Setelah Geo dan Mairah selesai bersih-bersih, kini mereka turun untuk makan malam bersama.
" Oiyyaa Geo sekarang kan status kamu sudah menjadi Suami, jadi apa rencana kamu kedepannya ? " kata Ridwan.
" Mmm rencananya sih Geo akan bantu-bantu Ayah di perusahaan sepulang sekolah Pa dan Geo juga akan mengajak Mairah pindah ke rumah baru yang dibelikan Ayah, katanya sihh sebagai hadiah pernikahan kita " kata Geo.
" Apa ? pindah ? kenapa nggak tinggal disini aja sih Ge ? " kata Mairah.
" Mairah kamu nggak boleh gitu ahh, sebagai seorang istri yang baik kamu harus ikut kemanapun suami kamu pergi " kata Risa.
" Tapi Ma...." kata Mairah terpotong oleh ucapan Ridwan.
" Nggak ada tapi-tapian Mai, benar kata Mama kamu " kata Ridwan, sehingga membuat Mairah kesal.
" Jadi kapan rencana kamu pindah Ge ? " kata Ridwan.
" Rencananya sih lusa pa, soalnya besok Ibu mau kita nginep di rumah " kata Geo.
" Whattt kok cepet banget sih Ge " kata Mairah tak terimah.
" Apapun keputusannya kamu harus ikut sama Geo, dia kan udah jadi suami kamu Nak " kata Ridwan tegas.
" Papa mah anaknya mau nego malah nggak di dengerin, dengerin dulu dong Pa " kata Mairah kesal karena tadi Ridwan selalu memihak ucapan Geo.
" Negonya tetap Papa dengerin Nak, tapi tidak untuk di kabulin " kata Ridwan sambil terkekeh diujung kalimatnya.
" Udah-udah ngobrolnya di lanjut nanti aja, sekarang makan dulu " Kata Risa yang diangguki oleh semuanya.
Setelah selesai makan malam Ridwan dan Geo berjalan kearah ruang keluarga, sedangkan Mairah dan Risa membersihkan sisa makanan yang ada di meja makan.
Baru saja Mairah ingin mengangkat piring kotor, namun terhenti karena bunyi ponsel Geo yang ada di meja makan.
" Ehhhh kayaknya Hp Geo dehh Mai, kamu bawain gih " kata Risa.
" Oke Ma " kata Mairah sambil mengambil ponsel tersebut.
" Naila ? ngapain dia nelpon Geo malam-malam gini ? " kata Mairah dalam hati saat membaca nama yang tertera di layar Hp Geo.
" Ehhh Pa, Geo mana ? " kata Mairah saat tidak melihat Geo di ruang keluarga.
" Udah dikamar, Papa suruh istirahat " kata Ridwan, sehingga membuat Mairah langsung berjalan kearah kamarnya.
" Ge, Hp lo bunyi nih " kata Mairah saat membuka pintu kamar.
" Telepon dari siapa ? " kata Geo datar.
" Nih " kata Mairah sambil memperlihatkan nama yang ada dilayar Hp Geo, sehingga membuat Geo langsung mengambil Hpnya dari Mairah.
" Kenapa lo nelepon gue ? " kata Geo datar.
" Aisshhhh dingin banget sih Ge " kata Naila dibalik telepon tersebut.
" Langsung to the point aja, ngapain lo telepon gue " kata Geo datar.
" Ahhhh tadi gue nggak sengaja ketemu Billy dan Kenan, katanya lo izin nggak masuk sekolah ya ? ada apa ? lo sakit ? " kata Naila.
Mendengar ucapan Naila, Geo langsung tersenyum karena Naila perhatian kepadanya.
" Gue nggak papa kok Nai, cuman ada urusann keluarga aja " kata Geo.
" Ohhhhh gitu, yaudah dehhh gue cuman mau nanya itu, bhayyy Ge " kata Naila.
" Byee " kata Geo sambil memutuskan panggilan tersebut sambil tersenyum tipis.
" Dihhhh senyum-senyum segala, udah gila yaa Pak " cibir Mairah.
" Apaansih lo ganggu aja " kata Geo datar.
" Naila kenapa ? " kata Mairah seolah tak peduli.
" Bukan urusan lo " kata Geo datar sambil berbaring diatas kasur Mairah.
" Ehhhh mau ngapain lo ke kasur gue, gue nggak mau tau lo tidur di sofa " kata Mairah sambil menarik Geo turun dari kasurnya.
" Apaansih, lo aja sana gue capek " kata Geo datar.
" Ishhhh yaudah geseran " kata Mairah pasrah, sehingga membuat Geo langsung bergeser.
" Awas lo peluk-peluk gue " kata Mairah sambil bersandar dikepala ranjang, kemudian meletakkan bantal di pertengahan mereka.
" Gue juga nggak minat kali " kata Geo datar yang juga ikut bersandar dikepala ranjang, karena memang belum ngantuk.
" Oiyyaa Mai kalau lo suka sama seseorang di luar sana lo bisa pacaran kok sama seseorang itu, begitupun dengan gue, karena gue nggak mau masa-masa remaja kita hancur hanya karena perjodohan ini " kata Geo, sehingga membuat Mairah kaget mendengarnya.
" Sekarang status gue udah beda Ge, dan gue menyadari hal itu. dulu gue mungkin bebas melakukan hal sesuka gue, tapi sekarang udah beda, walaupun nggak banyak yang bisa gue lakuin, tapi gue bakal tetap usaha menjadi istri yang baik dan ngelakuin tugas gue sebagai istri " kata Mairah, sehingga membuat Geo langsung beralih menatap Mairah.
" Yaaa selebihnya sih terserah lo, kalau lo masih mau suka-sukaan sama cewek lain yaa itu terserah lo, tapi yang paling penting gue akan tetap ngerhagain lo sebagai suami gue " kata Mairah, sehingga membuat Geo merasa bersalah dengan apa yang barusan dia katakan pada Mairah.
" Ma...maaf gue udah berusaha nggak nangis hiks..hiks tapi air matanya keluar sendiri hiks..hiks " kata Mairah sambil menunduk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
мєσωzα
ya gak bisa gitu dong ge.. kamu dah setuju buat nerima perjodohan itu, dah nikah malah.. ya harus berusaha komitmen lah
2022-10-13
1
мєσωzα
ih geo ko gituu 😟
2022-10-13
0
Alanna Th
jadinya spt nikah kntrk tnp bts wkt. hix hix 😥😩😞
2022-04-21
0