°BDJ 5 : INSIDEN JUMPA

BDJ 5 : INSIDEN JUMPA

“Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).’—Q.S Al-Qamar (ayat : 49)

✈️✈️

“Iya, Alea ingat.” Gadis cantik yang tengah berbicara lewat telepon itu mengangguk kecil sambil mendorong troli belanjaan. “Alea sudah beli daging buat rendang nya. Tinggal sayuran hijau yang tadi Mamah list, belum Alea beli."

Dia juga sesekali melihat barang-barang belanjaannya. Kemudian melirik list yang ada di sebelah tangan, mengakurasikan barang-barang belanjaannya dengan list tersebut.

Usai subuh tadi dia sudah memang sudah beraktivitas seperti biasa walaupun hari ini weekend. Dia libur kerja di perusahaan, namun bukan berarti dia jadi bebas leha-leha di rumah. Beberapa undangan zoom meeting, google meet juga undangan pertemuan secara virtual lain sudah memenuhi email nya. Hanya saja untuk kali ini dia harus menolak demi memenuhi keinginan kedua orang tuanya.

Setelah salat subuh, aktivitas pagi di mulai dengan olahraga pagi bersama kedua orang tuanya. Mereka biasa berkeliling di pekarangan mansion sambil bersepeda. Selepas olahraga mereka lantas pulang untuk membersihkan badan, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama. Hal-hal demikian memanglah kegiatan sepele, namun tidak bagi Alea. Itu sangat berarti bagi Alea, karena disela-sela kegiatan padatnya sebagai seorang perempuan karir, dia tetap bisa menikmati kebersamaan bersama orang tuanya.

Pagi ini Alea mendapatkan tugas untuk belanja beberapa kebutuhan di market terdekat. Awalnya dia akan pergi ditemani sang ibu, namun urung karena Airra harus mengurus sesuatu di rumah. Kini gadis berniqab itu berbelanja sendirian di sebuah market paling lengkap yang buka 24 jam.

Beberapa kali dia memang menyadari jika ada beberapa orang yang menatapnya lekat. Walaupun risih, Alea sudah biasa dengan tatapan penuh intimidasi tersebut. Apalagi belakangan tengah marak isu tentang deskriminasi umat beragama muslim. Apalagi wanita muslim yang berpenampilan syar’i seperti dirinya acak kali mendapatkan tatapan mengintimidasi.

“Aww!”

Etensi fokus gadis cantik berhijab syar'i itu tiba-tiba teralihkan karena suara benturan antara troli belanjaannya dan sesuatu. Pandangannya kemudian menemukan anak laki-laki yang baru saja mengaduh kesakitan karena jatuh setelah menabrak troli miliknya.

“You okay?” Alea dengan sigap berjongkok di dekat anak laki-laki itu, lantas mengulurkan tangannya untuk membantunya.

“Don't touch me!” anak laki-laki itu berseru dengan suara keras. Kakinya yang hendak Alea sentuh juga ditarik dengan cepat. “Penjahat!” imbuh anak laki-laki dengan paras rupawan tersebut.

“Penjahat?” bingung Alea.

“It's you.”

Anak laki-laki yang berusia kisaran 10 tahun itu menimpali. Beberapa pengunjung market yang lain tampak melirik curiga melihat interaksi mereka, sebagian bahkan sudah mendekat guna memastikan.

“Ada apa ini?” Seorang perempuan berkulit gelap bertanya sambil meminggirkan troli belanjaan miliknya.

“Ada apa, nak?” dia kembali bertanya sambil mendekati anak laki-laki yang masih terduduk di lantai tersebut. “Apa wanita ini mengganggumu?”

Anak laki-laki itu mengangguk mantap. Membuat Alea terkejut tentunya.

“Tidak. Saya cuma ingin membantu dia.” Alea buka suara. Tidak mau disalahkan begitu saja. “Dia tadi terjatuh setelah menabrak troli belanjaan saya,” tuturnya meluruskan.

“You lie!” anak laki-laki itu berseru lagi, membuat beberapa orang mulai bersimpati.

“Kamu menganggu anak ini?” perempuan berkulit gelap tadi kembali bertanya seraya menatap Alea tajam.

“Tidak, saya—“

“Dia pasti berdalih. Saat ini banyak penjahat yang bersembunyi dibalik penampilan yang mencerminkan wanita tertutup.” Seorang perempuan bule ikut menyuarakan opini. Membuat situasi semakin tidak terkendali

Alea mulai tersudut. Akan tetapi, dia tetap tenang menghadapi situasi dan kondisi tersebut. “Maaf, tapi Anda bisa mendapat perkara pidana karena menuduh orang sembarangan tanpa bukti. Lagi pula di tempat ini ada CCTV. Kalian bisa melihat rekaman CCTV agar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Bukan menuduh orang sembarangan.”

Perempuan-perempuan tadi lantas bungkam. Mereka langsung saling lirik, sambil mencari keberadaan CCTV yang dimaksud. Jika benar ada CCTV maka perkataan Alea sepenuhnya dapat dibenarkan. Pasti kejadian yang sebenarnya sudah terekam oleh kamera pengawas tersebut.

“Tch,” decih anak laki-laki tersebut sambil menatap Alea kesal. Dia masih bertahan di posisinya—duduk berselonjor seraya belah tangan memegangi lutut.

“Lucas?”

“Gawat!” tiba-tiba anak itu buru-buru berdiri dari duduknya, membuat mereka yang ada di sana terkejut bukan main.

“Bukannya kakimu sakit, nak?” tanya perempuan berkulit gelap tadi, kaget.

“Hm, itu—“

“Lucas, what are you doing here?!” Seorang perempuan paruh baya yang masih tampa cantik datang dari arah berlawanan dengan tergesa-gesa. Mendekati bocah lelaki yang tengah menggaruk tengkuknya tersebut.

“Em, Eomma. Lucas tadi—“

“Apa kamu berulah lagi?” perempuan berwajah cantik khas wanita negeri Ginseng itu bertanya sambil mencubit pipi sang putra, antara gemas dan kesal.

“Aw, Eomma sakit.”

Perempuan-perempuan yang tadi mengintimidasi Alea, berangsur-angsur pergi satu persatu setelah mengetahui jika tadi hanya kesalahpahaman semata. Perempuan paruh baya yang dipanggil ibu oleh anak laki-laki tadi tersenyum penuh sesal seraya meluruskan kesalahpahaman tersebut.

“Maaf, putra saya telah membuat kesalahpahaman.”

“Jaga putramu dengan baik. Kami hampir menghakimi orang tidak bersalah tadi.”

“Maaf, sekali lagi saya minta maaf.” Ibu dari anak laki-laki yang dipanggil Lucas itu berulang kali mengucapkan kata ‘maaf’ seraya membungkukkan badannya.

“Sorry, Eomma.” anak laki-laki itu berujar lirih sambil memperlihatkan puppy eyes miliknya. Dia merasa bersalah karena telah membuat ibunya meminta maaf seperti itu pada orang-orang.

“Sudah Eomma katakan, jangan pergi jauh-jauh.”

“Maaf, Lucas salah.”

Alea menatap ibu dan anak itu bergantian. Orang-orang yang tadi mengerumuninya, kini mulai berangsur-angsur menjauh. Sekarang dia tinggal bersama ibu dan anak yang masih berbicara di hadapannya.

“Eonni,” panggil anak laki-laki tadi, tiba-tiba.

“Saya?” Alea menunjuk dirinya sendiri. agak terkejut karena tiba-tiba dipanggilan menggunakan bahasa Korea.

“Ne.”

Alea mendekat, lantas menatap Lucas yang berdiri di hadapannya “Ada apa?”

“Ayo.” Desak ibu Lucas.

“I’am sorry, Eonni,” lirihnya.

“Lebih keras!” seru sang ibu.

“I'am sorry, Eonni,” ulang Lucas lebih keras.

Alea yang melihat tingkah bocah tersebut tersenyum tipis di balik kain niqab yang dia gunakan.

“Maaf, ya, putra saya telah membuat kamu kesulitan.” Alea mengangguk kecil sebagai respon. “Lucas memang nakal. Akan tetapi, kenakalan itu adalah caranya untuk menarik perhatian.”

“Oh, caper.” Alea berujar lirih. Ternyata anak laki-laki tadi suka caper dengan cara ekstrim.

“Caper?”

Alea mengangguk kecil, karena sadar ucapannya tanpa sengaja terdengar oleh lawan bicaranya.

“Kependekan dari cari perhatian,” jelasnya menggunakan suara yang terdengar begitu ramah di telinga. Sampai-sampai membuat lawan bicara nya terpesona.

“Kamu orang Indonesia?”

“Iya. Saya berasal dari Indonesia.”

“Woah, Indonesia.” Si kecil Lucas menyahut dengan antusias. “Pulau Dewata, Bali. Eonni tahu?”

Alea mengangguk. Dia tentu sana tahu pulau Dewata yang sangat terkenal itu.

“Apa di sana indah? Hyeong bilang di sana indah sekali. Aku akan berlibur ke sana musim panas ini.”

“Yes. Bali is beautiful place.” Alea menjawab ramah.

“Jadi kamu dari Indonesia? Pantas saja kamu ramah sekali.” Ibu Lucas kembali berbicara. “Senang bisa bertemu denganmu, nona...?”

“Alea. Panggil Alea saja miss.”

Wanita itu mengangguk. “You can call me Nata. My name is Natalia.”

Sekali lagi, Alea mengangguk. “Kalau begitu, apa boleh Alea panggil tante Nata?”

“Tentu saja,” jawab perempuan yang cukup fasih melapalkan bahasa Indonesia itu.

Obrolan mereka kemudian terus berlanjut. Si kecil Lucas juga aktif bertanya pada Alea soal Bali. Satu-satunya tempat yang dia ketahui di Indonesia. Pembawaan Alea yang easy to talk, nyatanya mampu membuat ibu dan anak itu nyaman berlama-lama dengannya.

“Hm, Alea sudah harus pamit, tante.” Alea melirik jam tangan di pergelangan tangan kirinya. “Ibu di rumah menunggu.”

Nata dan Lucas tampak tidak rela saat Alea hendak pergi. Luca bahkan sempat merajuk karena berpikir jika Alea masih belum memaafkannya.

“Apa Eonni masih marah?”

“Tidak. Aku sudah memaafkan kamu,” ujar Alea, jujur.

“Lalu kenapa buru-buru pergi? Lucas masih mau bicara sama Eonni!” rajuk si kecil Lucas.

“Emh, karena Ibuku menunggu di rumah. Aku harus segera pulang agar tidak membuatnya menunggu.”

Lucas mengangguk lesu. Dia paham tidak bisa lagi membuat Alea bertahan di sana. “Eomma?”

“Ada apa?”

“Bisakah kita mengundang Eonni untuk makan siang di rumah?”

Perempuan paruh baya itu agak terkejut dengan permintaan sang putra yang satu ini. Mengingat jika Lucas jarang sekali peduli atau akrab pada orang yang baru dia temui. Ternyata hal itu tidak berlaku bagi Alea. “Coba tanya Eonni nya langsung.”

Anak laki-laki yang memiliki paras rupawan itu mengangguk. “Eonni? Mau tidak makan siang di rumah Lucas?” tanyanya seraya meraih salah satu tangan Alea. Awalnya Alea terkejut, namun dia dapat mengendalikan ekspresinya dengan baik.

“Eonni harus main ke rumah Lucas. Hyeong harus kenalan sama Eonni. Hyeong mau pergi ke Bali lagi, dia belum tahu banyak hal tentang Indonesia. Padahal selain Bali, ada banyak tempat cantik di sana bukan?”

Alea mengangguk, namun kebingungan menjawab. Dia tidak mungkin semudah itu meng-iyakan ajakan orang asing.

Lucas menatap Alea dengan jurus puppy eyes andalannya. “Mau, ya, Eonni?” bola mata hitam milik anak itu tampak menggemaskan, sehingga mampu membuat siapapun luluh. “Mau ya, Eonni?”

Alea menghembuskan nafasnya gusar. Dia menyukai anak kecil. Dia tidak pernah bisa menolah permintaan mahluk menggemaskan bernama anak kecil. “Lucas?”

“Ya, Eonni?”

“Hari apa aku harus datang?”

Lucas mengerjapkan bola mata gelapnya beberapa kali, saat terkejut saja anak laki-laki tampak sangat menggemaskan. “Eonni mau datang?”

Alea mengangguk sebagai jawaban.

“Eonni bisa datang besok!” Lucas berujar dengan antusias. Kedua bola mata anak itu tampak berkilauan saat sudut-sudut bibirnya membentuk senyum yang lebar.

Alea tersenyum di balik kain penutup wajahnya. Nata juga mengucapkan terima kasih banyak atas kesediaan Alea berkunjung ke rumah mereka. Walaupun perjumpaan mereka diawali oleh insiden kurang sedap, setidaknya mereka bisa menjalin tali silaturahmi setelahnya.

"Eomma, Eonni tadi baik sekali ya. Lucas suka.”

Nata tersenyum simpul sambil menyentuh pucuk kepala sang putra. “Cepat ambil snack yang Lucas mau. Kasihan kakak menunggu lama.”

“Iya Eomma. Hyeong pasti kesal.” Luca tampak berdecak kala mengingat sang kakak. Anak laki-laki itu kemudian mengambil dua bungkus snack berbahan dasar jagung dari rak dan dua bungkus stik coklat kesukaannya.

Nata mengangguk, menyetujui ucapan putra bungsunya. “Louis, kakakmu itu benci menunggu.”

“Hm, hyeong, kan, tidak pernah suka menunggu kalau tidak dipaksa.” Lucas berujar sambil tertawa kecil. Bocah itu tengah membayangkan betapa kesalnya sang kakak saat ini. Jika tidak karena dipaksa oleh adik kecilnya, mana mungkin laki-laki dewasa itu mau dibuat menunggu berjam-jam lamanya. “Nanti Lucas mau cerita soal Eonni ke Hyeong. Eonni baik. Eonni yang mau sabar sama kelakuan Lucas, enggak kayak Hyeong Louis.”

✈️✈️

TBC

Hayo.... yang nungguin up, absen dulu👐

Maaf belum bisa update teratur. Banyak yang harus aku kerjakan di dunia nyata. Aku juga belum sempat up BDJ sama Extra part GG, maaf ya🙏 Aku akan usahakan update secepat mungkin ya😊

Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, komentar, share dan follow Author. Bagi yang berkenan saja ya, gak maksa kok😄

Ok, kita jumpa lagi nanti👐

Sukabumi 05 Mei 2021

Revisi 25/05/55

Terpopuler

Comments

Wiwin Eror

Wiwin Eror

nata mantan pacar anzar....

2021-09-16

3

Fitria Fitri

Fitria Fitri

Wah wah wah.. Nata de coco telah muncul

2021-08-07

3

Mirna C'Nyantut

Mirna C'Nyantut

gawat nih alea ketemu mantan papah anzar😮 gimana ya nanti reaksi anzar kalo ketemu nata😳

2021-05-25

3

lihat semua
Episodes
1 °INTRODUCTION
2 °PROLOG
3 °BDJ 1 : ANAK TUHAN & ANAK LUCIFER
4 °BDJ 2 : MEETING or MEET UP
5 °BDJ 3 : INTERESTING
6 °BDJ 4 : AJAKAN MAKAN SIANG
7 °BDJ 5 : INSIDEN JUMPA
8 °BDJ 6 : DI ACC
9 °BDJ 7 : DITOLAK
10 °BDJ 8 : BERKUNJUNG
11 °BDJ 9 : TAK KUNJUNG SADAR
12 °BDJ 10 : SALAH BEREDAR
13 BDJ 11 : SABAR MENUNGGU KABAR
14 BDJ 12: KABAR DARI BURUNG CAMAR
15 BDJ 13 : BERDEBAR
16 BDJ : 14 KEKALAHAN BERDASAR
17 BDJ 15 : KESERIUSAN SEORANG PENERBANG
18 BDJ 16 : TERDETEKSI RADAR KEEVANZAR
19 BDJ 17 : BUNGA TIDUR
20 BDJ 18 : SLEEPING HANDSOME
21 BDJ 19 : DATE WITH YOU
22 BDJ 20 : FAULT IS TRUE
23 BDJ 21 : TRUE
24 BDJ 22 : MAFIA SON
25 BDJ 23. TABIR FAKTA
26 °BDJ 24 : BLACK ROSE
27 °BDJ 25 : BAD FACTA
28 °BDJ 26 : CAPT, ARE YOU OKAY?!
29 °BDJ 27 : SALING MENJAGA LEWAT DO’A
30 °BDJ 28 : ANCAMAN
31 °BDJ 29 : I WANT YOU!
32 °BDJ 30 : NIKAH SIRI
33 °BDJ 31 : MUSUH DALAM SELIMUT
34 °BDJ 32 : BERTEMU RIVAL LAMA
35 °BDJ 33 : BLACK BROTHER BERTINDAK
36 °BDJ 34 : TERLUKA
37 °BDJ 35 : KUNJUNGAN YANG TIDAK MENYENANGKAN
38 °BDJ 36 : MENGGILA
39 °BDJ 37 : JUMPA SETELAH SEKIAN LAMA
40 °BDJ 38 : KEDATANGAN CALON MENANTU
41 °BDJ 39 : MENGANTONGI BANYAK RESTU MENIKAHI KAMU
42 °BDJ 40 : KITA JALANI BERSAMA
43 °BDJ 41 : RISIH
44 °BDJ 42 : SAYEMBARA DUA WANITA
45 °BDJ 43 : PENGHIANAT YANG TAK BERKUTIK
46 °BDJ 44 : AKU ADA DI SINI
47 °BDJ 45 : MENJAUHLAH DARI PUTRIKU
48 °BDJ 46 : HADIAH TERBAIK
49 °BDJ 47 : SEPOTONG HATI TANPA CINTA
50 °BDJ 48 : SAYYIDUL AYYAM
51 °BDJ 49 : INI BUKAN SALAH KAMU
52 °BDJ 50 : DUA SAUDARA PEMILIK PERMATA RADITYAN
53 °BDJ 51 : TANGGAL CANTIK
54 °BDJ 52 : DIJEMPUT CALON SUAMI
55 °BDJ 53 : KISAH SALMAN & ABU DARDA
56 °BDJ 54 : KELUARGA BESAR RADITYAN
57 °BDJ 55 : LULUS KUALIFIKASI
58 °BDJ 56 : MENGENAL LEBIH DEKAT KELUARGA AYAH VAN’AR
59 °BDJ 57 : RARA’S CAFFE
60 °BDJ 58 : RENCANA LICIK
61 °BDJ 59 : FEELING
62 °BDJ 60 : SIASAT JAHAT
63 °BDJ 61 : PENGHIANAT
64 °BDJ 62 : PERGI & MENJAUH
65 °BDJ 63 : SELAMAT DATANG
66 °BDJ 64 : SELAMAT TINGGAL
67 °BDJ 65 : TULANG RUSUKKU
68 °BDJ 66 : BAHAGIA DENGAN & TANPA MU
69 °BDJ 67 : MAHAR
70 °BDJ 68 : AKAD
71 °BDJ 69 : RESMI DIPERISTRI
72 °BDJ 70 : IBADAH BERSAMA
73 °BDJ 71 : MALAM PERTAMA
74 °BDJ 72 : KECANDUAN
75 °BDJ 73 : WANITAKU
76 °BDJ 74 : ISTRI CAPTAIN
77 °BDJ 75 : PESAN PAPAH MERTUA
78 °BDJ 76 : BERBANDING TERBALIK
79 °BDJ 77 : MENGEJAR KEBAHAGIAAN
80 °BDJ 78 : HADIAH
81 °BDJ 79 : HAK & KEWAJIBAN
82 °BDJ 80 : IBADAH MALAM JUM’AT
83 °BDJ 81 : BUCIN JALUR HALAL
84 °BDJ 82 : MENCARI YANG LEBIH BERARTI
85 °BDJ 83 : MOMONGAN
86 °BDJ 84 : BANDUNG DAN CERITA DIDALAMNYA
87 °BDJ 85 : LEMBANG
88 °BDJ 86 : DATANGNYA PENGGANGGU
89 °BDJ 87 : KEPERCAYAAN
90 °BDJ 84 : NICHOLE
91 °BDJ 85 : MANTAN ISTRI CAPTAIN NATHAN?
92 °BDJ 86 : TABIAT ASET RADITYAN
93 °BDJ 87 : RAYUAN PULAU KAPUK
94 °BDJ 89 : KODE KERAS
95 °BDJ 90 : CEMBURU
96 BDJ 91 : PERASAAN YANG BARU
97 °BDJ 92 : WISATA MASA LALU
98 °BDJ 93 : KUTEMUKAN WANITAKU
99 BDJ 94 : SPOILER CUCU
100 BDJ 95 : INFORMASI YANG DAVIAN DAPATKAN
101 °BDJ 96 : LOUIS
102 °BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
103 °BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
104 °BDJ 98 : KEDATANGAN TAMU
105 °BDJ 99 : KEDIAMAN RADITYAN
106 °BDJ 100 : HANYA SEDANG MENGANDUNG
107 BDJ 101 : DIINTROGASI PARA RADITYAN
108 BDJ 102 : BAYIKU?
109 °BDJ 103 : DI BAWAH NAUNGAN RADITYAN
110 BDJ 104 : IKATAN
111 BDJ 105 : BERDAMAI DENGAN TAKDIR
112 BDJ 106 : RIZKI YANG DINANTI-NANTI
113 BDJ 107 : NATHAN SAKIT
114 BDJ 108 : ADAKAH DIA DI PERUTMU?
115 BDJ 109 : DILIMPAHI RIZKI DARI SANG ILAHI
116 BDJ 110 : LANTUNAN SUARA EMAS CALON BABA
117 BDJ 111 : PERJUANGAN DUA AYAH
118 BDJ 112 : SKENARIO DUA HATI
119 BDJ 113 : MARI KITA SELESAIKAN SAMPAI DI SINI
120 BDJ 114 KESAYANGAN MAMA GEA
121 BDJ 115 : CALON BABA BERTEMU SIAPA
122 BDJ 116 : JODOH TIDAK AKAN TERTUKAR
123 BDJ 117 : KEMBALI BERJUMPA
124 BDJ 118 : MAWAR KUNING
125 BDJ 119 : TENTANG KETERTARIKAN
126 BDJ 120 : SEBUAH NAMA & KEPULANGAN
127 BDJ 121 : MOVE MODE ON
128 BDJ 122 : BAHAGIA BERSAMA DIA, DIA, DIA & DIA
129 BDJ 123 : KELAHIRAN
130 BDJ 124 : PERJUANGAN SEORANG BABA
131 BDJ 125 : BUAH CINTA
Episodes

Updated 131 Episodes

1
°INTRODUCTION
2
°PROLOG
3
°BDJ 1 : ANAK TUHAN & ANAK LUCIFER
4
°BDJ 2 : MEETING or MEET UP
5
°BDJ 3 : INTERESTING
6
°BDJ 4 : AJAKAN MAKAN SIANG
7
°BDJ 5 : INSIDEN JUMPA
8
°BDJ 6 : DI ACC
9
°BDJ 7 : DITOLAK
10
°BDJ 8 : BERKUNJUNG
11
°BDJ 9 : TAK KUNJUNG SADAR
12
°BDJ 10 : SALAH BEREDAR
13
BDJ 11 : SABAR MENUNGGU KABAR
14
BDJ 12: KABAR DARI BURUNG CAMAR
15
BDJ 13 : BERDEBAR
16
BDJ : 14 KEKALAHAN BERDASAR
17
BDJ 15 : KESERIUSAN SEORANG PENERBANG
18
BDJ 16 : TERDETEKSI RADAR KEEVANZAR
19
BDJ 17 : BUNGA TIDUR
20
BDJ 18 : SLEEPING HANDSOME
21
BDJ 19 : DATE WITH YOU
22
BDJ 20 : FAULT IS TRUE
23
BDJ 21 : TRUE
24
BDJ 22 : MAFIA SON
25
BDJ 23. TABIR FAKTA
26
°BDJ 24 : BLACK ROSE
27
°BDJ 25 : BAD FACTA
28
°BDJ 26 : CAPT, ARE YOU OKAY?!
29
°BDJ 27 : SALING MENJAGA LEWAT DO’A
30
°BDJ 28 : ANCAMAN
31
°BDJ 29 : I WANT YOU!
32
°BDJ 30 : NIKAH SIRI
33
°BDJ 31 : MUSUH DALAM SELIMUT
34
°BDJ 32 : BERTEMU RIVAL LAMA
35
°BDJ 33 : BLACK BROTHER BERTINDAK
36
°BDJ 34 : TERLUKA
37
°BDJ 35 : KUNJUNGAN YANG TIDAK MENYENANGKAN
38
°BDJ 36 : MENGGILA
39
°BDJ 37 : JUMPA SETELAH SEKIAN LAMA
40
°BDJ 38 : KEDATANGAN CALON MENANTU
41
°BDJ 39 : MENGANTONGI BANYAK RESTU MENIKAHI KAMU
42
°BDJ 40 : KITA JALANI BERSAMA
43
°BDJ 41 : RISIH
44
°BDJ 42 : SAYEMBARA DUA WANITA
45
°BDJ 43 : PENGHIANAT YANG TAK BERKUTIK
46
°BDJ 44 : AKU ADA DI SINI
47
°BDJ 45 : MENJAUHLAH DARI PUTRIKU
48
°BDJ 46 : HADIAH TERBAIK
49
°BDJ 47 : SEPOTONG HATI TANPA CINTA
50
°BDJ 48 : SAYYIDUL AYYAM
51
°BDJ 49 : INI BUKAN SALAH KAMU
52
°BDJ 50 : DUA SAUDARA PEMILIK PERMATA RADITYAN
53
°BDJ 51 : TANGGAL CANTIK
54
°BDJ 52 : DIJEMPUT CALON SUAMI
55
°BDJ 53 : KISAH SALMAN & ABU DARDA
56
°BDJ 54 : KELUARGA BESAR RADITYAN
57
°BDJ 55 : LULUS KUALIFIKASI
58
°BDJ 56 : MENGENAL LEBIH DEKAT KELUARGA AYAH VAN’AR
59
°BDJ 57 : RARA’S CAFFE
60
°BDJ 58 : RENCANA LICIK
61
°BDJ 59 : FEELING
62
°BDJ 60 : SIASAT JAHAT
63
°BDJ 61 : PENGHIANAT
64
°BDJ 62 : PERGI & MENJAUH
65
°BDJ 63 : SELAMAT DATANG
66
°BDJ 64 : SELAMAT TINGGAL
67
°BDJ 65 : TULANG RUSUKKU
68
°BDJ 66 : BAHAGIA DENGAN & TANPA MU
69
°BDJ 67 : MAHAR
70
°BDJ 68 : AKAD
71
°BDJ 69 : RESMI DIPERISTRI
72
°BDJ 70 : IBADAH BERSAMA
73
°BDJ 71 : MALAM PERTAMA
74
°BDJ 72 : KECANDUAN
75
°BDJ 73 : WANITAKU
76
°BDJ 74 : ISTRI CAPTAIN
77
°BDJ 75 : PESAN PAPAH MERTUA
78
°BDJ 76 : BERBANDING TERBALIK
79
°BDJ 77 : MENGEJAR KEBAHAGIAAN
80
°BDJ 78 : HADIAH
81
°BDJ 79 : HAK & KEWAJIBAN
82
°BDJ 80 : IBADAH MALAM JUM’AT
83
°BDJ 81 : BUCIN JALUR HALAL
84
°BDJ 82 : MENCARI YANG LEBIH BERARTI
85
°BDJ 83 : MOMONGAN
86
°BDJ 84 : BANDUNG DAN CERITA DIDALAMNYA
87
°BDJ 85 : LEMBANG
88
°BDJ 86 : DATANGNYA PENGGANGGU
89
°BDJ 87 : KEPERCAYAAN
90
°BDJ 84 : NICHOLE
91
°BDJ 85 : MANTAN ISTRI CAPTAIN NATHAN?
92
°BDJ 86 : TABIAT ASET RADITYAN
93
°BDJ 87 : RAYUAN PULAU KAPUK
94
°BDJ 89 : KODE KERAS
95
°BDJ 90 : CEMBURU
96
BDJ 91 : PERASAAN YANG BARU
97
°BDJ 92 : WISATA MASA LALU
98
°BDJ 93 : KUTEMUKAN WANITAKU
99
BDJ 94 : SPOILER CUCU
100
BDJ 95 : INFORMASI YANG DAVIAN DAPATKAN
101
°BDJ 96 : LOUIS
102
°BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
103
°BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
104
°BDJ 98 : KEDATANGAN TAMU
105
°BDJ 99 : KEDIAMAN RADITYAN
106
°BDJ 100 : HANYA SEDANG MENGANDUNG
107
BDJ 101 : DIINTROGASI PARA RADITYAN
108
BDJ 102 : BAYIKU?
109
°BDJ 103 : DI BAWAH NAUNGAN RADITYAN
110
BDJ 104 : IKATAN
111
BDJ 105 : BERDAMAI DENGAN TAKDIR
112
BDJ 106 : RIZKI YANG DINANTI-NANTI
113
BDJ 107 : NATHAN SAKIT
114
BDJ 108 : ADAKAH DIA DI PERUTMU?
115
BDJ 109 : DILIMPAHI RIZKI DARI SANG ILAHI
116
BDJ 110 : LANTUNAN SUARA EMAS CALON BABA
117
BDJ 111 : PERJUANGAN DUA AYAH
118
BDJ 112 : SKENARIO DUA HATI
119
BDJ 113 : MARI KITA SELESAIKAN SAMPAI DI SINI
120
BDJ 114 KESAYANGAN MAMA GEA
121
BDJ 115 : CALON BABA BERTEMU SIAPA
122
BDJ 116 : JODOH TIDAK AKAN TERTUKAR
123
BDJ 117 : KEMBALI BERJUMPA
124
BDJ 118 : MAWAR KUNING
125
BDJ 119 : TENTANG KETERTARIKAN
126
BDJ 120 : SEBUAH NAMA & KEPULANGAN
127
BDJ 121 : MOVE MODE ON
128
BDJ 122 : BAHAGIA BERSAMA DIA, DIA, DIA & DIA
129
BDJ 123 : KELAHIRAN
130
BDJ 124 : PERJUANGAN SEORANG BABA
131
BDJ 125 : BUAH CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!