part 2

" Dasar cewek banyak drama " gumam Geo namun masih terdengar jelas di telinga Mairah, sehingga membuat Mairah langsung menggebrak meja dan menarik rambut Geo.

" Ihhhhh dasar lo yaaa, udah dari tadi gue gedeg banget sama lo, ihhhhhh " kata Mairah sambil menarik rambut Geo, sehingga semua cewek yang ada di kantin tersebut menatap Mairah sinis.

" Auhhhh ahhhh lepasin tangan lo aaahhhh " kata Geo merintih kesakitan sambil berusaha melepaskan tangan Mairah dari rambutnya.

" Ehhhh Mai udahhh, lo diliatin sama banyak orang " kata Marsya, sehingga membuat Maira menghentikan aksinya.

" Awas lo yaa, urusan kita belum selesai " kata Geo kesal sambil pergi dari kantin dan di ikuti oleh kedua temannya.

" Siapa takut wleeee " kata Mairah sambil menjulurkan lidahnya kearah Geo.

" Widihhhh Mai keren juga lo " kata Naila sambil mengacungkan jempolnya kearah Mairah.

" Hehehe, oiyya Han lo nggak papa kan ? " kata Mairah.

" Gue sih nggak papa Mai, tapi noh lihat semua cewek-cewek mandangin lo sinis banget " kata Jihan, sehingga membuat Maira menatap sekelilingnya.

" Gue sih bodoh amat, yaudah yukk balik ke Kelas " kata Mairah.

" Widihhhh gue suka gaya lo Mai " kata Naila.

Saat keempat gadis cantik itu balik ke kelas, banyak sekali cibiran untuk mereka tetutama Mairah, namun Mairah tetap cuek menanggapi semuanya.

" Aduhhhh males banget gue, duduk di samping tuh Ketos rese' " kata Maira.

" Ihhh Mai seharusnya lo bersyukur dong di kelilingi para cogan, di belakang kursi lo ada Kenan sama Billy terus di samping lo ada Geo, duhhhh Mairah maka nikmat tuhan mana lagi yang kamu dustakan " kata Marsya.

" Iyya bener banget tuh, nikmati aja Mai " kata Jihan menimpali.

" Menikmati penderitaan maksud kalian ? " kata Mairah kesal.

" Hahahah sabar Mai " kata Naila.

" Emang cuman lo Nai yang ngerti perasaan gue " kata Maira.

" Dasar aneh, omggggg apa jangan-jangan kalian sukanya sama sesama jenis ya ? " kata Marsya bergidik ngeri.

" Whatttt jadi kalian berdua jeruk makan jeruk dong " kata Jihan menimpali.

" Enak aja, gue masih normal ya " kata Mairah kemudian berjalan menuju bangkunya.

" Kalau ngomong di saring dulu " kata Naila yang juga berjalan meninggalkan Marsya dan Jihan.

" Dihhh ngambek mereka Sya " kata Jihan.

" Udahlah mungkin selera mereka bukan cowok-cowok tampan " kata Marsya yang diangguki Jihan.

Sementara di tempat Geo, Geo sudah memandang penuh kebencian pada Mairah, sehingga membuat nyali Mairah sedikit menciut.

" Okeee Mairah lo nggak boleh nunjukin rasa takut lo pada Ketos rese' itu " batin Mairah.

" Kenapa lo ? " kata Mairah.

Belum sempat Geo menjawab tiba-tiba datang seorang guru " Selamat siang anak-anak " kata Bu Yulia.

" Lahhh Bu, ini kan bukan jadwalnya Ibu ? " kata Marsya.

" Iyya Bu, tadi pagi kita udah belajar Matematika " kata Jihan menimpali.

" Berhubung hari ini Pak Surya nggak masuk, jadi saya di beri amanat oleh beliau untuk memberikan kalian tugas di halaman 23 secara berkelompok, dan setiap kelompok terdiri dari 2 orang, jadi untuk mengefisienkan waktu kelompoknya teman sebangku kalian masing-masing, dan saya harap tidak ada yang protes, oke anak-anak apa ada yang ingin kalian tanyakan ? " kata Bu yulia tak terbantahkan.

" Tugasnya dikerjakan sekarang atau bagaimana Bu ? " kata Billy.

" Tugasnya kalian kerjakan di rumah dan di kumpul minggu depan di Pak Surya, ada lagi yang ingin ditanyakan ? " kata Bu Yulia.

" Baiklah kalau tidak ada saya keluar " kata Bu Yulia.

" Aduhhhh apes banget gue bisa sekelompok cewek bar-bar kayak lo " kata Geo.

" Lo pikir gue seneng sekelompok bareng elo " kata Mairah kesal.

Setelah bel pulang sekolah, Mairah pun berjalan menuju depan gerbang sekolah untuk menunggu jemputannya

" Ehhhh Mai lo nunggu jemputan yaa ? bareng gue aja " kata Naila sambil menurunkan kaca mobilnya disamping Mairah.

" Ahhhh nggak usah Nai, lo duluan aja " kata Mairah.

" Yakin ? " kata Naila memastikan.

" Udah Mai bareng gue sama Marsya aja, sekalian mampir kesalon " kata Jihan yang juga menghentikan mobilnya di belakang mobil Naila.

" Udah kalian duluan aja dehh, bentar lagi sopir gue jemput kok " kata Mairah yang diangguki oleh kedua sahabatnya.

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Mairah merogoh ponsel yang ada disakunya " Haloo Pak Bambang di mana ? kok lama banget sih " kata Mairah sambil menelpon sopir keluarganya.

" *Halo Non, maaf Non tiba-tiba mobilnya mogok di tengah jalan No*n " kata Pak Bambang di balik yltelepon tersebut.

" Yaudah deh kalau gitu, saya tunggu taxi aja " kata Mairah sambil mematikan sambungan teleponnya.

" Huffftttt taxi mana sih, sepi bener " gumam Mairah.

Setelah beberapa menit menunggu taxi yang tak kunjung datang, tiba-tiba sebuah motor sport yang baru saja keluar sekolah berhenti tepat dihadapan Mairah.

" Ngapain lo berdiri di sini ? " kata Geo sambil membuka helm full facenya.

" Menurut lo ? ehhhh atau jangan-jangan lo mau ngikutin gue yaa ? " kata Mairah.

" Dihhhh kurang kerjaan banget gue ikutin cewek rese' kayak lo, gue baru selesai rapat osis, nahhh elo ngapain belum pulang ? " kata Geo.

" Gue nungguin taxi " kata Mairah datar.

" Jam-jam segini sih, taxi jarang lewat daripada nungguin taxi mending pesan ojek online " kata Geo.

" Ehhhh ya juga ya, kok gue nggak kepikiran dari tadi sih " kata Mairah dalam hati sambil mengambil poselnya.

" Yahhhhh mati, ehhh Bapak ketos yang baik hati dan tidak sombong pinjam handphone you dong, lo baik deh " kata Maira lembut.

" Duhhhh Mairah lo bodoh banget sih, mana mau dia bantuin lo setelah kejadian tadi " bati Mairah.

" Dihhh jijik banget gue dengernya " kata Geo, namun tetap memberi ponselnya pada Mairah.

" Hahhh beneran ? " kata Mairah tak percaya.

" Hmmmm, buruan pakai " kata Geo.

" Yahhhhhh pantesan aja baik, handphone lo juga mati ogeb " kata Mairah kesal.

" Masa sih ? " kata Geo.

" Nihhhh liat nih " kata Maira sambil mengembalikan ponsel Geo.

" Yaudah lo naik, gue anterin " kata Geo cuek.

" Ehhhh lo mau culik gue ya ? " kata Mairah.

" Lo tuh yaaa, gue mau bantuin juga. lagian nggak baik lo nunggu sendiri di sini, apalagi lo cewek yaa gue cuman bantuin lo, tapi kalau lo nggak mau gue duluan " kata Geo sambil memasang helmnya kembali.

" Ehhhhh tunggu gue ikut lo " kata Mairah, sehingga membuat Geo memberikan helm pada Mairah.

" Alamat lo dimana ? " kata Geo.

" Jalan Kenangga No.24 " kata Mairah yang diangguki oleh Geo.

Selama perjalanan tidak ada percakapan sama sekali antara mereka berdua.

" Bener yang ini kan ? " kata Geo sambil menunjuk rumah bercat putih yang diangguki oleh Mairah.

" Catat nomor lo " kata Geo sambil memberikan pulpen dari saku bajunya ke Mairah,kemudian merentangkan tangannya.

" Modus lo yaaa " kata Mairah sinis sambil memberikan helmnya ke Geo.

" Jangan lupa kalau kita satu kelompok " kata Geo datar.

" Ehhhhh iyyaa juga yaaaa " gumam Maira, sehingga membuat Mairah langsung merebut pulpen dari tangan Geo dan langsung menulis nomor teleponnya di lengan Geo.

" Hmmmm oiyyaa ngomong-ngomong makasih yaaa, udah anterin gue " kata Mairah

" Lo jangan geer dulu yaa, gue anterin lo karena gue cuman kasian sama lo dan ingat urusan kita belum selesai " kata Geo sambil menjalan motor sport miliknya.

" Ihhh dasar ketos rese' " kata Mairah kesal.

Terpopuler

Comments

mister4121

mister4121

menarik....lanjut baca...

2023-01-07

0

Dewi Rahman

Dewi Rahman

Lo ko jambak rambut cwo sih mai

2022-07-03

1

Fahim'Na Syafuroh

Fahim'Na Syafuroh

kayaknya seru...

2022-05-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!