Ruangan tempat Ivy dirawat sunyi dan sepi, Josep Brown menghibur istrinya yang terus menangis dan mereka berdua, duduk disamping putrinya yang tidak sadarkan diri karena koma.
Marlyn menatap putrinya dengan tatapan kosong, dia benar-benar menyesal karena tidak pernah perduli dengan kedua putrinya.
Dengan perlahan, Marlyn menghapus air matanya. Ingatan sewaktu kedua putrinya yang masih kecil mulai terngiang dan hal itu, semakin membuatnya pilu apalagi sekarang, putri bungsunya sudah tidak ada lagi.
Penyesalannya semakin besar karena kondisi Ivy yang begitu mengenaskan, putrinya seolah-olah, mati tidak hiduppun tidak!
Sampai kapan Ivy akan seperti itu? Bahkan dokter yang menangani Ivy tidak bisa memastikan kapan Ivy akan sadar dari komanya.
Josep menarik nafasnya dengan berat dan mengusap punggung istrinya, dia juga merasa sedih harus kehilangan putri bungsunya dan dia juga tidak tega melihat putri sulungnya yang tidak berdaya.
Sekarang mereka hanya bisa menerima kenyataannya dan berharap Ivy cepat sadar supaya bisa segera pulang, tapi siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?
Marlyn tampak terpukul dan shock, matanya bahkan tidak memancarkan api kehidupan dan dia diam saja memandangi wajah putrinya. Seandainya bisa diganti? Dia rela menggantikan posisi kedua putrinya.
Pada saat itu, pintu ruangan tempat Ivy dirawat terbuka, Chloe masuk kedalam dengan tergesa-gesa, dia mendatangi rumah sakit itu setelah tahu dimana Ivy dirawat dari agensi.
Chloe berjalan mendekati Ivy dengan jantung berdebar dan wajahnya langsung pucat saat melihat keadaan Ivy.
"I..Ivy, bagaimana mungkin ini bisa terjadi padamu?" ucap Chloe tidak percaya.
Dia berjalan mendekati Ivy dan menyentuh tangannya, air mata Chloe langsung mengalir Karena baginya, Ivy seperti sahabat baiknya.
"Siapa kau?" tanya Josep.
"Aku..aku manager Ivy." jawab Chloe sambil menghapus air matanya.
"Manager? Putriku sedang koma sebaiknya kau mencari artis lain!" ucap Josep.
"Apa? Koma?" Chloe sangat kaget dan dia memandangi wajah Ivy.
Siapa yang melakukan hal seperti ini? Menurut berita ada penjahat yang masuk kedalam rumah Ivy tapi apa tujuannya?
Polisi mengatakan tidak ada satupun milik Ivy yang diambil tapi didalam kamar Kely, ditemukan serpihan-serpihan kamera. Sebenarnya apa yang terjadi?
Pada saat itu juga, George masuk kedalam ruangan itu dengan tergesa-gesa pula. Dia juga sangat Shock mendapati keadaan Ivy yang begitu mengenaskan.
"Ivy, Ivy, oh tidak!" George mendekati Ivy dan mengusap wajahnya.
Kenapa Ivy bisa mengalami hal seperti ini?
"Chloe, siapa yang melakukan ini? Siapa?" George menatap Chloe dengan tajam.
"Aku mana tahu George! Ivy melarikan diri dan mengalami kecelakaan! Mobilnya masuk kedalam jurang dan tidak ada yang tahu siapa yang melakukannya!"
George mengusap wajahnya dengan kasar, entah mengapa dia jadi curiga dengan seseorang.
Dia segera mengambil ponselnya dan berjalan keluar, dia akan menghubungi orang itu karena dia curiga Ivy mengalami kecelakaan karena orang itu.
"George, oh aku sangat senang kau menghubungiku!" terdengar suara seorang wanita diseberang sana.
"Jangan basa basi denganku! Apa kau yang membuat Ivy jadi seperti ini?" tanya George tanpa basa basi.
"Apa maksudmu George? Kenapa kau menuduh aku?!" wanita itu tidak terima.
"Mengaku saja! Kau bukan? Kau yang ingin menghancurkan Ivy!"
"George!!" wanita itu berteriak.
"Aku memang menyukaimu tapi aku tidak akan melakukan hal keji seperti ini apalagi Ivy sahabatku! Aku tidak mungkin melukainya dan aku tidak terima kau menuduh aku seperti ini!" ucap wanita itu sambil terisak.
George mengusap wajahnya dengan kasar, jika bukan wanita itu lalu siapa?
"Oke baiklah, maaf sudah mencurigaimu."
"Tidak apa-apa George." ucap wanita itu sambil menghapus air mata buayanya.
George mematikan ponselnya dan kembali kedalam ruangan Ivy, dia kembali mendekati Ivy dan memegangi tangannya. Sungguh dia tidak tega melihat keadaan Ivy yang seperti itu dan jika wanita itu terlibat, maka tidak akan dia lepaskan.
Josep dan istrinya diam saja melihat Chloe dan George, walaupun mereka tidak kenal tapi bisa mereka tebak sepertinya mereka berdua sahabat putri mereka.
Tidak lama kemudian, lagi-lagi pintu ruangan tempat Ivy dirawat dibuka dan kali ini, Megan dan Clara masuk kedalam ruangan itu sambil berderai air mata. Mereka bisa tahu tempat Ivy dirawat karena salah satu dari mereka menghubungi Chloe dan menanyakan keberadaan Ivy.
"Ivy...Ivy!" Megan dan Clara mendekati Ivy sambil menangis.
"Kenapa kau harus mengalami hal ini Ivy?" Megan memegangi tangan Ivy dan menghapus air matanya.
"Ivy, siapa yang tega melakukan hal ini padamu?!" ucap Clara dan dia juga menghapus air matanya yang mengalir.
Mereka berdua menangis cukup lama karena sedih melihat keadaan sahabat mereka yang begitu mengenaskan.
"Chloe, bagaimana dengan keadaan Ivy, apa dia akan segera sadar?" tanya Clara.
"Aku tidak tahu Clara, tapi Ivy mengalami koma dan kita tidak tahu kapan dia akan sadar."
"Oh Ivy ku yang malang, kenapa kau harus mengalami hal ini dan siapa yang tega melakukan hal seperti ini padamu?" Clara mengusap wajah Ivy.
"Clara, tidak ada satu orangpun yang mau mengalami hal seperti ini! Ivy sangat sial dan aku sangat iba dengannya, kenapa dia harus seperti ini? Padahal kita baru saja menghabiskan waktu dengannya kemarin tapi sekarang?" Megan tidak sanggup melanjutkan ucapannya dan menangis.
Pada saat itu, seorang dokter masuk kedalam ruangan itu untuk memeriksa keadaan Ivy. Mereka diminta untuk keluar dan ketika keadaan Ivy sudah selesai diperiksa, mereka mulai melemparkan pertanyaan-pertanyaan mereka kepada tenaga medis yang baru saja memeriksa keadaan Ivy tapi mereka hanya mendapat satu jawaban yaitu sebuah gelengan karena kondisi Ivy benar-benar mengenaskan.
Marlyn kembali menangis dan dia benar-benar frustasi bahkan rasanya dia ingin membangunkan putrinya secara paksa.
Dia kembali kedalam ruangan putrinya dengan tatapan kosong dan duduk disamping putrinya sedangkan diluar sana, satu persatu sahabat Ivy mulai berpamitan kepada Josep.
Mereka berharap Ivy cepat pulih dan cepat sadar tapi tidak untuk seseorang, dia berharap Ivy tidak pernah sadar dan mati.
Setelah kepergian sahabat putrinya, Josep masuk kedalam dan berdiri disamping istrinya dan lagi-lagi untuk kesekian kalinya, pintu ruangan itu terbuka, kali ini tampak beberapa tenaga medis masuk kedalam sana dengan seorang pria.
"Tuan Brown."
"Tu..tuan Jackson, kenapa kau ada disini dan apa maksudnya dengan para tenaga medis ini?" Josep melihat para tenaga medis mulai berjalan mendekati Ivy.
"Tuan Brown, mulai sekarang serahkan Ivy padaku dan aku akan membawanya kerumah sakit pribadi keluargaku. Dia akan dirawat dengan baik disana dan aku akan selalu memberikan yang terbaik untuknya."
"Tapi tuan, Ivy sedang koma!"
"Tuan Brown tidak perlu khawatir, aku akan menunggu sampai dia sadar. Kalian bisa menjenguknya dirumah sakit pribadiku dan mulai sekarang, seluruh dunia akan tahu jika Ivy Brown sudah mati karena kecelakaan!"
"Apa maksudmu tuan?"
"Sadarlah tuan Brown, orang yang melakukan hal ini masih diluar sana dan jika sampai mereka tahu Ivy masih hidup dan dalam keadaan koma ini sangat mengancam keberadaan mereka dan mereka bisa datang kapan saja untuk menghabisi Ivy. Dengan kondisi Ivy yang seperti ini, apa Ivy bisa melawan?"
Josep memandangi putrinya yang tidak berdaya dan tampak berpikir, benar yang dikatakan oleh pria itu, penjahat yang membunuh Kely masih ada diluar sana dan Ivy adalah saksi satu-satunya dan jika sampai mereka tahu Ivy masih hidup dan dirawat dirumah sakit ini, besar kemungkinan mereka akan datang untuk membunuh Ivy.
"Baiklah tuan, yang kau katakan ada benarnya. Aku sudah kehilangan satu putriku dan aku tidak ingin kehilangan putriku yang lainnya."
"Kau tidak perlu khawatir tuan Brown, aku akan menjaga Ivy dengan baik dan besok berita kematiannya akan segera tersebar."
Setelah berkata demikian, Henry berjalan mendekati Ivy dan berdiri disisinya.
Henry menunduk dan mencium dahi Ivy sambil berkata, " Ivy, saat kau sudah sadar nanti, katakan padaku siapa yang berani melakukan hal ini padamu maka aku yang akan menggantikanmu membalas mereka! Aku akan pastikan mereka mendapat ganjaran atas apa yang mereka lakukan padamu!" setelah berkata demikian, Henry kembali mencium dahi Ivy.
Hari itu juga Ivy dipindahkan dan kabar kematiannya menghebohkan kota itu, para penggemar bersedih atas kematian Ivy begitu juga dengan para sahabatnya, mereka juga berduka atas kepergian Ivy tapi tidak untuk satu orang, kabar kematian Ivy benar-benar membuatnya bahagia dan dia menertawakan atas semua yang menimpa Ivy, akhirnya, Ivy Brown mati dan saingannya sudah tidak ada lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
BIKIN PENASARAN, SIAPA ARTIS JALANG YG MMBENCI IVY.... DN SIAPA SUTRADARA IBLIS ITU..
2024-05-24
0
Ahmadjahuri
sapaaa yaaa??
2023-12-09
1
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
g sabar pmblsan dri henry
2023-11-21
0