...BDJ : 14 KEKALAHAN BERDASAR...
..."Ada banyak hal yang terkadang menjadi sumber kekalahan. Termasuk satu sentuhan yang telah melampaui batas."-Bukan Dijodohkan...
...✈✈✈...
Sepasang sejoli nampak tengah asik bergandengan tangan. Keduanya amat menikmati waktu, seperti lupa akan usia. Setelah membeli menuman untuk menghempaskan dahaga di tenggorokan, keduanya kembali berjalan-jalan. Sambil bergandengan tangan, mereka menikmati Quality time yang sangat berharga tersebut.
"Mas?"
"Hm. Ada apa sayang?"
"Kayaknya aku ha-"
"Kamu hamil?! MasyaAllah. Aku gak salah dengar 'kan? Alea pasti senang banget dapat kabar ini. Dia bakal punya adek bayi." Ujar pria rupawan tersebut antusias.
Sang istri memutar bola matanya malas, mendengar ucapan sang suami. "Mas, kalimatnya belum lengkap loh?"
"Eh, iya. Terus, terusin dong."
"Mas, aku haRus ke Alea. Bukan aku haMil seperti dugaan kamu." Koreksi wanita cantik tersebut. "Inget usia, udah tuir juga."
"Masa gitu sih, Ra?"
"Iya. Kita harus cari Alea."
"Biarin mereka berduan dulu lah, Irra, sayang. Kamu kayak gak pernah muda aja."
"Justru karena aku pernah muda, makanya aku tahu posisi Alea sekarang."
"Maksudnya?"
"Mas lupa Alea putra kita?"
"Enggak. Mana bisa aku lupa sama putri sematawayangku yang berharga." Ujar Anzar, sambil mengecup ujung khimar sang istri.
"Ayo cari mereka, mas. Perasaanku gak enak. Ale mudah sekali risih dengan sekitarnya." Anzar mengangguk tanpa banyak kata.
"Ayo." Ia segera menggandeng tangan sang istri erat.
"Tumben tanpa banyak drama?"
"Radar Papa-abbleku aktif. Aku rasa putri kita sedang di dekati sesuatu yang membuatnya tidak nyaman." Airra mengangguk samar. Intuisi antara Ayah dan Anak itu memang kuat. Airra sendiri mengakui ikatan batin antara suami dan putrinya itu amat spesial.
"Ya sudah, ayo. Aku juga khawatir mas."
...✈✈✈...
"Aku menemukanmu."
Deg!
Alea menatap pemilik seringai misterius itu kaget. Ia beristigfar kecil guna menetralisir keterkejutannya. Perasaan tidak nyaman sudah mulai menggerogotinya. Membuatnya begitu bersalah karena tidak bisa menjaga diri.
Nathan yang melihat itu tidak mau tinggal diam. Egonya sebagai seorang lelaki terasa diinjak begitu saja. Padahal ia telah sekuat tenaga berupaya menjaga sentuhannya dengan wanita yang ia sukai. Namun, apa-apaan pria satu ini? Datang-datang curi start tanpa pandang bulu. Nathan tentu tidak terima!
Plak!
"Lepaskan tangan anda. Itu membuatnya tidak nyaman." Nathan menampik tangan pria bermanik abu-abu tersebut.
Ia dengan sigap berdiri di hadapan Alea. Menyembunyikan gadis tersebut di belakang tubuhnya.
"Apa hak anda berbuat demikian? Dalam agama kami, sentuhan seorang pria asing tidak diperbolehkan kepada seorang gadis yang bukan mahromnya."
Luois, pria bermanik abu-abu itu menyeringai tipis. "Anak tuhan." Cibirnya. "Sentuhan seperti itu tidak ada artinya. Kenapa harus diambil pusing?"
Nathan mengeraskan harangnya mendengan ucapan Luois. "Kau-"
"Kenapa? Pria alim tidak pernah menyentuh wanita, begitu? C'mon. Jangan mengajariku tentang agama. Anak tuhan sepertimu saja, masih manusia bukan? Masih bisa masuk ke club-"
BUGH!
Nathan melayangkan pukulan telaknya tepat di perut kiri Louis. Pria bermanik abu yang tidak siap menerima pukulan itu, sampai terkapar di buatnya. Sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.
"Astagfirullah, sudah, cukup." Alea melerai. Gadis berniqab itu benci kekerasan. Ia buru-buru berpindah ke samping Luois yang tengah terkapar.
"A-re you okay, sir?" Ia betanya. Manik teduhnya bergerilya kesana-kemari. Tangannya terulur untuk membantu, namun urung.
Luois yang mendapat perhatian tersebut terhenyak. Wanita yang baru saja ia sentuh dengan lancang, kini menawarkan bantuan kepadanya. Terbuat dari apa hati wanita ini?
"Anda tidak apa, sir? Apa perlu saya-"
"Terbuat dari apa hatimu?"
"Eh," bingung Alea. "Maksud anda apa sir?"
"Alea," Nathan menyela Louis yang hendak berbicara. "Jauhi pria lancang itu. Dìa tidak bisa menjaga batasannya."
Alea mendongrak, hendak bersuara. Namun dua bodyguard yang menjaganya nampak tengah berbicara lewat intercom. Mereka pasti menghubungi kedua orang tuanya. Jika hal ini sampai mereka ketahui, akan rumit kedepannya.
Alea berdiri setelahnya. Ia beralih, menatap Luois yang juga hendak beranjak.
"Pergilah, sir. Sebelum semuanya menjadi lebih rumit."
"Tidak akan." Jawab Luois sambil menyeka darah di ujung bibirnya. "Aku akan pergi jika bersamamu. Ada yang ingin aku bicarakan."
"Jaga bicara anda. Dia tidak akan pergi kemanapun bersama anda." Nathan bersuara.
"Begitukah?" Luois beralih menatap Alea lagi. "Maukah kau pergi denganku?" Ia menyodorkan tangannya.
Seulas senyum tipis tersungging di bibir kissabble miliknya. Alea sempat menatapnya sejenak, namun tidak bertahan lama. Ia mengalihkan tatapannya ke sembarangan arah setelahnya.
"Pergilah."
Deg!
Louis merasa ia tetampar oleh tangan tak kasap mata. Baru saja ia terkapar di tanah, kini ia tertampar oleh tangan tak kasap mata. Seumur hidupnya, baru kali ini ada yang menolaknya. Daebak (luar biasa), Luois bahkan ingin balik menampar saking tersindir egonya.
"Untuk saat ini, kita belum bisa berbicara. Mungkin, lain kali kita bisa berbicara." Tutur Alea tenang. "Sekali lagi, maaf."
Gadis cantik itu medongrak, menatap manik abu-abu di hadapannya sejenak. Sejenak, namun manik teduh nah sejuknya mampu membuat lawan bicaranya terpana. Terpana akan kedalaman manik teduh tersebut.
"Sial, sorot matanya itu, membuat lemah jantung." Gumam Luois kesal.
"It's okay. Tapi, nanti aku yang memilik hak penuh untuk janjimu satu ini. Bagaimana?" Alea mengangguk menyetujui.
"Alea," Nathan memperingati.
"Tidak apa-apa." Alea berujar lirih sambil menoleh. "Pergilah,"
"Hm."
Luois menyentuh surai kebanggaannya sambil tersenyum tipis. Efek ditatap sedetik saja, damage-nya benar-benar ngefek ke hati. Mungkin inilah karma baginya?
"Kupegang janjimu, sampai jumpa lain waktu." Ujarnya, sebelum berlalu pergi ke arah berlawanan.
Nathan yang melihat kepergian pria tersebut merasakan kekalahannya. Kekalahan tersebut bukan tanpa dasar, melainkan karena ia sadar akan apa yang menjadi sumber kekalahannya. Pertama, Luois berani mencuri kesempat pertama dengan lancang menyentuh Alea.
Kedua, pria itu berhasil membuat Alea mengutarakan janji untuk bertemu di lain waktu. Sejak pertemuan pertama mereka di club malam waktu itu, Nathan bisa menilai Louis pria semacam apa. Sebagai sesama pria, ia tentu tidak membenarkan sikap predator kaum Hawa seperti Luois. Untuk itu, ia tidak suka jika Alea berdekatan dengan pria tersebut.
"Alea?"
"Hm, ada apa kak Nath?" Gadis itu menoleh. Ia menunduk kala pria rupawan itu berdiri tegap di hadapannya.
"Maaf,"
"Maaf untuk apa kak?"
"Maaf karena aku tidak rela kamu memenuhi janjimu untuk pria itu. Aku tidak rela melihat kamu dekat dengan pria itu, atau pria manapun."
"Maksud kak Nathan apa?" Tanya Alea, meminta penjelasàn.
"Minggu depan, orang tuaku datang dari Indonesia. Boleh aku bawa mereka berkunjung ke rumahmu?"
"T-entu saja boleh." Cicit Alea kecil. Jantungnya tiba-tiba berdetak tak karuan.
Nathan tiba-tiba ingin membawa orang tuanya ke rumah untuk berkunjung. Itu artinya apa?
"Persiapkan dirimu untukku, untuk ikatan yang akan aku tawarkan kepadamu."
Deg!
"Tidak perlu berpacaran, kita sudah cukup saling mengenal. Usia kita juga sudah cukup dewasa dan matang. Aku mau mengambil kamu sebagai pendamping hidup, apa kamu bersedia?"
Deg!
Alea tercekat dalam posisinya. Apa dia tidak salah dengar?
****
TBC
Yhuuu... update lagi guys. Satu kata buat pati ini? plus serentetan komentar lainnya? yok... ramaikan kolom komentar yok..
Orang kayak kapt Nathan itu, kalau sekali ketinggalan selangkah, dia bakal ngejar dua kali lipatnya. Tuh kan, ngajakin kiwin eh... nikah maksudnya😝
Gimana? tapi jalan kapt Nathan gak akan semudah itu ye, lihat saje nanti. Yuk... jangan lupa like, vote, komentar, share dan follow auhtor. Rekomendasiin cerita ini ke temen" biar makin banyak yang baca ya😄
Sukabumi 31 Mei 2021
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Zaitun
alea jika mu menolak lelaki sholeh yg dtg. kamu gak kan dpt lelaki yg lebih baik kedepan
2022-07-29
1
Yuli
gak rela qu Thor, kalau alea sam Nathan, yang suka celap celup sana sini, kalau si Nathan tuh berubah jdi baik, tapi tuh manusia udah gak orisinil, iihhh jijaiii
2021-12-10
3
Iloel
ku suka gayamu...tak perlu pacaran langsung nikah...tak mudah merealisasiknnya tp krn nathan sangat menghormati alea dan alea sgt mjg kehormatan..hal itu psti it's ok..
2021-06-01
6