Cintaku Membawamu Bersama Kita

Cintaku Membawamu Bersama Kita

Part 1

Menyusuri jalanan kota yang sangat padat dan panas di pagi itu seolah sudah menjadi bagian dari kepentingan orang-orang di kota itu. Namun tidak bagi Alika, ini pengalaman pertama baginya untuk menyusuri jalanan ibu kota dikala dirinya harus bersusah payah untuk segera sampai di tempat dirinya menimba ilmu di salah satu Universitas Negeri ternama di kota itu.

Bukannya tidak rela Alika menyisihkan uang yang dia miliki untuk kepentingannya, untuk menaiki kendaraan umum agar cepat sampai di kampusnya. Tetapi lagi dan lagi dirinya harus menghemat uang agar dapat hanya sekedar membeli makanan pengganjal perutnya di pagi itu.

Dia tahu dan paham akan hal itu, karena kedua orang tuanya hanya bisa mengirimi uang setiap bulan dengan sangat terbatas. Namun Alika akan selalu tetap bersyukur karena sampai saat ini dia bisa sampai menyelesaikan kuliahnya berkat kedua orang tuanya yang hidup dengan sangat sederhana.

Pagi itu entah kenapa Alika sangat merasa mudah lelah pada tubuhnya. Cucuran keringat terus membanjiri di setiap bagian tubuhnya. Dia ingat, pagi ini dia belum sarapan sama sekali untuk mengisi perutnya yang kosong. Dia hanya menyempatkan meminum air putih saja sebelum berangkat ke kampus.

Dia harus sesegera mungkin untuk datang ke kampus agar dirinya dapat menyelesaikan urusannya. Dengan semangat yang hampir saja menyusut tiba-tiba kepalanya merasa pusing dan langkah kakinya terasa berat. Pandangannya kabur ketika melihat jalanan yang tengah dia susuri. Seketika dirinya sudah merasa tidak kuat untuk menahannya. Dan pada akhirnya dia pun terjatuh tergeletak di pedestrian jalan.

Dengan cepat, orang-orang yang berlalu lalang disekitarnya menghampiri Alika yang sudah terjatuh pingsan. Semua orang panik dan khawatir dengan keadaan yang ada, terutama para wanita yang dengan mudahnya berteriak meminta pertolongan pada setiap orang yang ada. Dalam sekejap, tubuh Alika yang tergeletak tak berdaya sudah dikerumuni oleh banyak orang yang membantunya. Dengan cekatan seorang laki-laki yang sudah berumur sesegera mungkin menghentikan mobil yang melintas di jalan raya tersebut.

Tin tin tin

Suara klakson mobil berbunyi dengan nyaring, dan tak lama dari itu berhentilah sebuah mobil berwarna hitam mengkilat yang dengan susah payah dijegal oleh laki-laki itu.

"Anda cari mati ya Pak! Ini jalan raya yang belum ada lampu lalu lintasnya. Kenapa anda seenaknya memberhentikan mobil saya?" decak pria yang keluar dari mobil mewah tersebut yang menggunakan setelan jas yang rapi terkesan orang kantoran yang sangat penting.

"Maafkan saya Pak, tapi ini darurat. Bisakah anda menolong kami?" jawab laki-laki itu sambil memohon.

"Menolong apa? pagi-pagi begini sudah diminta tolong. Saya buru-buru, ada hal yang lebih penting dari saya untuk menolong Bapak." dengan kesalnya pria berjas itu menjelaskan.

"Tolonglah kami Pak, kasihan wanita itu. Dia tiba-tiba pingsan saat beriringan jalan bersama kami. Kalaupun kami membawa kendaraan pasti sudah kami bawa ke Rumah Sakit."

"Panggil Ambulan, selesaikan. Menyusahkan saja." hardik pria itu dengan geramnya.

"Pak, untuk saat ini kami sudah menelpon Ambulan, tetapi diluar jangkauan. Tolonglah wanita itu. Kami tidak ingin terjadi sesuatu padanya. Dan kalaupun sampai anda tidak membantu, pasti akan terbawa dalam masalah karena tidak mau menolong wanita itu. Karena di jalanan ini terpasang CCTV" dengan memohon dan sedikit memaksa laki-laki itu berharap pria berjas itu akan menolong wanita itu.

"Anda! Ah... baiklah, bawa wanita itu cepat ke mobilku. Aku tidak mempunyai banyak waktu saat ini." dengan terpaksa pria berjas itu menolong wanita yang jatuh pingsan di jalan itu.

"Wait, siapa diantara kalian yang akan bertanggung jawab atas wanita ini? tidak mungkin saya membawanya sendiri!."

"Saya Pak, tenang saja. Saya akan ikut bersama Bapak." usul salah satu ibu-ibu berjilbab yang akan ikut mengantarkan Alika ke Rumah Sakit.

"Good, silahkan Ibu masuk."

"Terima kasih Pak, sudah bermurah hati membantu kami. Semoga menjadi amal kebaikan dan pahala untuk Bapak." sahut laki-laki berumur itu.

"Ya, iya... kami pergi." dengan malas pria berjas itu enggan meladeni perkataan laki-laki itu. Dia tidak ingin berlama-lama dan sesegera mungkin untuk sampai di kantornya setelah mengantarkan kedua wanita yang ada di dalam mobilnya kini.

*****

Setibanya di salah satu Rumah Sakit terdekat. Alika dengan cepat mendapat bantuan medis dari pada perawat dan langsung dilarikan ke bagian UGD.

Dengan langkah gontai, pria berjas itu menatap wanita berjilbab yang ikut bersamanya sedang menerima telepon. Dengan menghembuskan napas yang kasar, pria itu menunggu karena dirinya akan pergi untuk segera menuju ke kantornya. Karena tas wanita pingsan itu berada ditangannya dan hendak akan diberikan kepada wanita berjilbab itu.

Dering ponsel milik pria itu terus berbunyi seakan ada hal penting untuk segera dijawab. Dengan cekatan, pria itu merogoh saku jasnya untuk mengambil ponselnya dan langsung menjawab sambungan telepon tersebut.

"Ya, ada apa?" jawab pria itu dengan malas.

"Maaf Pak. Sedang dimana anda sekarang? klien sudah menunggu sedari tadi didalam ruang meeting." jawab seorang pria yang ada di sambungan telepon tersebut.

"Aku masih di jalan, Kau tahan dulu mereka. Sebentar lagi aku akan sampai."

"Baik Pak, Kami usahakan."

"Good."

Tanpa sadar pria itu berjalan menuju mobilnya hendak meninggalkan tempat dimana dirinya berada. Dengan gelagat pembawaan yang santai, dia masih memegang tas milik wanita yang jatuh pingsan tadi.

"Damn!!! Kenapa aku harus membawa tas wanita itu!." pekiknya menyadari dirinya membawa tas milik wanita pingsan itu.

"Masa bodoh, aku akan cepat sampai ke kantor dan menyelesaikan pekerjaan penting ku. Dan untuk ini, nanti saja." gumamnya dalam hati seraya menarik pedal gas melajukan mobilnya sedikit kencang.

Di Rumah sakit, Alika yang mendapat perawatan mulai tersadar dari pingsannya.

Dirinya merasa heran kenapa dirinya kini terbaring di ranjang seperti orang yang sedang sakit. Matanya terus berputar melihat keadaan sekeliling ruangan, yang didapatinya ada seorang perawat yang sedang menunggunya.

"Maaf, kenapa saya ada disini?" tanyanya kepada Perawat dengan suara yang lirih belum sepenuhnya tersadar.

"Anda tadi pingsan, sekarang ada di UGD. sekarang anda harus istirahat." jelas perawat tersebut kepada alika.

"Siapa yang membawa saya kemari? dan tas saya?" Alika mulai panik karena tas miliknya tidak ada.

"Tadi ada seorang wanita berjilbab yang mengantarkan anda kesini, dan beliau yang sudah mengurus semua administrasi anda. Untuk masalah tas, maaf saya kurang tahu. Kalau begitu saya permisi dahulu."

"Terima kasih." Alika terus mengingat kejadian sebelum dirinya menyadari keberadaannya di Rumah Sakit. Dia tidak mengingat apapun selain dirinya pada pagi itu sedang berjalan untuk sampai ke kampus.

"Bagaimana ini? tas ku tidak tahu dimana sekarang adanya. Kalau sampai hilang, tamat sudah riwayatku." decak dalam hati.

Dengan perasaan yang kalut, dirinya tetap berusaha tenang. Keadaan yang sudah mulai membaik, dia kini sudah dipindahkan ke ruang rawat sementara menunggu sampai keadaan Alika benar-benar pulih dan diperbolehkan untuk pulang.

Beberapa jam berlalu, Alika yang tertidur kini terbangun kan oleh suara ketukan kamar rawat yang ia tempati. Suara ketukan itu mulai hilang ketika nampak pintu kamar sedikit demi sedikit terbuka, dan memperlihatkan seseorang yang masuk kedalam kamarnya.

"Permisi..." seseorang masuk dan mulai menutup kembali pintu kamar yang ia buka.

"Siapa anda?" tanya Alika kepada orang yang masuk kedalam kamar rawatnya. Orang tersebut merasa kaget, ketika melihat orang yang berbaring di ranjang tersebut adalah seorang wanita muda.

.

.

.

.

.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Akount Lama

Akount Lama

Author saya dah mampir nich saya udah kasih like 4 eps ya Thor

mampir juga Yo ke novel mata batinku atau chat stori Aku Sang Putri Tangguh(Mobile Legend)🙏saya tunggu ya thor

2021-03-28

34

IG: gabriella_mgd

IG: gabriella_mgd

Halo thorr

Salam dari NATHANIEL X KLARA yaa

Jgn lupa mampirr 😊🙏🏻

2021-02-02

2

Caramelatte

Caramelatte

eyo author hebat! aku mampir🤗 semangat upnya! 💪

2021-02-01

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part. 3
4 Part. 4
5 Part. 5
6 Part. 6
7 Part. 7
8 Part. 8
9 Part. 9
10 Part. 10
11 Part. 11
12 Part. 12
13 Part. 13
14 Part. 14
15 Part. 15
16 Part. 16
17 Part. 17
18 Part. 18
19 Part. 19
20 Part. 20
21 Part. 21
22 Part. 22
23 Part. 23
24 Part. 24
25 Part. 25
26 Part. 26
27 Part. 27
28 Part. 28
29 Part. 29
30 Part. 30
31 Part. 31
32 Part. 32
33 Part. 33
34 Part. 34
35 Part. 35
36 Part. 36
37 Part. 37
38 Part. 38
39 Part. 39
40 Part. 40
41 Part. 41
42 Part. 42
43 Part. 43
44 Part. 44
45 Part. 45
46 Part. 46
47 Part. 47
48 Part. 48
49 Part. 49
50 Part. 50
51 Part. 51
52 Part. 52
53 Part. 53
54 Part. 54
55 Part. 55
56 Part. 56
57 Part. 57
58 Part. 58
59 Part. 59
60 Part. 60
61 Part. 61
62 Part. 62
63 Part. 63
64 Part. 64
65 Part. 65
66 Part. 66
67 Part. 67
68 Part. 68
69 Part. 69
70 Part. 70
71 Part. 71
72 Part. 72
73 Part. 73
74 Part. 74
75 Part. 75
76 Part. 76
77 Part. 77
78 Part. 78
79 Part. 79
80 Part. 80
81 Part. 81
82 Part. 82
83 Part. 83
84 Part. 84
85 Part. 85
86 Part. 86
87 Part. 87
88 Part. 88
89 Part. 89
90 Part. 90
91 Part. 91
92 Part. 92
93 Part. 93
94 Part. 94
95 Part. 95
96 Part. 96
97 Part. 97
98 Part. 98
99 Part. 99
100 Part. 100
101 Part. 101
102 Part. 102
103 Part. 103
104 Part. 104
105 Part. 105
106 Part. 106
107 Part. 107
108 Part. 108
109 Part. 109
110 Part. 110
111 Part. 111
112 Part. 112
113 Part. 113
114 Part. 114
115 Part. 115
116 Part. 116
117 Part. 117
118 Part. 118
119 Part. 119
120 Part. 120
121 Part. 121
122 Part. 122
123 Part. 123 [ The End ]
124 Extra Part 1
125 Extra Part 2
126 Extra Part 3
127 Extra part 4
128 Extra part 5
129 Extra Part 6
130 Info Judul Baru
131 Info Judul Baru
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part. 3
4
Part. 4
5
Part. 5
6
Part. 6
7
Part. 7
8
Part. 8
9
Part. 9
10
Part. 10
11
Part. 11
12
Part. 12
13
Part. 13
14
Part. 14
15
Part. 15
16
Part. 16
17
Part. 17
18
Part. 18
19
Part. 19
20
Part. 20
21
Part. 21
22
Part. 22
23
Part. 23
24
Part. 24
25
Part. 25
26
Part. 26
27
Part. 27
28
Part. 28
29
Part. 29
30
Part. 30
31
Part. 31
32
Part. 32
33
Part. 33
34
Part. 34
35
Part. 35
36
Part. 36
37
Part. 37
38
Part. 38
39
Part. 39
40
Part. 40
41
Part. 41
42
Part. 42
43
Part. 43
44
Part. 44
45
Part. 45
46
Part. 46
47
Part. 47
48
Part. 48
49
Part. 49
50
Part. 50
51
Part. 51
52
Part. 52
53
Part. 53
54
Part. 54
55
Part. 55
56
Part. 56
57
Part. 57
58
Part. 58
59
Part. 59
60
Part. 60
61
Part. 61
62
Part. 62
63
Part. 63
64
Part. 64
65
Part. 65
66
Part. 66
67
Part. 67
68
Part. 68
69
Part. 69
70
Part. 70
71
Part. 71
72
Part. 72
73
Part. 73
74
Part. 74
75
Part. 75
76
Part. 76
77
Part. 77
78
Part. 78
79
Part. 79
80
Part. 80
81
Part. 81
82
Part. 82
83
Part. 83
84
Part. 84
85
Part. 85
86
Part. 86
87
Part. 87
88
Part. 88
89
Part. 89
90
Part. 90
91
Part. 91
92
Part. 92
93
Part. 93
94
Part. 94
95
Part. 95
96
Part. 96
97
Part. 97
98
Part. 98
99
Part. 99
100
Part. 100
101
Part. 101
102
Part. 102
103
Part. 103
104
Part. 104
105
Part. 105
106
Part. 106
107
Part. 107
108
Part. 108
109
Part. 109
110
Part. 110
111
Part. 111
112
Part. 112
113
Part. 113
114
Part. 114
115
Part. 115
116
Part. 116
117
Part. 117
118
Part. 118
119
Part. 119
120
Part. 120
121
Part. 121
122
Part. 122
123
Part. 123 [ The End ]
124
Extra Part 1
125
Extra Part 2
126
Extra Part 3
127
Extra part 4
128
Extra part 5
129
Extra Part 6
130
Info Judul Baru
131
Info Judul Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!