" Oke untuk pelajaran kali ini kalian, silahkan buka buku kalian halaman 123 " kata Bu Yulia, sehingga membuat para murid langsung mengeluarkan buku mereka masing-masing.
Setelah beberapa saat menjelaskan tiba-tiba bell berbunyi pertanda bell istirahat, sehingga membuat para siswa bersorak senang.
" Oke pertemuan kali ini cukup sekian " kata Bu Yulia sambil berjalan keluar.
" Hehhh Ketos rese' nanti harus banget yaaa gue balik sama lo lagi ? " bisik Mairah.
" Menurut lo ? " kata Geo malas.
" Yaaa gue nggak tau lahh, makanya gue nanya gimanasih " kata Mairah kesal.
" Bawel " gumam Geo, namun masih terdengar jelas ditelinga Mairah.
" Apa lo bilang, hahhhhhh " kata Mairah sambil menarik telinga Geo, sehingga membuat seisi kelas heboh.
" Auhhhh ahhhh Mai lo apa-apaansih, lepas nggak " bentak Geo.
" Makanya kalau ditanya itu dijawab " kata Mairah yang masih saja menarik kuping Geo.
Naila yang melihat hal tersebut langsung berjalan kearah Mairah, kemudian menarik tangan Mairah kasar.
" Apa-apaan sih lo Mai ? " kata Naila.
" Mairah " pekik Marsya dan Jihan bersamaan.
" Lo nggak papa ? " kata Jihan yang diangguki oleh Mairah.
" Ihhhh Nai lo apaansih, kasar banget tau nggak " kata Marsya.
" Iya Nai, sampai merah loo " kata Jihan saat melihat tangan Mairah.
" Bukan cuman tangan Mairah yang merah, tapi kuping Geo juga, Ge lo nggak papa kan ? " kata Naila.
" Gue nggak butuh pembelaan dari lo, dan lo ikut gue sekarang " kata Geo kemudian beralih menarik tangan Mairah.
" Ehhhhh Ge tungguin " kata Billy dan Kenan bersamaan, kemudian berlari mengikuti Geo dan Mairah yang juga diikuti oleh Marsya dan Jihan.
" Ihhhhh Ketos, apaansih lepass nggak " kata Mairah memberontak.
" Lo bisa diam nggak sih " bentak Geo, sehingga membuat Mairah takut.
" Duduk " kata Geo dingin ketika memasuki ruang UKS, sehingga membuat Mairah menuruti perintah Geo.
Melihat Mairah menuruti perintahnya Geo mulai mengobati lengan Mairah yang memar akibat ulah Naila.
" Ehhhh tumben si Kaku peduli gitu sama cewek, ini pertanda buruk atau gimana nih ? " bisik Kenan, saat tibah di ruang UKS.
" Yaaa gue juga agak aneh sih liatnya, Geo perhatian ke orang gitu kok jatuhnya serem yaa " kata Billy bergidik ngeri.
" Waittttt waittt waittt apa jangan-jangan sifat dinginnya Geo mencair karena tadi marah-marah ? " timpal Jihan.
" Apa hubungannya ? " kata Billy bingung.
" Ishhhh gitu aja nggak tau, tadi kan si Geo marah-marah pas ada Ana dikelas plus ulah Naila tadi, kan kalau marah hawanya panas yaaa es batu ketemu panas yaaa meleleh lahhh " kata Marsya sok pintar.
" Yupppp betul " kata Jihan menimpali.
" Yang lo omongin ada benernya sih Sya " kata Kenan.
" Ooooo jadi kalau kita mau ubah sifat Geo jadi hangat, kita hanya perlu buat dia marah dong ? betul nggak ? " kata Billy yang diangguki oleh Kenan, Marsya, dan Jihan.
" Pinter " kata Jihan sambil mengacungkan kedua jempolnya didepan muka Billy.
" Hahhhh kalau itu sih nggak usah diraguin lagi " kata Billy bangga.
Geo yang sudah selesai mengobati tangan Mairah, langsung menatap tajam kedua temannya plus Jihan dan Marsya.
" Ngapain ngintip di situ ? " kata Geo dingin, sehingga membuat Mairah melihat kearah pintu.
" Heheheh nggak papa Brooo, kita cuman ngikutin lo aja " kata Billy sambil masuk ke ruangan tersebut yang diikuti oleh semuanya.
" Mai nggak papa kan ? " kata Marsya dan Jihan bersamaan.
" Gue nggak papa kok, tapi gue cuman nggak enak aja sama Naila " bisik Mairah.
" Udahhh nggak papa, nanti kita yang ngomong sama Naila " kata Marsya yang diangguki oleh Jihan.
" Uhhhhh maksih yaaaa, kalian emang paling top deh " kata Mairah sambil memeluk Marsya dan Jihan.
" Uhhhhhh cocwitttt berpelukannn juga yokkkkk " kata Kenan sambil memeluk Billy dan juga Geo.
" Ehhh apaansih lepas nggak " kata Geo yang berusaha melepas pelukan Kenan.
" Tau nihhh lo pikir kita teletubis yang dikit-dikit berpelukan " kata Billy sewot.
" Yaaa sorry gue kan refleks " kata Kenan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
" Yaudah yok cabut " kata Geo sambil berjalan keluar yang diikuti oleh Kenan dan Billy.
" Geo " teriak Mairah, sehingga membuat Geo menghentikan langkahnya kemudian berbalik kearah Mairah.
" Thank you and sorry gue refleks tadi jewer telinga lo " kata Mairah sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V.
" Gue nolongin lo bukan berarti gue maafin lo " kata Geo sinis sambil melanjutkan langkahnya kembali, sehingga membuat Mairah kesal.
Baru saja Mairah ingin meneriaki Geo, namun terhenti karena keduluan oleh Marsya.
" Geofandy......" teriak Marsya, sehingga membuat Geo menghentikan langkahnya kembali.
" Ada apa lagi ? " kata Geo kesal.
" Lo kan pintar gue mau nanya dong sama lo " kata Marsya tiba-tiba.
" Lo punya Hp kan ? searching pertanyaan lo sekarang di google bisa kan ? nggak usah nyusahin orang " kata Geo.
" Ihhhh bilang aja lo takut nggak bisa jawab pertanyaan dari Marsya, iya kan ? " kata Jihan memprovokasi.
" Jawab aja Ge, emang lo nggak malu digituin ? " kata Billy.
" Iya jawab aja Ge, tunjukan kecerdasan lo yang sudah mendarah daging " kata Kenan menimpali, sehingga membuat Geo menghembuskan nafsnya kasar.
" Pertanyaan lo apa ? " kata Geo dingin, sehingga membuat Marsya tersenyum penuh arti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Jusra Yani
kira² apa tuch pertanyaannya bikin kepo aja lanjut dong thor jgn² lama² up nya
2021-06-20
5
Septi Ramawati
pertanyaan nya
kenapa kita dibikin penasaran thor.... up donk....
2021-06-20
9
Arif Sunoe
wah tambah penasaran..
semangat Thor.. kami tunggu UP nya
2021-06-19
1