8. Mulai Meresapi

Di-like sekarang biar ga lupa,

selamat membaca.

************

"Motornya jadi goyang terus nih. Kamu duduknya jangan di ujung banget!" teriak Bara dari depan.

"Aku bau! Udah jalan aja cepet. Gak jauh!" balas Dijah dari boncengannya.

"Keras kepala banget," ujar Bara.

"Apa??" teriak Dijah yang memang tak dengar apa yang dikatakan laki-laki yang memboncengnya.

"Gak apa-apa," sahut Bara.

"Situ kok tau nyari aku ke situ?" tanya Dijah.

"Menurut kamu?" Bara balik bertanya. Motor Bara telah tiba memasuki jalan di sebelah mall besar. Bara langsung mengarahkan motornya masuk ke sebuah gang kecil yang di depannya dihinggapi beberapa ojek pangkalan.

"Eh Bara! Balek lagi kau ke sini. Sebentar lagi udah bisa la kau ikot nonggok (ngetem) di depan gang itu, jadi RBT (ojek) juga." Mak Robin duduk di sebuah kursi plastik sambil menyuapi anaknya tertawa melihat Bara yang dalam waktu dekat sudah dua kali bolak-balik ke tempat itu.

"Aku mandi dulu," ujar Dijah melompat turun dari atas motor kemudian melepaskan helmnya dan meletakkannya di pangkuan Bara. Lantas ia buru-buru membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam.

Bara mengikuti Dijah dengan pandangannya seraya melepaskan helm.

"Sepi, yang lain pada kemana Bu?" tanya Bara berbasa-basi pada Mak Robin.

"Ada yang kerja, ada yang kuliah. Kek gini la kalo jam-jam segini. Malem biasa rame, orang udah pulang kerja semua. Mau lebih rame lagi kalo ada yang begadoh. Itu udah pasti dijamin rame," ujar Mak Robin terkekeh.

Bara melihat Dijah keluar kamarnya dengan sebuah handuk tersampir di bahu, ember kecil yang sepertinya berisi peralatan mandi dan tangan kirinya terlihat mendekap pakaian bersih.

"Itu anaknya Bu?" tanya Bara pada Mak Robin.

"Iya, pasti kau heran kenapa anakku masih kecil kali. Cocoknya memang jadi cucuku si Robin ini. Aku nikah hampir 20 taon baru dapet anak. Udah nggak kupikirkan kali soal anak, malah dikasi rejeki anak. Dulu pas siang malam kuresahkan soal keturunan malah gak ada. Kalo kata si Dijah, Robin ini hadiah ikhlasku." Mak Robun tersenyum memandang anak laki-laki satu-satunya.

"Bapaknya mana Bu?"

"Kerja bangunan, proyeknya di kampung-kampung. Bangun villa atau apa. Gak tau aku. Yang penting dua Minggu sekali dia pulang ngasi belanja anaknya," tukas Mak Robin.

Bara mengangguk kecil tanda ia menyimak perkataan wanita yang terlihat berumur setengah baya dengan rambut dipotong ala Demi Moore di jaman berjayanya.

Bara mengeluarkan ponselnya kemudian turun dari motor dan ikut duduk di sebuah kursi plastik di antara jendela Tini dan pintu kamar Dijah. Ia masih menunduk menatap ponsel, saat sudut matanya melihat Dijah yang telah keluar dari lorong di pojok bangunan dengan handuk di kepalanya.

Dijah melangkahkan kakinya cepat-cepat masuk ke kamar karena merasa tak enak telah ditunggui seorang pria yang baru dikenalnya beberapa hari. Terlebih ia bahkan tak tahu latar belakang pria itu.

Sesampainya di kamar Dijah kembali membuka kaos yang dikenakannya untuk menggunakan losion dan produk wewangian tubuh. Saat mematut dirinya di sebuah cermin tipis berbingkai coklat, ia melihat colokan pemasak nasi yang masih menyala.

"Aduh! Aduh!" pekik Dijah kaget.

Ia merasa nyesek dan ngenes telah beberapa jam meninggalkan pemasak nasi itu menyedot KWH token listriknya dengan sia-sia. Itu adalah sebuah pemborosan besar bagi Dijah.

Tiba-tiba,

BRAKKK

"Kenapa Jah?" tanya Bara yang membuka pintu kamarnya dan melongokkan kepala ke dalam.

Bara hanya sempat memejamkan mata sesaat sebelum sebuah botol deodorant melayang ke arahnya.

BRAKKK

Untungnya Bara dengan cepat kembali menutup pintu kamar Dijah. Sebotol deodoran nyaris menghantam kepalanya.

Di luar pintu kamar, Bara menyandarkan kepalanya. Matanya memejam sesaat dan tangannya mengelus dada.

"Ya ampuuun..." gumamnya pelan.

Bara belum lupa pemandangan yang baru saja dilihatnya di dalam kamar Dijah barusan. Wanita itu mengenakan jeans dan sebuah bra saja. Bara benar-benar tak bermaksud lancang. Tadinya ia sudah melihat Dijah berpakaian lengkap saat keluar dari kamar mandi. Siapa sangka wanita itu kembali melepaskannya.

"Kenapa kau?" tanya Mak Robin heran.

"Ditimpuk Bu," jawab Bara dengan wajah sedikit memerah.

"Jadi kok merah gitu mukamu? Demam?" tanya Mak Robin.

"Ah masak sih," ujar Bara menyentuh kedua pipimya bergantian. Melihat Dijah yang biasa berpakaian longgar namun tadi sekilas melihat dada penuh wanita itu membuat jantung Bara berdetak tak santai.

BRAKKK

Dijah yang baru keluar kamar kembali menutup pintunya dengan keras.

"Astaga..." gumam Bara lagi memegang dadanya.

"Udah?? Udah ngeliat? Kayak nggak bisa ngetuk aja," tukas Dijah langsung saat melihat Bara duduk di kursi plastik. Ia menatap sinis pria yang sekarang sedang menunduk dengan wajah memerah.

"Kamu bilang aduh, aku kira ada apa." Bara menekuk cemberut.

"Aku cuma bilang aduh, nggak bilang tolong. Lain kali harus dibedain. Belum tentu orang ngomong aduh itu butuh pertolongan kita," jelas Dijah masih dengan wajah kesal.

"Ya maaf..."

"Jadi pergi nggak?"

"Ya jadi, ayo..." Bara bangkit dari duduknya dan berjalan menuju motor.

Setelah memakai helmnya, Bara mengambil sebuah helm yang tadi dipakai Dijah.

"Helm siapa ini?" tanya Dijah. Karena setahunya sejak awal bertemu laki-laki itu, Bara tak pernah membawa helm lain di motornya selain helm yang dikenakannya sendiri.

"Helm Pak Santo, aku pinjem." Bara nyengir. "Baunya ga enak ya? Kamu baru keramas. Sabar ya Jah," kekeh Bara memasukkan helm itu ke kepala Dijah dan mengancingkannya.

POK! POK!

Bara memukul pelan helm di kepala Dijah dua kali kemudian menolehkan kepalanya ke belakang isyarat pada wanita itu untuk segera naik ke boncengan.

"Pegangan Jah," ujar Bara. Dijah meletakkan kedua tangannya di bahu pria itu. "Ga gitu juga pegangannya," sambung Bara lagi.

"Udah situ tenang aja. Cepet jalan, udah siang." Dijah menepuk bahu Bara yang menyalakan motor dan mulai melajukannya.

"Permisi dulu Bu," ujar Bara ditujukan pada Mak Robin.

"Iya, lanjot aja!" balas Mak Robin.

"Harusnya kamu itu manggil aku Mas..." ujar Bara saat motor masih melaju di dalam gang.

"Memangnya kalau nggak dipanggil Mas kenapa? Mati?" tanya Dijah.

"Lebih sopan Dijah... Kan aku lebih tua dari kamu."

"Yang tau kan situ aja. Orang lain nggak," jawab Dijah.

Bara hanya diam mengerucutkan mulutnya. Dijah ini keras kepala sekali pikirnya. Mau menjadi temannya saja sulit. Apalagi mau menjadi lebih dari itu. Pantas wanita ini masih menjanda padahal sudah lama bercerai dari suaminya. Bara kembali terbayang bagian atas tubuh Dijah yang tadi hanya berbalut bra.

Kepalanya yang sibuk membayangkan dada wanita terbalut bra membuat Bara tak menyadari jika jaraknya dengan sebuah mobil di depan semakin dekat karena lampu merah.

"Ya ampun!" pekik Bara menarik rem di tangannya. Motor berhenti mendadak dan Dijah merosot ke depan dan menempeli punggungnya.

"Aduh..." gumam Bara yang merasakan dada empuk Dijah melekat di punggungnya.

PLAKK!!

Dijah memukul lengan kanan Bara kemudian kembali mundur. Bara tersentak.

"Astaga Jah... Aku nggak sengaja," ujar Bara menoleh ke belakang.

"Liat jalan aja yang bener," pinta Dijah dari belakang. Dijah merasa jantungnya semakin tak nyaman tiap bersentuhan dengan Bara meski hanya sedikit saja.

To Be Continued.....

Kalo masih ada tiket vote, amankan untuk juskelapa ya.. XD

Terpopuler

Comments

Puspa Ayundari

Puspa Ayundari

ini sdh yg kesekian x aku ulang i baca , galmov sepertinya....love you thor

2024-05-29

0

Kelabu Biru

Kelabu Biru

ngebet banget sih mas Bara minta di panggil Mas sama Dijah

2024-01-20

2

Kelabu Biru

Kelabu Biru

yg ke 11 ini loh mas udahan

2024-01-20

2

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 1. Terlatih Terluka
3 2. Pelarian Perkenalan
4 3. Main Mata
5 4. Sepotong Selingan
6 5. Tatapan Terarah
7 6. Pelanggan Pertama
8 7. Karena Kasihan
9 8. Mulai Meresapi
10 9. Debaran Dijah
11 10. Sepiring Santapan
12 11. Kok Kesal
13 12. Kiriman Konsumsi
14 13. Tentang Tetangga
15 14. Sedikit Sentilan
16 15. Percakapan Pria
17 16. Tini Tenar
18 17. Ketagihan Kerokan
19 18. Percakapan Pagi
20 19. Pernyataan Pacaran
21 20. Berburu Berita
22 21. Perdana Pacaran
23 22. Mantan Menjijikkan
24 23. Percakapan Panjang
25 24. Kehidupan Kos-kosan
26 25. Merasakan Minder
27 26. Bara Berusaha
28 27. Secercah Senyuman
29 28. Malam Minggu
30 29. Jalan-Jalan
31 30. Api Asmara
32 31. Ambyare Ati
33 32. Duel Dijah
34 33. Pacar Posesif
35 34. Curahan Cerita
36 35. Pesan- pesan
37 36. Kisah Kelam
38 37. Dekat Dul
39 38. Maju Mundur
40 39. Kejutan & Keributan
41 40. Puncak Perselisihan
42 41. Ratapan Rindu
43 42. Akumulasi Amarah
44 43. Pulang Pagi
45 44. Binar Bahagia
46 45. Tertawa Terbahak
47 46. Khayalan Kekasih
48 47. Makan Malam
49 48. Adu Argumen
50 49. Bukan Bapak Biasa
51 50. Surprise Sticker
52 51. Prospek Pasar
53 52. Potongan Percakapan
54 53. Cerita Cinta
55 54. Andai Ayah - Anak
56 55. Sambutan Sapaan
57 56. Kekasih & Keluarga
58 57. Bahagia Bertiga
59 58. Sepasang Sepatu
60 59. Suguhan Spesial
61 60. Pertolongan Pertama
62 61. Pasien Pria
63 62. Malam Minggu (2)
64 63. Serba Salah
65 64. Ujian dan Upaya
66 65. Cendera mata Cinta
67 66. Rindu dan Restu
68 67. Puncak Persaingan
69 68. Cerita Cemburu
70 69. Detensi Demam
71 70. Duel Dijah (2)
72 71. Jarak Jauh
73 72. Cerita Cafe
74 73. Antara Anak - Ayah
75 74. Derita Dul
76 75. Menguak Memori
77 76. Merengkuh Malam
78 77. Leburan Luka
79 78. Pertolongan Profesional
80 79. Pengakuan Dijah (1)
81 80. Pengakuan Dijah (2)
82 81. Kado Kejutan
83 82. Wartawan Wisuda
84 83. Kembali Kasih
85 84. Bicaranya Bapak
86 85. Irisan Ingatan
87 86. Rentang Rencana
88 87. Izin Ibu
89 88. Harapan dan Hukuman
90 89. Sentuhan Sahabat
91 90. Pesan Perpisahan
92 91. Kamu dan Keluhmu
93 92. Uring-uringan
94 93. Syair Syahdu
95 94. Angin Alam
96 95. Terang Temaram
97 96. Kepala Keluarga
98 97. Kehidupan Kandang
99 98. Bulan Bersama
100 99. Cuplikan Cerita
101 100. Wonder Woman
102 101. Huru-Hara Hari H
103 102. Perjalanan Pertama
104 103. Wisata Wartawan
105 104. Batu Besar
106 105. Riuh Rendah
107 106. Gedung Gonggong
108 107. Makan Malam
109 108. Menyelesaikan Masalah
110 109. Kumpulan Kisah
111 110. Sahabat Sesumbar
112 111. Malam Meringis
113 112. Jawaban Jujur
114 113. Benar Berubah ?
115 114. Masih Meragu
116 115. Alasan Amarah
117 116. Maafin Mas
118 117. Berita Bahagia
119 118. Kumpul Keluarga
120 119. Mabuk Merana
121 120. Hunian Humanis
122 121. Kunjungan Kawan
123 122. Bukan Bandingan
124 123. Pujian Penghiburan
125 124. Dijah dan Dul
126 125. Derita Dimulai
127 126. Titipan Tuhan
128 127. Anak Ayah
129 128. Aku Ayahnya
130 129. Dalam Dongengan
131 130. Masakan Mertua
132 131. Penantian Panjang
133 132. Seutas Saran
134 133. Temu Terakhir
135 134. Tepisan Takdir
136 135. SEEMPUK SETUMPUK
137 136. Sebuah Sejarah
138 137. Menuruti Mertua
139 138. Sandiwara Suketi
140 139. Taktik Tini
141 140. Cuplikan Cerita Cinta
142 141. Guratan Gaduh
143 142. Belanja Baju Bayi
144 143. Drama Dijah
145 144. Sirnanya Senyuman
146 145. Ngobrol Ngalor Ngidul
147 146. Mengekori Mas
148 147. Kunjungan Kerja
149 148. Penilaian Perempuan
150 149. Tanda-Tanda
151 150. Dalam Dekapan Dijah
152 151. Anak Ayah
153 152. Kunjungan Kawan-Kawan
154 153. Santai Sore
155 154. Putri Pertama
156 155. Siksaan Sabtu
157 156. Pertemuan Persaudaraan
158 157. Target Tini
159 158. Kilasan Kabar
160 159. Memanggil Mbah
161 160. Sinar Surya Sore
162 161. Ancang-Ancang Asti
163 162. Membahagiakan Mak Robin
164 163. Bincang Bersama Boy
165 164. History Heru (Bagian 1)
166 165. History Heru (Bagian 2)
167 166. Sabar Suketi (Bagian 1)
168 167. Sabar Suketi (Bagian 2)
169 168. Falsafah dan Filosofi
170 169. Semuanya Senang
171 170. Desau Dijah
172 171. Bara Berbicara
173 EPILOG
174 Untaian Kata
175 SPECIAL PART
176 TINI SUKETI mulai update hari ini
177 CEK KARYA BARU JUSKELAPA : DUL
178 NOVEL BARU : GITA & MAR (JUNI 2023)
Episodes

Updated 178 Episodes

1
PROLOG
2
1. Terlatih Terluka
3
2. Pelarian Perkenalan
4
3. Main Mata
5
4. Sepotong Selingan
6
5. Tatapan Terarah
7
6. Pelanggan Pertama
8
7. Karena Kasihan
9
8. Mulai Meresapi
10
9. Debaran Dijah
11
10. Sepiring Santapan
12
11. Kok Kesal
13
12. Kiriman Konsumsi
14
13. Tentang Tetangga
15
14. Sedikit Sentilan
16
15. Percakapan Pria
17
16. Tini Tenar
18
17. Ketagihan Kerokan
19
18. Percakapan Pagi
20
19. Pernyataan Pacaran
21
20. Berburu Berita
22
21. Perdana Pacaran
23
22. Mantan Menjijikkan
24
23. Percakapan Panjang
25
24. Kehidupan Kos-kosan
26
25. Merasakan Minder
27
26. Bara Berusaha
28
27. Secercah Senyuman
29
28. Malam Minggu
30
29. Jalan-Jalan
31
30. Api Asmara
32
31. Ambyare Ati
33
32. Duel Dijah
34
33. Pacar Posesif
35
34. Curahan Cerita
36
35. Pesan- pesan
37
36. Kisah Kelam
38
37. Dekat Dul
39
38. Maju Mundur
40
39. Kejutan & Keributan
41
40. Puncak Perselisihan
42
41. Ratapan Rindu
43
42. Akumulasi Amarah
44
43. Pulang Pagi
45
44. Binar Bahagia
46
45. Tertawa Terbahak
47
46. Khayalan Kekasih
48
47. Makan Malam
49
48. Adu Argumen
50
49. Bukan Bapak Biasa
51
50. Surprise Sticker
52
51. Prospek Pasar
53
52. Potongan Percakapan
54
53. Cerita Cinta
55
54. Andai Ayah - Anak
56
55. Sambutan Sapaan
57
56. Kekasih & Keluarga
58
57. Bahagia Bertiga
59
58. Sepasang Sepatu
60
59. Suguhan Spesial
61
60. Pertolongan Pertama
62
61. Pasien Pria
63
62. Malam Minggu (2)
64
63. Serba Salah
65
64. Ujian dan Upaya
66
65. Cendera mata Cinta
67
66. Rindu dan Restu
68
67. Puncak Persaingan
69
68. Cerita Cemburu
70
69. Detensi Demam
71
70. Duel Dijah (2)
72
71. Jarak Jauh
73
72. Cerita Cafe
74
73. Antara Anak - Ayah
75
74. Derita Dul
76
75. Menguak Memori
77
76. Merengkuh Malam
78
77. Leburan Luka
79
78. Pertolongan Profesional
80
79. Pengakuan Dijah (1)
81
80. Pengakuan Dijah (2)
82
81. Kado Kejutan
83
82. Wartawan Wisuda
84
83. Kembali Kasih
85
84. Bicaranya Bapak
86
85. Irisan Ingatan
87
86. Rentang Rencana
88
87. Izin Ibu
89
88. Harapan dan Hukuman
90
89. Sentuhan Sahabat
91
90. Pesan Perpisahan
92
91. Kamu dan Keluhmu
93
92. Uring-uringan
94
93. Syair Syahdu
95
94. Angin Alam
96
95. Terang Temaram
97
96. Kepala Keluarga
98
97. Kehidupan Kandang
99
98. Bulan Bersama
100
99. Cuplikan Cerita
101
100. Wonder Woman
102
101. Huru-Hara Hari H
103
102. Perjalanan Pertama
104
103. Wisata Wartawan
105
104. Batu Besar
106
105. Riuh Rendah
107
106. Gedung Gonggong
108
107. Makan Malam
109
108. Menyelesaikan Masalah
110
109. Kumpulan Kisah
111
110. Sahabat Sesumbar
112
111. Malam Meringis
113
112. Jawaban Jujur
114
113. Benar Berubah ?
115
114. Masih Meragu
116
115. Alasan Amarah
117
116. Maafin Mas
118
117. Berita Bahagia
119
118. Kumpul Keluarga
120
119. Mabuk Merana
121
120. Hunian Humanis
122
121. Kunjungan Kawan
123
122. Bukan Bandingan
124
123. Pujian Penghiburan
125
124. Dijah dan Dul
126
125. Derita Dimulai
127
126. Titipan Tuhan
128
127. Anak Ayah
129
128. Aku Ayahnya
130
129. Dalam Dongengan
131
130. Masakan Mertua
132
131. Penantian Panjang
133
132. Seutas Saran
134
133. Temu Terakhir
135
134. Tepisan Takdir
136
135. SEEMPUK SETUMPUK
137
136. Sebuah Sejarah
138
137. Menuruti Mertua
139
138. Sandiwara Suketi
140
139. Taktik Tini
141
140. Cuplikan Cerita Cinta
142
141. Guratan Gaduh
143
142. Belanja Baju Bayi
144
143. Drama Dijah
145
144. Sirnanya Senyuman
146
145. Ngobrol Ngalor Ngidul
147
146. Mengekori Mas
148
147. Kunjungan Kerja
149
148. Penilaian Perempuan
150
149. Tanda-Tanda
151
150. Dalam Dekapan Dijah
152
151. Anak Ayah
153
152. Kunjungan Kawan-Kawan
154
153. Santai Sore
155
154. Putri Pertama
156
155. Siksaan Sabtu
157
156. Pertemuan Persaudaraan
158
157. Target Tini
159
158. Kilasan Kabar
160
159. Memanggil Mbah
161
160. Sinar Surya Sore
162
161. Ancang-Ancang Asti
163
162. Membahagiakan Mak Robin
164
163. Bincang Bersama Boy
165
164. History Heru (Bagian 1)
166
165. History Heru (Bagian 2)
167
166. Sabar Suketi (Bagian 1)
168
167. Sabar Suketi (Bagian 2)
169
168. Falsafah dan Filosofi
170
169. Semuanya Senang
171
170. Desau Dijah
172
171. Bara Berbicara
173
EPILOG
174
Untaian Kata
175
SPECIAL PART
176
TINI SUKETI mulai update hari ini
177
CEK KARYA BARU JUSKELAPA : DUL
178
NOVEL BARU : GITA & MAR (JUNI 2023)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!