" Pelan-pelan " kata Geo datar saat melihat Mairah makan dengan terburu-buru.
" Beris....uhuk...uhuk..uhuk.... " kata Mairah terhenti karena tiba-tiba tersedak.
" Minum dulu " kata Geo sambil memberikan minum pada Mairah.
" Makanya kalau dibilangin denger " kata Geo datar.
" Berisik " kata Mairah sambil melanjutkan makanannya yang sempat tertunda.
Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Geo, namun terhenti ketika melihat Naila, Marsya, dan Jihan masuk kerumah makan tersebut.
" Mati gue " kata Mairah dalam hati.
" Ge kita pulang sekarang yukkk " kata Mairah panik, sehingga membuat Geo heran.
" Apasih Mai ? " kata Geo.
" Itu ada temen-temen gue " kata Mairah.
" Terus ? " kata Geo cuek.
" Kalau kita ketahuan disini, mereka akan curiga sama hubungan kita yang sebenarnya Ge " kata Mairah panik.
" Yaudah lo......" kata Geo terhenti karena teriakan Jihan yang memanggil namanya.
" Geofandy......ketua osis kita woiiiii " teriak Jihan, sehingga membuat Geo berbalik menatap teman sekelasnya.
" Ehhhh bentar dehhh, kayaknya Geo lagi sama cewek " kata Marsya, sehingga membuat Naila langsung berjalan kearah Geo.
" Duhhhh Tos gimana nih ? " kata Mairah panik.
" Lo santai aja jangan panik gitu, justru kalau lo panik mereka akan lebih curiga. bilang aja kalau kita nggak sengaja ketemu disini " bisik Geo yang diangguki Mairah.
" Loh Mairah ? " kata Marsya saat melihat Mairah disamping Geo.
" Haii guys " kata Mairah.
" Lohh bukannya lo ada acara sama nyokap lo ? kok bisa disini sama Geo ? " kata Naila tak suka.
" Ehhhh anu eemmmm tadi it....." kata Mairah terpotong oleh ucapan Geo.
" Gue nggak sengaja ketemu dia disini " kata Geo datar.
" Oooo kirain kalian lagi ngedate " kata Naila sambil duduk disamping Geo.
" Yaampun Nai, yakali gue ngedate pakai baju tidur kayak gini " kata Mairah.
" Hahahaa ya juga yaa " kata Naila.
" Hehhh gue baru ngeh loo " kata Marsya yang baru sadar tentang penampilan Mairah.
Baru saja Jihan ingin menimpali ucapan Marsya, namun terhenti karena nada dering ponsel Geo yang pertanda ada telepon masuk.
" Ibu video call ? " kata Geo dalam hati.
" Kok nggak diangkat Ge, pacar lo yaa ? " kata Naila.
" Bukan, ini Ibu gue yang video call " kata Geo sambil menggeser ikon hijau pada layar ponselnya.
" Assalamu'alaikum Bu " kata Geo tersenyum pada layar ponselnya.
" Wa'alaikumsalam, kamu dimana Nak ? " kata Tika dibalik telepon.
" Geo mampir makan dulu Bu, bentar lagi juga pulang, ada apa Ibu mau nitip sesuatu ? " kata Geo.
" Geo perhatian banget sama Ibunya, sikapnya juga hangat kalau sama Ibunya, tipe gue banget " kata Naila dalam hati.
" Ternyata nih ketos rese' sikapnya berbanding terbalik banget kalau lagi bicara sama Tante Tika " kata Mairah dalam hati.
" Oiyyaa Ge, calon mantu Ibu mana ? " kata Tika, sehingga membuat Mairah panik? sedangkan Naila, Jihan, dan Marsya kaget mendengar penuturan Tika lewat telepon.
" Calon mantu ? siapa ? " kata Naila dalam hati.
" Hmmmm udah Geo antar pulang Bu " kata Geo.
" Oalahhh padahal Ibu kangen loh sama Mai " kata Tika terpotong oleh ucapan Geo.
" Ibu udah dulu yaaa, baterai ponsel Geo mau habis assalamu'alaikum " kata Geo sambil mematikan sambungan teleponnya.
" Wait, wait, wait, Geee calon mantu ? lo punya pacar ? " kata Jihan.
" Menurut lo " kata Geo datar.
" Bapak Geofandy plisss jangan buat kita penasaran yaaa, siapa pacar lo ? " kata Marsya.
" Berisik " kata Geo datar.
" Lo bener punya pacar ? " kata Naila, sehingga membuat Geo beralih menatap Naila.
" Kayaknya Geo masih ada rasa sama Naila, kelihatan banget sama tatapannya ke Naila " kata Mairah dalam hati.
" Gue dijodohin " kata Geo, sehingga membuat semuanya kaget, kecuali Mairah.
" Di jodohin ? terus lo mau ? " kata Naila.
" Mau gimana lagi " kata Geo.
" Kayaknya lo terpaksa banget yaa Ge dijodohin sama gue " kata Mairah dalam hati.
" Terus lo suka sama cewek yang dijodohin sama lo ? " kata Naila yang hanya dibalas gelengan oleh Geo, sehingga membuat Mairah kecewa.
" Guysss gue balik duluan, takut dicariin soalnya tadi nggak pamit mau keluar " kata Mairah sambil pergi dari sana.
" Gue memang belum suka sama dia, tapi gue akan berusaha karena kelak dia yang akan jadi istri gue, gue duluan " kata Geo sambil keluar dari tempat tersebut untuk menyusul Mairah.
" Sabar yaaa Nai, mungkin Geo bukan jodoh lo masih banyak kok cowok didunia ini yang lebih tampan dari si Geo " kata Marsya.
" Iyaaa Nai, yang tampan mahhh masih banyak " kata Jihan.
" Apaansih gue nggak papa kali, yang gue pikirin sekarang itu Mairah, gue beberapa kali curiga sama dia padahal kan dia nggak tau apa-apa soal Geo " kata Naila.
" Makanya kalau ada apa-apa cari tau dulu " kata Marsya.
Sementara Geo berusaha mengejar Mairah yang tiba-tiba pergi begitu saja.
" Lo pulang sama gue " kata Geo sambil menarik tangan Mairah.
" Gue nggak mau pulang sama lo, lepasin " kata Mairah memberontak.
" Lo perginya sama gue jadi pulangnya juga harus sama gue, apa kata orang tua lo nanti kalau gue nganterin lo pulang " kata Geo sambil menarik Mairah masuk kedalam mobilnya.
" Lo tau nggak sih, kalau ini sama saja pemaksaan " kata Mairah, sehingga membuat Geo hanya melirik Mairah sekilas kemudian kembali fokus menyetir.
" Gue mau kita batalin perjodohan ini " kata Mairah, sehingga membuat Geo langsung meminggirkan mobilnya kepinggir jalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Indrianty27 Dewi
yang baper gua masa sampe hati gua ngilu njir😂
2024-05-18
0
Arianty Hylmi
nyesek nya mairah nular
2022-12-19
1
мєσωzα
njirr.. baru sampai sini aja dah nyesek 🥺
2022-10-13
0