" Kalau nggak cemburu ngapain lo mar...." kata Geo terpotong oleh ucapan Mairah.
" Karena lo seakan nggak ngehargai gue ada di sini " kata Mairah penuh penekanan sambil berjalan keluar dari kamar.
" Mau kemana lo ? " kata Geo datar sambil menahan lengan Mairah.
" Mau selingkuh " kata Mairah sinis, sambil berjalan keluar dari kamar tersebut.
Namun saat Mairah berjalan keluar pandangannya teralih pada Tika yang sedang sibuk di dapur bersama Maya.
" Ternyata dia masih disini " kata Mairah dalam hati sambil berjalan menghampiri Tika.
" Lagi masak apa Bu ? " kata Mairah sambil berdiri disamping Tika.
" Ehhh ini Nak masak buat makan malam " kata Tika.
" Mairah bantuin boleh nggak Bu ? " kata Mairah.
" Emang bisa ? " kata Maya sambil memandang remeh kearah Mairah.
" Maya nggak boleh gitu, Mairah tolong kupas bawang itu aja yaa Nak " kata Tika yang diangguki oleh Mairah.
Saat Mairah fokus memotong bawang, tiba-tiba tangan Maya teriris pisau bertepatan saat Geo sedang mengambil minum di dapur.
" Auhhhh " ringis Maya, sehingga membuat Geo langsung berlari kearah Maya.
" Ada apa Maya ? " kata Tika.
" Biar Geo yang obatin Bu, Ibu lanjutin aja " kata Geo sambil mencuci tangan Maya di wastafel kemudian mengambil kotak P3K untuk mengobati tangan Maya, sehingga membuat Mairah panas melihat hal tersebut.
" Dasar tukang caper sama laki orang " kata Mairah dalam hati sambil melirik Geo dan Maya, sehingga terlintas ide konyol di pikirannya.
" Sekarang lihat permainan gue kang caper " kata Mairah dalam hati, kemudian dengan sengaja mengiris tangannya sendiri dengan pisau.
" Buset ternyata perih juga, ahhh bodo amat waktunya acting mode on " kata Mairah dalam hati.
" Ahhhhh Ibu, Geooo tangan Mairah berdarah huaaaaa " tangis Mairah kencang, sehingga membuat Tika dan Geo panik.
" Ada apa Mai ? " kata tika panik.
" Huaaaaa Ibu sakitt hiks...hikss " kata Mairah histeris, sehingga membuat Geo langsung berlari kearah Mairah dan meninggalkan Maya sendiri di sofa.
" Ya ampun Mai, ini sih cuman luka kecil nggak usah lebay dehh " kata Geo datar saat melihat luka di jari telunjuk Mairah, sehingga membuat Tika geleng-geleng kepala.
" Huaaaaa Geo sakit, Geoooo gue trauma sama darah huaaaaaa " kata Mairah histeris sambil pura-pura lemas, sehingga membuat Tika panik.
" Aduhhh Ge buruan angkat mantu Ibu " kata Tika heboh.
" Ge kayaknya gue mau pingsan deh " kata Mairah sambil memegang kepalanya yang seolah-olah akan jatuh, sehingga membuat Geo langsung mengangkat tubuh ramping Mairah ke sofa, sehingga membuat Maya kesal.
" Hiks...hikss Ge sakit hiks..hiks " kata Mairah saat Geo mendudukannya di sofa.
" Sabar yaa " kata Geo sambil meniup luka Mairah yang tak seberapah itu.
" Kak Geooo luka gue gimana ? " kata Maya manja.
Baru saja Geo ingin menimpali ucapan Maya, namun terhenti karena Mairah langsung memeluk Geo erat.
" Ahhh Geo gue pusing liat darah huaaaa " kata Mairah sambil memeluk Geo erat, kemudian menjulurkan lidahnya kearah Maya.
" Yaudah jangan di liat dulu " kata Geo.
" Ihhhh Kak Geo dia bohong " kata Maya kesal.
" Maya tangan kamu biar Ibu yang obatin yaa dan kamu Ge bawa Mairah ke kamar " kata Tika, sehingga membuat Geo langsung mengangkat tubuh Mairah.
" Heheheh kena mental kan lu kang caper, makanya jangan suka caper sama suami orang " kata Mairah dalam hati sambil melambaikan tangannya kearah Maya.
" Gimana keadaan lo ? " kata Geo saat meletakkan tubuh Mairah diatas kasur.
" Masih sedikit pusing sih Ge " kata Mairah pura-pura lemah.
" Makanya lain kali hati-hati jangan ceroboh kayak tadi " kata Geo datar.
" Gue kan niatnya cuman mau bantu Ibu tadi " kata Mairah.
" Oiyyyaa by the way sejak kapan lo trauma sama darah ? " kata Geo, sehingga membuat Mairah jadi gugup.
" Mmmm ituu waktu gu..gue kecil Ge " kata Mairah gugup.
" Kok bisa ? " kata Geo, sehingga membuat Mairah berpikir keras.
" Ehhh sorry lo nggak usah jawab pertanyaan gue, maaf kalau gue ingetin lo lagi sama trauma lo " kata Geo.
" Aelahhh santai aja kali Ge ini nggak sakit-sakit banget kok, kan gue sendiri yang sengaja lukain tangan gue cuman mau dapet perhatian lo.....upssss " kata Mairah keceplosan sambil memukul mulutnya pelan, sehingga membuat Geo langsung menatap Mairah tajam.
" Duhhh nih mulut nggak bisa banget diajak kompromi " kata Mairah dalam hati sambil memukul mulutnya pelan.
" Acting lo nggak lucu " kata Geo datar sambil berjalan kearah pintu kamar, sehingga membuat Mairah langsung bangun dan memeluk Geo dari belakang.
" Maaf gue nggak maksud buat bohongin lo, tapi gue cuman nggak suka kalau Maya caper sama lo " kata Mairah, sehingga membuat Geo tersenyum mendengar ucapan Mairah.
" Tapi cara lo salah Mai " kata Geo datar sambil berbalik menatap Mairah, sehingga membuat Mairah melepas pelukannya.
" Gue tau cara gue salah karena udah bohongin lo sama Ibu, tapi gue bisa apa cuman cara itu yang terlintas di otak gue " kata Mairah.
" Lain kali jangan lukain diri lo sendiri seperti ini " kata Geo datar yang diangguki oleh Mairah.
" Kalau menurut lo gue terlalu berlebihan, tegur gue jangan seperti ini " kata Geo datar yang lagi-lagi diangguki oleh Mairah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Tya
ga punya prasaan bgt si geee😒
2022-03-21
7
Eni Purwanti
ah geo. Lo aja yang ga punya perasaan 😡😡😡
2022-03-16
3
Eva Fransiska Eva
smogaa d sekolah ada murid baru cowok ganteng yg dekatin maira.
2022-03-03
4