Keluar dari mobil, dan memasuki bank. Jin Lien dan Lan Xuan tidak memiliki kendala apapun saat membuka rekening baru atas nama Jin Lien.
Jin Lien memandang buku tabungan dan kartu merah di tangannya dengan rumit, dia kemudian memandang Lan Xuan selama beberapa detik.
Di buku tabungan itu, tertulis jelas jumlah uang yang diberikan oleh Lan Xuan. Jumlah itu tidak sedikit, 25 juta kredit dimasukan ke dalam rekening Jin Lien, dan kartu merah di tangannya merupakan kartu yang hanya dipegang oleh mereka yang memiliki kekayaan tidak sedikit.
Kartu bank sendiri terbagi menjadi 5 jenis. Jenis terendah adalah warna putih, memiliki batas saldo mencapai 10 juta kredit. Jenis berikutnya adalah merah, batas saldo adalah 100 juta kredit. Jenis ketiga adalah kartu ungu yang memiliki batas saldo 500 juta kredit. Jenis keempat adalah Hitam, kartu hitam tidak memiliki batas kredit dan jenis terakhir adalah kartu platinum dengan garis pinggiran berwarna emas. Kartu ini merupakan kartu spesial, sangat jarang seseorang memiliki kartu jenis ini. Selain saldo yang tanpa batas, kartu platinum ini memiliki fungsi lain dan fungsi tersebut hanya diketahui oleh mereka yang memegang kartu jenis ini.
Merasakan tatapan panas Jin Lien mengarah padanya, Lan Xuan mengangkat bahu tanpa daya.
"Kakak, kau sangat kaya. Terima kasih."
"Bukan apa-apa, jika kurang, kau bisa meminta lagi."
"Uhm."
Lan Xuan juga saat ini tidak menyebalkan seperti saat pertama Jin Lien melihatnya.
"Ayo kita ke bandara dan beli tiket untuk pergi ke kota F!"
"Ya kak."
Meski kota N dan kota F dapat ditempuh melalui jalur darat, tapi itu memakan waktu lama. Butuh 7 jam untuk sampai, jika menggunakan mobil.
Sampai di bandara, Lan Xuan memarkirkan mobilnya di parkiran khusus, karena akan menemani Jin Lien ke kota F, dia tidak bisa membawa mobil miliknya.
Setelah memesan tiket, Lan Xuan membawa Jin Lien ke Ruang tunggu. Dia juga terus memandangi ponsel miliknya guna mencari apartemen yang cocok untuk Jin Lien, yang utama adalah, apartemen tersebut harus dekat dengan sekolah dan tidak mencolok.
Setelah beberapa saat bersama Jin Lien, dia telah mengetahui tempramen adik perempuannya itu, tidak hanya licik, tapi juga suka menjadi b*bi untuk memakan Harimau.
Karena keluarganya tidak bersedia membawa Jin Lien sebagai keluarga, dan hanya memperlakukan adik perempuannya seperti itu, dia juga harus mengurus tentang wali yang akan bertanggungjawab terhadap Jin Lien.
Jin Lien masih 16 tahun, dan itu belum memasuki usia dewasa. Anak-anak di usia itu tidak bisa melakukan sesuatu tanpa persetujuan wali mereka.
"Sekolah apa yang kau pilih? Biar kakak memilih apartemen yang dekat dengan sekolahmu."
Jin Lien memandang Lan Xuan sejenak dan berkata dengan santai.
"Aku ingin masuk di SMA no.1 kota F."
"SMA no.1 kota F?"
"Ya."
"Oke, kakak akan mencari apartemen yang dekat dengan sekolahmu. Kemungkinan kau tak akan bisa bersekolah segera setelah sampai."
"Tidak masalah."
"Lagi, setelah sampai, kakak akan membawamu membeli pakaian dan kebutuhanmu. Juga mengenalkan mu pada seseorang yang akan menjadi wali mu untuk sementara."
"Oke."
Lan Xuan mendengar jawaban singkat Jin Lien, dia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Jin Lien sendiri tengah asik bermain dengan ponselnya.
Hanya menunggu beberapa saat, hingga pesawat dengan tujuan kota F akhirnya akan berangkat. Jin Lien mengangkat kepalanya dan tersenyum.
"Ayo!"
***
Di dalam dimensi lotus, Lotus kecil dan Xiao Yi melihat beberapa orang yang dari daratan Jiangnan saling berdiskusi.
Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Jin Lien sehingga koneksi mereka terputus.
Apalagi Lotus kecil, dia tidak bisa lagi terhubung dengan Jin Lien, selalu merasa ada sesuatu yang menghalanginya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
Mereka semua bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga koneksi Jin Lien dan mereka terputus.
Hong Zhuang sendiri terlihat serius dan sangat khawatir. Dia memandang semua orang dan tak berbicara, hingga pandangannya tertuju pada ponsel di tangan Zheng Ruan dan Xi Mo.
Namun, sayangnya Zheng Ruan sudah lama memastikan dengan terus mengganggu Alex, Alex tidak pernah menanggapi.
"Daddy, percuma saja. Aku sudah berusaha untuk berkomunikasi dengan Alex, tapi dia tidak menanggapi."
Seketika, Hong Zhuang merasa kehilangan gairah hidup. Hingga suara Timi terdengar dari ponsel milik Jin Gaoqi.
"Sebenarnya kalian tidak perlu khawatir, kalian hanya perlu berkultivasi dengan tenang untuk mencapai ranah reinkarnasi. Dengan begitu, ingatan Jin Lien akan pulih. Penjaga dimensi menghukumnya karena membawa begitu banyak dari kalian yang tidak mencapai ranah Reinkarnasi. Hal tersebut membuatnya mengunci ingatan dan kekuatan Jin Lien sampai kalian semua dapat mencapai ranah reinkarnasi agar dapat membuat dimensi lotus dapat terhubung kembali, dan mengembalikan ingatan serta kekuatan Jin Lien dengan mengorbankan setengah dari Kultivasi kalian."
Begitu Timi selesai berbicara, mereka semua terdiam dan mencerna informasi yang mereka dapatkan.
Saling memandang dengan serius dan mengangguk. Mereka tidak akan membiarkan Jin Lien berjuang sendirian untuk mengembalikan ingatan seorang diri, setidaknya mereka akan membantu dengan terus berkultivasi.
"Saat aku terhubung dengan Alex, Alex memintaku untuk membawa Xi Mo keluar dari dimensi lotus untuk menjaga Jin Lien di sekitar."
Xi Mo yang murung di pojokan seketika mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. Mata yang seolah kehilangan semangat kini kembali cerah.
Melihat penampilan Xi Mo, semua orang tidak bisa berkata-kata, tapi sebelum mereka protes, Xi Mo sudah menghilang dari posisinya.
Jin Tian dan yang lainnya menghela napas tanpa daya.
"Baik, mari kita fokus untuk berkultivasi, siapapun yang mencapai ranah reinkarnasi lebih dulu akan membantu Lien kecil untuk mendapatkan sebagian ingatan yang terkunci."
Tidak lagi merasa khawatir, mereka semua langsung berkultivasi. Juga karena terputusnya hubungan, Zheng Jue tidak bisa menghubungi kakek gurunya di luar untuk memberitahu keadaan. Dia hanya bisa duduk dan berkultivasi, meski dia tidak dapat mengolah energi spiritual. Energi spiritual miliknya dan 19 adiknya sangat berbeda dengan energi spiritual yang ada di dimensi lotus, mereka hanya bisa mengolah energi kehidupan yang diberikan oleh pohon emas.
Saat semua sedang memasuki kondisi Kultivasi, pohon emas secara bertahap mengirim energi spiritual dan energi kehidupan beberapa kali lebih pekat dari biasanya.
Mungkin karena dia juga merasa kesepian ketika mendengar jika Jin Lien memiliki ingatan dan kekuatan yang tersegel.
Di luar dimensi Lotus, Jin Lien yang memainkan ponsel di tangannya, entah mengapa merasa ada yang kurang dari dirinya. Dia perlahan memegang dada sebelah kirinya.
Sedikit mengernyit dan mengangkat kepalanya, dia memandang Lan Xuan dengan rumit.
....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Dina⏤͟͟͞R
baca ulang lg. seru.
2024-01-02
1
Shinta Dewiana
athor emang the base...
2023-07-15
0
Cahaya yani
q mampir lgi thoorr
2022-06-01
0