Part 11 : Perdebatan

Louis menjauh dari keramaian, banyak pasang mata mulai menyadari kehadirannya. Ia berencana ingin membeli beberapa koleksi lukisan yang di lelang hari itu di museum. Ia kini memang seorang kolektor yang mengoleksi beberapa lukisan langka karena memang itu hobi mahalnya. Selain untuk hobi, kesukaannya itu juga sebagai investasi untuknya. Tapi ia justru salah langkah, ia memutuskan pergi sendirian kesana tanpa pengawalan khusus seperti biasa, karena ia pikir hari ini adalah hari liburnya, dan ia berharap bisa menikmati hari-harinya dengan normal tanpa di awasi dan di buntuti pengawal, nyatanya tidak.

Orang-orang mulai datang mendekati dan mengerumuni nya. Beberapa fans maniaknya cukup mengenali pakaian yang ia kenakan saat itu. Mereka mulai mengambil fotonya, memanggil-manggil namanya yang menyebabkan menarik perhatian lebih banyak orang lagi. Ia mulai panik dan mulai mempercepat langkahnya menelusuri lorong museum.

Tiba-tiba ebuah tangan menarik lengannya dengan cengkraman yang cukup kuat, menariknya memasuki sebuah gudang di ujung lorong. Ia terperangah melihat bahwa itu adalah Ana.

"Apa yang kau lakukan disini?? Apa kau sendirian?" tanya Ana dengan tatapan dingin.

"Aku mau membeli baju..." jawab Louis asal dengan ketus sambil mengusap lengannya yang cukup nyeri setelah di cengkram Ana.

"Haa?" Ana terbelalak kaget.

"Tentu saja aku sedang melihat pameran lukisan.." timpalnya lagi menjelaskan Ana yang tampak bingung.

"Apa managermu tau kau disini?" Ana masih menatapnya dingin.

Louis hanya diam tak bergeming.

"Wah..kau benar-benar pintar membuat masalah.." celetuk Ana tersenyum tipis.

"Aku bisa melindungi diriku sendiri.." Louis menegaskan setiap katanya dan ingin keluar dari gudang itu. Tapi Ana segera menarik kerah long coat nya hingga ia hampir terjungkal dan mendorong tubuh Louis keras agar ia dapat berdiri tegak.

"Aku menginvestasikan banyak uang bukan untuk mendapatkan masalah dari orang sepertimu.. Jadi jangan berpikir kau bisa seenaknya.." tukas Ana setengah berbisik segera melepaskan tarikannya.

"Wah.. kau ternyata memang benar-benar wanita yang mengerikan.." gumam Louis terbelalak.

"Aku bahkan bisa lebih menyeramkan dari yang kau bayangkan.." Ana melangkah maju mendekati Louis hingga ia terpojok ke dinding.

"Bekerja samalah.. atau kau akan terjatuh hingga ke dasar dimana kau tidak akan bisa dilihat banyak orang lagi.." gumam Ana lirih dengan nada yang sangat menakutkan.

"Kau mengancamku?" tukas Louis sedikit menantang Ana.

"Jika kau menganggap itu sebagai ancaman.." jawab Ana lirih.

"Sekarang ikut aku.. aku akan mengantarmu ke parkiran mobilmu.." Ana kembali mencengkram lengan Louis.

"Aku kemari dengan taksi.." jawabnya lirih melepaskan cengkraman itu.

Huh ! Ana menghela nafas keras.

"Baiklah.. Aku akan mengantarmu.." tambahnya kesal kembali mencengkram lengan Louis.

***

Ana mengendarai mobilnya menuju kantor management Louis setelah ia menelepon managernya tadi. Mereka berhasil kabur melewati pintu keluar darurat di dekat gudang museum. Tentu saja banyak orang menanti Louis keluar dari museum lewat pintu depan.

Mereka hanya terdiam satu sama lain. Louis sangat gugup untuk mengatakan apapun. Sedangkan Ana memang seseorang yang pendiam, hingga panggilan telepon Pak Kim membuyarkan lamunan mereka.

"Haloo.. Saya sedang di jalan.. ha? benarkah? Baik saya akan segera ke kantor sekarang.." Ana segera memutus panggilan itu dari headset bluetooth di telinga kanannya.

"Kau juga bekerja di hari libur.." gumam Louis lirih nyaris tak terdengar. Namun Ana mendengarnya.

"Aku tidak mengenal libur.. Bahkan meski sedang dirumah sekalipun.." sahut Ana enteng.

"Tapi kenapa kau datang ke museum? Pasti kau sedang ingin mencoba menikmati hari liburmu.."

"Tidak.. tentu saja aku sedang berbisnis.." jawab Ana masih fokus mengendarai mobilnya.

"Di museum? Apa museum itu juga milikmu?"

"Tidak.." jawab Ana singkat.

"Apa kau donatur disana?" Louis terus menduga duga karena penasaran.

"Tidak.."

"Lalu apa?" tanyanya penuh penasaran.

"Aku berencana membeli semua lelangan lukisan hari ini.. tapi aku perlu melihat mereka langsung dan memastikan mereka benar-benar layak untuk menerima uangku atau tidak.. Aku hanya memberikan uangku pada hal hal yang benar-benar layak untukku dapatkan.."

(Bahkan kau juga langsung menemuiku saat ingin berinvestasi.. Apa karena aku termasuk dalam hal yang layak itu??) pikir Louis dalam hati.

"Kau juga hobi mengkoleksi lukisan?" Tambahnya membuyarkan pikirannya.

"Tidak.. itu hanya untuk aku jual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi ke luar negeri.." jawab Ana santai.

"Wahhh kau benar-benar pebisnis sejati.. tapi bagaimana kau bisa melakukannya?"

"Itu gampang.. Asal kau tau saja.. aku mungkin tidak terkenal disini.. tapi aku sangat terkenal di negara asalku.. Aku seperti orang yang berpengaruh disana.. Dan saat orang-orang kaya diluar sana mendengar bahwa aku akan melelang barang2 ku.. Mereka pasti akan berlomba lomba menawar dengan harga tinggi untuk mendapatkannya.. Karena itu artinya mereka tau bahwa barang barang milikku itu bukan barang biasa.." Ana terus membanggakan kehebatan dirinya.

"Mereka tau aku memiliki selera yang sangat luar biasa.. Bahkan mereka tidak segan segan meniru semua barang yang aku kenakan.." Ana terkekeh bangga.

"Dia ternyata juga sangat sombong.." gumam Louis dalam hati sambil terkekeh kesal.

"Kau gunakan untuk apa uang itu?? Membuka bisnis baru??" Louis penuh rasa penasaran terhadap Ana.

"Hmm.. tentu saja.. terutama untuk aku investasikan pada orang sepertimu.." Ana melirik dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Orang sepertiku? Wah..kau benar-benar kasar sekali.. memang nya aku orang seperti apa?" Louis benar-benar terpancing emosi oleh perkataan Ana yang terkesan merendahkannya.

"Tentu saja kau orang yang sangat berguna.. kau pasti akan memberi aku keuntungan berlipat ganda.. dan kau harus bekerja keras untuk tidak menyia-nyiakan uangku.. Aku tidak ingin uangku terbuang sia-sia.." jelas Ana yang blak-blakkan lagi lagi memancing emosi Louis.

"Kau jangan khawatir !! Aku tidak akan mengecewakanmu !!" Bentak Louis dengan nada yang cukup keras.

Seketika Ana memutar stirnya ke jalur berhenti dan menghentikan mobilnya mendadak "Kau membentakku??!!!" Tukas Ana melotot.

"Aku akan naik taksi dari sini.. terima kasih tumpangannya.." Louis mengabaikan celetukan Ana yang masih menatapnya tajam.

Ana menarik kerah long coatnya lagi. Tapi Louis segera menepisnya.

"Berhenti menarik kerah jaketku.. kau mau mencekikku??" Celetuk Louis tidak kalah galak.

"Aku tidak akan mencekikmu sekarang.. tapi akan aku cekik kau nanti.. jangan coba-coba kau berani meneriaki ku !!" Omel Ana tajam.

"Memangnya kau ibuku?? Kau benar-benar gadis gila !!" Celetuk Louis geram.

"Kau..." Ana tiba-tiba tertegun dan tak melanjutkan perkataannya, saat sedang mengomel ia melihat sekilas ke arah jalanan, tampak sebuah van putih melintas dengan bertuliskan "rumah penuh kasih" di badan mobil itu, yang mana itu merupakan slogan nama dari panti asuhan tempat ia di besarkan dulu di negara L.

Tiba-tiba saja kengerian yang ia alami dulu melintas dibenaknya. Bayangan sosok pria yang dulu menyiksanya habis-habisan dan  bahkan ingin membunuhnya semasa kecil itu tiba-tiba muncul dalam bayangannya. Nafasnya memburu. Wajahnya memerah. Tangannya yang bergetar meremas stir mobilnya.

"Hei.. kau baik-baik saja?" seru Louis melihat perubahan ekspresi Ana menjadi tatapan kosong namun tampak penuh amarah. Louis melihat sekeliling ke arah pandangan Ana yang masih dengan tatapan kosong menatap ke arah jalanan.

"Kau kenapa??" Tanya Louis panik.

"Keluar !!" Seru Ana keras tiba-tiba mengagetkan Louis.

"Ada apa?" Tanya Louis lagi kaget.

"Cepat keluar !!" Bentak Ana lebih keras.

Louis segera keluar dari mobil Ana tanpa berpikir panjang lagi. Ana segera melajukan mobilnya meninggalkan Louis di pinggir jalan tanpa sepatah katapun.

"Wah.. dia benar-benar gadis gila.. apa dia punya penyakit mental? Ihhh...menyeramkan sekali..." Gumam Louis melihat mobil Ana sudah sangat jauh dari pandangannya.

Sementara Ana terus berusaha mengejar van putih tadi yang sudah menghilang di kejauhan, ditambah terhalang oleh padatnya jalan raya tersebut.

***

Episodes
1 Part 1 : Anavalia Grey / Ms.Grey
2 Part 2 : Kesan & Kekacauan Pertama
3 Part 3 : Tidak seperti Ayahnya
4 Part 4 : Seiring Berjalannya Waktu
5 Part 5 : Pertemuan yang Dinanti
6 Part 6 : Rahasia Lain Ms.Grey
7 Part 7 : Masa Lalu #1
8 Part 8 : Masa Lalu #2
9 Part 9 : Pertemuan Pertama yang Mendebarkan
10 Part 10 : Kecemasan yang bertambah
11 Part 11 : Perdebatan
12 Part 12 : Perempuan dingin yang gila
13 Part 13 : Potongan Puzzle #1
14 Part 14 : Kejutan untuk Bibi Layla
15 Part 15 : Penyusup di Mansion
16 Part 16 : Perhatian Pertama
17 Part 17 : Stalker
18 Part 18 : Gadis itu..
19 Part 19 : Breaking news !!
20 Part 20 : Penyusup di Rumah Sakit
21 Part 21 : Idientitas Ms.Grey
22 Part 22 : Aku Janji
23 Part 23 : Serangan di Basecamp
24 Part 24 : Dominic
25 Part 25 : Gosip di Kantor
26 Part 26 : Detektif Albert
27 Part 27 : Tipuan Muslihat Dominic
28 Part 28 : Suami Grandma Jane
29 Part 29 : Uang Tutup Mulut
30 Part 30 : Rasa Kesal yang Menggunung
31 Part 31 : Menikahlah..
32 Part 32 : Lucas
33 Part 33 : Api Cemburu
34 Part 34 : Penguntit
35 Part 35 : Ingin Tinggal Bersamaku..
36 Part 36 : Salju Pertama
37 Part 37 : Mr. Zhou
38 Part 38 : Kekasihmu??
39 Part 39 : Makna Tattoo Itu
40 Part 40 : Tingkah Mencurigakan Layla
41 Part 41 : Isu Kencan Louis
42 Part 42 : Perjodohan
43 Part 43 : Isu
44 Part 44 : Pertemuan Rahasia
45 Pengumuman !
46 Part 45 : First Game
47 Part 46 : Pengakuan
48 Part 47 : Kesepakatan
49 Part 48 : Keretakan
50 Part 49 : Keluarga Baru
51 Part 50 : Perseteruan
52 Part 51 : Diabaikan
53 Part 52 : Pertunangan
54 Part 53 : Halusinasi
55 Part 54 : Ucapan Terima Kasih
56 Part 55 : Percaya padamu
57 Part 56 : Seperti malaikat
58 Part 57 : Mudah Cemburu
59 Part 58 : Rahasia Besar #1
60 Part 59 : Rahasia Besar #2
61 Part 60 : Wajah Iblis
62 Part 61 : Gadis di Tangga Darurat
63 Part 62 : "Sejak lama.."
64 Part 63 : Perseteruan Ms.Grey vs Franz
65 Part 64 : "Makan ramen bersamaku??"
66 Part 65 : Pengakuan Layla
67 Part 66 : Pernyataan cinta pertama
68 Part 67 : Say No untuk Pernikahan
69 Part 68 : Tidak Ada Kata Terlambat
70 Part 69 : "Aku akan melindungimu.."
71 Part 70 : "Dia bukan typeku.."
72 Part 71 : "Mari kita berkencan.."
73 Part 72 : Aku baik-baik saja..
74 Part 73 : Rahasia Baru Ms.Grey
75 Part 74 : Memberinya Kesempatan
76 Part 75 : Tetangga Baru
77 Part 76 : Makan malam di kencan pertama
78 Part 77 : Lagi??!
79 Part 78 : Teman Lama
80 Paet 79 : "Kau lebih dari cukup.."
81 Part 80 : Kalian sangat beruntung
82 Part 81 : Minta bantuan
83 Part 82 : Menambah Beban Hidupnya
84 Part 83 : Perseteruan Sesungguhnya Ms.Grey vs Franz
85 Part 84 : Harus Segera Berakhir
86 Part 85 : Menyelesaikan semuanya sendiri..
87 Part 86 : Rasa kalut Ms.Grey
88 Part 87 : Sadarlah !!
89 Part 88 : 'gadis itu'
90 Part 89 : Mainan Baru
91 Part 90 : Gelang Couple
92 Part 91 : Semakin Tidak Terkontrol
93 Part 92 : Kondisi Kritis Ms.Grey
94 Part 93 : Dimana Ms.Grey?
95 Part 94 : Pesan Rahasia Ms.Grey
96 Part 95 : Emoticon Gembok
97 Part 96 : Alia
98 Part 97 : Pengirim Anonim
99 Part 98 : Hampir Kehilangannya
100 Part 99 : Reinkarnasi Thommas Grey
101 Part 100 : Pencuri Laptop & Segel
102 Part 101 : Penyerangan di Kantor Polisi
103 Part 102 : Putus Asa
104 Part 103 : Penampilan Baru Ms.Grey
105 Part 104 : Cucu Kesayangan
106 Part 105 : Mundurnya Sang Presdir
107 Part 106 : Hal Paling Egois
108 Part 107 : Dendam Layla
109 Part 108 : Rahasia B1
110 Part 109 : Musibah
111 Part 110 : Hal yang Menyedihkan
112 Part 111 : Amnesia Sementara
113 Part 112 : Apakah Mimpi?
114 Part 113 : Masih Menyukainya
115 Part 114 : Kunjungan Mr.Zhou
116 Part 115 : Demi Kebaikan Jane
117 Part 116 : Kemunculan Layla
118 Part 117 : Rasa Penasaran Louis
119 Part 118 : Ketulusan Ms.Grey pada Albert (Lucas)
120 Part 119 : Surat Kecil untuk Albert
121 Part 120 : "AG"
122 Part 121 : Alat pelacak
123 Part 122 : Kunjungan Tak Terduga
124 Part 123 : Rahasia B1
125 Part 124 : Cinta dari Fansnya
126 Part 125 : Kepedihan yang Mendalam
127 Part 126 : Perjanjian
128 Part 127 : Pertemuan yang Mengejutkan
129 Part 128 : Just "Ana"
130 Part 129 : "Presdir Kim !"
131 Part 130 : She's Back !!
132 Pengumuman !!
133 Bab 131 : Seperti Melihat Hantu
134 Bab 132 : Halusinasi
135 Bab 133 : Putri Pak Kim??
136 Part 134 : "Maafkan Aku.."
137 Part 135 : "Musuh yang Sesungguhnya.."
138 Part 136 : Kecurigaan Louis
139 Part 137 : Bukti Baru
140 Bab 138 : Pesan Suara
141 Bab 139 : Ruang Rahasia
142 Bab 140 : Pesan Suara
143 Bab 141 : Mereka???
144 Bab 142 : Tong Sampah
145 Bab 143 : Arak
146 Bab 144 : Teka-Teki
147 Bab 145 : Manipulasi CCTV
148 Bab 146 : Kematian Leo
149 Bab 147 : Buku Besar
150 Bab 148 : Bohong..
151 Bab 149 : Momen Bahagia
152 Bab 150 : Apa itu Bahagia?
153 Bab 151 : Akhirnya..
154 Bab 152 : Ternyaman
155 Bab 153 : Saksi -> Tersangka
156 Bab 154 : Sel Sebelah
157 Bab 155 : Jangan Berharap
158 Bab 156 : Pacar Pertama Irene
159 Bab 157 : Jatuh Cinta Lagi
160 Bab 158 : Kencan Buta
161 Bab 159 : Kucing Liar
162 Bab 160 : Kecurigaan Ana
163 Bab 161 : Sergap
164 Bab 162 : Pembunuh
165 Bab 163 : Segel Thommas
166 Bab 164 : Ulah Jane
167 Bab 165 : Malam Gairah
168 Bab 166
169 Bab 167
170 Bab 168
171 Bab 169
172 Bab 170
173 Bab 171
174 Bab 172
175 Bab 173
176 Bab 174
177 Bab 175
178 Bab 176
179 Bab 177
180 Bab 178
181 Bab 179
182 Bab 180
183 Bab 181
184 Bab 182
185 Bab 183
186 Bab 184
187 Bab 185
188 Bab 186
189 Bab 187
190 Bab 188
191 Bab 189
192 Bab 190
193 Bab 191
194 Bab 192
195 Bab 193
196 Bab 194
197 Bab 195
198 Bab 196
199 Bab 197
200 Bab 198
201 Bab 199
202 Bab 200
203 Bab 201
204 Bab 202
205 Bab 203
206 Bab 204
207 Bab 205
208 Bab 206
209 Bab 207
210 Bab 208
211 Bab 209
212 Bab 210
213 Bab 211
214 Bab 212
215 Bab 213
216 Bab 214
217 Bab 215
218 Bab 216
219 Bab 217
220 Bab 218
221 Bab 219 - R.I.P
222 Bab 220 - R.I.P
223 Bab 221 - Ending !!!!!!!!!!!!!!
224 EPISODE BONUS YANG MENDEBARKAN !!!!!!!!
Episodes

Updated 224 Episodes

1
Part 1 : Anavalia Grey / Ms.Grey
2
Part 2 : Kesan & Kekacauan Pertama
3
Part 3 : Tidak seperti Ayahnya
4
Part 4 : Seiring Berjalannya Waktu
5
Part 5 : Pertemuan yang Dinanti
6
Part 6 : Rahasia Lain Ms.Grey
7
Part 7 : Masa Lalu #1
8
Part 8 : Masa Lalu #2
9
Part 9 : Pertemuan Pertama yang Mendebarkan
10
Part 10 : Kecemasan yang bertambah
11
Part 11 : Perdebatan
12
Part 12 : Perempuan dingin yang gila
13
Part 13 : Potongan Puzzle #1
14
Part 14 : Kejutan untuk Bibi Layla
15
Part 15 : Penyusup di Mansion
16
Part 16 : Perhatian Pertama
17
Part 17 : Stalker
18
Part 18 : Gadis itu..
19
Part 19 : Breaking news !!
20
Part 20 : Penyusup di Rumah Sakit
21
Part 21 : Idientitas Ms.Grey
22
Part 22 : Aku Janji
23
Part 23 : Serangan di Basecamp
24
Part 24 : Dominic
25
Part 25 : Gosip di Kantor
26
Part 26 : Detektif Albert
27
Part 27 : Tipuan Muslihat Dominic
28
Part 28 : Suami Grandma Jane
29
Part 29 : Uang Tutup Mulut
30
Part 30 : Rasa Kesal yang Menggunung
31
Part 31 : Menikahlah..
32
Part 32 : Lucas
33
Part 33 : Api Cemburu
34
Part 34 : Penguntit
35
Part 35 : Ingin Tinggal Bersamaku..
36
Part 36 : Salju Pertama
37
Part 37 : Mr. Zhou
38
Part 38 : Kekasihmu??
39
Part 39 : Makna Tattoo Itu
40
Part 40 : Tingkah Mencurigakan Layla
41
Part 41 : Isu Kencan Louis
42
Part 42 : Perjodohan
43
Part 43 : Isu
44
Part 44 : Pertemuan Rahasia
45
Pengumuman !
46
Part 45 : First Game
47
Part 46 : Pengakuan
48
Part 47 : Kesepakatan
49
Part 48 : Keretakan
50
Part 49 : Keluarga Baru
51
Part 50 : Perseteruan
52
Part 51 : Diabaikan
53
Part 52 : Pertunangan
54
Part 53 : Halusinasi
55
Part 54 : Ucapan Terima Kasih
56
Part 55 : Percaya padamu
57
Part 56 : Seperti malaikat
58
Part 57 : Mudah Cemburu
59
Part 58 : Rahasia Besar #1
60
Part 59 : Rahasia Besar #2
61
Part 60 : Wajah Iblis
62
Part 61 : Gadis di Tangga Darurat
63
Part 62 : "Sejak lama.."
64
Part 63 : Perseteruan Ms.Grey vs Franz
65
Part 64 : "Makan ramen bersamaku??"
66
Part 65 : Pengakuan Layla
67
Part 66 : Pernyataan cinta pertama
68
Part 67 : Say No untuk Pernikahan
69
Part 68 : Tidak Ada Kata Terlambat
70
Part 69 : "Aku akan melindungimu.."
71
Part 70 : "Dia bukan typeku.."
72
Part 71 : "Mari kita berkencan.."
73
Part 72 : Aku baik-baik saja..
74
Part 73 : Rahasia Baru Ms.Grey
75
Part 74 : Memberinya Kesempatan
76
Part 75 : Tetangga Baru
77
Part 76 : Makan malam di kencan pertama
78
Part 77 : Lagi??!
79
Part 78 : Teman Lama
80
Paet 79 : "Kau lebih dari cukup.."
81
Part 80 : Kalian sangat beruntung
82
Part 81 : Minta bantuan
83
Part 82 : Menambah Beban Hidupnya
84
Part 83 : Perseteruan Sesungguhnya Ms.Grey vs Franz
85
Part 84 : Harus Segera Berakhir
86
Part 85 : Menyelesaikan semuanya sendiri..
87
Part 86 : Rasa kalut Ms.Grey
88
Part 87 : Sadarlah !!
89
Part 88 : 'gadis itu'
90
Part 89 : Mainan Baru
91
Part 90 : Gelang Couple
92
Part 91 : Semakin Tidak Terkontrol
93
Part 92 : Kondisi Kritis Ms.Grey
94
Part 93 : Dimana Ms.Grey?
95
Part 94 : Pesan Rahasia Ms.Grey
96
Part 95 : Emoticon Gembok
97
Part 96 : Alia
98
Part 97 : Pengirim Anonim
99
Part 98 : Hampir Kehilangannya
100
Part 99 : Reinkarnasi Thommas Grey
101
Part 100 : Pencuri Laptop & Segel
102
Part 101 : Penyerangan di Kantor Polisi
103
Part 102 : Putus Asa
104
Part 103 : Penampilan Baru Ms.Grey
105
Part 104 : Cucu Kesayangan
106
Part 105 : Mundurnya Sang Presdir
107
Part 106 : Hal Paling Egois
108
Part 107 : Dendam Layla
109
Part 108 : Rahasia B1
110
Part 109 : Musibah
111
Part 110 : Hal yang Menyedihkan
112
Part 111 : Amnesia Sementara
113
Part 112 : Apakah Mimpi?
114
Part 113 : Masih Menyukainya
115
Part 114 : Kunjungan Mr.Zhou
116
Part 115 : Demi Kebaikan Jane
117
Part 116 : Kemunculan Layla
118
Part 117 : Rasa Penasaran Louis
119
Part 118 : Ketulusan Ms.Grey pada Albert (Lucas)
120
Part 119 : Surat Kecil untuk Albert
121
Part 120 : "AG"
122
Part 121 : Alat pelacak
123
Part 122 : Kunjungan Tak Terduga
124
Part 123 : Rahasia B1
125
Part 124 : Cinta dari Fansnya
126
Part 125 : Kepedihan yang Mendalam
127
Part 126 : Perjanjian
128
Part 127 : Pertemuan yang Mengejutkan
129
Part 128 : Just "Ana"
130
Part 129 : "Presdir Kim !"
131
Part 130 : She's Back !!
132
Pengumuman !!
133
Bab 131 : Seperti Melihat Hantu
134
Bab 132 : Halusinasi
135
Bab 133 : Putri Pak Kim??
136
Part 134 : "Maafkan Aku.."
137
Part 135 : "Musuh yang Sesungguhnya.."
138
Part 136 : Kecurigaan Louis
139
Part 137 : Bukti Baru
140
Bab 138 : Pesan Suara
141
Bab 139 : Ruang Rahasia
142
Bab 140 : Pesan Suara
143
Bab 141 : Mereka???
144
Bab 142 : Tong Sampah
145
Bab 143 : Arak
146
Bab 144 : Teka-Teki
147
Bab 145 : Manipulasi CCTV
148
Bab 146 : Kematian Leo
149
Bab 147 : Buku Besar
150
Bab 148 : Bohong..
151
Bab 149 : Momen Bahagia
152
Bab 150 : Apa itu Bahagia?
153
Bab 151 : Akhirnya..
154
Bab 152 : Ternyaman
155
Bab 153 : Saksi -> Tersangka
156
Bab 154 : Sel Sebelah
157
Bab 155 : Jangan Berharap
158
Bab 156 : Pacar Pertama Irene
159
Bab 157 : Jatuh Cinta Lagi
160
Bab 158 : Kencan Buta
161
Bab 159 : Kucing Liar
162
Bab 160 : Kecurigaan Ana
163
Bab 161 : Sergap
164
Bab 162 : Pembunuh
165
Bab 163 : Segel Thommas
166
Bab 164 : Ulah Jane
167
Bab 165 : Malam Gairah
168
Bab 166
169
Bab 167
170
Bab 168
171
Bab 169
172
Bab 170
173
Bab 171
174
Bab 172
175
Bab 173
176
Bab 174
177
Bab 175
178
Bab 176
179
Bab 177
180
Bab 178
181
Bab 179
182
Bab 180
183
Bab 181
184
Bab 182
185
Bab 183
186
Bab 184
187
Bab 185
188
Bab 186
189
Bab 187
190
Bab 188
191
Bab 189
192
Bab 190
193
Bab 191
194
Bab 192
195
Bab 193
196
Bab 194
197
Bab 195
198
Bab 196
199
Bab 197
200
Bab 198
201
Bab 199
202
Bab 200
203
Bab 201
204
Bab 202
205
Bab 203
206
Bab 204
207
Bab 205
208
Bab 206
209
Bab 207
210
Bab 208
211
Bab 209
212
Bab 210
213
Bab 211
214
Bab 212
215
Bab 213
216
Bab 214
217
Bab 215
218
Bab 216
219
Bab 217
220
Bab 218
221
Bab 219 - R.I.P
222
Bab 220 - R.I.P
223
Bab 221 - Ending !!!!!!!!!!!!!!
224
EPISODE BONUS YANG MENDEBARKAN !!!!!!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!