BDJ 7 : DITOLAK
“Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan.”—Umar Bin Khatab
✈️✈️
Hari senin telah kembali menyapa bumi. Setelah weekend yang di nanti di penghujung minggu, kini setiap manusia akan kembali pada aktivitasnya masing-masing. Ada yang bekerja, mengenyam pendidikan, mengembangkan hobby, mencari jadi diri dan sebagainya. Biasanya ketika senin pagi tiba, rutinitas di atas jam 07.00 pagi sudah sangat padat. Jalan-jalan mulai sibuk, dipadati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Namun, semua itu tidak berlaku bagi pria satu ini.
Tubuhnya yang biasa terbalut pakaian formal kini hanya terbalut bathrobe. Sebelah tangannya memegang gelas bening yang terisi cairan kuning. Di seberang tempatnya duduk, ada seorang perempuan berparas cantik yang tengah menikmati sarapan. Selembar roti gandum berbalut selai kacang, menjadi menu sarapan paginya. Plus dengan segelas susu almond yang biasa dia konsumsi. Terkadang dia juga hanya mengonsumsi granula yang dicampur yogurt, madu dan diberi topping buah atau smoothies buah untuk sarapan.
Wajah oriental perempuan itu tampak cantik sekali pun tanpa pulasan make up. Tubuh bodygoals-nya juga hanya terbalut bathrobe, sama seperti lawan bicaranya. Ditambah lagi rambut panjangnya juga terlihat masih lepek karena belum sempat dikeringkan.
“Hari ini kamu tidak pergi ke kantor, Lou?” tanyanya, memecah keheningan. “Hari ini aku ada fhotoshoot untuk brand ITc kloxo di Manhattan. Siang nanti aku akan mampir ke rumah ibumu, kamu mau ikut?”
Laki-laki yang baru saja menandaskan minuman beralkoholnya itu berpikir sejenak. Alih-alih mengonsumsi susu hangat atau air putih yang baik untuk kesehatan di pagi hari, dia malah sudah mengonsumsi alkohol di pagi hari.
Hari ini dia memang memiliki janji dengan sang ibu. Perempuan yang telah berjasa besar melahirkan dan membesarkannya itu memintanya datang untuk makan siang bersama bersama.
“Tidak janji. Aku sudah memiliki janji makan siang dengan seseorang.”
Perempuan yang baru saja mengunyah potongan terakhir roti selai kacangnya itu tampak mengernyit. “Your next target?”
“Hm. Katakanlah begitu.”
“Putri siapa lagi sekarang?” tanya perempuan itu lagi seraya bersidakep dada. Dia cukup hafal dengan selera laki-laki yang telah menjadi partne-rnya selama belasan tahun ini.
Louis Gallion Anderson Kim dan tittle Don Juan adalah dua hal yang bukan tabu lagi dalam hidupnya. Dari wanita polos, hingga bin—al yang pernah menghabsikan waktunya bersama Louis di tempat tidur, dia ketahui. Apa yang tidak dia ketahui soal Louis?
Selain partner tidur, mereka juga berteman sejak kecil. Hampir semua hari-hari yang dilewatinya, ada Louis pula di dalamnya. Begitu pula sebaliknya. Bahkan laki-laki ini pula yang telah mengambil kesuciannya. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Louis, karena laki-laki itu melepaskan keperjakaanya dengan mantan pacar pertamanya. Perempuan yang paling beruntung menurut Lea.
“Apa dia mantan rounder up Miss Universe itu?”
Laki-laki yang memiliki mata abu-abu itu tersenyum simpul sembari menjawab, “no.”
“Atau dia ini putri Villano Roberts, Sutrada terkenal itu? Siapa namanya, Julia Roberts bukan? Atau perempuan yang kamu temui di bar Cuba waktu itu?”
“Stop it, Lea.” Laki-laki berdecak sebal seraya beranjak dari posisi duduknya. “Dia bukan seseorang yang bisa kamu bayangkan.”
Alis wanita cantik itu menukik tajam. “Maksud kamu? dia ini sejenis good girls yang taat beragama?”
“Dia itu spesies wanita yang berbeda. Unik. Special,” tutur laki-laki itu ambigu.
“Tolong jelaskan lebih rinci, Louis. Apa dia partner barumu? Dia akan menggeser posisiku, begitu?” tanya retoris. Instingnya sebagai seorang partner mulai bekerja dengan baik.
Louis tersenyum tipis seraya mendekati lawan bicaranya. Sebelah tangannya menyentuh dagu perempuan yang selalu menjadi partner setianya itu. Si pemilik rupa cantik yang membuat ribuan kaum Hawa di luar sana iri. Visual wajahnya memenuhi kriteria standar kecantikan Korea Selatan, bankan dunia. Kulitnya putih, cenderung pucat. Rambutnya panjang, lebat, dan terawat. Matanya berukuran cukup besar, dihiasi kelopak mata ganda. Dia juga memiliki kantong mata atau biasa disebut aegyo-sal di Korea. Bulu matanya lentik dan tumbuh dengan sehat. Hidungnya kecil, tapi mancung dan runcing. Bibirnya berwarna merah alami. Bentuk wajahnya juga V-line, melengkapi visual cantik yang dia miliki.
“Bukan juga. Kupikir dia lebih pantas mengisi posisi yang lebih tinggi ketimbang partner ranjang.”
Setelah berkata demikian, Louis membungkam bibir lawan bicaranya yang hendak melayangkan protes. Partner-nya cuma satu selama ini, dan itu adalah wanita yang saat ini berbagi saliva dengannya. Sedangkan penghangat ranjangnya tentu bervariasi dan setiap malam bisa saja berganti. Kendati demikian, target kali ini agaknya berbeda.
Louis mampu bertaruh jika perempuan pemilik manik indah itu tidak layak jika sekedar dijadikan partner ranjang. Paling mentok dijadikan partner hidup. Pesona dan aura yang terpancar darinya sudah mencerminkan kekuasaan seorang Queen and Leader dalam waktu bersamaan.
“Ck, hambar.” Laki-laki itu berdecak. Tatapannya masih menatap lurus ke arah layar monitor yang sedang menampilkan sebuah grafik. Salah satu tangannya menggerakkan mouse agar kurson bergerak sesuai arahan. Tidak ketinggalan pula seorang wanita berpakaian formal khas pekerja kantoran duduk di pangkuannya. Kedua wanita berparas Eropa itu tengah bekerja ‘memuaskan’ pusaka laki-laki yang tengah memangku dirinya.
Kegiatan tersebut tetap berlanjut, sekali pun ada ketukan yang terdengar dari arah luar.
“Masuk,” ujarnya dengan fokus tetap tertuju pada layar monitor. Dia bahkan tidak risih dengan wanita yang duduk di pangkuannya.
“Sir, ada balasan dari nona Radityan.”
Mendengar nama Radityan disebut-sebut, laki-laki itu langsung semangat 45. Perhatiannya pun langsung terpusat pada satu titik.
“Beliau memerintahkan mengirim sekretarisnya secara langsung.”
Louis menolehkan pandangan ke samping sekretarisnya yang baru saja selesai bicara. Ternyata ada orang lain di sana. Perempuan itu tampak terkejut saat kontak mata di antara mereka bertemu. Dia sekretaris CEO Radityan Corp’s—Annante—yang sempat menjadi objek fantasi liar Louis.
“Go away,” usir Louis kemudian.
“Yes sir.” Ciara—sekretaris—Louis mengangguk dengan patuh. Perempuan itu hendak pergi diikuti oleh Annante, sebelum suara sang atasan kembali terdengar.
“Kamu tetap disini!”
“Siapa sir?” Ciara memastikan.
“You.” Louis menunjuk Annante. Tatapannya mengunci pada perempuan cantik dengan pakaian formal tersebut.
“Saya, sir?”
“Hm. Mendekat lah.”
Annante yang sempat ragu, akhirnya mengangguk dan berjalan mendekat. Belum sempat berdiri di depan meja kerja laki-laki itu, suara deep bass milik pria itu kembali terdengar.
“Go away. Kau juga.” Laki-laki itu menyentak perempuan yang tengah duduk di pangkuannya. Hingga membuat dua perempuan yang lain ikut terkejut.
“Sir—“
“Go away!” titah Louis mutlak.
“Y-es sir.” Ciara mengangguk paham, dan segera pergi bersama perempuan yang tadi tengah bertugas ‘memuaskan’ Louis. Meninggalkan Anannte dan Luois.
“Jadi jawaban apa yang atasan kamu berikan?” tanya Luois to the point.
Siang ini perempuan bersurai pirang itu mengenakan atasan berwarna putih berkerah V nick yang dipadukan dengan bawahan rok A-line berwarna dark blue dengan belahan cukup tinggi. Sebuah liontin berinisial A juga menghiasi leher jenjangnya. Jangan lupakan stilleto hitam 15 centi yang membungkus tumitnya.
Annante dibuat kesulitan menelan ludahnya karena pertanyaan Louis. Dia memang ditugaskan untuk menemui CEO Andderson Cooperation sebagai perwakilan Alea. Dia datang kesini untuk menyampaikan jawaban dari undangan yang diberikan oleh Luois. Namun ketika tiba di ruangan CEO extra hot tersebut, dia disuguhi pemandangan yang tidak senonoh. Akan tetapi, sebisa mungkin Annante bersikap profesional.
“Nona Alea meminta saya datang ke sini untuk menyampaikan permintaan maaf secara tidak langsung, karena saat ini nona Alea belum bisa memenuhi permintaan anda.”
Annante berucap dalam satu kali tarikan nafas. Yes, Alea MENOLAK tawaran dari CEO yang terkenal dengan pesonanya tersebut. Perempuan itu mengirim sang sekretaris untuk meminta maaf secara tidak langsung, karena penolakan yang dia berikan.
“Ditolak, ya?” Luois berkata sambil tersenyum remeh. Baru kali ini ada yang menolaknya.
“Nona Alea sudah memiliki banyak agenda hari ini. Mungkin lain kali nona bisa memenuhi undangan Anda, sir.”
“Mungkin?” ulang Luois. Dengan sigap salah satu tangannya menarik pinggang Anannte agar mendekat. “Bisakah kamu memberiku gambaran soal agenda dan janji atasanmu yang sok sibuk itu? aku ingin mendengarnya secara langsung.” Louis berbicara tepat di hadapan bibir Annante yang dilapisi lipstik berwarna merah merona.
"I-tu..."
Ketahuilah, harga diri seorang Louis Gallion Anderson Kim baru saja terasa jatuh ke palung terdalam di muka bumi, hanya karena DITOLAK oleh seorang perempuan. Baru kali ini dia ditolak oleh seorang perempuan. Alih-alih marah, apalagi kesal karena penolakan tersebut, Louis malah semakin penasaran. Namun untuk saat ini, egonya yang baru saja ditampar oleh tangan tak kasat mata butuh pelampiasan. Ber—cinta mungkin ide yang bagus untuk saat ini, pikirnya.
“Mungkin ranjang jadi tempat yang cocok untuk kamu bercerita.”
Setelah berkata demikian, Luois bergerak lincah menawan bibir Annante. Melu—matnya agresif sebagai bentuk pelampiasan.
Sedangkan Annante yang mendapatkan perlakuan seperti itu apa melakukan perlawanan? Tentu saja tidak. Untuk sejenak sistem di dalam tubuhnya off seketika. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, dunia terasa milik mereka berdua yang sama-sama ingin mendapatkan kepuasan. Tidak peduli jika mereka tidak memiliki ikatan apapun, atau memikirkan konsekuensi yang akan mereka dapatkan nantinya.
✈️✈️
TBC
Jangan baca pas puasa, yang melanggar tanggung sendiri akibatnya🤑
Jangan lupa like, vote, komentarrrr, share dan follow Author. Ig Karisma022. Maaf kalau updatenya lama🙏 Jumpa lagi di next part.
Sukabumi 10 Mei 2021
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
Zaitun
jijik dgn luis jgn sampai dapat alya
2022-07-29
2
Mommy twins A
aku gak suka sama sifat nya Lou, menjijikan
2021-05-13
5
💗Erna iksiru moon💕
hiiiy benci ny eke sm yu lou...😒ilfil akunya
2021-05-11
4