" Kalau gitu gue balik duluan, and thank you buat informasinya " kata Mairah sambil berjalan keluar dari cafe yang di susul oleh Geo.
" Ketoss....ehhhh upsss maksud gue Geo. anterin gue pulang yaaa, masa lo tega sih biarin cewek secantik dan semanis gue pulang sendirian " kata Mairah sambil menampilkan ekspresi lucu di mukanya.
" Emangnya tadi lo ke sini naik apa ? " kata Geo datar.
" Jalan kaki " kata Mairah.
" Yaudah pulangnya juga jalan kaki, lagian rumah lo kan dekat " kata Geo sambil berjalan ke arah motornya.
" Ihhhhh dasar ketos tidak berperikemanusiaan " kata Mairah kesal.
Geo yang melihat Mairah di kaca spion miliknya, langsung tersenyum tipis " Lucu juga nih cewek " kata Geo dalam hati sambil melemparkan helm pada Mairah yang langsung di tangkap oleh Mairah.
" Buruan naik, sebelum gue berubah pikiran " kata Geo, sehingga membuat Mairah segera naik ke motor sport milik Geo " kata Geo dingin.
Setelah sampai di depan rumah Mairah, Mairah langsung memberikan helmnya kepada Geo " Makasih " yang hanya dibalas deheman oleh Geo.
" Gue cabut du....." kata Geo terhenti karena ucapan Mama Mairah yang tiba-tiba keluar dari rumah.
" Ehhhhh ada tamu, temennya Mairah ya Nak ? " kata Risa berjalan menghampiri motor Geo.
" Iyya Tante, nama saya Geo temennya Humairah " kata Geo sambil menyalimi tangan Risa.
" Mai kok temannya nggak di ajak masuk sih, ayooo masuk dulu Nak Geo " kata Risa.
" Ehhh nggak usah Tante, Geo langsung pulang aja " kata Geo.
" Mama...Mama tau nggak kalau Geo ini pinter banget, terus Mairah di kasih tips supaya bisa pintar juga, katanya mamanya sering masakin dia makanan yang berbentuk rumus-rumus gitu ma.." kata Mairah yang sedari tadi diam, sehingga membuat Geo tepuk jidat dengan ucapan Mairah.
" Astaga nihhhh anak ternyata nanggepin omongan gue serius " batin Geo.
" Hahahah ada-ada aja kamu Mai, kalau mau pintar yaaa belajar " kata Risa sambil geleng-geleng kepala dengan ucapan anaknnya.
" Ihhhh seriusan Mama, Geo yang bilang " kata Mairah sambil menunjuk kearah Geo, sehingga membuat Geo menatap tajam learah Mairah
" Husssttttt, duhhhh Nak Geo maafin anak Tante yaaa. memang kelakuannya seperti ini " kata Risa.
" Ahhhh iyya Tan nggak papa kok, kalau gitu Geo pamit pulang ya Tante " kata Geo sambil menyalimi tangan Risa.
Setelah kepergian Geo, Risa dan Mairah berjalan masuk kedalam rumah. " Mai, Geo ganteng yaaa sopan lagi sama orang tua " kata Risa.
" Ihhhh ganteng apanya coba, yang ada dia itu ketos yang super duper rese' " kata Mairah.
" Ehhhh jangan gitu ahhhh jodoh nggak ada yang tau lo Nak " kata Risa.
" Ihhhh Mama apaansihhh, yaudah Mai mau ke kamar dulu " kata Mairah.
Sementara di kediaman Geo, Geo tengah di buat pusing oleh permintaan kedua orang tuanya yang ingin menjodohkannya dengan anak rekan bisnisnya.
" Ayah ini tuh bukan zaman perjodohan lagi, lagian Geo masih sangat mudah untuk menikah " kata Geo.
" Ayah nggak terima penolakan Geo " kata Mahesa ( Ayah Geo ) sehingga membuat Geo beralih menatap Ibunya.
" Ibu juga setuju perjodohan ini Geo " kata Tika ( Ibu Geo ).
" Ayah, Ibu biarkan Geo memilih gadis yang akan Geo nikahi nanti, Geo benar-benar belum siap Yah, Bu..." kata Geo.
" Geo dengarkan Ibu baik-baik, Ayah sama Ibu nggak akan memilih wanita sembarangan buat jadi istri kamu kelak, Ibu yakin dialah yang terbaik buat kamu, kamu mau yahh terima perjodohan ini demi Ibu " kata Tika penuh harap.
Geo yang melihat wajah Ibunya sangat menginginkan perjodohan ini pun tidak bisa menolak, karena Geo tidak mau membuat Ibunya kecewa.
" Baiklah Geo menerimanya " kata Geo lesuh, sehingga membuat Ayah dan Ibunya tersenyum.
" Okeee kamu siap-siap, nanti malam kamu akan ketemu calon Istrimu " kata Mahesa, sehingga membuat Geo kaget, namun Geo hanya mengangguk pasrah.
" Huffftttt terserah kalian saja, tohhhh percuma saja aku menolak " batin Geo.
Sementara di tempat Mairah, Ridwan baru saja pulang dari kantornya. Mairah yang melihat Papanya pulang cepat langsung heran.
" Tumben banget Papa pulang cepat ? " kata Mairah sambil menyalimi tangan Ridwan.
" Apa ini mengenai pembicaraan Mas di telepon tadi ? " kata Risa yang diangguki oleh Ridwan.
" Apa Mas yakin ? " kata Risa yang lagi-lagi diangguki oleh Ridwan.
" Emangnya ada apa sih ? " kata Mairah heran.
" Mairah dengerin Papa baik-baik, kamu harus menikah dengan anak rekan bisnis Papa sekaligus sahabat Papa, dan Papa tidak terima penolakan sama sekali " kata Ridwan.
" Hahhhh ? seriusan ? " kata Mairah seolah tak percaya dengan ucapan Ridwan.
" Apa wajah Papa terlihat main-main ? " kata Ridwan yang hanya di balas gelengan oleh Mairah.
" Hmmmm Mairah sihh terserah Papa sama Mama aja " kata Mairah, sehingga membuat Risa dan Ridwan heran dengan reapon Mairah dengan biasa-biasa saja.
" Kok respon kamu biasa aja sih Mai ? " tanya Risa heran.
" Terus Mai harus gimana lagi Ma ? lagian cita-cita Mairah memang mau menikah muda, permintaan Mairah cuman satu yang penting calon suami Mairah ganteng kayak Oppa korea, yaaa minimal kayak Park seo joon lahhh " kata Mairah.
" Kamu tenang saja, bahkan calon suamimu ini, melebihi Oppa Paijo mu itu " kata Ridwan.
" Ihhhhh Park Seo Joon papa, bukan Paijo " kata Mairah kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Satry Lemba
oppa kok paijo😂
2022-05-19
1
Endang Winarsih
🤣🤣🤣
2022-05-08
0
cila
wkwkw
2022-04-27
0