...BDJ 18 : SLEEPING HANDSOME...
...“Terkadang ada beberapa hal yang bisa dimaafkan, namun belum tentu bisa dilupakan.”—Bukan Dijodohkan...
...✈️✈️✈️...
Seorang wanita cantik berdress maroon model of shoulder berulang kali melirik ke arah ranjang king saze di sampingnya. Ia berulang kali melakukan hal tersebut guna mengechek keadaan pria yang tengah terlelap di atas sana. Sudah lebih dari 48 jam ia menunggu pria itu bangun dari tidurnya. Namun, hingga saat ini hasilnya masih nihil. Pria berpiama kain sutra terbaik itu tetap tak sadarkan diri.
“Kenapa kamu belum bangun juga, Lou?” Lirihnya, sambil beranjak mendekati ranjang.
“Sampai kapan kamu akan tidur? Wake up, baby.” Ia mengambil duduk di samping pria rupawan yang masih tertidur lelap tersebut.
Kemarin malam, ia mendapat kabar dari dua sahabat prianya—Nicholas dan Nuel. Keduanya memberitahukan jika Louis ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah kamar VIP, tempatnya biasa menghabiskan malam dengan para one night stand. Pria beriris abu-abu itu ditemukan setengah telanjang dengan kedaan tak sadarkan diri. Tubuhnya juga mengalami kekerasan fisik yang cukup fatal. Dokter yang memeriksa Louis bilang, jika pria itu tidak sadarkan diri karena dalam pengaruh bius yang dosisnya sangat kuat.
Awalnya Lea ingin melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib. Namun, Nickolas atau Nicko dan Nuel—sahabat Louis tidak menyetujui hal tersebut. Keduanya akan turun tangan sendiri untuk menyelidiki kejadian tersebut.
“Lea?” Si empunya nama menoleh. “Ada apa?” tanyanya.
“Kita harus bicara sebentar.” Pria yang berdiri di ambang pintu itu berujar sebelum pergi. Lea mengangguk, lantas mengekori langkah pria tersebut.
“Ada apa Nicko?”
Pria berjas donker dengan bawahan jeans hitam itu menatap lawan bicaranya lekat. “Don’t miss me huh?”
“Apa maumu sebenarnya, Nick?” Tanya Lea datar.
“Sleep with me.” Seloroh Nicko santai.
“Are you insane, Nick? Aku masih milik Louis. Dia sahabatmu!”
Pria itu tertawa kecil. “Yeah, tapi dia tidak menganggapmu demikian.”
“Lalu apa maumu?”
“Sleep with me, sekali saja.”
“Kenapa kau begitu terobsesi tidur denganku?”
“Karena aku penasaran denganmu.”
Lea membuang muka. “Itu cuma mimpi yang tidak akan pernah terwujud. Aku hanya akan tidur dengan Louis. Tidak denganmu atau pria manapun.” Jawan Lea tegas.
Lea memang tipikal wanita yang setia. Selama ini dia hanya tidur dengan Louis dan akan tetap begitu selamanya. Walaupun ya, di luaran dia bisa saja menjalin hubungan asmara dengan pria lain demi kebutuhan promosi atau pekerjaanya.
Nicko tersenyum mendengarnya. “Walaupun dia dalam keadaan seperti ini sekalipun?”
Lea mengangguk mantap. “Dia itu tidak pernah menganggapmu lebih dari seorang—patner.” Tukas Nicko. “Dia tertarik kepada gadis lain—bukan dirimu.”
Deg!
“Apa kau belum tahu Lea?” Tanya Nicko. “Itu Cuma rasa tertarik sesaat.” Dalih Lea.
“Itu menurutmu, bukan menurutnya. Lihat saja sendiri kedepannya.” Timpal Nicko lagi. “Kamu akan dibuang jika dia mendapatkan gadis itu.”
Lea mematung mendengarnya. Apakah benar demikian? Louis memang memperlihatkan ketertarikannya pada perempuan lain. Baginya itu hanya ketertarikan biasa. Jika sudah bosan, nantinya Loius pasti akan kembali kepadanya. Pasti!
“Itu cuma opinimu belaka.” Ujar Lea sebelum meninggalkan pria yang tengah menyunggingkan seringainnya tersebut.
Lea tidak mau banyak berpikir. Untuk saat ini kondisi Louis adalah hal yang paling utama baginya. Pria itu masih menjadi sleeping handsome—bak pangeran tampan yang tertidur ribuan tahun lamanya, karena menanti datangnya putri cantik yang akan memberinya ciuman sebagai bentuk obat atau penawar.
“Egh,”
“Louis?” Namun, ketika tiba di tempat pria itu terbaring tak sadarkan diri. Betapa terkejutnya Lea saat menemukan pria itu telah sadarkan diri. Dia tengah duduk bersandar pada headbad dengan keadaan masih lemah.
“M—inum ….”
“Kamu mau minum, sebentar.” Lea langsung mengambilkan segelas air putih untuk Louis. Ia senang pria itu telah kembali siuman.
“Hati-hati minumnya” Dengan telaten, wanita cantik itu membantu Louis minum.
“Apa yang terjadi? Kenapa kepalaku sakit sekali?” Tanya pria itu, menyudahi minumnya. “Kamu tidak ingat apapun Lou?”
Pria itu menggeleng samar. Yang ia ingat terakhir kali adalah datang ke club biasa. Dia memesan minum beserta dua host—atau pendamping untuk menjadi temannya malam itu. Dia berbincang dengan kedua sahabatnya—Nicko dan Nuel sebentar, sebelum pergi ke ruang VIP yang telah dipesannya. Setelah itu dia tidak ingat apapu.
“Kamu sama sekali tidak ingat? Kamu ditemukan tak sadarkan diri dengan keadaan terluka.”
“Berapa lama aku tak sadar?”
“Lebih dari 48 jam.” Pria rupawan itu berdecih. “Tidak salah lagi, ini pengaruh bius monsta X.”
“Bius monsta X? apa itu?” Bingung Lea. “Obat bius berdosis tinggi, racikan tangan sendiri. Biasanya benda itu digunakan untuk misi-misi tertentu. Obat dilarang digunakan tanpa izin.” Tutur Louis.
“Dari mana kamu tahu soal itu?” Pria itu tidak menjawab. Dia masih sibuk mengingat-ingat kembali apa yang terjadi. Ia benar-benar melupakan semua kejadian tersebut. Seolah-olah ada kepingan memori di otaknya yang telah dihapus.
“Di mana Nicko dan Nuel?”
“Mereka baru saja pergi. Mereka harus menemui beberpa orang hari ini.”
“Bagaimana dengan perusahaan?” Tanya Louis. “Saat ini, ada Lean yang mengambil alih.” Lean—adalah tangan kanan Louis. Pria itu adalah orang kepercayaan Louis dalam segala hal.
“Hm.”
“Louis, dari kemarin ibumu menelpon.”
“Apa yang kamu katakan?”
“Aku bilang kamu sedang dalam perjalanan bisnis.”
“Hm.” Pria itu mengangguk kecil. “Ada satu panggilan masuk juga dari sekretaris CEO Radityan Crop’s.”
“APA?!”
“CEO mereka ingin bertemu. Karena keadaanmu sedang tidak sadar, maka aku menolak—“
“What the f*ck?!” Umpat Louis marah. “Apa-apaan kau ini!”
“Louis, aku Cuma ingin—“
“F*ck.” Louis mengumpat lagi.
Dia sudah berusaha keras untuk bertemu CEO muda itu beberapa hari kebelakang. Kini, saat dia sendiri yang menghubungi Louis, Lea malah dengan seenaknya menolak undangan tersebut. Ck, Louis murka sekali rasanya.
“Kemarikan ponselku?”
“Mau apa?”
“Aku harus menghubungi seseorang. Kemarikan ponselku, sial*an!”
Lea terhenyak. “Apa seseorang itu CEO Radityan Corp’s?”
“Bukan urusanmu!” Louis mencoba meraih ponselnya sendiri. Akan tetapi Lea terlebih dahulu menghalanginya. “Kamu masih belum pulih, Lou?”
“Berikan kepadaku, Lea?!” Bentak Louis murka.
“Kali ini saja, menurutlah kepadaku Louis. Kamu hampir saja meregang nyawa!” Lea berujar serius.
“Jangan campuri urusanku!” Bentak Louis. “Kau ini Cuma patner—tidak lebih. Jangan coba-coba mengendalikan aku!”
Lea menatap Louis tidak percaya. “Begitukah?”
“Hm. Cepat berikan!”
Lea tak menjawab. Gadis itu menatap ponsel yang ada ditangannya nyalang. Bohong jika perkataan Louis tidak menyakitinya. Mengenal pria itu belasan tahun lamanya, belum pernah ia dibentak dan diperlakukan demikian. Lea merasa harga dirinya telah diinjak-injak. Pria itu mulai berubah.
Brak!
Louis menatap marah kearah wanita cantik yang baru saja melemparkan ponselnya. Benda naas tersebut kini tergeletak di atas lantai setelah terjatuh cukup keras menghantam lantai.
“Kau…?!”
“Kamu yang telah membuatku begini.” Lea berujar dingin, sebelum berbalik.
“Sebentar lagi maid akan mengantar makanan dan obatku, jangan lupa dimakan dan minum obatmu. Aku pergi.” Lea melangkah pergi setelah berkata demikian. Meninggalkan Louis yang masih menatap murka ke arah punggungnya yang mulai menjauh.
“Sial*n?!”
...✈️✈️✈️...
“Ada apa? Apa ada yang menganggumu Ann?”
Wanita berambut pirang itu menggeleng kecil. “CEO Andderson Cooperation tidak bisa menghadiri undangan yang kita kirimkan.” Ia menarik ujung bibirnya untuk tersenyum di akhir kalimatnya. Padahal di dalam hatinya, dia tengah menanti kedatangan seseorang. Seseorang yang beberapa hari ini los kontak dengannya.
Gadis berniqab itu mengangguk faham. “Jadi, kamu dan CEO ArgA’s Air akan meeting berdua. Tempatnya sudah aku reservasi.”
“Baik. Atur saja pertemuannya.”
“Ok.”
Alea berbalik setelahnya. Ia meninggalkan meja sekretaris lantas memasuki ruangannya sendiri. Di meja kerjanya, ada hal objek baru yang menarik perhatiannya. Benda tersebut merupakan buket bunga mawar putih yang disusun dengan apik. Terselip sebuah sticy note juga di sana. Gadis cantik itu tersenyum kecil saat membaca pesan yang tertulis di atas kertas tersebut.
...Assalamualaikum. Good Morning, future wife. White rose—untuk mengawali hari yang cerah ini. Bunga ini memiliki banyak makna dari warnanya yang putih, berarti bersih, suci, dan insaallah abadi seperti perasaan yang aku miliki untukmu....
...--Nathan...
Ketika ia menyandang status baru dalam hidupnya, hari-harinya pun mulai diwarnai oleh hal-hal yang baru pula. Segala sumber dan asalnya tetap sama, yaitu pria rupawan yang telah mengkhitbah dirinya. Pria itu perlahan namun pasti, telah membawa pancarona baru bagi hidupnya.
Alea tak lagi meragu ataupun buru-buru. Dia akan meniti semua perasaan baru ini dengan perlahan agar tak berujung semu. Semua hal baru itu akan menjadi perjalanan menyenangkan yang tentunya sedikit tabu.
“Waalaikumsalam, future.” Jawab Alea lirih, sambil tersenyum kecil di balik kain niqab penutup wajahnya.
Dari mulai detik ini hingga kedepannya, Alea harus menyiapkan hati untuk setiap surprise yang pilot tampan itu berikan.
...****...
...TBC...
BDJ Update guys?!
Absen dulu yuk…. Gimana, gimana? Makin penasaran sama kelanjutan kisah cinta mereka? Tim buang Louis mana nih? Tim NathLa juga mana nih? Absen kuy…. Kita akan mulai memasuki babak talik ulur ke depannya. Karena BDJ ini partnya tidak akan panjang, jadi siap-siap kalau perjalanannya akan seperti BSK yang terjal dan berliku.
Ok, Jadi jangan lupa like, vote, komentar, share dan follow Author. Maaf baru bisa update sekarang:'(
Semoga Readers selalu setia & sabar menunggu ya:')
Sukabumi 23 Juni 2021
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Alif
insyaalloh wanita sholehah dapatnya pria sholeh jg..
2022-08-13
1
Cegilnya Matthias
💚💙💜🤎🤍💛🧡🖤❤️🖤🧡💛🤍🤎💜💙💚💜🤎🤍💛🧡🖤❤️❤️
2022-06-13
2
Cegilnya Matthias
❤️🤍🤎💜💙💚🖤🧡💛❤️🖤🧡💛🤍🤎💜💙💚
2022-06-13
2