Beberapa menit kemudian, Lan Xuan datang bersama seorang dokter. Dokter segera memeriksa kondisi Jin Lien.
Melihat Jin Lien telah pulih, dokter juga tidak menahan lebih lama lagi.
Hanya saja, semenjak Lan Xuan memasuki ruangan, Jin Lien tidak pernah melepas tatapannya dari Lan Xuan.
Di bibirnya terbentuk senyum main-main dan merasa geli di dalam hatinya.
"Karena ini sudah malam, kita akan pulang besok pagi saja. Kau istirahat saja dulu. Ketika tiba di kediaman, itu tidak akan semudah itu."
"Aku mengerti kakak, tapi kakak, apakah keluarga Lan sangat tidak bisa dipercaya?"
"Apa maksudmu?"
Lan Xuan merasa aneh dengan apa yang ditanyakan oleh Jin Lien, dan langsung kembali bertanya.
"Bukan apa-apa, aku hanya berpikir kenapa kakak begitu mengkhawatirkan aku hingga menasehati ku."
"Huh jangan senang dulu, setelah mengantarkan mu kembali, aku tidak akan tinggal di kediaman. Semua yang terjadi padamu dalam keluarga hanya dapat mengandalkan dirimu sendiri."
"Aku tahu, kakak tidak perlu khawatir."
"Aku tidak mengkhawatirkan mu."
Setelah mengatakan hal tersebut, Lan Xuan segera membuang muka dan tidak menatap Jin Lien lagi.
Hingga perut Jin Lien menggerutu, hal tersebut tentu membuat Jin Lien merona.
"Kakak, aku lapar."
Menghela napas, Lan Xuan segera mengajak Jin Lien keluar.
"Karena tubuhmu tidak dalam bahaya, aku akan meminta izin dokter untuk membawamu makan di luar."
"Uhm, aku menunggu di sini."
....
Kini Lan Xuan dan Jin Lien berada di mobil milik Lan Xuan, dan mereka saat ini berhenti di depan restauran yang cukup mewah.
Jin Lien mengamati restauran tersebut, dan kemudian mengamati penampilannya yang hanya menggunakan pakaian pasien.
"Ada apa?"
"Kakak, bisakah kita mencari tempat lain? Pakaian yang aku pakai saat ini tidak cocok dengan suasana restauran."
"Tidak apa-apa, ayo turun!"
Memarkirkan mobilnya, Lan Xuan mengajak Jin Lien memasuki Restauran. Restauran bukanlah restauran barat, tapi restauran seafood.
Ketika mereka memasuki Restauran, beberapa pasang mata menatap aneh pada Jin Lien yang mengenakan pakaian pasien. Namun, Lan Xuan seolah tidak peduli dan membawa Jin Lien menuju ruang VIP.
Memesan beberapa makanan dan memakannya dengan nikmat.
Lan Xuan terus menatap Jin Lien, dia merasa ada yang aneh ketika dia berada di sekitar Jin Lien. Rasa aneh, tapi sangat nyaman dan dia merasa damai dan tenang. Tidak hanya itu, dia merasa seolah dirinya pulih dari kelelahan baik mental ataupun fisik.
Dia berpikir dalam hati, mungkin kah jika adik perempuannya ini memiliki tubuh yang istimewa?
Jin Lien yang merasa diperhatikan tidak merasa terganggu, melainkan dengan lahap menyantap makanannya.
Cara dia makan dan menggerakkan sumpit sangat elegan dan itu sesuai dengan etika gadis bangsawan. Masuk akal jika Jin Lien dibesarkan oleh bangsawan, tapi yang Lan Xuan tahu, Jin Lien dibesarkan di pedesaan, jadi bagaimana cara dia mempelajari hal seperti ini?
Lan Xuan dipenuhi tanda tanya di benaknya, tapi dia tidak bertanya. Semua orang pasti memiliki rahasia kecil mereka sendiri, jadi dia tidak memperdulikan dan ikut makan bersama Jin Lien.
Begitu mereka menyelesaikan makanan mereka, mereka tidak tinggal lebih lama dan memilih kembali ke rumah sakit.
Sepanjang perjalanan kembali ke rumah sakit, Lan Xuan tidak berbicara sedikitpun. Jin Lien juga tetap diam dan menikmati pemandangan malam kota N.
Tidak ada antusiasme di wajahnya, seolah dia sudah terbiasa dengan pemandangan kota itu sendiri.
Merasakan kantuk menyerang, Jin Lien tertidur begitu saja, sehingga mengundang decak aneh dari Lan Xuan.
"Gadis bodoh, tertidur begitu saja tanpa rasa waspada? Betapa buruknya."
Sampai di rumah sakit, Lan Xuan segera memarkirkan mobilnya di parkiran dan menggendong Jin Lien dengan hati-hati membawanya ke bangsal.
Mencapai bangsal, dia meletakkan Jin Lien di ranjang dengan pelan agar tidak membangunkannya.
Mengelus dengan lembut kepala Jin Lien dan tersenyum kecil.
"Tidur yang nyenyak, karena mulai besok, hidupmu tidak akan mudah. Aku berharap jika kakek tidak pernah mengetahui keberadaan mu, sehingga dia tidak bisa merebut kebahagiaanmu."
Melihat Jin Lien tidak bergerak, Lan Xuan keluar dari bangsal. Namun, setelah Lan Xuan keluar, Jin Lien membuka matanya. Dia memandang pintu dengan penuh arti dengan senyum kecil di bibirnya.
"Kakak, aku tahu kau mengkhawatirkan aku, tapi kau bisa tenang, aku akan menghadapi kakek dan tidak akan membiarkan dia merebut kebahagiaanku."
....
Sebelum fajar terbit, Jin Lien telah bangun. Membersihkan dirinya dan menunggu Lan Xuan datang.
"Alex, bagaimana menurutmu? Apakah aku akan bertindak seperti b*bi untuk Memakan harimau atau menunjukan diriku yang sebenarnya?"
[Tuan rumah bisa bertindak sesuka hati.]
"Begitu."
Dalam sedetik, tempramen Jin Lien berubah menjadi gadis lugu dan naif, tanpa aura kebangsawanan sedikitpun.
Dia melakukan olahraga kecil di dalam ruangannya, karena tubuhnya sudah terbiasa melakukan latihan, dia merasa ada yang kurang jika tidak melakukan olahraga kecil.
Ketika Lan Xuan datang dan melihat Jin Lien sedang melakukan push up, dia tertegun, tapi kemudian dia tersenyum.
"Pagi."
Segera Jin Lien menghentikan latihan paginya dan memandang Lan Xuan.
"Pagi juga, kak!"
Balas Jin Lien dengan senyum lebar dan tampak naif. Hal tersebut tentu saja membuat Lan Xuan tertegun.
Namun, tidak lama kemudian dia menyeringai dan tampak menatap Jin Lien dengan tatapan mengejek.
"Tidak buruk. Aku pikir kau yang tumbuh di pedesaan akan menjadi gadis kuno dan tampak kampungan."
Jin Lien terdiam sejenak, dia juga tidak mengerti dari mana dia mengetahui etika dan cara penyembunyian diri seperti itu. Dia hanya merasa, jika hal tersebut seolah sudah mendarah daging di dalam tulangnya.
Melihat Jin Lien tidak menanggapi, Lan Xuan melanjutkan ucapannya.
"Tetap seperti ini! jika tidak mendesak, jangan tunjukan dirimu yang sebenarnya!"
"Ya."
"Ganti dulu pakaianmu! Setelah itu, kakak akan menemanimu membeli ponsel, tapi jangan perlihatkan pada siapapun."
"Ya"
Jin Lien tidak membantah, dan mengikuti pengaturan Lan Xuan. Setelah mengganti pakaian, mereka keluar dari rumah sakit dan menuju toko untuk membeli ponsel.
Di dalam ponsel tersebut, hanya ada nomor Lan Xuan dan Lan Jia. Untuk keluarga Lan yang lainnya, Lan Xuan tidak berniat membuat Jin Lien dekat dengan mereka.
Setelah ponsel selesai dibeli, Lan Xuan membawa Jin Lien ke kediaman Lan. Begitu mereka sampai, Lan Xuan sekali lagi mengingatkan.
"Jika kau perlu sesuatu, hubungi aku atau kakak perempuan! Dia bisa dipercaya."
"Ya."
"Ayo! Mereka semua pasti telah menunggumu di dalam."
"Ya kakak, tapi sepertinya kau terlalu banyak bicara hari ini. Terlebih kau terlalu mengkhawatirkan aku, kak!"
"Gadis bodoh, aku tidak mengkhawatirkan dirimu, tapi aku hanya mengingatkanmu."
Jin Lien memutar matanya mendengar penuturan Lan Xuan.
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Kasma Jul Fadliansyah
tdk pernah bosan utk baca ulang lagi 😘😘😘🥰
2024-11-08
0
RH88
betul banget,ini yg ke 3 atau 4 kalinya kubaca ulang
2024-12-31
1
Dina⏤͟͟͞R
baca ulang jin lien 😍
2024-01-02
0