Tidak sadar dengan tingkahnya sendiri, Jin Lien terus fokus pada game yang dia mainkan di ponselnya.
Sementara itu, Lan Xuan dan paman Feng saling memandang dan berjalan menuju tempat yang agak jauh dari Jin Lien.
Keduanya berbisik dengan suara pelan.
"Apa kau yakin, jika adikmu ini kau jemput dari desa dan bukan seorang putri di keluarga aristokrat?"
"Aku yakin paman, mungkin saja etiket saat ini, dia pelajari dari ibunya"
"Bukankah ibunya itu seorang ... "
"Paman, waktu itu ayah sangat mabuk, mungkin saja dia salah mengenali seorang wanita penghibur dan seorang gadis baik-baik. Jika memang ibu Lien kecil adalah wanita penghibur, mengapa dia tetap menjaga kandungannya ketika mengetahui jika dirinya sedang hamil?"
Paman Feng terdiam, berpikir jika itu masuk akal. Mana ada seorang wanita penghibur yang rela mengandung. Itu hanya akan menghalangi pekerjaannya saja.
"Oke paman, jangan bahas tentang ibu Lien kecil! Juga, sepertinya Lien kecil tidak sederhana seorang gadis desa. Lagipula saat aku menemukannya, dia dalam keadaan terluka parah, terlebih luka di kepalanya. Walaupun catatan medis dari rumah sakit mengatakan jika Lien kecil tidak mengalami luka parah, tapi dia kehilangan sebagian ingatannya."
Keduanya kembali memandang Jin Lien, dan paman Feng tidak lagi membahas tentang hal tersebut.
"Sayangnya ayahmu dan keluarga Lan buta mengenali berlian hingga mengusirnya."
Lan Xuan menyeringai dan kemudian terkekeh pelan.
"Tidak, dia hanya pandai bersembunyi terlalu dalam."
"Sama sepertimu." Lan Xuan terkekeh mendengar hal tersebut.
Mereka berdua kemudian menghampiri Jin Lien yang masih serius bermain game di ponselnya.
"Yeah tepat sasaran."
Sorak Jin Lien bahagia, dia kemudian memandang Lan Xuan dan paman Feng.
"Kapan bibi sampai? Aku lapar."
Sejak pembajakan di pesawat, dia belum makan apapun hingga sekarang. Waktu juga telah menunjukan pukul setengah dua siang.
Tepat setelah Jin Lien mengeluh, terdengar ketukan pintu.
"Itu pasti bibi mu, setelah ini kalian bisa keluar untuk makan dan bersenang-senang."
Setelah ketukan terdengar, seorang wanita paruh baya dan seorang pemuda yang juga mengenakan seragam militer berjalan masuk.
Jin Lien menatap wanita itu sejenak, meskipun wanita tersebut tampak memiliki sedikit kerutan, tapi hal tersebut tidak menutupi kecantikan wanita tersebut.
Pandangannya kemudian beralih pada pemuda di samping wanita tersebut, untuk sesaat tubuh Jin Lien membeku.
Sedikit fragmen terlintas di benaknya, dan itu sesuatu yang dikatakan sosok tersebut.
"Yang Mulia, bisakah aku mengangkat mereka menjadi adik Perempuanku? Lihat, mereka terlihat imut."
Alis Jin Lien mengernyit dan kepalanya terasa sedikit sakit. Dia bingung, siapa pemuda itu, dan mengapa pemuda itu seolah sangat akrab dengannya?
Melihat Jin Lien membeku dan beberapa saat kemudian dia memegang kepalanya, Lan Xuan khawatir dan langsung menghampirinya.
"Lien kecil, apa yang terjadi?"
"Aku tidak apa-apa, mungkin karena aku lapar dan membuat kepalaku sedikit sakit."
Jin Lien tidak mungkin memberitahu apa yang terlintas di benaknya, secara yang dia lihat adalah pemuda di depannya mengenakan pakaian militer kuno, seolah baru saja pulang dari berperang.
Seisi ruangan saling memandang dengan aneh. Apakah lapar ada hubungannya dengan kepala yang sakit?
Melihat Jin Lien agak tenang, segera wanita paruh baya dan pemuda tersebut duduk. Mereka memandang Jin Lien dengan penuh minat.
Jika benar, gadis di depan mereka saat ini adalah putri baptis yang akan menjadi anggota keluarga Feng.
Paman Feng kemudian memandang Jin Lien sejenak dan kemudian dia mulai mengutarakan maksudnya.
"Lien kecil, karena namamu akan masuk di dalam daftar rumah tangga kami, kamu adalah putri baptis keluarga Feng. Kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan paman, tapi ayah. Dia adalah istriku Nian Fei, di masa depan, kau akan memanggilnya ibu. Pemuda yang berada di sampingnya adalah putra pertamaku, namanya Feng Zhixing, kau juga bisa memanggilnya dengan sebutan kakak."
Feng Zhixing?
Nama itu terus bergema di benak Jin Lien dan kepalanya tiba-tiba menjadi sangat sakit.
Segala hal tentang Feng Zhixing terlintas di benaknya. Hingga lima menit kemudian, Jin Lien berhenti meremas kepalanya dan menatap Feng Zhixing dengan mata berkaca-kaca.
Meski hanya ingatan tentang Feng Zhixing yang jelas saat ini, setidaknya dia dapat yakin, jika dia memang kehilangan sebagian ingatannya.
Sepuluh tahun lebih dia tidak melihat pemuda di depannya. Dia juga tahu, jika Feng Zhixing yang berada di depannya saat ini berbeda dengan Feng Zhixing yang ada di ingatannya.
"baik, saat ini ibu akan mengajakmu pulang. Kita akan membeli semua perlengkapan mu setelah kamu tidak merasa sakit."
Melihat Jin Lien yang meremas kepalanya, jantung mereka berdebar. Seolah mereka takut terjadi sesuatu pada Jin Lien.
"Ya tidak perlu untuk mencari apartemen, karena kau akan tinggal bersama kami." Kali ini Feng Zhixing yang berbicara.
Jin Lien tidak berbicara dan memandang Lan Xuan seolah meminta pendapatnya.
Di dalam benaknya, dia tahu jika Feng Zhixing sangat ingin menjadikan dirinya sendiri sebagai adik perempuan, tapi dia menolak untuk tinggal di kediaman jenderal Feng.
Namun, di dunia ini, dia tidak ingin mengecewakan Feng Zhixing dan memilih tinggal di kediaman Feng.
"Tenang, kakak belum membeli apartemen itu. Kau bisa tinggal bersama paman Feng dan yang lainnya."
Lan Xuan tentu mengerti apa yang ada di pikiran Jin Lien, dia kemudian menenangkannya bahwa dia bisa tinggal dengan tenang di kediaman Feng.
"Terima kasih." Ujarnya pelan
Ada kehangatan di hatinya, meski selama dua tahun dia hidup sendiri tanpa ibu, dia selalu merasa tidak kekurangan kasih sayang.
"Kalau begitu, aku akan mengantar ibu dan adik perempuan pulang."
Paman Feng mengangguk dan membiarkan mereka pergi, untuk mendaftarkan nama Jin Lien dalam daftar rumah tangga mereka, itu akan dilakukan olehnya sendiri, melihat keadaan Jin Lien yang sedang tidak sehat.
Setelah ketiga orang itu keluar dari ruangan, Lan Xuan menatap paman Feng dengan serius.
"Paman, aku akan menyerahkan adik Perempuanku padamu, besok aku akan kembali ke ibu kota."
"Secepat itu?"
"Ya, pembajakan di pesawat akan dilaporkan segera ke markas pusat."
Paman Feng mengangguk saja, tapi dia masih terus menatap Lan Xuan.
"Xuan'er, Lien'er tidak sederhana. Setelah kepalanya tidak lagi sakit, aku melihat dia menatap Xing'er penuh kerinduan. Seolah dia sudah lama tidak melihat Xing'er. Juga, kepala Jin Lien mengalami sakit tiba-tiba karena melihat Xing'er."
Lan Xuan juga secara alami memperhatikan reaksi Jin Lien sejak pertama dia menatap Feng Zhixing.
"Aku tahu paman, tapi meski Lien kembali mengingat semua ingatannya, biarkan dia yang memberitahu kita dengan sendirinya."
Untuk hal ini, paman Feng setuju. Dia berdiri dan menepuk bahu Lan Xuan.
....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Rianti Dumai
Feng zhixing yg mana yeah,,,ikut²an amnesia juga yg baca,,😅🤣
2024-05-15
0
zylla
siapa ya? 🤔
2024-05-05
0
Nurul 12
asli bikin penasaran banget dah
2024-04-16
0