...BDJ 11 : SABAR MENUNGGU KABAR...
..."Sabar adalah kunci bagi setiap rintangan dalam hidup. Sabar dalam menghadapi apapun, niscaya kamu akan menemukan kebesaran-Nya."-Bukan Dijodohkan...
...✈✈✈...
Biru langit menjadi pembuka cerah, bagi seorang pria rupawan yang baru saja keluar dari sport car berwarna senada dengan langit miliknya. Kemeja putih melekat di tubuhnya, dilapisi rompi berwarna abu tanpa lengah yang membingkai tubuh kokohnya. Tidak pula, sunglass hitam bertengger apik di hidung bangirnya.
Ia berjalan santai, sesekali menebar senyum mautnya. Sambil melenggang, ia menuju lift khusus anggota eksekutif. Beberapa anggota Direksi dan petinggi yang mengenal sosoknya, sempat menyapa dirinya dengan ramah. Ia hanya menanggapinya dengan anggukan.
Walaupun bukan di perusahaanya sendiri, siapa yang tidak mengenalnya?
Mapan, tampan, pemilik perusahaan yang tengah naik daun. Namanya sering kali wara-wiri di majalah bisnis.
Tiba di lantai yang di maksud, ia sempat menoleh ke samping. Ia hanya seorang diri di lift tersebut. Tapi, ia menoleh bukan untuk mencari seseorang, melainkan untuk menatap bayangannya sendiri di kaca lift yang nampak bersih dengan hiasa beberapa urkiran di setiap sudutnya.
"Perfect." Ujarnya, sambil berlalu meninggalkan lift.
Ia langsung menuju ke ruangan utama di lantai tersebut. Beberapa staf wanita yang ditemuinya saat berpapasan, kedapatan curi lirik ke arahnya. Ia hanya datar saja menanggapinya. Toh, ada yang lebih menarik dari mereka semua. Sesuatu yang menarik itu ada di balik pintu bertuliskan 'Chief Exsecutive Officer ROOM'.
"S-ir anda disini?" Sapa Anannte kaget.
Wanita berambut pirang yang duduk di balik kursi sekretaris itu menunduk sejenak, guna menghalau rona merah di pipinya. Ia tiba-tiba gugup kala melihat pria rupawan tersebut.
"Ada apa dengan wajàhmu, mengingat sesuatu hm?" Pria rupawan itu bertanya lirih.
"T-idak sir."
"Hm." Pria itu mengangguk kecil.
"Itu, ada apa anda datang kesini sir? Bukannya anda tidak memiliki janji temu dengan CEO saya?"
"Hm. Aku ke sini untuk urusan lain. Apa dia ada di dalam?"
"Ahh, itu-"
"Jangan mendesah. Nakal sekali bibirmu itu."
Annante tersenyum kikuk. "I-tu, nona sedang tidak ada di tempat saat ini."
"Pergi kemana dia di jam kerja begini?"
"I-tu bukan ranah saya untuk memberitahukan jadwal beliau kepada anda." Lirih Annante.
Luois menyeringai tipis, lantas mengitari pembatas antara dirinya dan wanita di hadapannya. Ia berdiri tepat di samping kursi yang Annante duduki. Manik abunya menatap lawan bicaranya intens.
"Sir, apa yang anda-"
Dengan geraka cepat Luois membuat Annante menghadap ke arahnya. Ia memperangkap pinggang wanita berambut pilang itu dalam belitan lengan kokohnya. Manik abunya menatap lawan bicaranya lekat. Jarak wajah keduanya hanya tinggal beberapa centi saat ini.
"Aku ingin tahu dia dimana saat ini, dengan siapa dan sedang apa?" Sebelah tangannya membelai surai pirang milik Annante.
"Apa boleh?" Jemarinya berganti menyentuh bibir berlapis lipstik merah gelap milik Annante.
"T-entu."
"Good grils."
✈✈✈
"Jadi, apa yang ingin anda jelaskan?"
"Semuanya."
"All about what?"
"Semua yang mungkin membuat kamu bertanya-tanya." Pria rupawan itu menatap lawan bicaranya intens.
Setelah bersusah payah dan berusaha, akhirnya ia bisa meminta waktu berharga milik lawan bicaranya barang sejenak. Kini, keduanya sudah duduk bersisian di kursi panjang yang ada di taman mini di rooftop gedung milik Arga's Air tersebut.
Tempat tersebut nampak hening, diantara rimbun tanaman hijau yang sengaja ditanam di lahan tersebut. Seorang bodyguard juga setia menjaga sang nona muda dari dekat pintu. Ia tidak mendengarkan obrolan keduanya, namun tetap mengawasi keadaan sesuai arahan tuan besarnya.
"Kenapa harus anda jelaskan?"
"Karenà aku mau kamu tidak salah menerka, seperti apa yang beredar. Tidak semuanya benar." Pria rupawan itu menghembuskan nafasnya tenang.
"Kamu pasti menilaiku buruk karena berani membiarkan wanita yang bukan muhrimku, menyentuhku dengan mudah."
"Itu urusanmu, pilihanmu, kamu yang kelak akan mempertanggung jawabkan semuanya." Jawab Alea.
"Hm. Aku tidak mau kamu salah paham karenanya. Dia bukan orang asing bagiku. Kami sudah saling mengenal sejak lama."
Alea tidak merespon. Gadis cantik itu masih sibuk menatap gedung-gedung pencakar langit dari tempatnya duduk. Gedung-gedung tersebut nampak menangtang langit, dan berlomba-lomba menyentuh langit dengan ketinggiannya. Pikirannya berkelana juga bercabang kemana-mana.
"Dia Bibiku."
"Bibi?" Bingung Alea. Ia tentu tidak buta. Wanita yang disebut Bibi oleh Nathan masih terlihat sangat muda dan cantik. Hanya orang bodah yang percaya ucapan pria tersebut.
"Kamu meragukan ucapanku?"
Deg!
Alea menoleh refleks. "Dia memang bibiku, tapi dia lebih seperti saudari, teman, sahabat, dan patner yang mengerti. Selisih usia diantara kami tidak terlalu jauh."
Alea masih mendengarkan dengan seksama. "Dia adik dari Ayahku, namanya El."
"El?"
"Hm. Dia suka dipanggil begitu. Dia itu, mungkin agak childish dan menolak tua. Tapi, sebenarnya dia sangat dewasa dan pengertian."
Alea mengangguk. "Jadi, apa maksud dari tujuan kamu menceritakan semua ini?"
"Karena kita teman." Jawab Nathan lugas.
"Sebuah hubungan selalu didasari oleh kepercayaan. Bukankah begitu?"
"Iya."
"Jadi, aku menerapkannya pada pertemanan kita. Apa kamu keberatan?"
Alea menggeleng. Awalnya ia juga ragu, kenapa Nathan harus repot-repot menjelaskan kepadanya. Namun, mendengar penjelasan pria rupawan itu, Alea tidak menganggap alasannya sebagai keberatan. Lagi pula, kepercayaan memang dibutuhkan dalam setiap ikatan ataupun hubungan.
Selain bekerja sama, mereka juga sudah berikrar untuk berteman. Kedua ikatan tersebut tentu harus didasari oleh kepercayaan antara kedua belah pihak. Antara bisnis dan urusan pribadi, semuanya juga butuh kepercayaan antara kedua belah pihak.
"Untuk kedepannya, mungkin aku akan menuntut banyak hal. Apa kamu keberatan?" Tanya Nathan tiba-tiba.
"Tergantung apa yang kamu tuntut." Ujar Alea apa adanya. "Aku tidak terlalu suka dibatasi. Tapi aku taat akan peraturan yang harus aku taati."
"Bagus. Kamu mulai terbuka kepadaku."
Nathan tersenyum tipis. Lelaki itu menatap lurus ke depan. Menikmati apa yang tersaji di hadapannya, sambil sesekali menikmati sapaan angin yang membelai dengan ringannya. Tidak pernah terbayangkan sekalipun olehnya, bisa duduk berdampingan dengan sosok yang sangat ia inginkan dalam hidupnya.
Selama ini ia hanya mengamati dari jauh. Melindungi seperlunya. Melihat juga melepas rindu sekenanya. Tapi saat ini, walaupun tetap ada ada jarak di antara mereka. Namun tetap saja, bahagia begitu membuncah di dada. Bisa duduk di bawah langit yang sama, di atas pijakan yang sama, menghirup udara yang sama, memandang objek yang sama, pun dalam tempat duduk yang sama. Nathan amat bersyukur. Satu langkah telah ia capai kembali.
Tuhan telah memberinya kehendak meniti dan menjajali jalan ini tanpa bebah berlebih. Perlahan-lahan, ia bisa menggapai apa yang menjadi tujuannya.
"Banyak yang ingin aku ketahui tentang kamu."
"Untuk apa? aku bukan buku atau objek pengamatan dan pembelajaranmu." Nathan tersenyum mendengarnya.
"Aku akan menuntut banyak hal nanti, jika kamu tidak keberatan." Ia berujar lagi.
"Menuntut apa? nanti? kapan?" Tanya Alea bingung. "Haruskah aku menunggu?"
"Saat aku bisa mengucapkan namamu di hadapan orang tuamu, saksi dan penghulu." Jawab Nathan to the point.
"Tunggulah sampai waktu itu tiba."
****
TBC
Yuhuu... bang Nathan update gaesss.
Yukk, ramaikan dengan KOMENTAR. kalau masih mau lanjut, komentar SEBANYAK-BANYAKNYA. Jangan lupa VOTE, LIKE & SHARE cerita ini biar semakin banyak yang baca. Boleh ke temen, saudara, ibu, bapak, tante, om, dsb.
Follow Author atau IG Karisma022 juga ya. Bagi yang punya WP boleh banget mampir ke TENDEAN dan My Mysterious Bakos.
BOLEH BANGET DI KEPOIN🖒
Ok, jumpa lagi nanti yo. ILYSM FOR ALL READERS😘😘
Sukabumi 22 Mei 2021
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Zaitun
jgn lama lama natan adapredator non muslim yg akan menggaet
2022-07-29
1
Mirna C'Nyantut
Ooh my bibi el, sayang boleh perhatian jg boleh pada nathan, tpi jgn nempel teruuus dong kn kasian nathan banyak orang yg salah paham nantinya apalagi alea ntar..
2021-05-25
3
Aldiano Ambomasse
lnjot
2021-05-25
3