Di ruangan, mereka makan dengan tenang tanpa berbicara. Setelah beberapa menit, Jin Lien akhirnya menyelesaikan makanannya dengan puas.
Makanan di restauran ini sangat enak dan sangat sesuai dengan seleranya. Tiga Feng bersaudara saat ini tampak biasa saja melihat Jin Lien dapat menggunakan alat makan dengan terampil, mereka tidak lagi terkejut dan mempersiapkan mental untuk ketidaknormalan Jin Lien di masa depan.
"Kakak ku sekalian yang paling tampan, makanan kali ini biar aku yang membayar, hitung-hitung hadiah pertemuan kita."
Tiga Feng bersaudara saling melirik, mereka kemudian tersenyum dan mengangguk. Untuk adik perempuan mereka, mereka akan memenuhi semua keinginannya.
Selesai makan, mereka tidak langsung pergi dan tinggal sejenak.
"Sekolah mana yang akan kau masuki?"
"SMA no.1 di kota ini."
Jin Lien menjawab dengan percaya diri, Feng Zhixing tersenyum saja dan Feng Zhi Shui serta Feng Zhi Rui mengangguk.
"Meskipun SMA No.1 Kota F tidak sebagus SMA di ibu kota, tapi itu masih bagus. Namun, jarak sekolah yang kau pilih dari kediaman cukup jauh, apakah tidak apa-apa kau hanya menggunakan sepeda?"
"Kakak kedua tidak perlu khawatir, kekuatan fisikku sangat kuat. Mengayuh sepeda bukan masalah bagiku, terlebih aku sering berburu dan naik gunung ketika aku berada di desa."
Mereka bertiga terkejut, gadis kecil sepertinya telah mengalami kehidupan pahit, untuk makan saja harus mengandalkan diri sendiri. Berburu di gunung merupakan bahaya, jika tidak berhati-hati.
Mendengar hal tersebut, mereka bertiga merasa pahit di hati mereka, adik perempuan yang begitu kecil nan imut harus berjuang untuk makan.
Juga, mereka mendengar jika warga desa Nan semua menjauhi Jin Lien, tidak ada yang mau membantu.
"Lien kecil, kau tidak akan kekurangan sekarang. Ada kami yang bisa kau andalkan."
Deg
Jin Lien memandang Feng Zhi Rui dengan tatapan lembut.
"Ya, jika ada sesuatu yang tidak bisa aku selesaikan, aku akan mengandalkan kalian."
Dia sangat terharu dengan ucapan Feng Zhi Rui. Dia ingat selama di desa, tidak ada warga desa yang peduli padanya, jika dia mendapat buruan besar, warga desa akan mengambil 3/4 buruan Jin Lien dengan paksa.
Walaupun tindakan warga desa Nan sangat kasar, tapi setidaknya mereka masih memiliki hati dan tidak mengganggu kehidupan Jin Lien selain mengambil 3/4 buruan Jin Lien, jika yang berhasil diburu Jin Lien adalah babi hutan.
Mengingat kehidupannya di desa, Jin Lien menghela napas, ya setidaknya saat ini dia memiliki keluarga yang bersedia untuk dia andalkan.
[Darurat! Di salah satu ruang Vip sedang mengadakan transaksi ilegal. Tuan rumah di harap untuk membatalkan transaksi tersebut. Hadiah adalah mendapat hewan peliharaan.]
Seketika punggung Jin Lien tegak, suara Alex tiba-tiba menggema di benaknya.
Dia mengernyit dengan misi dadakan yang dikeluarkan Alex, terlebih misi tersebut mendapat hadiah. Oke, dia mulai bersemangat dan memikirkan hewan peliharaan macam apa yang akan menjadi hadiahnya. Berharap saja itu bukan kucing, karena dia sangat alergi dengan bulu kucing.
Feng Zhixing, Feng Zhi Shui, Feng Zhi Rui memandang Jin Lien bingung, pasalnya mereka melihat Jin Lien sangat tegang. Bersamaan dengan itu, ponsel Feng Zhixing berdering menandakan sebuah pesan masuk.
Feng Zhixing membaca pesan tersebut, setelah membaca pesan tersebut, wajahnya berubah sangat serius dan aura di tubuhnya menjadi sangat tegas.
"Kakak pertama, ada apa?"
"Aku tiba-tiba memiliki misi."
Jin Lien yang duduk dengan punggung tegap sedang bingung memikirkan alasan apa yang akan dia gunakan untuk keluar menggagalkan transaksi ilegal tersebut.
Ketika suara Feng Zhixing terdengar, dia menjadi bersemangat karena menemukan peluang yang bagus.
"Misi apa?"
Feng Zhi Rui juga tampak serius. Tidak ada lagi tempramen ceroboh dalam dirinya saat ini.
"Akan ada transaksi ilegal berlangsung di restauran ini."
Jin Lien meski bersemangat, tapi dia sangat serius.
"Alex, siapa yang melakukan transaksi Ilegal?"
[Du Guan, pemimpin geng nomor tiga di kota F dan Su Ren seorang yang berasal dari ibu kota. Su Ren merupakan anggota peringkat bawah dari organisasi mafia tempat dia bernaung.]
"Berapa banyak mereka? Dan di ruang mana mereka berada saat ini?"
[Ruangan Vip no. 113, Jumlah orang ada 10, dengan kemampuan tuan rumah, itu bukan masalah besar.]
"Oke, terima kasih Alex."
Karena Jin Lien sudah mengetahui siapa targetnya, dia secara alami mengatur strategi dengan cepat.
Dia kemudian memandang Feng Zhixing.
"Kakak pertama, apakah Anda tahu siapa mereka?"
"Aku hanya tahu salah satu pihak, orang itu tidak lain adalah Du Guan."
Jin Lien mengangguk, dia kemudian menunduk dan tersenyum jahat. Ketika dia mengangkat kepalanya, ada kedinginan di kedua mata hitam Jin Lien, tatapan dingin itu seolah akan membekukan dirimu saat itu juga.
"Kapan bantuan akan tiba?"
Feng Zhixing bingung, dia awalnya mengira jika Jin Lien takut ketika dia menunduk, tapi siapa sangka, dia tidak melihat ketakutan di kedua mata Jin Lien. Mendengar Jin Lien bertanya, Feng Zhixing langsung menjawab.
"Sekitar 30 menit."
Jin Lien mengernyit, jika menunggu bantuan, transaksi akan selesai dan mereka tidak sempat menggagalkan transaksi ilegal tersebut.
"Terlalu lama."
Feng Zhi Rui dan Feng Zhi Shui juga mengernyit mendengar apa yang dikatakan oleh Feng Zhixing. Mereka kemudian memandang Jin Lien yang tampak kesal.
Feng Zhixing juga secara reflex menatap Jin Lien yang tampak tengah berpikir keras.
"Kakak kedua dan kakak ketiga, apakah anda pandai berkelahi?"
Feng Zhi Shui dan Feng Zhi Rui mengangguk secara bersama.
"Meski kami bukanlah seorang prajurit, tapi ayah telah melatih kami sedari kecil."
Jin Lien mengangguk puas dengan jawaban Feng Zhi Shui. Dia kemudian menatap Feng Zhixing dengan serius.
"Kakak pertama, apakah Anda membawa senjata dan kartu anggota Anda?"
Feng Zhixing mengangguk.
"Oke, berikan aku senjata mu dan pergilah temui manajer restauran untuk mengosongkan ruangan yang dekat dengan ruangan 113! Target misi ada di ruangan 113. Usahakan tidak membuat mereka curiga."
Tiga Feng bersaudara menatap serius pada Jin Lien.
"Apakah kau bisa menggunakan senjata?"
"Tentu, saat di desa, aku menemukan pistol lengkap dengan pelurunya ketika berburu di gunung dan aku mempelajarinya."
Walaupun agak ragu, Feng Zhixing mengeluarkan senjatanya dan memberikan pada Jin Lien.
Jin Lien melihat senjata tersebut, Jin Lien tidak mengatakan apa-apa.
"Desert eagle! Tidak buruk."
Mereka bertiga bahkan tidak memperhatikan jika Jin Lien mengetahui di ruangan mana Du Guan akan memulai transaksinya.
Mereka hanya peduli dengan Jin Lien yang mengotak-atik senjata di tangannya dengan lihai, seolah dia sangat akrab dengan benda berbahaya tersebut.
....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Nurul 12
gue nggak bisa bayangin waktu mereka tau siapa jin lien itu?!
2024-04-16
1
Awi Ciwy
hah jgn kget kakak tampan diakan mayor jendral y
2022-04-15
2
@кιяαηαρυтяιѕυ
Hadiah nya xi mo ya
2022-04-02
1