...BDJ 16 : TERDETEKSI RADAR KEEVANZAR...
..."Apa yang dia lakukan secara radikal, tentu akan terdeteksi oleh radar yang telah siaga memantau."-Bukan Dijodohkan...
...✈✈✈...
Langit jingga tampak menghiasi pemandangan di depan mata. Gedung-gedung pencakar tampak tinggi menjulang, berlomba-lomba menggapai langit. Kilauan sinar jingga yang menyinari setiap benda yang dilewatinya, membuat pemilik manik hitam tajam itu tak bosan menatap. Tubuh tegapnya yang berbalut pakaian formal, nampak bersidakep dada sambil menatap ke arah luar.
"Sir,"
"Apa yang kau dapat 'kan?" Tanyanya tanpa menoleh. Ia cukup faham siapa pemilik suara tersebut.
"Informasi soal target yang anda ingin selidiki sudah lengkap."
Pria tengah baya itu berbalik, lekas menatap berkas-berkas yang tersimpan di atas meja kerjanya.
"Louis Gallion Anderson Kim, CEO Andersor Cooperation." Pria itu membaca judul yang tertera di awal kalimat pembuka di bawahnya. Seringai tipisnya tersungging, saat matanya bergulir kian ke bawah untuk membaca.
"Lancang sekali kau telah menyentuh putriku."
Pria berkacama yang berdiri di hadapan pria itu meneguk salivanya sendiri. Ia sudah lama tidak melihat sang 'tuan' terlihat sangat menakutkan. Semua itu akan terlihat jika radar alamiah dalam diri pria itu aktif. Biasanya, radar tersebut akan aktif jika ada yang menganggu keluarga kecilnya.
Menjadi kaki tangan pria bermarga Radityan itu sejak belasan tahun silam, membuatnya sudah hafal betul tindak-tanduk sang 'tuan'. Jika tidak ada yang menganggu keluarga kecilnya, pria itu tentu tidak perlu repot-repot menghubungi kerabatnya yang merupakan seorang hacker, stalker dan spy ternama untuk dimintai bantuan.
"Siapkan mobil, Han. Setelah meeting nanti, kita temui dia."
"Baik sir."
Pria berkacamata itu pamit undur diri setelahnya. Meninggalkan pria yang masih menatap informasi yang tersaji di hadapannya.
"Kita lihat saja, seberapa besar keberanianmu, singa kecil."
...✈✈✈...
"Maaf, sir. Nona sedang tidak ada di ruangannya. Beliau sudah meninggalkan kantor semenjak sore."
Pria berjas navy tersebut menggeram marah. Sudah berulang kali ia menyambangi tempat ini, namun hasilnya tetap sama. Dia tidak bisa menemui gadis tersebut. Padahal, gadis bermanik teduh itu masih memiliki hutang janji temu dengannya.
"Sulit sekali menemukan dirimu." Ia terkekeh kecil mengingat kegagalan yang sering kali didapatinya. Baru kali ini, dia mengejar lawan jenisnya dengan penuh perjuangan.
Biasanya, kaum Hawalah yang suka rela menyerahkan diri untuk menjadi miliknya. Namun, kali ini mungkin pesonanya tidak mempan untuk gadis bermanik teduh penuh pesona tersebut.
Ketimbang larut dalam kegagalannya menemui CEO muda tersebut, ia memilih memacu super car miliknya menuju sebuah club night ternama di kota tersebut. Club tersebut cukup sering dia kunjungi. Di sana, banyak member VIP yang berasal dari berbagai kalangan seperti pengusaha, aktris, aktor, penyanyi, seniman kenamaan, para petinggi, dan sebagainya.
Mereka datang untuk mencari kesenangan, tentu saja. Selama ada uang dan koneksi, dunia akan mudah dikendalikan. Ya, Luois sudah merasakannya sendiri. Malam ini ia memesan VIP Room seperti biasa. Tempat dimana ia biasanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Ditemani bersloki-sloki minuman beralkohol, tembakau dan wanita.
"Shit down please." Luois berujar, memberi intruksi pada wanita yang malam ini ia pesan untuk menemani malam panjangnya. Bukan satu, ada dua wanita berdress pendek yang sengaja memperlihatkan bahu dan pahanya.
"Man,"
Pintu terbuka. Dua orang pria datang bersama 4 orang wanita yang menemani keduanya.
"Nicko, Nuel, sedang apa kalian disini?"
"Bersenang-senang, tentu saja. Memangnya apa lagi?" Salah satu dari pria itu berujar.
Keduanya mendudukan diri di sofa empuk yang ada di hadapan Luois. Empat wanita tadi dengan sigap memposisikan diri di samping kanan dan kiri keduanya. Bergelayut manja, sambil menatap sensual ke arah Luois. Pesona pria itu tentu tidak perlu diragukan. Money and netwoŕk adalah kepunyaanya.
"Kalian sudah kembali dari Macau?" Tanya Luois. Seorang wanita duduk dengan santai di atas pangkuannya. Menyentuh tubuhnya dengan sensual.
"Yeah. Kita pulang karena telah berjaya."
"Ya, kita sudah membawa berlian-berlian itu juga." Jawab mereka bergantian.
"Ah, ya. Àldwin juga telah berhasil menyelundupkan obat-obatan terlarang ke beberapa negara di Asia. Dia mendapat untung banyak, kami juģa mendapat 10% masing-masing."
Louis mengangguk. Lingkup pertemanannya memang begini. Ya, putaran uang mengalir dari mana saja. Tidak ada uang halal dan haram, karena bagi mereka bentuk uang begitu-begitu saja, tetap sama.
"Kau tidak tertarik untuk terjun ke dunia gelap man?"
"Hhhppm... tidak." Luois menghentikan kecupannya. Ia kembali menatap kedua rekannya. "Ada pekerjaan yang lebih berharga sekarang."
"Apa?" Jawab Nicko dan Nuel bersamaan.
"Mengejar rusa betina yang berharga."
"Rusa betina?"
"Oh, ayolah, man. Wanita mana yang tidak bertekuk lutut denganmu?"
Louis terkekeh kecil. "But, she's special." Ia menatap dua rekannya bergantian. "Dia berlian diatas berlian. Matanya, hanya karena matanya saja, aku tersesat sampai begini."
Nicho dan Nuel saling bertatapan. "C'mon, tidak ada wanita yang begitu man?"
"Ada. Dan dia akan segera menjadi miliku." Ujar Luois, diakhiri dengan sedikit desahan di akhir kalimatnya.
Agaknya, dua wanita yang disewa untuk menemaninya malam ini cemburu. Keduanya dengan sengaja memberinya siksaan di atas dan bawah tubuhnya. Satu bermain-main di area sekitar leher, yang satu lagi dengan lancang memainkan kepunyaanya dibawah sana.
"Damn it. Kita pindah." Luois beranjak dari duduknya.
Nicko dan Nuel menatapnya sambil terkekeh. "Bersenang-senanglah, man. Patnermu terlihat baru malam ini."
"Hm." Jawab Luois sebelum berlalu bersama dua wanita tersebut.
Satu wanita berambut pirang se punggung, yang satu wanita berambut brunette sebahu. Keduanya mengenakan pakaian kurang bahan yang tentu mengundang gairah. Tiba di salah satu kamar VIP yang biasa digunakannya, kedua wanita itu langsung mendorongnya ke atas ranjang.
"Owh, liar rupanya." Ia meracau keçil, saat si wanita berambut brunette menaiki tubuhnya.
Luois membiarkan saja. Toh, ia menyukai tantangan. Sekali-sekali ia tidak perlu bergerak, biar patnernya yang memuaskanya kali ini. Akan tetapi, agaknya malam ini patnernya agak berbeda.
"Kenapa berhenti hm?" Luois hendak protes, karena gerakan kedua wanita itu terhenti.
"Pekerjaan kita cukup sampai disini." Si wanita berambut brunette berujar.
Keduanya lantas turun dari ranjang. Mereka berdiri bersisian, lantas dengan cepat mereka menyingkap rok pendek yang mereka kenakan. Mereka mengenakan celana pendek dengan pengait khusus di dalamnya.
"Wow... apa-apaan ini?" Luois yang sudah setengah telanjang terperangah.
Dari balik paha dalam yang tadinya tertutupi rok ketat tersebut, keduanya menyeluarkan sebuah senjata api yang ukurannya kecil dan ramping. Kemungkinan besarnya, benda tersebut dirancang khusus agar bisa disimpan dengan efisien dan tidak memakan banyak tempat.
Kedua wanita itu mengarahkan senjata apinya kepada Luois. Louis yang ditodong hanya terkekeh kecil. Ia tidak ketakutan melihat hal tersebut. Namun, detik berikutnya ia kembali dikejutkan oleh sesuatu. Pintu terbuka, memperlihatkan 4 orang pria berpakaian serba hitam yang berjalan memasuki ruangan tersebut. Disusul oleh seorang pria yang masuk setelah keempatnya.
Louis menyerngitkam alisnya bingung. Namun, ia sudah mewanti-wanti akan segala kemungkinan yang terjadi. Ia berdiri dengan santai, lantas memungut jas beserta kemejanya yang berserakan di lantai.
"What's wrong?" Tanyanya.
Empat orang tadi, membentuk tembok manusia. Sedangkan pria yang masuk terakhir tadi, berjalan mendekat ke arah Luois. Wajahnya tertutupi oleh masker khusus yang biasanya digunakan oleh pekerja industri yang menggunakan bahan kimia berbahaya yang bersifat gas.
"Kalian ini siapa sebenarnya? Berani sekali menganggu kesenanganku?"
"Kau yang telah berani menganggu milikku." Ujar pria bermasker tadi. Suaranya terdengar samar, efek terhalang masker.
"What? Putrimu siapa-"
BUGH
Satu tinjuan telak dilayangkan oleh pria tersebut. Disusul oleh pukulan-pukulan berikutnya. Luois yang tidak siap, tentu kepayahan dalam melawan balik. Namun, ia berhasil memberikan serangan balas menit-menit berikutnya.
BUGH
BUGH
BUGH
"Berani sekali kau menyentuh milikku, f"cking bastard!"
BUGH
BUGH
"Uhuk..." Louis terbatuk-batuk.
Ia sudah terkapar tak berdaya di atas lantai. Mau melawanpun bagaimana, pria di atasnya mengunci gerak tubuhnya. Hanya butuh lima belas menit berduel sengit, pria itu mampu membuat Luois tumbang.
Entah apa beladiri yang pria itu lakoni, namun jujur, Luois tidak mampu menandingi kehebatan beladirinya. Walaupun dirinya juga sudah memiliki basic di beberapa cabang beladiri.
"Jangan berani-berani menyentuhnya, atau kupotong tanganmu ini."
"Ahk!" Jerit luois, dirasa sakit begitu menjalari sebelah tangannya. Pria itu menginjak tangannya.
"Predator wanita sepertimu, tidak pantas untuknya!" Pungkas pria tersebut, sebelum menyingkir dari atas tubùh Luois.
"Bereskan sisanya." Titah pria tersebut.
Ia lantas berlalu meninggalkan ruangan tersebut, di kawal oleh para pria tadi. Luois tak berniat mengejar. Tubuhnya sudah terkapar tak berdaya di atas lantai.
"Waktunya untuk tidur." Ujar wanita berambut pirang tadi.
"Sayang sekali, kau salah bermain-main kali ini, f*cking bastard." Lanjut wanita berambut brunette.
Kini tinggal keduanya yang berada di ruangan tersebut. Louis tersenyum getir melihatnya. Wanita yang tadi menggodanya, kini nampak mengambil sesuatu dari dalam laci. Ternyata yang wanita itu ambil adalah sebuah suntikan siap pakai.
"Tidurlah."
Luois terperanjat. Dia tidak boleh sampai terkena umpan lain kali ini. Dia hendak memberontak, namun nihil. Wanita berambut brunette tadi berhasil menyuntikan cairan di dalam benda tersebut ke dalam tubuhnya.
"F*ck!" Umpat Luois, saat detik-detik berikutnya, pandanganya terasa berkunang-kunang dan kepalanya terasa berat. Tidak sampai lima menit, ia jatuh pingsan setelahnya.
Kedua wanita itu saling berpandangan sambil tersenyum kecil. Tugas mereka hanyalah melesaikan sisa permainan tadi. Dirasa sudah selesai dengan tugas akhir, mereka melenganggang pergi begitu saja. Urusan CCTV sudah ada yang mengurus.
"Berhenti nona!" Dua orang bodyguard menghalangi jalan keduanya.
Bodyguard tersebut mendapatkan laporan dari pengguna kamar VIP yang mendengar suara gaduh dari kamar yang keduanya pakai.
"Ada apa?"
"Kalian dilarang pergi untuk saat ini. Meneger club night akan mengintrogasi-" ucapan keduanya terpotong saat wanita berambut pirang memperlihatkan sebuah kartu identitas.
"See? Bisa kita pergi sekarang?"
Kedua bodyguard itu mengangguk tanpa banyak kata. Keduanya hanya bisa memandangi punggung wanita-wanita itu pergi menjauh, tanpa bisa mencegahnya.
"Mereka FBI."
****
TBC
YUHUU.... BDJ UPDATE!
BUKAN MAIN UPDATENYA KALI INI? ADA YANG MAU KOMENTAR? KETAWA? NYIBIR? KOREKSI? SOK.... MANGGA. JANGAN LUPA LIKE, VOTE, SHARE CERITA INI DAN FOLLOW AUTHOR.
Mulai part depan, perjalanan seriusnya akan dimulai. Jadi.... siapkan diri, hati dan persediaan tissu👌
Ok, kita jumpa di part berikutnya nanti. Jangan lupa mampir ke ANAKKU ini :
Sukabumi 08 Juni 2021
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Zaitun
👋👋👋👋👋👍
2022-07-29
1
Mirna C'Nyantut
kapan up sih thor??kangeeen niiih, sekarang author udh jarang sekali update ya😰💪💪💪💪💪thor kami menunggumu👌😘
2021-06-18
4
Mirna C'Nyantut
wiiiih keevanzar radityan alfaruq keren eey
2021-06-14
3