°BDJ 1 : ANAK TUHAN & ANAK LUCIFER

BDJ 1 🌼 : ANAK TUHAN & ANAK LUCIFER

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”—Q.S Al-Ahzab (ayat : 59)

✈️✈️

Bunyi dentuman musik yang menggema dengan keras menjadi sebuah ciri khas. Gemerlap lampu disko, suara musik yang diracik oleh tangan lihai sang Dish joki membuat para manusia yang berjoged di area dance floor kian menggila. Aroma tembakau yang terbakar, berbaur dengan aroma keringat, aroma berbagai jenis minuman beralkohol, bahkan aroma percintaan panas. Berbaur menjadi satu di tempat bernama clubs night tersebut.

Sepanjang kakinya memasuki tempat yang 27 tahun ini tidak pernah sekalipun ia injak, maniknya beberapa kali beralih pandangan ke sembarangan arah. Orang yang berjoged gila di area dance floor, orang yang sedang berciuman, orang yang sedang mabuk dan memaki-maki bartender, menjadi tiga hal pertama yang memenuhi penglihatannya.

Ia memang tidak pernah memiliki niatan memasuki tempat haram tersebut. Hanya saja dorongan dari pihak eksternal membuatnya berakhir di tempat ini juga. Harusnya saat ini ia bisa menikmati waktu istirahat di atas ranjang hotel yang empuk dan nyaman. Bukan malah berdiam diri di tempat haram ini, memupuk dosa di mata dan telinganya.

"C'mon Capt Nath, minumlah," ujar si pelaku yang telah membuatnya berakhir di tempat ini.

"No, thanks. Kamu tahu sendiri aku tidak minum alkohol," Tolaknya to the point.

"Woah, Asian good man,” puji salah seorang pria yang duduk di dekat lawan bicara.

"Jangan begitu Capt Nath, kau membuatku sedih dengan diam saja seperti ini." Joan—si pelaku kembali buka suara.

Senyum tipis di wajah tampan khas pria Asia itu terlukis. Kulit bersihnya memang tidak putih bak porselen seperti kulit bule di sekitarnya. Namun, pria rupawan pemilik rahang kokoh itu tampak mempesona di bawah temaramnya lampu disko. Membuat para wanita yang nakal di sana menatapnya lekat, sarat akan hasrat.

"Jadi, mau aku carikan teman for your night Capt Nath?" tawar Joan.

"No, thanks," Jawab pria tampan berkemeja navy itu, tidak tertarik sama sekali.

Joan memicingkan mata mendengarnya. "Jadi kau hanya akan diam saja selama di sini?"

"Aku tidak minum alkohol, tidak juga mencari wanita penghibur. Aku terdampar di tempat ini karena dirimu, co-pilot Joan Adams,” balas sang lawan bicara, terselip nada sebal dalam suaranya.

Si pemilik nama tertawa seraya menenggak coktail yang masih tersisa di dalam sloki. "Aku pikir membawamu ketempat ini bisa membuatmu senang karena dapat bersenang-senang. Namun ternyata," ia menjeda sejenak. "Aku salah besar. You is good man, son of God.”

Pria tampan berkemeja navy tersebut tersenyum tipis. Anak tuhan, ya? Itu pujian terlalu tinggi untuk manusia sepertinya yang masih tak luput dari lupa dan dosa. Ia memang tidak pernah mendekati alkohol, juga tidak pernah menggunakan wanita demi mendapatkan kesenangan semata. Baginya kedua hal tersebut adalah pantangan. Dua hal yang bisa membuat kecanduan dan merusak masa depan. Toh, ia memang sedari kecil digembleng agar selalu hidup dengan jalur yang lurus. Baik dalam urusan cita-cita, maupun cinta.

"Kalau kau tidak mau apa-apa di sini, lebih baik kau mendengarkan ceritaku saja Capt Nat."

Pria berkulit putih dengan bintik-bintik semi coklat itu buka suara. Ia memang berhasil mengelabuhi Nathan dengan alasan mengajak pria itu mengunjungi sebuah pertunjukan seni. Padahal ia ingin membawa Nathan ke club night untuk mengisi jadwal rehat mereka.

"Di tempat ini banyak sekali orang-orang berpengaruh dari berbagai bidang, seperti aparatur negara, pengusaha sukses, dokter, lawyer, singer, and other." Joan memulai cerita. "Di tempat inilah mereka menghabiskan waktu untuk mencari surga dunia. You know-lah, mencari alkohol atau lub*ng untuk melupakan penatnya urusan duniawi."

Pria tampan itu tidak menampik jika ucapan rekan sejawatnya itu benar adanya. Bukan satu atau dua pria berjas mahal yang ia temui di tempat ini. Mereka tengah asik dengan kegiatannya masing-masing.

"Terlebih lagi ini benua Eropa, hal seperti ini sangatlah lumrah." Joan kembali bercerita. "Tapi aku bangga kepadamu,” ujarnya sambil menepuk bahu rekan sejawatnya.

"Sejauh ini kau pria paling kuat iman yang aku temukan."

Pria yang Joan panggil capt Nath itu tersenyum kecil. "Maksudmu?"

"Kau anak tuhan. Pondasi agamamu kuat, man. Aku sungguh salut pada dirimu."

Nathan, pria tampan berjas navy yang lengannya digulung hingga seperempat itu tersenyum kecil. Ia dan Joan memang sudah cukup lama mengenal. Mereka bertemu tentu karena bekerja di flight deck yang sama, Bekerja di maskapai yang sama pula.

Sejauh ini pria bule berdarah Norwegia dan Inggris itu selalu menjadi rekan yang fleksibel. Mampu menempatkan diri di berbagai kesempatan. Joan juga menghargai sang rekan beserta agama dan kepercayaan yang ia anut.

"Kau lihat pria dengan wanita dengan dress merah di sofa itu?" dagu Joan bergerak ke samping. “Jika kau anak Tuhan, maka lelaki yang bersamanya adalah anak lucifer.”

Nathan menoleh sedetik, lantas kembali menoleh. Bibirnya bergumam lirih, namun bisa ditangkap oleh Joan. "Kau barusan mengumpat?" tebak Joan, tampak tidak percaya.

"Beristigfar."

"Beristigfar itu, apa?" Bingung Joan.

"Kalimat yang dibaca untuk memohon ampunan pada Tuhan."

Joan melongo mendengarnya. “Kau memohon ampunan kepada Tuhan-mu karena apa? karena melihat wanita dengan dress merah itu?”

Sang lawan bicara tidak menjawab, namun raut wajahnya bisa disimpulkan sebagai jawaban oleh Joan. Wanita yang Joan maksud adalah seorang wanita cantik dengan rambut pirang yang di-curly. Tubuh wanita itu terbalut dress merah menyala berbahan latex yang tidak dapat menutupi sebagian besar lekuk tubuhnya.

"Oh my mood, aku lupa soal itu. kalau begitu hiraukan," ujar Joan dengan senyum canggung. "Asal kau tahu, wanita itu eksekutif muda di siang hari. Di malam hari, kamu bisa lihat sendiri pekerjaannya.”

Dari penampilannya Nathan tidak bisa menyimpulkan jika wanita itu seorang eksekutif muda. Wanita yang mengenakan dress merah menyala yang ditunjuk Joan tadi, saat ini tengah asik berbagi saliva dengan seorang pria yang usianya jauh lebih muda. Bahkan tangan lelaki itu sudah meraba kemana-mana.

Astagfirullah, Nathan merasa berdosa besar karena tadi menoleh.

"Namanya sering kali muncul di majalah bisnis nasional. Tapi, dibalik layar, semua orang mengenalnya sebagai gold digger. Sedangkan lelaki yang bersamanya dikenal sebagai son of Lucifer, si bastard."

"Hm, Joan—“

"Dia sering tidur dengan wanita acak, setiap berkunjung ke tempat ini. tidak terhitung lagi berapa banyak wanita yang sudah dia tiduri. Oleh karena itu dia memiliki room VIP pribadi di club ini."

"Joan—“

"Dia bahkan dirumorkan pernah meniduri putri menteri pertahanan—“

Belum sempat kalimat itu rampung diucapkan, sebuah pukulan telak tiba-tiba nyasar ke rahang Joan. Membuat pria itu terhuyung seketika karena tidak siap menerima pukulan.

“Apa tanganku membuat kegaduhan?" kata suara deep bass tersebut, menginterupsi.

Joan terdiam di tempat. Ia tidak sadar jika objek dari bahan pembicaraannya telah beranjak dan mendekat. Pria yang tadi asik bercumbu itu kini membuatnya mati kutu.

"Membicarakan orang lain dibelakangnya adalah kebiasaan seorang wanita." Pria pemilik suara deep bass itu berbicara dengan logat British yang kental. Manik abu-abunya berkilat gelap, menatap Joan.

"Etensi bercintaku jadi berkurang karena telingaku terus berdenging. Ternyata ada yang sedang membicarakan ku di sini."

Kini mereka sudah menjadi pusat perhatian. Mungkin lebih tepatnya, pusat perhatian itu adalah pria di hadapan Joan. Pria rupawan yang memiliki kharisma kuat, dengan aura mengintimidasi bak predator terkuat di puncak rantai makanan.

"Aku pasti bukan satu-satunya orang yang membicarakan mu, bukan?" tanya Joan tak gentar. “Lagi pula itu semua faktanya.”

Pria bermanik abu-abu itu terkekeh kecil. "Salahmu karena malam ini membuat mood-ku buruk."

"Apa urusannya denganku? Kau pikir aku peduli?” sergah Joan.

"Kau menambah daftar kekesalanku malam ini, man." Pria rupawan itu berkata dengan santai. Tanpa tedeng aling-aling ia kembali melayangkan pukulan. Akan tetapi pukulan itu tidak pernah sampai mengenai target, karena ditangkis dengan cepat oleh seseorang.

“Masalah tidak akan selesai hanya dengan kekerasan.”

Pria berwajah kaukasia itu menatap lekat seseorang yang berhasil meblokade serangannya dengan lihai.

Ia yang sedari tadi diam, kini beranjak dari posisinya. Sadar jika tindakannya mengundang banyak perhatian, ia melepaskan kepalan tangan yang baru saja ia halau. "Kita pergi,” ujarnya, memberikan kode lewat lirikan singkat pada Joan.

"Hm. Aku juga sudah kehilangan selera minum di sini." Joan menyanggupi, kemudian mengeluarkan beberapa lembar dollar untuk membayar minumannya.

Namun, suara tawa yang terdengar sinis dibarengi satu kata berhasil membuat dua pria yang berprofesi sebagai penjelajah langit itu menghentikan tumit.

“Pecundang.”

Nathan berbalik, menatap si pemilik suara yang tengah menatapnya remeh.

"Kita tidak saling mengenal. Atas dasar apa anda mengkritik kami sebagai pecundang?" tanyanya datar.

Pria rupawan bermanik abu-abu itu menyeringai tipis. “Kau sama pecundangnya dengan pria yang suka membicarakan orang lain seperti seorang wanita. Kau bahkan tidak berani menyentuh alkohol. Anak Tuhan, eoh?” ejeknya.

“Jaga ucapan mu!" seru Joan emosi.

"Kita pergi," pungkas Nathan, tidak mau memperpanjang masalah.

Joan sudah mulai emosi, bisa gawat jika semakin lama mereka berada di sana. Nathan bukan takut, dia hanya tidak mau memperbesar masalah. Bahaya jika Joan semakin memperkeruh keadaan, sekali pun melakukan perlawanan, mereka tetap kalah jumlah.

"Good. Si pengecut dan anak Tuhan,” monolog pria rupawan pemilik suara deep bass tersebut. Sudut bibirnya tertarik, membuat sebuah seringai muncul. Manik abu-abunya masih menatap kepergian dua pria tersebut dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

✈️✈️

“Assalamualaikum. Good morning everyone,” Sapa suara lembut nan penuh kegembiraan memenuhi seisi ruangan bernuansa cerah tersebut. Kedatangannya bak semilir angin yang datang dengan menyejukkan saat panas melanda bumi. Seisi ruangan kemudian menjawab dengan berbagai salam dan sapaan yang berbeda. Ia menghargai perbedaan cara mereka membalas sebagai bentuk toleransi.

"Hello, good morning too, Alea,” balas seorang perempuan berambut pirang yang baru saja memasuki ruangan.

“Hai, Ann. Ready for working?”

"Always ready, Alea,” jawab gadis bernama Annante tersebut.

Perempuan yang penampilannya paling mencolok itu tersenyum tipis di balik penutup niqab yang ia gunakan. Penampilannya syar'i—tertutup secara keseluruhan, kecuali muka dan telapak tangan—tentu saja membuatnya berbeda. Gamis longgar dengan khimar plus dengan niqab. Hanya sepasang manik indahnya yang boleh dunia lihat, juga telapak tangan. Terkadang punggung tangan.

“Ok, meeting hari ini pukul 09.10. Semua sudah harus standby di tempat. Para client akan datang sekitar pukul 08.50 sampai 09.00.” Annante mengawali pembicaraan singkat pagi ini. Perempuan yang berprofesi sebagai sektretaris itu dengan cekatan membacakan schedule.

“Nona CEO, pagi ini Anda harus meyakinkan dua investor utama kita,” bisik Annante. Perempuan bule tersebut memang cukup fasih menggunakan bahasa Indonesia, karena sudah berteman lama dengan Alea.

"Jadi, siapa yang harus aku hadapi hari ini?” tanya perempuan berhijab itu.

"Mereka adalah...." Annante membolak-balikkan buku notarisnya sejenak. “….wow, dia adalah pembisnis muda yang namanya sering muncul di FORBES. Perusahaannya merambah dunia perhotelan, villa, apartemen, dan hunian berbagai tipe lainnya. Kamu harus meyakinkan dia agar kita bisa menjalankan proyek yang sangat besar ini."

perempuan berhijab mengangguk mahfum. “Noted,” jawabnya.

"Dia CEO Anderson Cooperation."

Alea mengangguk lagi. “Ok, noted. Satu lagi?”

"Hm, satu lagi. Dia..." Annante menjeda sejenak. "Dari pihak maskapai. Mereka memiliki maskapai dengan rating terbaik dari para user. Maskapai ini tentu ambil bagian yang sangat penting untuk proyek kita."

“Noted. Aku akan mengingatnya.”

“Nama maskapai mereka adalah Azka's Air,” lanjut Annante seraya manggut-manggut. “Ok. Itu adalah target yang harus kamu taklukan hari ini." Annante mengingatkan. "Oh iya, aku lupa memberitahu nama mereka,” tanya seraya tersenyum geli.

“Alea, ingat mereka baik-baik. Mereka ini orang-orang penting.”

Alea kembali mengangguk mahfum. “Jadi namanya?”

“Pertama, Louis Gallion Anderson Kim. CEO Anderson Cooperatian. Kedua, Nathaniel Allugard Hazka Dwiarga. CEO Azka's Air."

Seperti baru saja mendapatkan tugas hapalan baru dari sang guru, bibir di balik niqab itu langsung melantunkan dua nama tersebut dengan suara lembutnya. “Louis Gallion Anderson Kim dan Nathaniel Allugard Hazka.” Tatapan sepasang mata teduh itu kemudian beralih pada berkas kerja sama yang tersimpan di atas meja.

“CEO Anderson Cooperation dan Azka’s Air. Dengan mengucap basmallah, aku—Alea Ananta Rumi akan mendapatkan hati kalian berdua,” gumam Alea penuh rasa percaya diri.

✈✈✈

TBC

Jangan lupa like, vote, komentarrrrrr, share dan follow Author 😚

Sukabumi 01 April 2021

Revisi 04/05/22

Terpopuler

Comments

Refnida Fitri

Refnida Fitri

penasaran

2022-11-13

1

Kaisar Tampan

Kaisar Tampan

Aku udah mampir ya kak.
bantu dukung karyaku juga.
simpanan brondong tampan

2022-07-08

1

Salsa_MauraKim

Salsa_MauraKim

yaAllah selalu suka karyamu thor🥰🥰

2021-05-23

4

lihat semua
Episodes
1 °INTRODUCTION
2 °PROLOG
3 °BDJ 1 : ANAK TUHAN & ANAK LUCIFER
4 °BDJ 2 : MEETING or MEET UP
5 °BDJ 3 : INTERESTING
6 °BDJ 4 : AJAKAN MAKAN SIANG
7 °BDJ 5 : INSIDEN JUMPA
8 °BDJ 6 : DI ACC
9 °BDJ 7 : DITOLAK
10 °BDJ 8 : BERKUNJUNG
11 °BDJ 9 : TAK KUNJUNG SADAR
12 °BDJ 10 : SALAH BEREDAR
13 BDJ 11 : SABAR MENUNGGU KABAR
14 BDJ 12: KABAR DARI BURUNG CAMAR
15 BDJ 13 : BERDEBAR
16 BDJ : 14 KEKALAHAN BERDASAR
17 BDJ 15 : KESERIUSAN SEORANG PENERBANG
18 BDJ 16 : TERDETEKSI RADAR KEEVANZAR
19 BDJ 17 : BUNGA TIDUR
20 BDJ 18 : SLEEPING HANDSOME
21 BDJ 19 : DATE WITH YOU
22 BDJ 20 : FAULT IS TRUE
23 BDJ 21 : TRUE
24 BDJ 22 : MAFIA SON
25 BDJ 23. TABIR FAKTA
26 °BDJ 24 : BLACK ROSE
27 °BDJ 25 : BAD FACTA
28 °BDJ 26 : CAPT, ARE YOU OKAY?!
29 °BDJ 27 : SALING MENJAGA LEWAT DO’A
30 °BDJ 28 : ANCAMAN
31 °BDJ 29 : I WANT YOU!
32 °BDJ 30 : NIKAH SIRI
33 °BDJ 31 : MUSUH DALAM SELIMUT
34 °BDJ 32 : BERTEMU RIVAL LAMA
35 °BDJ 33 : BLACK BROTHER BERTINDAK
36 °BDJ 34 : TERLUKA
37 °BDJ 35 : KUNJUNGAN YANG TIDAK MENYENANGKAN
38 °BDJ 36 : MENGGILA
39 °BDJ 37 : JUMPA SETELAH SEKIAN LAMA
40 °BDJ 38 : KEDATANGAN CALON MENANTU
41 °BDJ 39 : MENGANTONGI BANYAK RESTU MENIKAHI KAMU
42 °BDJ 40 : KITA JALANI BERSAMA
43 °BDJ 41 : RISIH
44 °BDJ 42 : SAYEMBARA DUA WANITA
45 °BDJ 43 : PENGHIANAT YANG TAK BERKUTIK
46 °BDJ 44 : AKU ADA DI SINI
47 °BDJ 45 : MENJAUHLAH DARI PUTRIKU
48 °BDJ 46 : HADIAH TERBAIK
49 °BDJ 47 : SEPOTONG HATI TANPA CINTA
50 °BDJ 48 : SAYYIDUL AYYAM
51 °BDJ 49 : INI BUKAN SALAH KAMU
52 °BDJ 50 : DUA SAUDARA PEMILIK PERMATA RADITYAN
53 °BDJ 51 : TANGGAL CANTIK
54 °BDJ 52 : DIJEMPUT CALON SUAMI
55 °BDJ 53 : KISAH SALMAN & ABU DARDA
56 °BDJ 54 : KELUARGA BESAR RADITYAN
57 °BDJ 55 : LULUS KUALIFIKASI
58 °BDJ 56 : MENGENAL LEBIH DEKAT KELUARGA AYAH VAN’AR
59 °BDJ 57 : RARA’S CAFFE
60 °BDJ 58 : RENCANA LICIK
61 °BDJ 59 : FEELING
62 °BDJ 60 : SIASAT JAHAT
63 °BDJ 61 : PENGHIANAT
64 °BDJ 62 : PERGI & MENJAUH
65 °BDJ 63 : SELAMAT DATANG
66 °BDJ 64 : SELAMAT TINGGAL
67 °BDJ 65 : TULANG RUSUKKU
68 °BDJ 66 : BAHAGIA DENGAN & TANPA MU
69 °BDJ 67 : MAHAR
70 °BDJ 68 : AKAD
71 °BDJ 69 : RESMI DIPERISTRI
72 °BDJ 70 : IBADAH BERSAMA
73 °BDJ 71 : MALAM PERTAMA
74 °BDJ 72 : KECANDUAN
75 °BDJ 73 : WANITAKU
76 °BDJ 74 : ISTRI CAPTAIN
77 °BDJ 75 : PESAN PAPAH MERTUA
78 °BDJ 76 : BERBANDING TERBALIK
79 °BDJ 77 : MENGEJAR KEBAHAGIAAN
80 °BDJ 78 : HADIAH
81 °BDJ 79 : HAK & KEWAJIBAN
82 °BDJ 80 : IBADAH MALAM JUM’AT
83 °BDJ 81 : BUCIN JALUR HALAL
84 °BDJ 82 : MENCARI YANG LEBIH BERARTI
85 °BDJ 83 : MOMONGAN
86 °BDJ 84 : BANDUNG DAN CERITA DIDALAMNYA
87 °BDJ 85 : LEMBANG
88 °BDJ 86 : DATANGNYA PENGGANGGU
89 °BDJ 87 : KEPERCAYAAN
90 °BDJ 84 : NICHOLE
91 °BDJ 85 : MANTAN ISTRI CAPTAIN NATHAN?
92 °BDJ 86 : TABIAT ASET RADITYAN
93 °BDJ 87 : RAYUAN PULAU KAPUK
94 °BDJ 89 : KODE KERAS
95 °BDJ 90 : CEMBURU
96 BDJ 91 : PERASAAN YANG BARU
97 °BDJ 92 : WISATA MASA LALU
98 °BDJ 93 : KUTEMUKAN WANITAKU
99 BDJ 94 : SPOILER CUCU
100 BDJ 95 : INFORMASI YANG DAVIAN DAPATKAN
101 °BDJ 96 : LOUIS
102 °BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
103 °BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
104 °BDJ 98 : KEDATANGAN TAMU
105 °BDJ 99 : KEDIAMAN RADITYAN
106 °BDJ 100 : HANYA SEDANG MENGANDUNG
107 BDJ 101 : DIINTROGASI PARA RADITYAN
108 BDJ 102 : BAYIKU?
109 °BDJ 103 : DI BAWAH NAUNGAN RADITYAN
110 BDJ 104 : IKATAN
111 BDJ 105 : BERDAMAI DENGAN TAKDIR
112 BDJ 106 : RIZKI YANG DINANTI-NANTI
113 BDJ 107 : NATHAN SAKIT
114 BDJ 108 : ADAKAH DIA DI PERUTMU?
115 BDJ 109 : DILIMPAHI RIZKI DARI SANG ILAHI
116 BDJ 110 : LANTUNAN SUARA EMAS CALON BABA
117 BDJ 111 : PERJUANGAN DUA AYAH
118 BDJ 112 : SKENARIO DUA HATI
119 BDJ 113 : MARI KITA SELESAIKAN SAMPAI DI SINI
120 BDJ 114 KESAYANGAN MAMA GEA
121 BDJ 115 : CALON BABA BERTEMU SIAPA
122 BDJ 116 : JODOH TIDAK AKAN TERTUKAR
123 BDJ 117 : KEMBALI BERJUMPA
124 BDJ 118 : MAWAR KUNING
125 BDJ 119 : TENTANG KETERTARIKAN
126 BDJ 120 : SEBUAH NAMA & KEPULANGAN
127 BDJ 121 : MOVE MODE ON
128 BDJ 122 : BAHAGIA BERSAMA DIA, DIA, DIA & DIA
129 BDJ 123 : KELAHIRAN
130 BDJ 124 : PERJUANGAN SEORANG BABA
131 BDJ 125 : BUAH CINTA
Episodes

Updated 131 Episodes

1
°INTRODUCTION
2
°PROLOG
3
°BDJ 1 : ANAK TUHAN & ANAK LUCIFER
4
°BDJ 2 : MEETING or MEET UP
5
°BDJ 3 : INTERESTING
6
°BDJ 4 : AJAKAN MAKAN SIANG
7
°BDJ 5 : INSIDEN JUMPA
8
°BDJ 6 : DI ACC
9
°BDJ 7 : DITOLAK
10
°BDJ 8 : BERKUNJUNG
11
°BDJ 9 : TAK KUNJUNG SADAR
12
°BDJ 10 : SALAH BEREDAR
13
BDJ 11 : SABAR MENUNGGU KABAR
14
BDJ 12: KABAR DARI BURUNG CAMAR
15
BDJ 13 : BERDEBAR
16
BDJ : 14 KEKALAHAN BERDASAR
17
BDJ 15 : KESERIUSAN SEORANG PENERBANG
18
BDJ 16 : TERDETEKSI RADAR KEEVANZAR
19
BDJ 17 : BUNGA TIDUR
20
BDJ 18 : SLEEPING HANDSOME
21
BDJ 19 : DATE WITH YOU
22
BDJ 20 : FAULT IS TRUE
23
BDJ 21 : TRUE
24
BDJ 22 : MAFIA SON
25
BDJ 23. TABIR FAKTA
26
°BDJ 24 : BLACK ROSE
27
°BDJ 25 : BAD FACTA
28
°BDJ 26 : CAPT, ARE YOU OKAY?!
29
°BDJ 27 : SALING MENJAGA LEWAT DO’A
30
°BDJ 28 : ANCAMAN
31
°BDJ 29 : I WANT YOU!
32
°BDJ 30 : NIKAH SIRI
33
°BDJ 31 : MUSUH DALAM SELIMUT
34
°BDJ 32 : BERTEMU RIVAL LAMA
35
°BDJ 33 : BLACK BROTHER BERTINDAK
36
°BDJ 34 : TERLUKA
37
°BDJ 35 : KUNJUNGAN YANG TIDAK MENYENANGKAN
38
°BDJ 36 : MENGGILA
39
°BDJ 37 : JUMPA SETELAH SEKIAN LAMA
40
°BDJ 38 : KEDATANGAN CALON MENANTU
41
°BDJ 39 : MENGANTONGI BANYAK RESTU MENIKAHI KAMU
42
°BDJ 40 : KITA JALANI BERSAMA
43
°BDJ 41 : RISIH
44
°BDJ 42 : SAYEMBARA DUA WANITA
45
°BDJ 43 : PENGHIANAT YANG TAK BERKUTIK
46
°BDJ 44 : AKU ADA DI SINI
47
°BDJ 45 : MENJAUHLAH DARI PUTRIKU
48
°BDJ 46 : HADIAH TERBAIK
49
°BDJ 47 : SEPOTONG HATI TANPA CINTA
50
°BDJ 48 : SAYYIDUL AYYAM
51
°BDJ 49 : INI BUKAN SALAH KAMU
52
°BDJ 50 : DUA SAUDARA PEMILIK PERMATA RADITYAN
53
°BDJ 51 : TANGGAL CANTIK
54
°BDJ 52 : DIJEMPUT CALON SUAMI
55
°BDJ 53 : KISAH SALMAN & ABU DARDA
56
°BDJ 54 : KELUARGA BESAR RADITYAN
57
°BDJ 55 : LULUS KUALIFIKASI
58
°BDJ 56 : MENGENAL LEBIH DEKAT KELUARGA AYAH VAN’AR
59
°BDJ 57 : RARA’S CAFFE
60
°BDJ 58 : RENCANA LICIK
61
°BDJ 59 : FEELING
62
°BDJ 60 : SIASAT JAHAT
63
°BDJ 61 : PENGHIANAT
64
°BDJ 62 : PERGI & MENJAUH
65
°BDJ 63 : SELAMAT DATANG
66
°BDJ 64 : SELAMAT TINGGAL
67
°BDJ 65 : TULANG RUSUKKU
68
°BDJ 66 : BAHAGIA DENGAN & TANPA MU
69
°BDJ 67 : MAHAR
70
°BDJ 68 : AKAD
71
°BDJ 69 : RESMI DIPERISTRI
72
°BDJ 70 : IBADAH BERSAMA
73
°BDJ 71 : MALAM PERTAMA
74
°BDJ 72 : KECANDUAN
75
°BDJ 73 : WANITAKU
76
°BDJ 74 : ISTRI CAPTAIN
77
°BDJ 75 : PESAN PAPAH MERTUA
78
°BDJ 76 : BERBANDING TERBALIK
79
°BDJ 77 : MENGEJAR KEBAHAGIAAN
80
°BDJ 78 : HADIAH
81
°BDJ 79 : HAK & KEWAJIBAN
82
°BDJ 80 : IBADAH MALAM JUM’AT
83
°BDJ 81 : BUCIN JALUR HALAL
84
°BDJ 82 : MENCARI YANG LEBIH BERARTI
85
°BDJ 83 : MOMONGAN
86
°BDJ 84 : BANDUNG DAN CERITA DIDALAMNYA
87
°BDJ 85 : LEMBANG
88
°BDJ 86 : DATANGNYA PENGGANGGU
89
°BDJ 87 : KEPERCAYAAN
90
°BDJ 84 : NICHOLE
91
°BDJ 85 : MANTAN ISTRI CAPTAIN NATHAN?
92
°BDJ 86 : TABIAT ASET RADITYAN
93
°BDJ 87 : RAYUAN PULAU KAPUK
94
°BDJ 89 : KODE KERAS
95
°BDJ 90 : CEMBURU
96
BDJ 91 : PERASAAN YANG BARU
97
°BDJ 92 : WISATA MASA LALU
98
°BDJ 93 : KUTEMUKAN WANITAKU
99
BDJ 94 : SPOILER CUCU
100
BDJ 95 : INFORMASI YANG DAVIAN DAPATKAN
101
°BDJ 96 : LOUIS
102
°BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
103
°BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
104
°BDJ 98 : KEDATANGAN TAMU
105
°BDJ 99 : KEDIAMAN RADITYAN
106
°BDJ 100 : HANYA SEDANG MENGANDUNG
107
BDJ 101 : DIINTROGASI PARA RADITYAN
108
BDJ 102 : BAYIKU?
109
°BDJ 103 : DI BAWAH NAUNGAN RADITYAN
110
BDJ 104 : IKATAN
111
BDJ 105 : BERDAMAI DENGAN TAKDIR
112
BDJ 106 : RIZKI YANG DINANTI-NANTI
113
BDJ 107 : NATHAN SAKIT
114
BDJ 108 : ADAKAH DIA DI PERUTMU?
115
BDJ 109 : DILIMPAHI RIZKI DARI SANG ILAHI
116
BDJ 110 : LANTUNAN SUARA EMAS CALON BABA
117
BDJ 111 : PERJUANGAN DUA AYAH
118
BDJ 112 : SKENARIO DUA HATI
119
BDJ 113 : MARI KITA SELESAIKAN SAMPAI DI SINI
120
BDJ 114 KESAYANGAN MAMA GEA
121
BDJ 115 : CALON BABA BERTEMU SIAPA
122
BDJ 116 : JODOH TIDAK AKAN TERTUKAR
123
BDJ 117 : KEMBALI BERJUMPA
124
BDJ 118 : MAWAR KUNING
125
BDJ 119 : TENTANG KETERTARIKAN
126
BDJ 120 : SEBUAH NAMA & KEPULANGAN
127
BDJ 121 : MOVE MODE ON
128
BDJ 122 : BAHAGIA BERSAMA DIA, DIA, DIA & DIA
129
BDJ 123 : KELAHIRAN
130
BDJ 124 : PERJUANGAN SEORANG BABA
131
BDJ 125 : BUAH CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!