BDJ 16 : TERDETEKSI RADAR KEEVANZAR

...BDJ 16 : TERDETEKSI RADAR KEEVANZAR...

..."Apa yang dia lakukan secara radikal, tentu akan terdeteksi oleh radar yang telah siaga memantau."-Bukan Dijodohkan...

...✈✈✈...

Langit jingga tampak menghiasi pemandangan di depan mata. Gedung-gedung pencakar tampak tinggi menjulang, berlomba-lomba menggapai langit. Kilauan sinar jingga yang menyinari setiap benda yang dilewatinya, membuat pemilik manik hitam tajam itu tak bosan menatap. Tubuh tegapnya yang berbalut pakaian formal, nampak bersidakep dada sambil menatap ke arah luar.

"Sir,"

"Apa yang kau dapat 'kan?" Tanyanya tanpa menoleh. Ia cukup faham siapa pemilik suara tersebut.

"Informasi soal target yang anda ingin selidiki sudah lengkap."

Pria tengah baya itu berbalik, lekas menatap berkas-berkas yang tersimpan di atas meja kerjanya.

"Louis Gallion Anderson Kim, CEO Andersor Cooperation." Pria itu membaca judul yang tertera di awal kalimat pembuka di bawahnya. Seringai tipisnya tersungging, saat matanya bergulir kian ke bawah untuk membaca.

"Lancang sekali kau telah menyentuh putriku."

Pria berkacama yang berdiri di hadapan pria itu meneguk salivanya sendiri. Ia sudah lama tidak melihat sang 'tuan' terlihat sangat menakutkan. Semua itu akan terlihat jika radar alamiah dalam diri pria itu aktif. Biasanya, radar tersebut akan aktif jika ada yang menganggu keluarga kecilnya.

Menjadi kaki tangan pria bermarga Radityan itu sejak belasan tahun silam, membuatnya sudah hafal betul tindak-tanduk sang 'tuan'. Jika tidak ada yang menganggu keluarga kecilnya, pria itu tentu tidak perlu repot-repot menghubungi kerabatnya yang merupakan seorang hacker, stalker dan spy ternama untuk dimintai bantuan.

"Siapkan mobil, Han. Setelah meeting nanti, kita temui dia."

"Baik sir."

Pria berkacamata itu pamit undur diri setelahnya. Meninggalkan pria yang masih menatap informasi yang tersaji di hadapannya.

"Kita lihat saja, seberapa besar keberanianmu, singa kecil."

...✈✈✈...

"Maaf, sir. Nona sedang tidak ada di ruangannya. Beliau sudah meninggalkan kantor semenjak sore."

Pria berjas navy tersebut menggeram marah. Sudah berulang kali ia menyambangi tempat ini, namun hasilnya tetap sama. Dia tidak bisa menemui gadis tersebut. Padahal, gadis bermanik teduh itu masih memiliki hutang janji temu dengannya.

"Sulit sekali menemukan dirimu." Ia terkekeh kecil mengingat kegagalan yang sering kali didapatinya. Baru kali ini, dia mengejar lawan jenisnya dengan penuh perjuangan.

Biasanya, kaum Hawalah yang suka rela menyerahkan diri untuk menjadi miliknya. Namun, kali ini mungkin pesonanya tidak mempan untuk gadis bermanik teduh penuh pesona tersebut.

Ketimbang larut dalam kegagalannya menemui CEO muda tersebut, ia memilih memacu super car miliknya menuju sebuah club night ternama di kota tersebut. Club tersebut cukup sering dia kunjungi. Di sana, banyak member VIP yang berasal dari berbagai kalangan seperti pengusaha, aktris, aktor, penyanyi, seniman kenamaan, para petinggi, dan sebagainya.

Mereka datang untuk mencari kesenangan, tentu saja. Selama ada uang dan koneksi, dunia akan mudah dikendalikan. Ya, Luois sudah merasakannya sendiri. Malam ini ia memesan VIP Room seperti biasa. Tempat dimana ia biasanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Ditemani bersloki-sloki minuman beralkohol, tembakau dan wanita.

"Shit down please." Luois berujar, memberi intruksi pada wanita yang malam ini ia pesan untuk menemani malam panjangnya. Bukan satu, ada dua wanita berdress pendek yang sengaja memperlihatkan bahu dan pahanya.

"Man,"

Pintu terbuka. Dua orang pria datang bersama 4 orang wanita yang menemani keduanya.

"Nicko, Nuel, sedang apa kalian disini?"

"Bersenang-senang, tentu saja. Memangnya apa lagi?" Salah satu dari pria itu berujar.

Keduanya mendudukan diri di sofa empuk yang ada di hadapan Luois. Empat wanita tadi dengan sigap memposisikan diri di samping kanan dan kiri keduanya. Bergelayut manja, sambil menatap sensual ke arah Luois. Pesona pria itu tentu tidak perlu diragukan. Money and netwoŕk adalah kepunyaanya.

"Kalian sudah kembali dari Macau?" Tanya Luois. Seorang wanita duduk dengan santai di atas pangkuannya. Menyentuh tubuhnya dengan sensual.

"Yeah. Kita pulang karena telah berjaya."

"Ya, kita sudah membawa berlian-berlian itu juga." Jawab mereka bergantian.

"Ah, ya. Àldwin juga telah berhasil menyelundupkan obat-obatan terlarang ke beberapa negara di Asia. Dia mendapat untung banyak, kami juģa mendapat 10% masing-masing."

Louis mengangguk. Lingkup pertemanannya memang begini. Ya, putaran uang mengalir dari mana saja. Tidak ada uang halal dan haram, karena bagi mereka bentuk uang begitu-begitu saja, tetap sama.

"Kau tidak tertarik untuk terjun ke dunia gelap man?"

"Hhhppm... tidak." Luois menghentikan kecupannya. Ia kembali menatap kedua rekannya. "Ada pekerjaan yang lebih berharga sekarang."

"Apa?" Jawab Nicko dan Nuel bersamaan.

"Mengejar rusa betina yang berharga."

"Rusa betina?"

"Oh, ayolah, man. Wanita mana yang tidak bertekuk lutut denganmu?"

Louis terkekeh kecil. "But, she's special." Ia menatap dua rekannya bergantian. "Dia berlian diatas berlian. Matanya, hanya karena matanya saja, aku tersesat sampai begini."

Nicho dan Nuel saling bertatapan. "C'mon, tidak ada wanita yang begitu man?"

"Ada. Dan dia akan segera menjadi miliku." Ujar Luois, diakhiri dengan sedikit desahan di akhir kalimatnya.

Agaknya, dua wanita yang disewa untuk menemaninya malam ini cemburu. Keduanya dengan sengaja memberinya siksaan di atas dan bawah tubuhnya. Satu bermain-main di area sekitar leher, yang satu lagi dengan lancang memainkan kepunyaanya dibawah sana.

"Damn it. Kita pindah." Luois beranjak dari duduknya.

Nicko dan Nuel menatapnya sambil terkekeh. "Bersenang-senanglah, man. Patnermu terlihat baru malam ini."

"Hm." Jawab Luois sebelum berlalu bersama dua wanita tersebut.

Satu wanita berambut pirang se punggung, yang satu wanita berambut brunette sebahu. Keduanya mengenakan pakaian kurang bahan yang tentu mengundang gairah. Tiba di salah satu kamar VIP yang biasa digunakannya, kedua wanita itu langsung mendorongnya ke atas ranjang.

"Owh, liar rupanya." Ia meracau keçil, saat si wanita berambut brunette menaiki tubuhnya.

Luois membiarkan saja. Toh, ia menyukai tantangan. Sekali-sekali ia tidak perlu bergerak, biar patnernya yang memuaskanya kali ini. Akan tetapi, agaknya malam ini patnernya agak berbeda.

"Kenapa berhenti hm?" Luois hendak protes, karena gerakan kedua wanita itu terhenti.

"Pekerjaan kita cukup sampai disini." Si wanita berambut brunette berujar.

Keduanya lantas turun dari ranjang. Mereka berdiri bersisian, lantas dengan cepat mereka menyingkap rok pendek yang mereka kenakan. Mereka mengenakan celana pendek dengan pengait khusus di dalamnya.

"Wow... apa-apaan ini?" Luois yang sudah setengah telanjang terperangah.

Dari balik paha dalam yang tadinya tertutupi rok ketat tersebut, keduanya menyeluarkan sebuah senjata api yang ukurannya kecil dan ramping. Kemungkinan besarnya, benda tersebut dirancang khusus agar bisa disimpan dengan efisien dan tidak memakan banyak tempat.

Kedua wanita itu mengarahkan senjata apinya kepada Luois. Louis yang ditodong hanya terkekeh kecil. Ia tidak ketakutan melihat hal tersebut. Namun, detik berikutnya ia kembali dikejutkan oleh sesuatu. Pintu terbuka, memperlihatkan 4 orang pria berpakaian serba hitam yang berjalan memasuki ruangan tersebut. Disusul oleh seorang pria yang masuk setelah keempatnya.

Louis menyerngitkam alisnya bingung. Namun, ia sudah mewanti-wanti akan segala kemungkinan yang terjadi. Ia berdiri dengan santai, lantas memungut jas beserta kemejanya yang berserakan di lantai.

"What's wrong?" Tanyanya.

Empat orang tadi, membentuk tembok manusia. Sedangkan pria yang masuk terakhir tadi, berjalan mendekat ke arah Luois. Wajahnya tertutupi oleh masker khusus yang biasanya digunakan oleh pekerja industri yang menggunakan bahan kimia berbahaya yang bersifat gas.

"Kalian ini siapa sebenarnya? Berani sekali menganggu kesenanganku?"

"Kau yang telah berani menganggu milikku." Ujar pria bermasker tadi. Suaranya terdengar samar, efek terhalang masker.

"What? Putrimu siapa-"

BUGH

Satu tinjuan telak dilayangkan oleh pria tersebut. Disusul oleh pukulan-pukulan berikutnya. Luois yang tidak siap, tentu kepayahan dalam melawan balik. Namun, ia berhasil memberikan serangan balas menit-menit berikutnya.

BUGH

BUGH

BUGH

"Berani sekali kau menyentuh milikku, f"cking bastard!"

BUGH

BUGH

"Uhuk..." Louis terbatuk-batuk.

Ia sudah terkapar tak berdaya di atas lantai. Mau melawanpun bagaimana, pria di atasnya mengunci gerak tubuhnya. Hanya butuh lima belas menit berduel sengit, pria itu mampu membuat Luois tumbang.

Entah apa beladiri yang pria itu lakoni, namun jujur, Luois tidak mampu menandingi kehebatan beladirinya. Walaupun dirinya juga sudah memiliki basic di beberapa cabang beladiri.

"Jangan berani-berani menyentuhnya, atau kupotong tanganmu ini."

"Ahk!" Jerit luois, dirasa sakit begitu menjalari sebelah tangannya. Pria itu menginjak tangannya.

"Predator wanita sepertimu, tidak pantas untuknya!" Pungkas pria tersebut, sebelum menyingkir dari atas tubùh Luois.

"Bereskan sisanya." Titah pria tersebut.

Ia lantas berlalu meninggalkan ruangan tersebut, di kawal oleh para pria tadi. Luois tak berniat mengejar. Tubuhnya sudah terkapar tak berdaya di atas lantai.

"Waktunya untuk tidur." Ujar wanita berambut pirang tadi.

"Sayang sekali, kau salah bermain-main kali ini, f*cking bastard." Lanjut wanita berambut brunette.

Kini tinggal keduanya yang berada di ruangan tersebut. Louis tersenyum getir melihatnya. Wanita yang tadi menggodanya, kini nampak mengambil sesuatu dari dalam laci. Ternyata yang wanita itu ambil adalah sebuah suntikan siap pakai.

"Tidurlah."

Luois terperanjat. Dia tidak boleh sampai terkena umpan lain kali ini. Dia hendak memberontak, namun nihil. Wanita berambut brunette tadi berhasil menyuntikan cairan di dalam benda tersebut ke dalam tubuhnya.

"F*ck!" Umpat Luois, saat detik-detik berikutnya, pandanganya terasa berkunang-kunang dan kepalanya terasa berat. Tidak sampai lima menit, ia jatuh pingsan setelahnya.

Kedua wanita itu saling berpandangan sambil tersenyum kecil. Tugas mereka hanyalah melesaikan sisa permainan tadi. Dirasa sudah selesai dengan tugas akhir, mereka melenganggang pergi begitu saja. Urusan CCTV sudah ada yang mengurus.

"Berhenti nona!" Dua orang bodyguard menghalangi jalan keduanya.

Bodyguard tersebut mendapatkan laporan dari pengguna kamar VIP yang mendengar suara gaduh dari kamar yang keduanya pakai.

"Ada apa?"

"Kalian dilarang pergi untuk saat ini. Meneger club night akan mengintrogasi-" ucapan keduanya terpotong saat wanita berambut pirang memperlihatkan sebuah kartu identitas.

"See? Bisa kita pergi sekarang?"

Kedua bodyguard itu mengangguk tanpa banyak kata. Keduanya hanya bisa memandangi punggung wanita-wanita itu pergi menjauh, tanpa bisa mencegahnya.

"Mereka FBI."

****

TBC

YUHUU.... BDJ UPDATE!

BUKAN MAIN UPDATENYA KALI INI? ADA YANG MAU KOMENTAR? KETAWA? NYIBIR? KOREKSI? SOK.... MANGGA. JANGAN LUPA LIKE, VOTE, SHARE CERITA INI DAN FOLLOW AUTHOR.

Mulai part depan, perjalanan seriusnya akan dimulai. Jadi.... siapkan diri, hati dan persediaan tissu👌

Ok, kita jumpa di part berikutnya nanti. Jangan lupa mampir ke ANAKKU ini :

Sukabumi 08 Juni 2021

Terpopuler

Comments

Zaitun

Zaitun

👋👋👋👋👋👍

2022-07-29

1

Mirna C'Nyantut

Mirna C'Nyantut

kapan up sih thor??kangeeen niiih, sekarang author udh jarang sekali update ya😰💪💪💪💪💪thor kami menunggumu👌😘

2021-06-18

4

Mirna C'Nyantut

Mirna C'Nyantut

wiiiih keevanzar radityan alfaruq keren eey

2021-06-14

3

lihat semua
Episodes
1 °INTRODUCTION
2 °PROLOG
3 °BDJ 1 : ANAK TUHAN & ANAK LUCIFER
4 °BDJ 2 : MEETING or MEET UP
5 °BDJ 3 : INTERESTING
6 °BDJ 4 : AJAKAN MAKAN SIANG
7 °BDJ 5 : INSIDEN JUMPA
8 °BDJ 6 : DI ACC
9 °BDJ 7 : DITOLAK
10 °BDJ 8 : BERKUNJUNG
11 °BDJ 9 : TAK KUNJUNG SADAR
12 °BDJ 10 : SALAH BEREDAR
13 BDJ 11 : SABAR MENUNGGU KABAR
14 BDJ 12: KABAR DARI BURUNG CAMAR
15 BDJ 13 : BERDEBAR
16 BDJ : 14 KEKALAHAN BERDASAR
17 BDJ 15 : KESERIUSAN SEORANG PENERBANG
18 BDJ 16 : TERDETEKSI RADAR KEEVANZAR
19 BDJ 17 : BUNGA TIDUR
20 BDJ 18 : SLEEPING HANDSOME
21 BDJ 19 : DATE WITH YOU
22 BDJ 20 : FAULT IS TRUE
23 BDJ 21 : TRUE
24 BDJ 22 : MAFIA SON
25 BDJ 23. TABIR FAKTA
26 °BDJ 24 : BLACK ROSE
27 °BDJ 25 : BAD FACTA
28 °BDJ 26 : CAPT, ARE YOU OKAY?!
29 °BDJ 27 : SALING MENJAGA LEWAT DO’A
30 °BDJ 28 : ANCAMAN
31 °BDJ 29 : I WANT YOU!
32 °BDJ 30 : NIKAH SIRI
33 °BDJ 31 : MUSUH DALAM SELIMUT
34 °BDJ 32 : BERTEMU RIVAL LAMA
35 °BDJ 33 : BLACK BROTHER BERTINDAK
36 °BDJ 34 : TERLUKA
37 °BDJ 35 : KUNJUNGAN YANG TIDAK MENYENANGKAN
38 °BDJ 36 : MENGGILA
39 °BDJ 37 : JUMPA SETELAH SEKIAN LAMA
40 °BDJ 38 : KEDATANGAN CALON MENANTU
41 °BDJ 39 : MENGANTONGI BANYAK RESTU MENIKAHI KAMU
42 °BDJ 40 : KITA JALANI BERSAMA
43 °BDJ 41 : RISIH
44 °BDJ 42 : SAYEMBARA DUA WANITA
45 °BDJ 43 : PENGHIANAT YANG TAK BERKUTIK
46 °BDJ 44 : AKU ADA DI SINI
47 °BDJ 45 : MENJAUHLAH DARI PUTRIKU
48 °BDJ 46 : HADIAH TERBAIK
49 °BDJ 47 : SEPOTONG HATI TANPA CINTA
50 °BDJ 48 : SAYYIDUL AYYAM
51 °BDJ 49 : INI BUKAN SALAH KAMU
52 °BDJ 50 : DUA SAUDARA PEMILIK PERMATA RADITYAN
53 °BDJ 51 : TANGGAL CANTIK
54 °BDJ 52 : DIJEMPUT CALON SUAMI
55 °BDJ 53 : KISAH SALMAN & ABU DARDA
56 °BDJ 54 : KELUARGA BESAR RADITYAN
57 °BDJ 55 : LULUS KUALIFIKASI
58 °BDJ 56 : MENGENAL LEBIH DEKAT KELUARGA AYAH VAN’AR
59 °BDJ 57 : RARA’S CAFFE
60 °BDJ 58 : RENCANA LICIK
61 °BDJ 59 : FEELING
62 °BDJ 60 : SIASAT JAHAT
63 °BDJ 61 : PENGHIANAT
64 °BDJ 62 : PERGI & MENJAUH
65 °BDJ 63 : SELAMAT DATANG
66 °BDJ 64 : SELAMAT TINGGAL
67 °BDJ 65 : TULANG RUSUKKU
68 °BDJ 66 : BAHAGIA DENGAN & TANPA MU
69 °BDJ 67 : MAHAR
70 °BDJ 68 : AKAD
71 °BDJ 69 : RESMI DIPERISTRI
72 °BDJ 70 : IBADAH BERSAMA
73 °BDJ 71 : MALAM PERTAMA
74 °BDJ 72 : KECANDUAN
75 °BDJ 73 : WANITAKU
76 °BDJ 74 : ISTRI CAPTAIN
77 °BDJ 75 : PESAN PAPAH MERTUA
78 °BDJ 76 : BERBANDING TERBALIK
79 °BDJ 77 : MENGEJAR KEBAHAGIAAN
80 °BDJ 78 : HADIAH
81 °BDJ 79 : HAK & KEWAJIBAN
82 °BDJ 80 : IBADAH MALAM JUM’AT
83 °BDJ 81 : BUCIN JALUR HALAL
84 °BDJ 82 : MENCARI YANG LEBIH BERARTI
85 °BDJ 83 : MOMONGAN
86 °BDJ 84 : BANDUNG DAN CERITA DIDALAMNYA
87 °BDJ 85 : LEMBANG
88 °BDJ 86 : DATANGNYA PENGGANGGU
89 °BDJ 87 : KEPERCAYAAN
90 °BDJ 84 : NICHOLE
91 °BDJ 85 : MANTAN ISTRI CAPTAIN NATHAN?
92 °BDJ 86 : TABIAT ASET RADITYAN
93 °BDJ 87 : RAYUAN PULAU KAPUK
94 °BDJ 89 : KODE KERAS
95 °BDJ 90 : CEMBURU
96 BDJ 91 : PERASAAN YANG BARU
97 °BDJ 92 : WISATA MASA LALU
98 °BDJ 93 : KUTEMUKAN WANITAKU
99 BDJ 94 : SPOILER CUCU
100 BDJ 95 : INFORMASI YANG DAVIAN DAPATKAN
101 °BDJ 96 : LOUIS
102 °BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
103 °BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
104 °BDJ 98 : KEDATANGAN TAMU
105 °BDJ 99 : KEDIAMAN RADITYAN
106 °BDJ 100 : HANYA SEDANG MENGANDUNG
107 BDJ 101 : DIINTROGASI PARA RADITYAN
108 BDJ 102 : BAYIKU?
109 °BDJ 103 : DI BAWAH NAUNGAN RADITYAN
110 BDJ 104 : IKATAN
111 BDJ 105 : BERDAMAI DENGAN TAKDIR
112 BDJ 106 : RIZKI YANG DINANTI-NANTI
113 BDJ 107 : NATHAN SAKIT
114 BDJ 108 : ADAKAH DIA DI PERUTMU?
115 BDJ 109 : DILIMPAHI RIZKI DARI SANG ILAHI
116 BDJ 110 : LANTUNAN SUARA EMAS CALON BABA
117 BDJ 111 : PERJUANGAN DUA AYAH
118 BDJ 112 : SKENARIO DUA HATI
119 BDJ 113 : MARI KITA SELESAIKAN SAMPAI DI SINI
120 BDJ 114 KESAYANGAN MAMA GEA
121 BDJ 115 : CALON BABA BERTEMU SIAPA
122 BDJ 116 : JODOH TIDAK AKAN TERTUKAR
123 BDJ 117 : KEMBALI BERJUMPA
124 BDJ 118 : MAWAR KUNING
125 BDJ 119 : TENTANG KETERTARIKAN
126 BDJ 120 : SEBUAH NAMA & KEPULANGAN
127 BDJ 121 : MOVE MODE ON
128 BDJ 122 : BAHAGIA BERSAMA DIA, DIA, DIA & DIA
129 BDJ 123 : KELAHIRAN
130 BDJ 124 : PERJUANGAN SEORANG BABA
131 BDJ 125 : BUAH CINTA
Episodes

Updated 131 Episodes

1
°INTRODUCTION
2
°PROLOG
3
°BDJ 1 : ANAK TUHAN & ANAK LUCIFER
4
°BDJ 2 : MEETING or MEET UP
5
°BDJ 3 : INTERESTING
6
°BDJ 4 : AJAKAN MAKAN SIANG
7
°BDJ 5 : INSIDEN JUMPA
8
°BDJ 6 : DI ACC
9
°BDJ 7 : DITOLAK
10
°BDJ 8 : BERKUNJUNG
11
°BDJ 9 : TAK KUNJUNG SADAR
12
°BDJ 10 : SALAH BEREDAR
13
BDJ 11 : SABAR MENUNGGU KABAR
14
BDJ 12: KABAR DARI BURUNG CAMAR
15
BDJ 13 : BERDEBAR
16
BDJ : 14 KEKALAHAN BERDASAR
17
BDJ 15 : KESERIUSAN SEORANG PENERBANG
18
BDJ 16 : TERDETEKSI RADAR KEEVANZAR
19
BDJ 17 : BUNGA TIDUR
20
BDJ 18 : SLEEPING HANDSOME
21
BDJ 19 : DATE WITH YOU
22
BDJ 20 : FAULT IS TRUE
23
BDJ 21 : TRUE
24
BDJ 22 : MAFIA SON
25
BDJ 23. TABIR FAKTA
26
°BDJ 24 : BLACK ROSE
27
°BDJ 25 : BAD FACTA
28
°BDJ 26 : CAPT, ARE YOU OKAY?!
29
°BDJ 27 : SALING MENJAGA LEWAT DO’A
30
°BDJ 28 : ANCAMAN
31
°BDJ 29 : I WANT YOU!
32
°BDJ 30 : NIKAH SIRI
33
°BDJ 31 : MUSUH DALAM SELIMUT
34
°BDJ 32 : BERTEMU RIVAL LAMA
35
°BDJ 33 : BLACK BROTHER BERTINDAK
36
°BDJ 34 : TERLUKA
37
°BDJ 35 : KUNJUNGAN YANG TIDAK MENYENANGKAN
38
°BDJ 36 : MENGGILA
39
°BDJ 37 : JUMPA SETELAH SEKIAN LAMA
40
°BDJ 38 : KEDATANGAN CALON MENANTU
41
°BDJ 39 : MENGANTONGI BANYAK RESTU MENIKAHI KAMU
42
°BDJ 40 : KITA JALANI BERSAMA
43
°BDJ 41 : RISIH
44
°BDJ 42 : SAYEMBARA DUA WANITA
45
°BDJ 43 : PENGHIANAT YANG TAK BERKUTIK
46
°BDJ 44 : AKU ADA DI SINI
47
°BDJ 45 : MENJAUHLAH DARI PUTRIKU
48
°BDJ 46 : HADIAH TERBAIK
49
°BDJ 47 : SEPOTONG HATI TANPA CINTA
50
°BDJ 48 : SAYYIDUL AYYAM
51
°BDJ 49 : INI BUKAN SALAH KAMU
52
°BDJ 50 : DUA SAUDARA PEMILIK PERMATA RADITYAN
53
°BDJ 51 : TANGGAL CANTIK
54
°BDJ 52 : DIJEMPUT CALON SUAMI
55
°BDJ 53 : KISAH SALMAN & ABU DARDA
56
°BDJ 54 : KELUARGA BESAR RADITYAN
57
°BDJ 55 : LULUS KUALIFIKASI
58
°BDJ 56 : MENGENAL LEBIH DEKAT KELUARGA AYAH VAN’AR
59
°BDJ 57 : RARA’S CAFFE
60
°BDJ 58 : RENCANA LICIK
61
°BDJ 59 : FEELING
62
°BDJ 60 : SIASAT JAHAT
63
°BDJ 61 : PENGHIANAT
64
°BDJ 62 : PERGI & MENJAUH
65
°BDJ 63 : SELAMAT DATANG
66
°BDJ 64 : SELAMAT TINGGAL
67
°BDJ 65 : TULANG RUSUKKU
68
°BDJ 66 : BAHAGIA DENGAN & TANPA MU
69
°BDJ 67 : MAHAR
70
°BDJ 68 : AKAD
71
°BDJ 69 : RESMI DIPERISTRI
72
°BDJ 70 : IBADAH BERSAMA
73
°BDJ 71 : MALAM PERTAMA
74
°BDJ 72 : KECANDUAN
75
°BDJ 73 : WANITAKU
76
°BDJ 74 : ISTRI CAPTAIN
77
°BDJ 75 : PESAN PAPAH MERTUA
78
°BDJ 76 : BERBANDING TERBALIK
79
°BDJ 77 : MENGEJAR KEBAHAGIAAN
80
°BDJ 78 : HADIAH
81
°BDJ 79 : HAK & KEWAJIBAN
82
°BDJ 80 : IBADAH MALAM JUM’AT
83
°BDJ 81 : BUCIN JALUR HALAL
84
°BDJ 82 : MENCARI YANG LEBIH BERARTI
85
°BDJ 83 : MOMONGAN
86
°BDJ 84 : BANDUNG DAN CERITA DIDALAMNYA
87
°BDJ 85 : LEMBANG
88
°BDJ 86 : DATANGNYA PENGGANGGU
89
°BDJ 87 : KEPERCAYAAN
90
°BDJ 84 : NICHOLE
91
°BDJ 85 : MANTAN ISTRI CAPTAIN NATHAN?
92
°BDJ 86 : TABIAT ASET RADITYAN
93
°BDJ 87 : RAYUAN PULAU KAPUK
94
°BDJ 89 : KODE KERAS
95
°BDJ 90 : CEMBURU
96
BDJ 91 : PERASAAN YANG BARU
97
°BDJ 92 : WISATA MASA LALU
98
°BDJ 93 : KUTEMUKAN WANITAKU
99
BDJ 94 : SPOILER CUCU
100
BDJ 95 : INFORMASI YANG DAVIAN DAPATKAN
101
°BDJ 96 : LOUIS
102
°BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
103
°BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
104
°BDJ 98 : KEDATANGAN TAMU
105
°BDJ 99 : KEDIAMAN RADITYAN
106
°BDJ 100 : HANYA SEDANG MENGANDUNG
107
BDJ 101 : DIINTROGASI PARA RADITYAN
108
BDJ 102 : BAYIKU?
109
°BDJ 103 : DI BAWAH NAUNGAN RADITYAN
110
BDJ 104 : IKATAN
111
BDJ 105 : BERDAMAI DENGAN TAKDIR
112
BDJ 106 : RIZKI YANG DINANTI-NANTI
113
BDJ 107 : NATHAN SAKIT
114
BDJ 108 : ADAKAH DIA DI PERUTMU?
115
BDJ 109 : DILIMPAHI RIZKI DARI SANG ILAHI
116
BDJ 110 : LANTUNAN SUARA EMAS CALON BABA
117
BDJ 111 : PERJUANGAN DUA AYAH
118
BDJ 112 : SKENARIO DUA HATI
119
BDJ 113 : MARI KITA SELESAIKAN SAMPAI DI SINI
120
BDJ 114 KESAYANGAN MAMA GEA
121
BDJ 115 : CALON BABA BERTEMU SIAPA
122
BDJ 116 : JODOH TIDAK AKAN TERTUKAR
123
BDJ 117 : KEMBALI BERJUMPA
124
BDJ 118 : MAWAR KUNING
125
BDJ 119 : TENTANG KETERTARIKAN
126
BDJ 120 : SEBUAH NAMA & KEPULANGAN
127
BDJ 121 : MOVE MODE ON
128
BDJ 122 : BAHAGIA BERSAMA DIA, DIA, DIA & DIA
129
BDJ 123 : KELAHIRAN
130
BDJ 124 : PERJUANGAN SEORANG BABA
131
BDJ 125 : BUAH CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!