part 8

" Iya jawab aja Ge, tunjukan kecerdasan lo yang sudah mendarah daging " kata Kenan menimpali, sehingga membuat Geo menghembuskan nafsnya kasar.

" Pertanyaan lo apa ? " kata Geo dingin, sehingga membuat Marsya tersenyum penuh arti.

" Emang lo mau nanya apa Sya ? " tanya Mairah bingung.

" Pertanyaan gue gampang kok Mai " kata Marsya.

" Okeee Geo yang pertama gue mau sekarang lo bayangin sedang berada di tengah hutan dan lo dikelilingi binatang buas, apa yang akan lo lakuin kalau lo di posisi itu ? hmmmm ayooo jawab " kata Marsya.

Baru saja Geo ingin menjawab pertanyaan dari Marsya, namun terhenti karena ucapan Billy.

" Kalau itu sih gue juga bisa jawab, yaaa tinggal kabur lahhh gitu aja repot " kata Billy.

" Gimana caranya lo kabur ? kan lo ada di tengah-tengah binatang buas ? " kata Marsya, kemudian membuat semua orang terlihat berpikir kecuali Geo.

" Lo tinggal berhenti bayanginnya aja, gitu doang kok repot " kata Geo, sehingga semua orang menatap kearah Geo.

" Hahhhh gimana-gimana ? kok gue nggak paham sih ? " kata Mairah yang terlihat bingung.

" Sama gue juga gagal paham " kata Jihan.

" Konsepnya gimana Ge ? gue juga nggak paham maksud lo " kata Kenan yang diangguki oleh Billy.

" Iyaaa sama gue juga nggak paham " kata Marsya.

" Lahhh kan lo yang ngasih pertanyaan, kok malah ikutan bingung ? " kata Mairah.

" Gue kan cuman asal nanya doang " kata Marsya cengengesan.

" Geo jangan diam aja dong, kita butuh penjelasan " kata Jihan.

" Iyaaa Ge, jangan buat kita-kita ini penasaran " kata Billy menimpali, sehingga membuat Geo frustasi.

" Yaaa tadi kan lo nyuruh gue bayangin gue berada di tengah-tengah binatang buas kan ? yaaa satu-satunya cara untuk terhindar dari situasi itu yaaa berhenti bayanginnya lah " kata Geo, sehingga membuat semuanya mengangguk paham.

" Oiyyaaa kan kita nggak bener-bener di posisi itu " kata Mairah.

" Bener jugaa yaaa " kata Kenan.

" Ohhhh ayolahh gue butuh temen-temen yang lebih smart dari ini " kata Geo sambil berjalan meninggalkan UKS.

" Salah kita apa coba ? " kata Marsya.

" Yaaa pakai nanya lagi, yang salah itu bukan kita tapi pertanyaan lo yang sangat tidak berbobot " kata Billy menimpali.

" 100 buat lo Bill " kata Kenan.

" Apa iya yaaa ? " kata Marsya.

" Ya iya lahhh, bener kata Billy " kata Jihan.

" Ahhhh udah ahhh Bill, susul Geo aja lah " kata Kenan.

" Kuy lahhhh " kata Billy.

" Hehhh ciwi-ciwi kita duluan yaaa " kata Kenan yang diangguki oleh Mairah, Marsya, dan Jihan.

" Mai lo bener-bener nggak diapa-apain sama Geo kan ? " kata Marsya.

" Iya Mai, asal lo tau aja yaa si Geo itu terkenal banget sama sifat dingin plus ketusnya dan dia itu orangnya bodoh amat alias nggak peduli sama sekitarnya " kata Jihan menimpali.

" Masa sih ? tapi dia baik kok, buktinya dia ngobatin tangan gue. yaaa walaupun emang rese' sih anaknya tapi baik kok " kata Mairah.

" Malahan yang gue khawatirin sekarang sih Naila, gue bener-bener ngerasa nggak enak banget sama dia guyss " kata Mairah.

" Yaudah supaya lo nggak ngerasa bersalah terus, mending kita samperin Naila " kata Marsya.

" Yuppps gue setuju, tadi sih gue lihat Naila jalan kearah kantin " kata Jihan.

" Yaudah ayooo " kata Mairah.

Saat sampai dikantin mereka mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Naila.

" What what what gue nggak salah lihat kan guys, itu bukannya Naila sama Ana dan kedua antek-anteknya ya ? " kata Jihan sambil menunjuk kearah Naila.

" Lohhh bukannya Naila benci banget sama Ana ? " kata Marsya menimpali.

" Ahhhhh udahh ahhh nggak usah banyak bicara ayo kita samperin Naila " kata Mairah sambil berjalan kearah Naila yang diikuti oleh Jihan dan Marsya.

" Hai Nai " kata Mairah sedikit kaku.

" Ngapain lo kesini ? " kata Naila sinis.

" Gue cuman mau ngomong sama lo Nai " kata Mairah.

" Alahhhh sekali penghianat tetap penghianat, nggak usah lahh Nai gabung sama kita jauh lebih asik kali " kata Ana.

" Bener " Kata Mila menimpali.

" Ehhhh kita itu ngomong sama Naila, bukan sama lo pada " kata Marsya kesal.

" Tau nih, kita juga nggak ada urusan kali sama lo, lo, lo pada " kata Jihan sambil menunjuk Ana, Mika, dan Mila.

Baru saja Ana ingin menganggapi ucapan Jihan, namun terhenti karena ucapan Naila.

" Lo mau ngomong apalagi sih Mairah ? hahhh lo belum puas ngerebut sahabat-sahabat gue iya ? " kata Naila.

" Gue nggak ngerebut sahabat lo Nai, gue cuman mau ngelurusin kesalapahaman kita, itu aja " kata Mairah.

" Aduhhh Nai lo baperan banget sih sumpah dehhh, Mairah kan baru pindah beberapa hari beibbbb dia masih nggak tau apa-apa " kata Marsya.

" Hmmmm bener tuhh, udaahh ahhh baperannya ditunda aja mending lo ikut kita " kata Jihan sambil menarik tangan Naila.

" Sya bantuin " kata Jihan, sehingga membuat Marsya ikut menarik Naila.

" Ehhhh apa-apaan sihh lo " kata Ana.

" Apa looo, Naila kan temen kita wleeee " kata Jihan sambil menjulurkan lidahnya kearah Ana.

" Bhayyyy " kata Mairah dengan nada meledek kearah Ana dan kedua antek-anteknya.

Terpopuler

Comments

Santoso Zha

Santoso Zha

shiiiiiiiiip

2022-03-18

0

Arif Sunoe

Arif Sunoe

ciri khas author ...selalu bersambung ketika lagi seru serunya,..

semangat

2021-06-21

4

Wahyu Ariani

Wahyu Ariani

semangat Thor
lanjutkan

2021-06-21

5

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!