...BDJ 12: KABAR DARI BURUNG CAMAR...
..."Adanya kabar yang tersebar bukan berarti hanya rumor yang beredar. Terkadang burung camar saja bisa menjadi sang penebar kabar."-Bukan Dijodohkan...
...✈✈✈...
Khimar longgar berwarna dusty pink itu nampak berkibar-kibar saat terkena hembusan angin. Area outdoor yang lumayan berangin dengan cuaca cerah menyambut kedatangannya hari ini. Jarang sekali weekend seperti ini ia manfaatkan untuk Quality time. Bukan saja jam terbangnya yang padat, kedua orang tuanya juga memiliki jam terbang yang sama padatnya.
"Alea, ada apa? Kenapa berhenti hm?" Wanita berkhimar di sampingnya bertanya.
Ia menggeleng. Senyum tipisnya terbit di balik kain niqab miliknya. "Om Galaksi sama Om Gemintang tidak jadi kesini, mah?"
"Enggak. Mereka harus ke California."
"Sama team GA, Fajar dan Senja juga?"
"Iya." Airra meng-iyakan pertanyaan sang putri. Awalnya mereka memang berencana untuk Quality time bersama kerabat mereka. Namun sayang, GG bersaudara dan keluarga mereka tidak bisa hadir karena harus bertandang ke California.
"Papah juga gak jadi kesini ya, mah?"
"Jadi kok, mungkin masih dijalan."
Airra mengelus pucuk khimar sang putri. Mereka memang tidak berangkat bersama Anzar. Pria itu berpisah dengan keduanya, karena ada urusan mendadak yang harus diselesaikan.
Weekend ini, Airra mengajak suami dan putrinya untuk berlibur ke pantai Coney Islands. Pantai yang satu ini adalah salah satu pantai paling populer di New York City.
Selain karena pantainya yang relatif bersih dan berpasir lembut, meskipun bukan pasir putih, Coney Islands yang terletak di Brooklyn ini sejak lama terkenal karena aneka theme parks atau taman permainan dengan berbagai wahana seru. Luna Park adalah salah satu theme parks seru yang penuh dengan aneka atraksi heboh itu.
Pantai yang mereka kunjungi juga memiliki arena jajan yang cukup beragam dan lengkap. Belum lagi tempat jajanan hotdog yang super ngetop, Nathan's, ada di sini. Setiap tahun, Coney Island menjadi tuan rumah kontes makan hotdog terseru di New York City dan juga mermaid parade atau parade 'putri duyung' yang penuh warna. Coney Island juga menjadi tempat New York Aquarium.
Sejak Alea kecil, tempat ini menjadi alternatif untuk liburan bagi keluarga kecil Anzar. Alea kecil suka sekali melihat atraksi lumba-lumba di Aquarium ýang ada di Coney Island. Coney island juga relatif mudah dikunjungi karena terhubung dengan transportasi umum, yaitu subway.
"Alea, tidak ingin bercerita seauatu pada Mamah?"
Gadis berniqab itu menoleh. "Bercerita?"
"Mamah dengar dari burung Camar, ada kabar hangat yang tengah beredar." Ujar Airra diakhiri dengan senyum kecilnya.
"Tentang kapt Nathan," Airra menyentuh punggung tangan sang putri lembut. "Kelihatannya dia pemuda yang baik, berpendidikan dan mengerti betul soal agama. Alea sudah pertimbangkan ajakannya?"
Deg!
"M-amah tahu dari mana?"
Airra tersenyum kecil menanggapi keterkejutan sang putri. "Burung Camar." Ujarnya, bersamaan dengan seekor burung Camar yang hinggap tepat di depan keduanya.
"Burung Camar?"
"Ya. Burung Camar pembawa kabàr. Mamah diberitahu olehnya."
Alea menatap sang bunda bingung. Ia memang belum bercerita apapun soal perbincangannya dengan kapt Nathan kala itu. Namun, ia bisa menangkap jika sang Mamah memang sudah tahu lebih banyak tanpa ia beritahu.
Alea menunduk cepat. Rona merah menghinggapi area sekitar pipinya. Mendengar ucapan itu, ia jadi mengingat percakapannya dengan pria itu beberapa saat yang lalu. Percakapan yang meninggalkan kebimbangan dibenak juga
"Dia pemuda yang baik. Menurut pandangan Mamah, dia kandidat terbaik untuk saat ini."
"Mah, kita cuma berteman." Koreksi Alea.
"Mamah dan Papah juga dulu berteman kok. Tidak ada larangan menikahi teman sendiri, Alea." Ujar Airra to the point.
Alea tidak merespon. Ia memang masih bimbang. Berulang kali ia menunaikan salat malam guna mendapatkan pertolongan berupa bantuan jawaban dari sang ilahi. Tapi, untuk saat ini ia belum diberikan petunjuk untuk pertimbangan tersebut. Ia juga masih cukup terkejut dengan niat yang Nathan utarakan dengan gamblang kala itu.
Alea butuh waktu untuk mengenal pria itu lebih dalam. Menikah sekali seumur hidup. Ia tidak mau salah langkah dalam memilih pasangan hidup. Akan tetapi, dalam islam tidak mengenal istilah pacaran. Yang ada, ketika kita ingin mengenal calon pasangan, maka ta'aruf-lah. Jika sudah mantap dan yakin, maka khitbahlah. Jika usia sudah matang, juga mampuh secara jasmani, rohani, akhlak dan finansial, maka menikahlah.
Di dalam islam, hukum penikahan telah diatur kedalam 5 golongan. Wajab bagi yang telah mampu baik fisik, mental, ekonomi maupun akhlak untuk melakukan pernikahan, mempunyai keinginan untuk menikah, jika tidak menikah dikhawatirkan akan jatuh pada perbuatan maksiat.
Sunnah, yaitu bagi orang yang telah mempunyai keinginan untuk menikah namun tidak dikhawatirkan dirinya akan jatuh kepada maksiat, sekiranya tidak menikah. Mubah, bagi yang mampu dan aman dari fitnah, tetapi tidak membutuhkannya atau tidak memiliki syahwat sama sekali seperti imp*ten atau lanjut usia, tidak mampu menafkahi, dan sebagainya.
Haram hukumnya, bagi orang yang yakin bahwa dirinya tidak akan mampu melaksanakan kewajiban pernikahan, baik kewajiban lahirian, batiniah, dan sebagainnya. Makruh hukumnya, yaitu bagi seseoranģ yang mampu menikah tetapi dia khawatir akan menyakiti wanita yang akan dinikahinya, atau menzalimi hak-hak istri, dan sebagainnya.
"Alea masih mempertimbangkannya." Ujarnya, sambil menatap wanita yang telah melahirkañnya tersebut.
"Iya, Mamah tahu. Kamu bebas mempertimbangkannya sampai mantap dengan pilihanmu sendiri. Mama dan Papa cuma menginginkan yang terbaik untuk Alea." Ujar Airra, sambil mengecup pucuk khimar sang putri.
"Putriku layak mendapatkan yang terbaik."
Alea mengangguk sambil tersenyum tipis. Dibalik sikap over possesive, sensitif dan protectifnya kedua orang tuanya. Alea tahu jika hal tersebut semata-mata untuk kebaikannya kelak.
"Sayang," suara familiar itu terdengar, diantara riuhnya para pengunjung.
"Itu Papa datang." Airra menunjuk sang suami.
Lelaki tengah baya yang masih terlihat gagah dan rupawan tersebut, nampak fresh dengan pakaian casual pilihannya. Celana panjang berwana khaki yang dipadukan dengan atasan berupa T-shirt berlengan pendek berwarna putih. Tidak lupa, sebuah topi nampak menghiasi surai gelapnya.
"Lihat, Papa bawa siapa?" Pria itu berujar sambil mendekat. Ia lantas bergeser, guna memperlihatkan siapa yang ada di belakangnya.
"Hallo, Tante, apa kabar?" Sapa lelaki rupawan tersebut, sambil menebar senyum kecilnya.
Deg!
Alea langsung menunduk kala mendengar suara milik siapa yang telinganya tangkap. Ia berdiri makin merapat di dekat sang ibu.
"Pilot Nathan?" Airra berseru senang. "Alhamdulillah, kabar baik. Bagaimana dengan kabarmu, nak?"
"Nathan baik Tante."
"Alhamdulillah." Jawab Airra sambil tersenyum kecil. "Alea, kenapa? Itu ada pilot Nathan. Sapa temanmu nak?"
"I-iya." Alea bersuara kecil. Ia memberanikan diri menaikan tatapannya. Sejenak, namun bisa menangkap siluet lelaki yang mengenakan pakaian casual tersebut. Gaya berpakaiànnya hampir mirip sang Ayah. Celana panjang berwarna coklat susu, dipadukan dengan T-shir berwarna putih, dengan aksesoris tambahan berupa jam tangan juga topi berwarna putih di kepalanya. He really handsome, walaupun gayanya sederhana.
"Assalamualaikum, Alea. Apa kabar?" Nathan bersuara, menyapa gadis berniqab tersebut. Tahu jika gadìs itu agak sungkan menyapanya.
"Waalaikumussalam, kak Nathan. Kabar Alea alhamdulillah baik."
Senyum pria rupawan itu melebar kala mendengar dirinya dipanggil dengan embel-embel 'kak' bukan lagi 'sir'. Ia merasa jika sedikit demi sedikit jarak diantara mereka mulai dangkal.
"Alhamdulillah, senang mendengarnya."
Anzar tersenyum kecil melihat interaksi kedua anak muda tersebut. "Duh, panas. Papa kayaknya butuh minuman dingin. Yuk, sayang, cari yang adem-adem."
Ujarnya, sambil menggandeng tangan sang istri cepat. "Nathan, titip Alea sebentar ya. Jangan dibuat aneh-aneh, selama saya tidak ada. Tapi, mereka ada untuk mengawasi kalian." Anzar menunjuk seorang pria dan wanita yang berdiri tak jauh dari mereka.
Sekilah keduanya memang seperti pengunjung biasa. Namun siapa sangka jika keduanya adalah bodyguard profesional yang bertugas menjaga keluarga kecil Keevanzar Radityan Al-faruq.
"Baik Om."
"Ale, Papa sama Mama mau kencan dulu, ya." Ujar Anzar yang langsung dihadiahi cubitan gemas oleh sang istri. "Aw, sakit Ra."
"Bicaranya difilter ya, udah tuwir juga." Protes sang istri.
Anzar mengangguk sambil tersenyum kecil. "Kalian jalan saja duluan, nanti sharelock biar kita nyusul."
Alea mengangguk faham walaupun agak keberatan dengan ide sang Ayah. Namun, ia tidak lantas menolak ide tersebut. Sepeninggalan kedua orang tuanya, hening seketika menyelimuti. Alea sibuk berjalan tanpa tujuan pasti sambil menunduk. Sedangkan Nathan mengikutinya, juga menjaga Alea agar tidak menabrak atau tertabrak pengunjung lain.
"Ayo," Nathan menjulurkan sebelah tangannya.
"Maaf, tapi-" Alea sungkan menerima uluran tangan tersebut.
"Pegang ini." Nathan menjulurkan sebuah sapu tangan dengan logo maskapai penerbangannya ke hadapan Alea. "Kamu bisa pengan ujung satunya, agar kita tidak terpisah saat berada di tengah kerumunan."
Alea menatap ragu benda tersebut. "Aku tahu kamu amat menjaga sentuhanmu. Aku lakukan ini semata-mata untuk melindungimu. Biarkan aku yang melindungi dan menuntun langkahmu." Ujar Nathan meyakinkan.
Alea terdiam di tempatnya.
"Insaallah, kamu tidak akan tersesat, juga tidak akan melanggar perintah-Nya soal larangan-Nya." Imbuh Nathan lagi.
Alea mengangguk. Entah mantra atau sihir macam apa yang pria tampan itu miliki. Namun, setiap perkataannya mampu meyakinkan hati dan pikiran Alea yang tengah berkecamuk. Perlahan namun pasti, ia memegang ujung lain sapu tangan tersebut.
Nathan tersenyum tipis menlihat respon lawan bicaranya. Dalam hati ia berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada sang Ilahi yang maha pengerti.
"Suatu saat nanti, akan kupastikan jika jarak diantara kita akan tiada. Setiap sentuhan yang tak terjeda tidak akan lagi menjadi dosa, melainkan pahala dan karunia-Nya."
****
TBC
(Sumber : Google & Buku PAIBP Tingkat SMA)
Yuhuu.... capt Nathan update lagi. Ada yang makin cinta sama cogan satu ini gak? Absen dulu dong?
Maaf baru bisa up, karena beberapa hari kebelakang ada serentetan insiden tak menyenangkan menghampiri keluargaku. Jadi aku baru bisa up sekarang. Gak papa ya, masih semangat buat lanjut kan😀 kalau masih, komentar LANJUT sebanyak-banyaknya.
Jangan lupa like, vote, komentar, share dan follow Author. IG Karisma022 juga boleh difollow. Ok, kita jumpa lagi di part berikutnya. Siapkan hati buat mulai emosi kedepannya ya😉
Sukabumi 26 Mei 2021
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Zaitun
halalin tan ..biar gak direbut orang
2022-07-29
1
Opi Shofiyah
lanjutttt
lanjuttttt❤️❤️❤️
2021-05-27
3
Happyy
😍😍😍
2021-05-27
4