" Aku harus membantu komandan dan para prajurit yang lainnya!" Ucap putri yang beranjak dari tempat duduknya.
Namun Fila yang selaku pelayan pribadi putri Natsha mencegahnya. Dan menarik lengan putri agar tidak keluar dari kereta kuda.
"Jangan putri, Itu sangat berbahaya. Biarkan komandan dan para prajurit yang mengatasinya!" Kata Fila yang terus mencegah putri Natsha.
" Tapi aku tidak bisa terus duduk bersantai, Sedangkan komandan dan yang lainnya bertempur dengan para bandit di luar sana!" Protes putri Natsha yang terus mencoba melepaskan pegangan dari Fila.
Usaha putri Natsha yang mencoba melepaskan pegangan Fila tidak membuahkan hasil dan membuatnya berdecak kesal dan kembali duduk sambil terus melihat pertempuran diluar dari jendela.
Rombongan kerajaan sebenarnya melakukan perjalanan kembali ke kerajaan usai menjenguk nenek dari putri Natsha di kota sebelah.
Namun saat diperjalanan, Rombongan kerajaan di hadang segerombolan bandit yang mencoba merampas mereka dan menculik putri Natsha untuk menyandranya agar bisa meminta tebusan kepada kerajaan.
Saat ini Komandan dari pasukan kerajaan sedang melawan pemimpin dari komplotan para bandit. Beberapa luka sayatan pedang terlihat disekujur badan milik Komandan pasukan, Sama halnya dengan pemimpin bandit yang menerima beberapa luka sayatan namun tidak separah Komandan pasukan.
" Hahaha....Apa hanya segini saja kekuatan yang dimiliki seorang komandan pasukan!?, Sungguh lucu jika orang lemah sepertimu menjadi komandan pasukan kerajaan!" Pemimpin bandit merendahkan komandan pasukan kerajaan.
"Cih...kalau begitu terima seranganku!" Ucap Komandan.
"Fire slash"
Pedang milik komandan mulai dilapisi oleh sihir api dan ia melepaskan sihir yang berbentuk sayatan berwarna merah kemudian melesatkan kepada pemimpin bandit.
Pemimpin bandit yang melihat serangan menuju kearahnya lalu mengaktifkan kemampuan berserker miliknya.
"Berserker"
Tubuh pemimpin bandit menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan ia hanya diam dan tidak menghidari serangan yang menuju kepadanya.
Duarrrr!!!
Serangan tepat mengenai pemimpin bandit dan membuat ledakan yang cukup besar didaerah serangan itu.
" Rasakan itu sialan! " Kata Komandan yang terengah-engah usai melepaskan serangan.
Plok...Plok...Plok
Suara tepuk tangan terdengar dari dalam kepulan asap dari serangan barusan.
" Tidak buruk rasanya cukup hangat yang barusan itu " Ucap pemimpin bandit yang terlihat keluar dari kepulan asap.
Penampilanya saat diselimuti oleh aurah berwarna merah dan badan dari pemimpin bandit terlihat lebih besar dari sebelumnya. Levelnya pun meningkat menjadi 80 setelah menggunakan kemampuan berserker.
" Ti-tidak mungkin, Serangan barusan barusan bahkan bisa membunuh orang dengan level 70, Ba-bagaimana kamu bisa selamat dari itu! " Kata Komandan dengan panik.
" Yang kamu katakan itu ada benarnya juga, Namun karena aku sudah mengguanakan skill miliku levelku saat ini berada di 80 " Jawab pemimpin bandit sambil menarik pedang besar di belakang punggungnya.
" Sekarang giliranku! " Sambung Pemimpin bandit.
Pemimpin bandit itu melesat kearah Komanda pasukan. Pijakan dari pemimpin membuat lubang dan retakan tanah saat dia melesat.
Dalam sekejap mata pemimpin bandit telah berada tepat didepan komandan pasukan dan langsung menebasnya.
Komandan yang sebelumnya telah siap dengan serangan pemimpin bandit, Menahan serangan itu dengan pedangnya namun karena perbedaan level dan juga kekuatan. Alhasil dia terpental kebelakang dan beberapakali membentur tanah sebelum menabrak sebuah batu.
Boomm!!!
Komandan membentur batu dan menghasilkan retakan dan juga bentuk dirinya di batu itu.
Bukk!
Komandan terjatuh usai menabrak batu dan tersungkur ditanah dengan luka yang sangat parah. Darah keluar dari beberapa bagian tubuhnya. Di sekitar wajahnya juga tertutup oleh darah yang keluar dari kepalanya usai terbentur beberapakali ditanah sebelum menabrak batu.
" Chough... " Komandan mengeluarkan steguk darah dari mulutnya.
Pemimpin bandit yang melihat kondisi komandan itu hanya tertawa dan berjalan perlahan kearah komandan.
" Hahaha....Lemah sekali "
" Sekarang tamatlah riwayatmu! " Sambung pemimpin bandit sambil mengarahkan pedangnya kearah komandan yang saat ini tergeletak.
Namun beberapa saat sebelum pedang itu menebas Komandan. Pemimpin bandit tiba-tiba saja terpental menjauh dan terpukul mundur.
" Sialan! siapa itu yang berani menendangguku!!!" Ucap pemimpin bandit sambil melihat di sekitarnya.
" Aku, Memangnya kenapa!? " Jawab Velskud yang baru saja tiba.
Pemimpin bandit yang melihat pemuda didepanya menggunakan jubah putih bertudung bertopeng dan juga membawa dua pedang di punggunya, Berdecak kesal karena gagal membunuh Komandan pasukan tadi.
" Sialan rasakan seranganku! " Kata peminpin bandit.
Pemimpin bandit lalu menerjang Velskud dan mengarahkan pedangnya. Namun Velskud yang sudah siaga menghindar kebelakang, Yang membuat serangan dari pemimpin bandit hanya menghancurkan tanah.
" Mana mungkin aku mau menerima seranganmu BODOH! " Kata Velskud santai sambil menekan kalimat terkahirnya.
" Ckk...Jangan cuma menghindar saja. Apa kamu banci hah! " Ucap pemimpin bandit dengan kesal.
Velskud yang mendengar bahwa dirinya dikatan banci oleh pemimpin bandit itu. Alisnya berkedut di balik topeng.
" Apa kamu mengataiku banci sialan! "
Kata Velskud kesal.
" Hahaha, Memang kenyataanya begitu!" Jawab pemimpin bandit.
Velskud kemudian menarik kedua pedangnya dari punggung dan langsung menerjang kearah pemimpin bandit.
Trang!
Benturan antara pedang milik Velskud dan pemimpin bandit menghasilkan beberapa percikan api.
" Heh...Kuat juga kamu bocah!" Ucap pemimpin bandit.
" Aku cuma mengetes kamu saja " Jawab Velskud santai.
Mereka berdua mengambil jarak kebelakang 5meter setelah benturan tadi dan menyiapkan serangan masing-masing.
Sesaat kemudian mereka mulai saling menyerang dan melancarkan beberapa skill yang dimiliki.
Trang!
Trang!
Duarrr!
Trang!
Boommm!
Area pertarungan antara Velskud dan pemimpin bandit menghasilkan retakan dan lubang akibat serangan dari keduanya.
" Fire ball "
" Berserker slash "
Boom!!!
Serangan keduanya menghasilkan sebuah kawah dengan kedalaman tujuh meter.
" Pak tua akan aku akhiri pertarungan ini " Ucap Velskud yang melesat kearah pemimpin bandit.
" Bocah sialan kemarilah! " Kata pemimpin bandit sambil bersiap menahan serangan Velskud.
Velskud menerjang pemimpin bandit dan melompat sebelum memutar tubuhnya bersama kedua pedangnya. Dia menggunakan sedikit kekuatan dari kedua pedang itu dan terlihat sedikit cahaya berwarna emas dan ungu tua saat Velskud melancarkan seranganya.
Pemimpin bandit bandit yang melihat itu sedikit ngeri dan tetap mencoba menahan serangan Velskud dengan pedang besarnya. Namun serangan Velskud berhasil mematahkan pedang itu dan juga menebas kepala pemimpin bandit.
Trang!
Gubrak!
Badan pemimpin bandit itu tergeletang dengan darah yang bercucuran dan lehernya akibat kepalanya terpenggal oleh Velskud.
" Cih kukira bakalan bisa di tahan tadi! " Ucap Velskud.
Para bandit dan pasukan kerajaan yang sebelumnya menghentikan pertarungan mereka karena melihat melihat duel antara Velskud dan pemimpin bandit hanya bisa kagum untuk para pasukan kerajaan sedangkan untuk para bandit ada yang bergidik ngeri dan juga takut.
" Nah sekarang siapa selanjutnya! " Kata Velskud sambil melihat kebelakang kearah para bandit.
" Ampun kami menyerah! " Kata para bandit, Ada juga bandit yang langsung mencoba kabur ketika melihat pemimpinya mati.
Velskud tidak menghiraukan ucapan para bandit dan mulai membantainya satu-persatu bahkan bandit yang kabur juga tidak luput dari serangan Velskud.
Crashh!
Duag!
" Ahh tolong ampuni kami! " Ucap para bandit dengan putus asa.
" Sampah seperti kalian lebih baik dimusnahkan dari pada nantinya jadi menambah repot saja " Kata Velskud dingin sambil terus membantai para bandit yang tersisa.
Para pasukan dan juga Komandan kerajaan yang melihatnya, Di buat merinding dengan aksi pembantaian Velskud.
Beberapa saat kemudian seluruh bandit yang ada disana sudah di bantai oleh Velskud. Terlihat beberapa cipratan darah mengenai baju miliknya tapi tidak dengan jubhanya.
" Te-terimakasih sudah membantu kami " Ucap komandan yang kini berjalan dengan dibantu oleh pedangnya.
Namun Velskud tidak menjawabnya dan hanya mengangguk. Hal itu membuat wakil komandan menjadi kesal karena Velskud tidak menjawab perkataan Komandanya.
" Hei apa kamu bisu hah! Komandan beribacara kepadamu, Kamu harusnya menjawabnya.
Velskud yang mendengarnya kemudian berjalan mendekati wakil komandan itu dengan kedua pedang diseret di tanah yang menghasilkan percikan api saat diseret.
Para prajurit yang melihat Velskud kemudian bersiaga walaupun dengan kaki yang gemetaran bahkan komandan dan wakil komandan mereka.
" A-apa yang kamu lakukan! " Ucap wakil komandan dengan panik sambil mengarahkan Velskud yang menuju kearahnya.
" Semuanya turunkan senjata kalian! " Kata komandan pasukan.
" Ta-tapi dia menuju kesini komandan! " Ucap salah salah satu prajurit.
" Aku bilang turunkan ya turunkan! " Sambung Komandan.
Wakil komandan dan para prajurit menurunkan senjatanya dengan perasaan yang masih was-was.
" Saya minta maaf atas perkataan wakil komandan saya juga para prajurit saya " Ucap Komandan meminta maaf.
Tapi lagi-lagi Velskud tidak menghiraukanya dan terus berjalan kearah mereka.
Crashh!
Velskud tiba-tiba membelah dada milik pemimpin bandit yang tewas tadi tepat didepan para pasukan kerajaan.
Dia kemudian menyibakan kedua pedangnya untuk menghilangkan darah yang menempel dan menyarungkan kembali kedua pedang itu di punggungya.
Velskud kemudian mengambil jantung milik pemimpin bandit. Terlihat jantung itu masih berdenyut di tanganya. Velskud membuka sedikit topengnya dan memakan jantung itu tepat didepan pasukan kerajaan.
Seluruh orang yang ada disana yang melihat Velskud memakan jantung manusia dihadapan mereka membatin bahawa didepan mereka ini adalah ' Monster '
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 216 Episodes
Comments
jingga
apa jangan-jangan author nya suka makan jantung juga, menjijikkan sekali
2023-08-22
0
jingga
👎👎👎 menjijikkan sekali
2023-04-06
1
x game
suruh makan jantung pisang aja thorr
2022-05-07
1