Ibu Kota
Li Yong memandang pengerjaan bangunan di pinggiran ibu kota dengan seksama.
Dia sangat puas dengan cara pengerjaan hingga bahan yang digunakan untuk membangun, tidak salah jika dirinya menghubungi Shen Aining.
Dia melirik ke samping di mana Shen Aining berdiri.
"Kau tidak mengecewakan."
Shen Aining terkekeh pelan dan menyenggol lengan Li Yong.
"Tentu, karena bagiku adalah kepuasan pelanggan yang utama."
Melirik jam di tangannya, itu sudah menunjukan jam makan siang.
"Nona Shen, apakah Anda masih memiliki beberapa hal?"
Shen Aining terdiam sesaat, jadwalnya hari ini tidak terlalu padat.
"Hari ini aku sedikit luang, ada apa?"
"Mari kita makan siang dulu. Aku sedikit lapar."
Bohong kalau Li Yong lapar, hanya saja dia mendengar suara perut Shen Aining yang teramat kecil.
Shen Aining menunduk, dia sebenarnya juga lapar jadi dia mengangguk.
"Ayo kita ke pergi! Aku akan mentraktir mu."
Shen Aining tersenyum dan mengikuti Li Yong ke parkiran. Memasuki mobil, Li Yong segera menyetir menuju restauran terdekat.
Setelah hampir sebulan berinteraksi, Shen Aining merasa sangat nyaman bersama Li Yong. Dari awal bertemu Li Yong, dia tahu jika pemuda itu tidak sederhana.
Dia juga telah memeriksa identitas Li Yong, tapi tidak ada sesuatu yang aneh yang dia temukan. Data-data Li Yong sangat bersih.
Sepanjang perjalanan menuju restauran, Shen Aining beberapa kali mencuri pandang pada Li Yong. Li Yong sendiri merasa geli di dalam hatinya dengan tingkah Shen Aining.
Tidak lama kemudian, mereka akhirnya sampai di restauran, keduanya segera memasuki restauran dan mencari tempat duduk yang tidak terlalu mencolok.
Bukannya tidak ingin memesan ruang Vip, tapi karena restauran tersebut tidak memiliki ruang Vip.
Begitu mereka duduk di kursi, segera pelayan datang menghampiri mereka. Setelah memesan makanan, Li Yong menaikan alisnya ketika melihat kegelisahan Shen Aining.
"Nona Shen, apakah ada sesuatu yang mengganggumu?"
Shen Aining terkejut, dia tidak menyangka, jika Li Yong terlalu peka. Dia kemudian tersenyum pahit.
"Bukan masalah besar, hanya saja sebulan lagi adalah hari ulang tahun nenek."
Li Yong menaikan alisnya dan terus memandang Shen Aining yang tampak semakin gugup.
"Lalu?"
"Ibu memintaku untuk membawa kekasihku, jika tidak, mereka akan menjodohkan aku, sedangkan aku tidak ingin melakukan perjodohan terlebih aku tidak memiliki kekasih."
Oke, sampai di sini Li Yong mengerti dengan masalah yang dihadapi Shen Aining.
Seorang gadis yang kira-kira berusia 25 tahun, cantik, sukses dalam karir, tapi satu hal yang tidak dimiliki adalah pasangan. Wajar jika orangtua merasa khawatir dan ingin menjodohkannya.
Meski Li Yong telah mengerti permasalahannya, tapi dia belum berbicara, dia merasa jika Shen Aining masih memiliki sesuatu untuk dikatakan.
Shen Aining mengepalkan tangannya dan memantapkan hati, dia memandang Li Yong dengan tegas dan penuh harap.
"Kakak Li, bisakah kau membantu aku?"
Li Yong tersenyum dengan tingkah gadis di depannya.
"Apa yang bisa aku bantu? Katakan! Bagaimanapun juga, kau adalah dermawan ku."
"Jika hari itu tiba, bisakah kau berpura-pura menjadi kekasihku?"
Oke, Shen Aining merasa dia sudah gila. Sebenarnya banyak pemuda dengan latar belakang yang baik yang mendekatinya, tapi Shen Aining selalu menolak. Menurutnya, pemuda yang mendekatinya hanya ingin memperlebar cakupan bisnis mereka sendiri dan itu sangat tidak disukai oleh Shen Aining.
Menurutnya, pernikahan harus di dasarkan pada dua hati yang saling mencintai dan bukan hubungan sosial.
Li Yong terkejut dengan permintaan Shen Aining, dia memandang gadis cantik di depannya dalam.
Berpura-pura menjadi pasangan?
Dia menarik sudut bibirnya membentuk senyum tipis, ketika dia akan menjawab, pesanan mereka tiba.
Begitu pesanan diletakkan di meja, Li Yong tersenyum tipis.
"Makan dulu, bukankah kau sudah lapar?"
Shen Aining masih memandang Li Yong dengan keras kepala menuntut jawaban.
"Aku lapar, tapi aku tidak bisa makan dengan tenang sebelum aku mendapatkan jawaban."
Memilih mengalah, Li Yong menghela napas dan memandang Shen Aining dengan serius.
"Nona Shen, maaf aku tidak bisa berpura-pura menjadi pasangan Anda."
Penolakan Li Yong merupakan pukulan besar bagi Shen Aining, dia kecewa karena Li Yong tidak bisa membantunya.
"Membohongi keluarga adalah tindakan bodoh. Mereka hanya ingin yang terbaik buat putri mereka dan tidak ingin melihat putri mereka terus bekerja keras."
Shen Aining menunduk, apa yang dikatakan Li Yong memanglah kebenaran, tapi dia tidak ingin dijodohkan dengan pria yang tidak dia sukai, sedangkan pria yang dia sukai tengah duduk di depannya saat ini.
Dia tidak tahu kapan, tapi dia yakin jika dia menyukai atau lebih tepatnya dia mencintai Li Yong. Pria pertama yang mampu membuat jantungnya berdetak beberapa kali lipat hanya dengan memikirkannya saja.
Tes
Setetes air mata Shen Aining jatuh, dia sulit mengangkat kepalanya. Dalam hati dia berpikir, tidak bisakah Li Yong mengiyakan keinginannya? Meski hanya berpura-pura, tapi itu lebih dari cukup.
Shen Aining berusaha menenangkan emosi yang berkecamuk di hatinya, dia menghapus air matanya kemudian mengangkat kepalanya. Dia memandang Li Yong dengan mata jernih.
"Kakak Li, jika aku tidak membawa pasangan hari itu, mereka akan menjodohkan aku dengan pria bermuka dua itu. Aku tidak ingin ... "
"Jangan lanjutkan! Makan dulu, makanan tidak akan enak jika sudah dingin."
Li Yong memandang Shen Aining dalam, gadis di depannya terlahir cantik, mungkin banyak pemuda yang mengantri untuk mendapatkannya, tapi tidak ada yang memasuki mata gadis di depannya.
Shen Aining tidak lagi berbicara, dia memilih makan, toh perutnya telah berdemo minta diisi.
Melihat gadis di depannya mulai makan, Li Yong juga mulai makan. Menurutnya, makanan di dunia modern ini sangat enak, tidak seperti makanan di dunia sebelumnya.
Untuk beberapa saat, keduanya tidak ada yang bersuara, hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar.
Melihat noda di sudut bibir Shen Aining, Li Yong terkekeh dan mengambil tisu lalu membersihkan noda di sudut bibir Shen Aining.
"Makan perlahan!"
Shen Aining membeku sejenak, pipinya merona tipis dan terus melanjutkan makannya.
Ya, dia sangat lapar sehingga melupakan rasa kecewanya beberapa saat lalu.
Mungkin benar jika makan akan memperbaiki mood yang jelek.
Terus makan, Shen Aining bahkan tidak menyadari jika hidangan di meja adalah makanan favoritnya, dia bahkan tidak memesan dan hanya Li Yong yang memesan hidangan tersebut.
Hingga beberapa menit kemudian, hidangan di meja akhirnya tandas. Shen Aining merasa puas dan kembali memandang Li Yong.
Li Yong yang merasa dipandangi kembali menatap Shen Aining.
"Ada apa? Apakah makanannya kurang?"
Mendengar itu, Shen Aining melotot pada Li Yong.
"Tidak, aku sudah kenyang."
....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Dina⏤͟͟͞R
baca ulang ini kangen baca season 1 nya
2024-01-07
1
Shinta Dewiana
he...he..he...kakek2 dapat dapat daun muda...
2023-07-15
0
밤비(♡ω♡ ) ~♪
1323
2021-11-21
0