya semua bahagia
170 Salam sayang Author
Episodes

Updated 170 Episodes

1
1.Danis Putra Kusuma.
2
2.Bandelnya Danis.
3
3.Rencana Papa Denis.
4
4.Kartu ATM diblokir.
5
5.Hukuman untuk Danis.
6
6.Mencari pekerjaan.
7
7.Dasar gadis mesum.
8
8.Saingan sama bos.
9
9.Calon mantu.
10
10.Beberapa tahun lalu.
11
11.Anin & Danis.
12
12.Sih mesum vs sih pamer.
13
13.Kamu kenapa sih?
14
14.Sikap aneh Anin.
15
15.Tenyata hanya adiknya.
16
16.Dasar adik matre.
17
17.Menjadi kambing hitam.
18
18.Tukang bubur tampan.
19
19.Keceplosankan jadinya.
20
20.Dafa nembak Aqila.
21
21.Kepolosan Anin.
22
22.Alya salah paham.
23
23.Disidang calon mertua.
24
24.Makan sate berdua.
25
25.Sama-sama pertama.
26
26.Sama-sama terlambat.
27
27.Ditembak Rifki.
28
28.Dua kekasih lebih baik.
29
29.Gadis itu siapa?
30
30.Ketahuan sama mama.
31
31.Tidak boleh dandan
32
32.Sikap manis Danis.
33
33.Pikiran Anin
34
34.Menuntut penjelasan.
35
35.Janji Anin pada mama
36
36.Rasa kawatir Anin
37
37.Hampir saja pecah
38
38.Anin sedang marah
39
39.Kenapa kamu berbohong?
40
40.Rasa gerogi Anin
41
41.Apa ini calon mantu mama?
42
42.Keseriusan Danis
43
43.Apa kurangnya aku?
44
44.Wanita itu, kamu!
45
45.Datang kerumah papa
46
46.Meminta restu papa
47
47.Panggil aku Aqila
48
48.Kepergok sama pacar
49
49.Dasar cemburuan.
50
50.Bertemu mama&papa
51
51.Dia adalah kekasihku!
52
52.Aku cemburu sayang
53
53.Pilihan macam apa?
54
54.Saingan tidak punya ahklak
55
55.Aku mencintaimu Anin
56
56.Hujan menjadi saksi
57
57. Salah paham!
58
58.Aqila & Dafa baikan
59
59.Nak itu papa, kamu?
60
60.Mari kita besanan!
61
61.Keinginan Anin
62
62.Bayangan mama
63
63.Ke makam mama
64
64.Meminta restu pada mama
65
65.Fitting baju pengantin
66
66.Tom dan Jerry
67
67.Sama-sama ngebet k*w*n
68
68.Rasanya cenat-cenut
69
69.Dafa merasa deg-deggan
70
70.Karena saling mencintai
71
71.Jomblo terhormat
72
72.Genit vs setia
73
73.Empat pengawal
74
74.Siapa Fani?
75
75.Mantan kekasihku
76
76.Kejutan dari Danis
77
77.Pernikahan Anin & Danis
78
78.Repsesi pernikahan
79
79.Malah ditinggal tidur
80
80.Sarapan pagi bersama
81
81.Tangis Anin pecah
82
82.Terimakasih istriku
83
83.Bahagianya Anin & Danis
84
84.Kerempongan Risa
85
85.Danis & Anin pulang
86
86.Semua ulah Mama Risa
87
87.Berasa jadi anak tiri
88
88.Dasar wanita iblis
89
89.Menantu idaman
90
90.Otak m*sum Aqila
91
91.Kejailan Denis
92
92.Ramuan dari papa
93
93.Sandiwara Riska
94
94.Tangis bahagia Anin & Levin
95
95.Pulang dari RS
96
96.Terimakasih papa
97
97.Mertua vs menantu
98
98.Pindah Rumah baru
99
99.Sama-sama cemburuan
100
100. Kamu siapa?
101
101.Dasar wanita busuk
102
102.Gara-gara Fani
103
103.Anin mimpi buruk
104
104. Dua hari lagi
105
105.Kita libur ehem-ehem
106
106.Kelurga koplak
107
107.Pernikahan Dafa & Aqila
108
108.Kepolosan Aqila
109
109.Cemburu dengan novel
110
110.Danis tidak adil
111
111.Berguru dengan Danis
112
112.Kemanjaan Anin
113
113.Tiba-tiba pingin bubur
114
114.Anin semakin aneh
115
115.Anin terlihat beda
116
116.Makan bubur
117
117.Suami-suami cemburuan
118
118. Makan malam
119
119.Aku, sudah menikah
120
120.Beri, aku kesempatan!
121
121.Akhirnya positif
122
122.Rujak mangga muda
123
123.Makan bubur
124
124.Roti bakar & kopi
125
125.Jaga Anin dengan baik
126
126. Menyiram benih
127
127. Rujak mangga muda
128
128. Saingan baru
129
129.Dafa & Danis kawatir
130
130. Kabar bahagia dari Aqila
131
131.Ku tunggu jandamu
132
132. Makan malam bersama
133
133. Aqila tidak mau rugi
134
134. Anin & Aqila mulai bandel
135
135. Dafa & Danis marah
136
136. Numpang sarapan
137
137. Makan siang
138
138. Kencan ganda
139
139. Otak m*sum Dafa
140
140. Acara 7 bulanan Anin
141
141. Dia adalah wanita hebat
142
142. Membeli perlengkapan bayi
143
143. Gara-gara game
144
144. Telpon dari mantan
145
145. Acara 7 bulanan Aqila
146
146. Beberapa bulan telah berlalu
147
147. Danis, aku hamil
148
148. Danis dan Fani
149
149. Maafkan aku!
150
150. Pernikahan Fani & Syam
151
151. Rasa bahagia Danis & Anin
152
152. Alina Mayra Kusuma
153
153. Menunggu 40 hari
154
154. Dafa merasa lega
155
155. Elina Nayra Mahendra
156
156. Seperti anak kembar
157
157. Perdebatan Aqila & Dafa
158
158. Rayuan Dafa
159
159. Keluarga kecil Anin & Aqila
160
160. Anin dan Aqila
161
161. Lima tahun telah berlalu
162
162. Mayra dan Nayra
163
163. Adonan kedua sukses
164
164. Satu bulan telah berlalu
165
165. Kepolosan Mayra & Nayra
166
Mau punya adik
167
167. Piknik barsama
168
168. Davin dan Devan
169
169. Akhirnya semua bahagia
170
Salam sayang Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!