' Crunch '
Velskud memakan jantung itu dengan lahap. Cipratan darah keluar dari jantung yang saat ini dia makan.
" Ahh...Sudah lama aku tidak makan hal seperti ini " Ucap Velskud sambil menyeka sisa darah di bibirnya.
Komandan pasukan dan para prajurit yang mendengarnya di buat tambah bergidik ngeri. Beberapa juga bahkan ada yang pingsan dan juga terkencing di celana.
' Apa sebelumnya dia pernah memakan hal seperti ini? Apa jangan-jangan dia benar monster! ' Batin para prajurit.
Velskud melihat ke arah depan dan terlihat banyak prajurit yang melihatnya memakan jantung. Ada yang muntah,pingsan,dan ada juga yang mengacungkan senjata kearahnya.
' Sistem mengapa para prajurit bisa seperti itu? ' Kata Velskud dalam batin.
(Ding! Itu semua karena Host memakan jantung manusia didepan mereka!) Ucap Sistem dengan nada sedikit kesal.
' Memangnya kenapa?, Waktu di bumi aku sering melakukanya dan terlihat lumrah saja '
' Tapi disini kelihatanya tidak ' Sambung Velskud.
(Ding! Jika Host melakukan hal seperti itu, Nantinya malah akan disangka monster)
' Hahaha baiklah ' Velskud kemudian menghampiri seorang pria berusia sekitar 40 tahun didepanya.
" Maaf atas yang barusan kalian lihat sebelumnya " Ujar Velskud sambil membungkukan sedikit bandanya.
" Ah i-iya tidak masalah " Balas komandan.
" Jadi, sebelumnya apa yang kamu katakan? " Kata Velskud dengan sedikit memiringkan kepalanya.
Wakil komandan dan juga sebagian prajurit yang mengatai Velskud sebelumnya badan mereka bergetar dan juga keringat dingin mulai keluar dari tubuh mereka.
" Kami mengucapkan terimakasih karena sudah mau membantu mengalahkan para bandit " Balas Komandan dengan sedikit membungkung di ikuti para prajurit yang lain.
" Ohh...baiklah lagi pula aku sedang merasa bosan saja tadi " Kata Velskud yang berbohong. Kalau bukan karena misi yang di berikan oleh sistem dia juga malas membantu mereka.
" Saya sekali lagi mengucapkan terimakasih dan juga jika pemuda tidak keberatan, saya akan mengajak anda menemui tuan putri di kereta disana " Kata komandan sambil menunjuk kereta kuda yang ada di belakangnya.
(Ding! Sebaiknya Host segera pergi dari sini, sepertinya bantuan dari kerajaan sedang menuju kemari)
' Hah... baru juga mau bertemu seorang putri kerajaan, tapi langsung kamu suruh pergi ' Kata Velskud kepada sistem.
(Ding! Jika Host nantinya tidak ingin di ajukan berbagai pertanyaan lebih baik pergi dari sini sebelum terlambat!)
' Baiklah dasar bawel '
Velskud terpaksa menolak ajakan dari komandan dan harus segera pergi dar tempat ini secepatnya.
" Sepertinya tidak bisa karena aku masih banyak urusan " Jawab Velskud.
" Baiklah saya tidak memaksa " Ucap komandan.
Velskud lalu berjalan meninggalkan rombongan kerjaan tapi baru beberapa langkah dia berhenti dan menoleh kearah rombongan itu.
" Aku lupa, Jangan bicarakan tentang aku yang menolong kalian atau nantinya ada hal yang sepatutnya tidak terjadi " Kata Velskud dengan sedikit mengeluarkan aura intimidasi.
Sekali lagi rombongan itu harus dibuat bergidik oleh Velskud.
" Ba-baiklah kami tidak akan memberi tahu tentang kamu yang membantu kami " Jawab Komandan yang terkejut dengan aura intimidasi milik Velskud.
Velskud melanjutkan perjalananya ke kota dengan berlari menyusuri hutan. Jika dia mengikuti jalur yang sama takutnya akan bertemu dengan rombongan dari kerajaan yang menuju kemari.
Setelah kepergian Velskud para rombongan kerjaan bernafas lega. Aura yang sebelumnya dikeluarkan olehnya membuat tubuh mereka terasa berat dan kesulitan bernafas.
Komandan sekali lagi mengingatkan kepada para bawahanya agar tidak membicarakan tentang sosok pemuda yang menyelamatkan mereka.
" Jangan bicarakan sosok pemuda barusan atau kalian akan tau akibatnya " Para bawahanya pun mengangguk, mereka tidak ingin berurusan dengan monster seperti tadi.
Komandan dan pasukanya kemudian meminum potion yang dapat menyembuhkan luka dan mengembalikan mana akibat pertempuran dengan bandit barusan.
Mereka juga membersihkan sisa-sisa pertempuran dan membawa mayat para bandit disalah satu gerobak untuk membuat laporan nantinya saat tiba di kerajaan.
Putri Natasha dan pelayan Fila keluar dari kereta kuda untuk menemui Komandan pasukan karena penasaran dengan sosok yang menyelamatkan mereka tadi.
" Siapa yang menyelamatkan kita tadi komandan? " Tanya Putri Natasha penasaran.
" Ah...Itu cuma petualang yang kebetulan lewat " Jawab komandan ragu.
" Lalu kemana perginya petualang tadi? " Kata Putri Natasha.
" Saya juga tidak tau kemana perginya petualang itu Tuan Putri " Ucap komandan dengan hormat.
Putri Natasha menghentakan kakinya karena kesal dengan jawaban dari komandan, sedangkan untuk Fila dia hanya mengikuti Putri Natasha tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
" Bagaimana dengan ciri-ciri dari petualang tadi? " Putri Natasha kembali bertanya kepada komandan.
" Saya juga kurang mengerti Tuan Putri"
Komandan berbohong kepada Putri Natasha karena takut ancaman dari Velskud.
Kenapa Komandan harus takut kepada Velskud?. Bahkan dia dapat meminta bantuan dari pasukan kerajaan jika Velskud berbuat macam-macam.
Komandan memilih bungkam tidak memberitahu ciri-ciri Velskud, Dia bungkam sebab saat berhadapan dengan Velskud, Ia tidak dapat merasakan seberapa besar mana yang dimilikinya dan level dari Velskud.
Dia berasumsi jika pemuda tadi memang tidak memiliki mana dan sihir atau menyembunyikan kekuatanya. Komandan memilih opsi bahwa pemuda itu menyembunyikan kekuatanya, Karena dilihat dari petarungan sebelumnya yang melawan Kapten bandit Velskud beberapa kali mengeluarkan sihir api dan juga angin.
Komandan dan juga bawahanya yang ada di sana memilih tidak membicarakan kejadian yang terjadi beberapa saat lalu. Jika membicarakan kejadian tadi maka mereka akan menerima akibatnya dan bahkan kerajaan terkena imbasnya.
" Jadi apa kalian benar-benar tidak mengetahuinya " Ucap Putri Natasha kepada para prajurit dan hanya dibalas gelengan kepala oleh mereka.
Putri Natasha yang tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan berdecik kesal dan kembali ke kerata kuda di ikuti oleh Fila yang sedari tadi hanya diam.
Beberapa saat kemudian, Jendral Gustaf dan para prajurit yang di perintahkan Raja, untuk memastikan kejadian yang menghancurkan setengah dari gunung Asper, melihat rombongan Putri Natasha yang sedang membereskan kekacauan yang terjadi.
" Apa yang terjadi disini! " Tanya Jendral Gustaf yang turun dari kudanya, dii ikuti prajurit yang di bawanya.
Komandan yang ada di sana segera menghampiri Jendral Gustaf dan memberitahu kekacauan yang sebelumnya terjadi.
" Hormat Jendral!, Barusan terjadi penyerangan dari kawanan bandit namun semua dapat di atasi " Jawab Komandan.
" Bagaimana keadaan Putri sekarang? " Tanya Jendral kembali.
" Keadaan Putri saat ini baik-baik saja, dan saat ini berada di kereta kuda " Kata komandan sambil menunjuk kearah kereta kuda.
Jendral Gustaf meninggalkan komandan dan menghampiri kereta kuda milik Tuan Putri.
Tok...Tok...Tok...
Pintu kereta kuda itu diketuk dari luar oleh Jendral Gustaf dan kemudian pintu di buka oleh Fila.
" Ayah? kenapa bisa ada disini? " Tanya Fila kepada Jendral Gustaf yang ternyata ayahnya sendiri.
" Ayah kebetulan lewat sini dan melihat kereta milik Tuan Putri " Jawab Jendral.
" Lalu bagaiman keadaan dari tuan putri dan juga kamu Fila? " Sambungya.
" Aku dan Tuan Putri baik-baik saja namun beberapa prajurit ada yang terluka parah dan tewas " Jawab Fila.
" Oh begitu, lalu bagaimana kejadianya sampai bisa seperti ini " Kata Jendral.
" Itu...Saat kami pulang dari kunjungan kerumah dari nenek Tuan Putri. Kami di hadang para bandit namun beberapa saat kemudian ada seorang petualang yang kebetulan lewat dan menyelamatkan kami " Ucap Fila.
" Lalu dimana petualang itu Fila? " Jendral Gustaf menanyakan sosok petualang itu.
" Petualang itu entah pergi kemana dan juga ciri-ciri petualang itu tidak Aku ketahui termasuk komandan sendiri " Balas Fila.
" Bagimana tidak tahu? " Kata Jendral penasaran.
" Entahlah Ayah, Aku sendiri hanya melihat siluet putih sedangkan komandan dan para prajurt hanya bungkam saat Tuan Putri tanyai " Jawab Fila.
" Baiklah, yang penting kamu dan Tuan Putri selamat. Ayah akan mengawal kamu dan Tuan Putri kembali ke kerajaan sekalian memebuat laporan " Kata Jendral Gustaf yang di ikuti anggukan Fila.
Jendral Gustaf memberi tahu kepada pasukanya dan juga komandan yang menjaga Tuan Putri bahwa dia dan pasukanya akan mengawal mereka kembali ke kerajaan.
Rombongan itu melanjutkan perjalanan kembali ke kerajaan dipimpin oleh Jendral Gustaf.
' Heh siapa petuang itu, menarik juga ' Batin Jendral Gustaf.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 216 Episodes
Comments
kwon dae
penyakitan ni MC COK
2024-11-04
0
kwon dae
jijik MC Menjijikan terparah ini, Ihhh
2024-11-04
0
Dadang Eliz
bagus ceritax.. cm agak maraton bacax.. dan penggambaran dr tokoh2x masih kurang.. setidakx, beri sedikit gambaran tentang karakter sifatnya.. agar imajinasi bisa menggambar sendiri.. wkwkwk
2023-05-04
3