" Iya jawab aja Ge, tunjukan kecerdasan lo yang sudah mendarah daging " kata Kenan menimpali, sehingga membuat Geo menghembuskan nafsnya kasar.
" Pertanyaan lo apa ? " kata Geo dingin, sehingga membuat Marsya tersenyum penuh arti.
" Emang lo mau nanya apa Sya ? " tanya Mairah bingung.
" Pertanyaan gue gampang kok Mai " kata Marsya.
" Okeee Geo yang pertama gue mau sekarang lo bayangin sedang berada di tengah hutan dan lo dikelilingi binatang buas, apa yang akan lo lakuin kalau lo di posisi itu ? hmmmm ayooo jawab " kata Marsya.
Baru saja Geo ingin menjawab pertanyaan dari Marsya, namun terhenti karena ucapan Billy.
" Kalau itu sih gue juga bisa jawab, yaaa tinggal kabur lahhh gitu aja repot " kata Billy.
" Gimana caranya lo kabur ? kan lo ada di tengah-tengah binatang buas ? " kata Marsya, kemudian membuat semua orang terlihat berpikir kecuali Geo.
" Lo tinggal berhenti bayanginnya aja, gitu doang kok repot " kata Geo, sehingga semua orang menatap kearah Geo.
" Hahhhh gimana-gimana ? kok gue nggak paham sih ? " kata Mairah yang terlihat bingung.
" Sama gue juga gagal paham " kata Jihan.
" Konsepnya gimana Ge ? gue juga nggak paham maksud lo " kata Kenan yang diangguki oleh Billy.
" Iyaaa sama gue juga nggak paham " kata Marsya.
" Lahhh kan lo yang ngasih pertanyaan, kok malah ikutan bingung ? " kata Mairah.
" Gue kan cuman asal nanya doang " kata Marsya cengengesan.
" Geo jangan diam aja dong, kita butuh penjelasan " kata Jihan.
" Iyaaa Ge, jangan buat kita-kita ini penasaran " kata Billy menimpali, sehingga membuat Geo frustasi.
" Yaaa tadi kan lo nyuruh gue bayangin gue berada di tengah-tengah binatang buas kan ? yaaa satu-satunya cara untuk terhindar dari situasi itu yaaa berhenti bayanginnya lah " kata Geo, sehingga membuat semuanya mengangguk paham.
" Oiyyaaa kan kita nggak bener-bener di posisi itu " kata Mairah.
" Bener jugaa yaaa " kata Kenan.
" Ohhhh ayolahh gue butuh temen-temen yang lebih smart dari ini " kata Geo sambil berjalan meninggalkan UKS.
" Salah kita apa coba ? " kata Marsya.
" Yaaa pakai nanya lagi, yang salah itu bukan kita tapi pertanyaan lo yang sangat tidak berbobot " kata Billy menimpali.
" 100 buat lo Bill " kata Kenan.
" Apa iya yaaa ? " kata Marsya.
" Ya iya lahhh, bener kata Billy " kata Jihan.
" Ahhhh udah ahhh Bill, susul Geo aja lah " kata Kenan.
" Kuy lahhhh " kata Billy.
" Hehhh ciwi-ciwi kita duluan yaaa " kata Kenan yang diangguki oleh Mairah, Marsya, dan Jihan.
" Mai lo bener-bener nggak diapa-apain sama Geo kan ? " kata Marsya.
" Iya Mai, asal lo tau aja yaa si Geo itu terkenal banget sama sifat dingin plus ketusnya dan dia itu orangnya bodoh amat alias nggak peduli sama sekitarnya " kata Jihan menimpali.
" Masa sih ? tapi dia baik kok, buktinya dia ngobatin tangan gue. yaaa walaupun emang rese' sih anaknya tapi baik kok " kata Mairah.
" Malahan yang gue khawatirin sekarang sih Naila, gue bener-bener ngerasa nggak enak banget sama dia guyss " kata Mairah.
" Yaudah supaya lo nggak ngerasa bersalah terus, mending kita samperin Naila " kata Marsya.
" Yuppps gue setuju, tadi sih gue lihat Naila jalan kearah kantin " kata Jihan.
" Yaudah ayooo " kata Mairah.
Saat sampai dikantin mereka mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Naila.
" What what what gue nggak salah lihat kan guys, itu bukannya Naila sama Ana dan kedua antek-anteknya ya ? " kata Jihan sambil menunjuk kearah Naila.
" Lohhh bukannya Naila benci banget sama Ana ? " kata Marsya menimpali.
" Ahhhhh udahh ahhh nggak usah banyak bicara ayo kita samperin Naila " kata Mairah sambil berjalan kearah Naila yang diikuti oleh Jihan dan Marsya.
" Hai Nai " kata Mairah sedikit kaku.
" Ngapain lo kesini ? " kata Naila sinis.
" Gue cuman mau ngomong sama lo Nai " kata Mairah.
" Alahhhh sekali penghianat tetap penghianat, nggak usah lahh Nai gabung sama kita jauh lebih asik kali " kata Ana.
" Bener " Kata Mila menimpali.
" Ehhhh kita itu ngomong sama Naila, bukan sama lo pada " kata Marsya kesal.
" Tau nih, kita juga nggak ada urusan kali sama lo, lo, lo pada " kata Jihan sambil menunjuk Ana, Mika, dan Mila.
Baru saja Ana ingin menganggapi ucapan Jihan, namun terhenti karena ucapan Naila.
" Lo mau ngomong apalagi sih Mairah ? hahhh lo belum puas ngerebut sahabat-sahabat gue iya ? " kata Naila.
" Gue nggak ngerebut sahabat lo Nai, gue cuman mau ngelurusin kesalapahaman kita, itu aja " kata Mairah.
" Aduhhh Nai lo baperan banget sih sumpah dehhh, Mairah kan baru pindah beberapa hari beibbbb dia masih nggak tau apa-apa " kata Marsya.
" Hmmmm bener tuhh, udaahh ahhh baperannya ditunda aja mending lo ikut kita " kata Jihan sambil menarik tangan Naila.
" Sya bantuin " kata Jihan, sehingga membuat Marsya ikut menarik Naila.
" Ehhhh apa-apaan sihh lo " kata Ana.
" Apa looo, Naila kan temen kita wleeee " kata Jihan sambil menjulurkan lidahnya kearah Ana.
" Bhayyyy " kata Mairah dengan nada meledek kearah Ana dan kedua antek-anteknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Santoso Zha
shiiiiiiiiip
2022-03-18
0
Arif Sunoe
ciri khas author ...selalu bersambung ketika lagi seru serunya,..
semangat
2021-06-21
4
Wahyu Ariani
semangat Thor
lanjutkan
2021-06-21
5