Saat matahari belum terbit dan suara ayam belum terdengar,Velskud bangun dari tidurnya dan bersiap-siap meninggalkan rumah Bibi Mei dan juga Isabel.
Sebelum pergi Velskud sempat menuliskan surat dan juga menaruh sekantung emas diatas kasur kemudian menggendong Roxy yang masih tertidur.
Velskud keluar melalui jendela kamarnya dan melompat dari satu atap rumah keatap rumah yang lainya.Tujuan saat ini ia akan menuju markas guild untuk mengambil misi.
"Udara pagi didunia lain memang berbeda..." Velskud menghirup udara pagi yang menyegarkan,berbeda dengan bumi yang udaranya penuh dengan polusi.
Gong!!!!
Gong!!!!
Gong!!!!
Beberapa saat berlalu,terdengar suara lonceng dari atas Gereja yang berlokasi di pusat kota.Suara lonceng terdengar kesepenjuru kota dan menandakan kegiatan masyarakat dimulai.
Beberapa menit berselang,Velskud sudah sampai di gedung Guild ia lalu masuk dan terlihat hanya ada beberapa petualang yang ada di sana.
Velskud menuju meja resepsionis dan menemui Isla yang sedang mendata berkas di mejanya untuk meminta quest hari ini.
"Pagi Isla..." Velskud menyapa Isla yang sedang mengerjakan tugasnya.
Isla menengok kedepan dan mendapati Velskud yang menyapanya "Oh pagi Velskud,Ada apa pagi-pagi sudah berada disini?".
"Hehe...Aku ingin mengambil misi hari ini,apa kamu bisa mencarikanya?" Velskud menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Sebentar aku carikan dulu..." Isla mulau mencari misi yang cocok dengan peringkat Velskud saat ini di mejanya.
Velskud melihat kekanan dan kekiri memperhatikan suasana Guild yang masih sepi.
Setelah menunggu hampir lima menit,Isla memberikan selembar kertas yang berisi quest didalamnya "Ini Quest yang cocok untuk peringkat Cooper seperti kamu,Kamu hanya perlu memburu tiga Dire Wolf yang biasa menggangu para pengumpul tanaman herbal".
"Misi memburu tiga Dire Wolf,Baiklah kalau begitu akan aku kerjakan...Terimakasih Isla" Ucap Velskud yang menerima Quest.
"Ya sama-sama Velskud" Balas Isla dengan senyuman manisnya.
Velskud beranjak dari Gedung guild.Sebelum memulai misi dia mencari toko yang menjual makanan karena belum sarapan pagi ini.
Ketika Velskud sedang berjalan dia tidak sengaja melihat seorang anak kecil yang sedang meminta-minta disekitar pedagang yang sedang menyiapkan daganganya.
Baju anak kecil itu begitu lusuh dan compang-camping,anak itu sedikit kurus dan juga dekil dilihat darimanapun penampilannya seperti pengemis.
"Paman berikan aku satu roti,aku dan adik-adiku belum makan dua hari..." Anak itu meminta kepedagang roti disana,namun tampaknya pedagang roti itu meresponnya dengan buruk.
"Pergilah bocah bau!!! kamu hanya mengotori daganganku saja!!!" Pedagang itu mendorong anak kecil tadi hingga tersungkur di jalan.
Tidak ada yang memperdulikan kondisi anak itu,bahkan para pedagang lain yang menatap anak kecil tadi tersungkur tidak bergeming sama sekali,seakan-akan anak kecil itu hama di mata mereka.
Anak kecil yang tersungkur itu kemudian bangkit dan tampaknya ada beberapa lecet ditangan dan juga kakinya.
Darah mulai keluar dari luka dikulitnya namun seakan tidak peduli dengan rasa sakit yang dideritanya,anak kecil itu tetap kuat dan meminta-minta kepada pedagang yang lain.
Sama seperti ketika meminta kepada pedagang roti tadi,dia didorong dan di caci maki oleh pedagang buah itu.
Sesaat sebelum jatuh untuk kedua kalinya anak kecil itu ditangkap oleh Velskud yang sudah memperhatikannya sedari tadi.
"Hei!!! Apa-apaan kamu ini" Bentak Velskud kepada pedagang Buah itu.
"Apa kamu tidak papa adik kecil?" Tanya Velskud kepada anak kecil yang ditangkapnya.
"Apa hah!!! apa kamu keluarganya? cepat pergi!!! mengotori daganganku saja" Kata pedagang buah dengan nada sarkisme.
Melihat perilaku pedagang itu,Velskud merasa tidak terima dan akan menarik pedangnya.
"Paman jangan!" Anak kecil itu menarik jubah Velskud agar Velskud menghentikan aksinya.
Melihat anak kecil itu menghalanginya,Velskud memutuskan menghentikan aksinya dan mengajak anak kecil itu pergi dari sana.
"Adik kecil mari kita pergi dari sini..." Ucap Velskud dengan lembut dan mengandeng anak kecil tadi.
Anak kecil itupun mengangguk dan mengikuti Velskud dari samping.Velskud lalu mengajak anak kecil itu ketempat makan sederhana dekat alun-alun kota.
Begitu masuk nampaknya jika masih pagi masih belum ada pelanggan disini.Velskud lalu duduk di salah satu meja dan memesan sarapan pagi disana.
"Pelayan,saya pesan dua porsi sarapan yang populer di tempat ini dan juga untuk minumnya satu susu hangat dan juga satu teh panas" Ucap Velskud kepada pelayan disana.
"Baiklah silahkan ditunggu sebentar" Ucap pelayan tadi yang kemudian beranjak kedapur.
Velskud yang memperhatikan anak kecil tadi masih berdiri di belakangnya lalu menyuruhnya untuk duduk "Adik kecil kenapa berdiri saja? sini duduk".
"Ta-tapi aku tidak pantas makan disini" Ucap anak itu dengan ragu.
"Tidak pantas? tentu saja kamu pantas kemarilah" Ucap Velskud sambil menepuk kursi di sampingnya.
Anak kecil itu mau tidak mau menuruti perkataan Velskud dan duduk disebelah Velskud.
"Siapa namamu adik kecil?" Tanya Velskud.
"Namaku Todori paman..." Todori tidak berani melihat Velskud dan hanya tertunduk kebawah dengan tangan mengepal di pahanya.
"Paman? aku masih muda loh,panggil kakak Velskud saja oke..." Kata Velskud dengan mengacungkan jempolnya.
"Unm..." Todori hanya mengangguk membalasi Velskud.
Velskud yang merasa Todori tegang saat ini lalu menepuk pundaknya "Santai saja Kakak tidak akan melakukan hal buruk kepada kamu,jadi santai saja oke".
Todoripun sedikit lega namun masih sedikit takut kepada Velskud.
Ketika dia menengok kearah Velskud dia melihat seekor rubah berwarna putih dengan kombinasi merah di pundak Velskud yang sedang tertidur.
"Itu hewan apa kak?" Ucap Todori penasaran.
"Oh ini familiar kakak,kamu mau memegangnya?" Balas Velskud santai.
Todori mengangguk kecil dan Velskud mengangkat Roxy di pundaknya dan menaruhnya dipangkuan Todori.
Todori merasa antusias dan mulai membelai Roxy yang tertidur di pangkuannya.Velskud yang melihatnya tersenyum tipis dibalik topengnya.
Beberapa saat kemudian makanan pesanan datang,Velskud lalu mengajak Todori sarapan bersama.
Tampaknya todori sedikit ragu untuk memakan makanan didepannya ini,melihat itu Velskud menyuruh Todori untuk mulai memakan makananya.
"Todori kenapa cuma dilihat saja,cepat dimakan sebelum dingin nanti..." Ucap Velskud.
Todori lalu memakan makanannya,Velskud yang melihatnya mengangguk sedikit namun saat Todori menyisihkan Ayamnya dan ingin memasukan kedalam saku,hal itu membuat Velskud terkejut.
"Kenapa Ayam itu malah mau masukan kedalam saku?" Velskud merasa heran.
"I-ini,aku menyisihkannya untuk adiku dipanti asuhan" Ucap Todori dengan nada bersalah.
"Hah...apa kamu tinggal di panti asuhan Todori?" Tanya Velskud yang hanya di balas anggukan oleh Todori.
"Bukankah biasanya panti asuhan mendapatkan bantuan dari kerjaan?" Ucap Velskud kepada Todori.
"Be-benar kakak, tapi beberapa bulan ini kami tidak mendapatkan bantuan dan Adik-adiku mulai kelaparan..." Todori menjelaskannya kepada Velskud.
"Hum...Berapa orang yang tinggal di panti asuhan Todori?" Kata Velskud sambil memakan makanannya.
"Duabelas orang termasuk dua pengasuh yang merawat kami" Balas Todori.
"Baiklah,pelayan tolong satu karung roti gandumnya,dua tong susu dan juga sepuluh kilogram daging sapi" Velskud memesan makanan untuk orang di panti asuhan dimana Todori tinggal.
Pelayan lalu menyiapkan pesanan milik Velskud dan beberapa saat setelahnya pelayan itu dibantu dua koki membawakan pesanan Velskud kepdanya.
"Jadi semuanya berapa pelayan?" Tanya Velskud yang sudah menyelesaikan sarapannya.
"Totalnya menjadi satu Gold duaratus perak,termasuk makanan yang anda pesan tadi tuan" Ucap pelayan itu.
Velskud lalu merogoh saku celananya dan memberikan lima Gold kepada pelayan itu "Kembaliannya anggap saja tip buat kalian bertiga".
"Terimakasih tuan,kalau begitu kami permisi dulu" Pelayan itu dan dua rekannya merasa senang dengan tip yang di berikan Velskud dan kembali kedapur.
Velskud lalu memasukan semua pesanannya kedalam penyimpanan sistem dan mengajak Todori ke panti dimana Todori tinggal.
"Apa kamu sudah selesai Todori?" Tanya Velskud yang sudah berdiri.
Tampaknya Todori tidak menyadari Velskud sudah memesan makanan sebelumnya dan hanya fokus pada sarapannya.
"Sudah kakak...Terimakasih atas makanannya" Ucap Todori.
"Sama-sama,kalau begitu ayo ke panti dimana kamu tinggal" Kata Velskud mengajak Todori.
"Memangnya mau apa kakak kesana?" Selidik Todori.
"Kamu lihat saja nanti dan juga bawa rubah yang ada dipangkuanmu dan pimpin jalannya ya...." Ucap Velskud.
Todori lalu membawa Roxy dan memimpin jalan menuju panti asuhan. Sepertinya Roxy tidak terusik tidurnya dan hanya terus tidur setiap saat.
Jalan menuju panti melewati beberapa gang kecil dan juga sungai untuk sampai kesana.
Setiap perjalanan Todori selalu memperhatikan topeng Velskud karena Velskud sepertinya tidak mau melepaskanya setiap saat " Kak,kenapa kakak tidak melepas topeng kakak?".
"Hum? Oh ini,hanya agar terlihat keren saja.Apa kamu mau?" Velskud menawarkan topengnya kepada Todori.
Todori mengangguk dengan semangat dan mata yang berbinar-binar" Wah,apa boleh kak?".
" Tentu,tapi setelah sampai di panti saja oke?" Balas Velskud.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan melewati jalan setapak menuju panti asuhan berada.
Di tempat lain Isabel yang baru bangun dari tidurnya mengetuk kamar Velskud namun tidak ada jawaban dari dalam.
Dia lalu masuk kekamar itu dan tidak menemukan Velskud didalamnya.Ketika melihat secarik kertas dan juga satu kantung yang tidak tahu isinya,Isabel mengambil secarik kertas itu dan mulai membacanya.
'*Untuk Isabel,Terimakasih sudah memperbolehkan aku menginap dan juga makan malam di rumahmu.Maaf sebelumnya karena pergi tanpa pamit kepada kamu dan juga Bibi Mei.Aku meninggalkan sekantung uang untuk menggantikan gerobak Bibi Mei yang aku rusak sebelumnya,dan juga uang itu kamu gunakan untuk membeli peralatan seperti pedang dan juga baju pelindung.Aku melihat pedang dan juga baju pelindungmu yang sudah banyak kerusakan jadi kamu beli saja yang baru dengan uang itu.'
'Dari Velskud*.'
"Bodoh,seharusnya aku yang mengucapkan terimakashi kepada kamu karena telah menyembuhkan aku" Isabel memeluk menitikan air matanya dan mendekap surat dari Velskud.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 216 Episodes
Comments
Kawulo Alit
seperti pernah baca alur novel kayak gini..
2023-11-18
1
Raimon
maaf....kok didunia Kultivator ada gereja yaa....
2023-05-31
3
Sutikno 23
Bibi Mei dan Isabel dikasih surat uang untuk beli gerobak jualan
2022-04-06
0